Adinda Ayu Gadis cantik, cerewet dan ceria, banyak teman dan wanuta paling slow dan cuek sedunia
Hidupnya yang penuh warna mendadak menjadi suram dan abu abu tanpa warna, semenjak di Jodohkan dengan sosok laki laki yang tidak memiliki perasaan padanya,
Tapi Dinda bukan wanita yang terlihat sama dengan wanita yang lain, dia berbeda, Dia gak menyerah begitu aja, Dinda tetap Dinda gak mau berubah
Mungkin hatinya jadi abu abu, tapi lahirnya dia seperti Dinda yang semua orang kenal, ceria ramah dan sopan,
sikap bodoh amat selalu dia terapkan pada hal hal yang gak penting seperti Suaminya, Dimas !
Dan Hidup berumah tangga Tanpa Rasa Cinta cukup membuatnya merasa tertantang menjadi wanita kuat..
Bagai mana kisahnya? Selamat membaca 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Godaan
Kini semua sudah pada masuk rumah, karena sudah masuk waktu sholat magrib
Semuanya masuk dan duduk di kursi ruang tamu
Tadi setelah menemui pada adek adek dan tetangga Dinda lanjut masuk, karena banyak keluarga juga
" Udah mengenal tetangga ndok,?" tanya pak Rahmat
" Bapak nih... Pertanyaannya, ya jelas sudah toh pak, lihat nih, orang mavem kayak gini mana betah dekem di rumah" Ucap Nizam sambil menongor kepala Dinda
" Bang Nizam ih ... Jangan tonyor tonyor dong.." kesal Dinda lagi dan membalas menonyor kepala Nizam
Bahkan mereka justru saling bales dan lempar bantal yang ada di sebelah mereka
" Dinda... " ucap Ibunya mengkode mengingatkan
" Iya Nizam juga tuh.. Lihat bang Dimas cemburu nanti" ucap Ibu Tri juga mengingatkan Nizam
" Cie... Cemburu bang..." Ucap Nizam pada Dimas
" Cemburu lah, istri gue loe ajak kerah" jawab Dimas menarik Dinda agar mepet di dekatnya
" Weleh segitunya , nyoh nyoh.... Aku gak mau juga, ambilen" ucap Nizam sambil mendorong tubuh Dinda agar mepet ke tubuh Dimas
Dimas mendekapnya, tapi Dinda justru takut sendiri
Takut akan nanti dirinya gak bisa mengikuto drama yang Dimas buat, takut kalau nanti sampai Dinda di jongkrokkan lagi saat bersamanya
Dinda masih ada rasa takut, kalau Dimas nanti jijik sama Dia,
Jangankan lembut bangunin orang aja kayak bangunin hewan, Dinda takut akan hal itu yang terjadi lagi
Sesaat kemudian adzan magrib di kumandangkan, satu persatu mulai undur diri ke kamar masing masing
Dari pagi tadi sebelum ke bandara para orang tua sudah mampir ke sini dan sudah bertempat ke kamar masing masing
Saat mereka pergi, Dimas langsung melepas pelukan ganasnya yang di berikan pada Dinda , di tanbah dorongan yang Dinda takutkan terjadi juga
" Abang.... Sakit" Ucap Dinda menahan rasa sakit pada bahunya yang terkena pojok kayu dari sudut sofanya
Dimas tidak menjawab dan lengibaskan tangannya lalu berdiri
" Loe tidurnya di kamar gue" ucap Dimas datar
" Gak mau... Kalau nanti akhirnya loe menjadikan gue keset" bantah Dinda cepat
" Gue gak mau tau, semua barang elo udah gue pindahkan ke kamar Guez Ibu seminggu lebih di sini, seminggu juga loe harus sama gue " jawab Dimas gak peduli
" Jangan kasar" tambah Dinda protes
" Sesuka gue ini rumah gue, salah elo menerima gue" jawab Dimas langsung pergi dan gak mau mendengar jawaban apa lagi dari Dinda .
Dinda terdiam sejenak, badannya sudah sangat capek banget, makin capek karena dapat perlakuan kasar dari suaminya
Mau gak mau dia harus lakukan itu harus sekamar dengan Dimas dan menambah penderitaan hidupnya untuk seminggu kedepan
Sampai akhirnya Dinda bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kamar Dimas, yang sama sekali belum pernah dia menginjakkan kakinya di kamar tersebut
Tok tok tok...
