Tidak di restui oleh sang ibu mertua membuat Nayla harus mengalami banyak tekanan selama tinggal di rumah suaminya yang bernama Robert. Tekanan batin yang di rasakan oleh Nayla semakin berat lantaran sang ibu mertua pandai menyembunyikan keburukannya di hadapan putranya Robert, sehingga sering terjadi salah paham antara Robert dan Nayla mengenai ibunya.
Derita apa sajakah yang di alami oleh Nayla selama tinggal bersama keluarga mertua yang tidak menyukai kehadirannya? Simak kisahnya di sini😘
Follow ig @t_l_handayani 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejanggalan
Usai meminum obat alergi itu keadaan Robert lekas membaik, dan dari kejadian itu dia sedikit berpikir. "Mengapa justru Nayla yang lebih peka pada kondisinya dari pada Angel? " tanyanya dalam hati.
Karena tak mampu lama lama menahan pertanyaan itu, Robert pun akhirnya mengungkapkan isi otaknya.
"Ma, emangnya dari dulu aku alergi seafood? " tanya Robert lalu Nyonya Indri membenarkan.
"Lalu mengapa Angel tidak tahu akan hal ini? Kenapa justru Nayla yang tahu? Bahkan dia punya penawarnya? Bagaimana ini bisa terjadi? " pertanyaan dari Robert sempat membuat Nyonya Indri dan Angel kebingungan.
"Emmm, itu kan cuma... cuma kebetulan aja sayang. Dia kan emang pengen ngerebut kamu dari Angel, jadi dia selalu cari perhatian kamu." Nyonya Indri tetap menjelekkan Nayla di hadapan Robert.
"Oke, hal itu masih bisa aku percaya. Tetapi soal Angel, bagaimana bisa dia tidak tahu kalau aku alergi seafood? Bahkan dia memberikan makanan itu padaku, apa kamu memang sengaja? " kali ini Robert memberikan pertanyaan kepada Angel dan sontak saja wanita itu gelagapan untuk menjawab. Apalagi ketika Angel belum sempat menjawab, Robert menambahkan satu pertanyaan.
"Memangnya sudah berapa lama kamu nikah sama aku?"
Seketika pertanyaan itu membuat Nayla tersenyum di balik dinding mendengar percakapan mereka. Dia berharap suaminya akan segera pulih dan kembali mengingat siapa dirinya sebenarnya.
Merasa suasana percakapan semakin memanas, Nyonya Indri lekas menyela ucapan putranya agar suasana kembali tenang.
"Robert, selama menikah kalian ini terlalu sibuk dengan pekerjaan masing masing. Jadi wajar jika Angel belum tahu semuanya tentang kamu. Udah, jangan di besar besarkan, Mama yakin setelah ini Angel tidak akan mengulangi kesalahannya." Nyonya Indri berusaha membela Angel.
Meski terdengar janggal, tetapi Robert berusaha mempercayainya. Namun, kejanggalan itu masih mengusik pikirannya, sehingga dia berniat untuk mencari tahu sendiri tentang jati dirinya.
Setelah Robert kembali beristirahat ke kamar, Nyonya Indri segera menghampiri Nayla untuk melampiaskan amarah. Ketika sudah berdiri tepat di belakang Nayla, Nyonya Indri menarik rambut menantunya itu dengan kasar hingga membuat Nayla begitu terkejut karena tidak dia sadari jika mertuanya berdiri di belakangnya.
"Heh, siapa yang menyuruh kamu ngasih obat ke Robert? Apa kamu sengaja pengen bongkar semuanya? Oke, silahkan saja kamu lakukan. Tapi ingat, resiko yang akan kamu tanggung akan lebih berat. Camkan itu!"
Nayla merintih kesakitan dan meminta agar ibu mertuanya melepaskan rambutnya, tetapi yang ada Nyonya Indri malah menariknya dengan kuat.
"Ampun Ma, ampun. Aku hanya kasihan melihat Robert dan ingin memberikannya obat. Tolong lepaskan Ma, sakii...iiit.." pinta Nayla sembari memejamkan mata menahan rasa sakit di kepalanya.
"Kamu pikir saya bodoh? Dasar perempuan licik! " cecar Nyonya Indri seraya melepas rambut Nayla dengan kasar hingga kepala Nayla terbentur ke dinding.
Nayla semakin merintih ketika dahinya memar akibat benturan di tembok. Jika mengingat perlakuan kejam mertuanya itu, rasanya Nayla ingin menyerah dan pergi dari rumah itu. Tetapi jika dia ingat kembali kondisi suaminya yang tengah hilang ingatan, Nayla ingin berusaha memulihkan ingatannya kembali.
Waktu terus berjalan dan satu bulan pun telah berlalu. Nayla begitu rindu kepada putranya yang dia tinggal di rumah orang tuanya, tetapi dia tiada daya untuk menemuinya hingga akhirnya di suatu pagi, orang tua Nayla memberanikan diri untuk datang ke rumah Robert guna mempertemukan keduanya karena Glen menangis terus setiap malam.
Ketika di depan pintu gerbang, bapak dan ibu Nayla bertanya kepada satpam yang berjaga dan tentu saja satpam itu tidak mengenalnya karena selama Nayla menikah dengan Robert, mereka belum pernah datang ke rumah itu. Setelah sempat panjang lebar menjelaskan siapa mereka, akhirnya si satpam memilih untuk memberi tahu Nyonya Indri walaupun sebenarnya bapak dan ibu Nayla melarangnya karena bisa mereka pastikan jika mertua Nayla tidak akan mengizinkan Nayla menemui buah hatinya.
"Tunggu sebentar disini Pak, saya tidak berani menerima tamu sembarangan apalagi tanpa seizin Nyonya Indri." tukas satpam tersebut.
"Tolong Mas, jangan kasih tahu ibu mertua Nayla. Nanti dia tidak akan mengizinkan Nayla bertemu putranya. Apa Mas nggak kasihan sama bayi ini? " Bapak Nayla masih berusaha membujuk satpam tersebut meski akhirnya usaha itu sia sia karena satpam itu tetap memilih untuk memberitahu Nyonya Indri.
"Bagaimana ini Pak? " tanya Ibu Nayla.
"Mau gimana lagi Bu, kita lihat saja apa yang akan terjadi. Yang penting kita sudah berusaha. " jawab Bapak Nayla dengan begitu pasrah.