Dinda mebgetuk pibtu kamar Dimas dengan begitu lemas
" Hem....Masuk" jawab Dimas dari dalam
" Assalamualaikum... Ya Ahlinnar..." Ucap Dinda sengaja membuat Dimas semakin emosi
Dimas langsung melototkan matanya dan berdiri menghampiri Dinda yang baru masuk
" Salamnya di jawab Narr" ucap Dinda merubah panggilan Dimas
" Nar nar..gue bukan neraka" jawab Dimas kesam dan menarik serta menjanbak hijab Dinda
" Lha tiap hari marah marah kalau bukan Nar apa?" tanya Dinda walaupun sudah di jambak tapi gak ada rasa takutnya sama sekali
" coba bilang lagi" ketus Dimas makin menarik kencang kepala Dinda
" Abang Dimas sayang.. Gue capek gue mau istirahat, gue mau mandi, mau tidur, loe kalau mau makan carika sekalian makan untuk bapak ibukku ya, gue mau tiduran" ucap Dinda malah sama sekali gak takut
" Merintah aja loe, masak sana" kesal Dimas sambil mendorong Dinda yang hanpir terkena meja kepalanya
Untung saja Dinda segera melindubgunga dengan tekanan tangannya yang dulua memegang meja
" Dasar KDRT" Kesal Dinda tanpa rasa takut
Dimas berani seperti itu dan gak takut kalau di adukan lada keluarganya karena Dimas tau, Dinda gak mau ada orang lain tau tentang kehidupan rumah tangganya
Dinda langsung menaruh tasnya dan mengambil handuk dari tas tersebut
" Mau Ngapain?" tanya Dimas saat Dinda menganbik handuk
" Mandi lah, mau gue mandi di lur sama Nizam?" tanya Dinda yang tau kalau Niza tadi sedang mandi
" Coba aja kalau berani" tantang Dimas
" Berani, biar gue di nikahin aja sama bang Nizam, dari pada sama Elo bikin darah tinggi cepet tuek tersiksa lagi" Kesal Finda asak nyepolos
Fimas kembali murka dan Dinda segera masuk ke dalam kamar mandi Dimas
" Bocah.... ya Allah kenapa gue dapat istei masih ingusan sih, kan sebel jadinya " ucap Dimas karena di ajak bercanda Dinda yang menbuat otaknya mendidih
Di dalam kamar mandi Dinda terlupa dan hanya bawa handuk doang lupa bawa baju, tapi dia belum sadar hingga dia justru menikmati kamar mandi Dimas yang cukup luas
Walaupun rumahnya sederhana, tapi di dalam kamarnya di sana juga ada bat up nya
Sehingga badan Dinda yang sudah remek rasanya lengen kungkum rebahan berendam air hangat
Apa lagi saat ini Dinda sedang datang bulan jadi gak buru buru untuk sholat dan apapun
Dinda mulai menghidupkan air nya di setel sesuai suhu air yang dia inginkan
Setelah penuh Dinda masuk kedalam bat up dan menikati hangatnya air yang ada di dalam sana
Padahal di luar sana Dimas belumsholat dan hendak mengambil air wudhu
Dinda saking nikmatnya sampai tertidur pulas dalam bat up tersebut
" Gue gak mau nih kalau se kasur sama tuh bocil, apa kata Ek kalau dia tau, dan tau kalau Dinda istri gue, bisa di putusin gue" Ucap Dimas masih bibgubg sendiri
Dimas membuka lemarinya dan mengecek barang barangnya, mana tau ada kasur lantai yang bisa di buat tidur Dinda sementara kalau kedua orang tuanya tinggal di sana
Hingga akhirnya dia sama sekali gak nemu apa yang dia inginkan, apa yang dia cari
" Ah... Tau lah.. Bodo amat gak pake alas mbok ben, kedingina dia" kesal Dimas putus asa
" Sholat dulu lah" Tambahnya terlupa kalau Dinda masih di kamar mandi
Dimas berjalan ke kamar mandinya berniat untuk ambil air wudhu
Ceklek... Dinda terlupa mengunci kamar mandinya dan Dimas langsung asal masuk aja seperti biasanya tanpa menoleh ada sosok Dinda yang sudah tidak memakai apa apa dan tertidur
Cuman karena di tutup dengan sabun aroma terapi yang Dinda miliki, atau hadiah dan kenang kenangan dari bundanya Gildan tadi
Dinda membukanya saat berada di mobil Nizam saat pulang semobil sebelumnya
Setekah selesai Wudhu Dimas tak sengaja menoleh dan melihat pundak Dinda yang sangat bersih putih dan bening banget...
Dan kira kira apa yang akan di lakukan laki laki normal seperti Dimas saat melihat wanita halalnya
Simak episode selanjutnya, dan jangan lupa mampir ke novel Author satunya ya, di PF oranye terimakasih
padahal cerita nya Bagus lhoo👍👍✌️
jijik gue sama Eka.. amit² dech