NovelToon NovelToon
Di Titik Nadir

Di Titik Nadir

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:732.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tirza

CERITA PERTAMA - END
"Aku hanya memainkan bagianku, cinta yang akan menyempurnakannya" - Nara

CERITA KE DUA - END
"Aku tetaplah sama, berdiri di sudut tersembunyi, menunggumu sampai akhir nafasku." - Liana

Ardian Rahardja tidak percaya lagi kepada cinta, setelah gagal menikahi Nara. Desakan orang tua membuatnya terpaksa memilih Liana Devi Saraswati, sahabat Nara sebagai istri untuk menghindari perjodohan yang dibuat oleh orang tuanya.

Ardi yang mengetahui bahwa Liana memiliki perasaan untuknya, memanfaatkan hal itu untuk mengatur istrinya sesuka hati dan memaksa ia bersandiwara seolah pernikahan mereka sangat bahagia.

Apakah waktu akan membuat Ardi menjadi luluh? Ataukah Liana harus menerima kenyataan bahwa laki-laki itu tidak akan pernah mencintainya sampai kapanpun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wakil Direktur Baru

Kadang kala hidup terasa begitu tidak adil. Seseorang mencintaimu tetapi kamu mencintai orang lain yang tidak mencintaimu. Mengapa harus selalu ada cinta yang bertepuk sebelah tangan? Mengapa harus selalu ada kisah cinta yang tak sempurna dalam setiap kehidupan?

Pertanyaan-pertanyaan klasik yang terus muncul dari waktu ke waktu, namun tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa memberikan jawabannya. Para Filsuf, Akademisi, orang-orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata sekalipun, tidak ada yang bisa memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan-pertanyaan itu.

Setelah pertemuan terakhirnya dengan Ardi, Nara banyak merenung. Andai saja ia bertemu dengan Ardi lebih dulu. Andai saja ia tidak pernah jatuh cinta kepada Rendra. Andai saja ia belum menikah. Nara tentu akan memberi hatinya kepada Ardi, laki-laki yang selalu memperlakukannya sebagai perempuan terhormat, laki-laki yang begitu peduli padanya, laki-laki yang terlalu peka dengan apa yang ia rasakan dan selalu memprioritaskan kebahagiaannya.

Kenyataannya, pengakuan Ardi rupanya hanya bisa membuat Nara terkejut, tetapi tidak mampu menggetarkan hati gadis itu. Ardi harus puas dengan status teman yang ditegaskan Nara kepadanya. Ya, meskipun gadis itu memiliki pilihan lain, namun ia tetap pada pendiriannya. Ia bahkan tidak berniat membatalkan keputusannya untuk memperjuangkan Rendra. Hati itu sudah berketetapan dan ia memilih suaminya, seorang laki-laki yang tidak pernah memberikan cinta untuknya.

--------------

Beberapa hari sudah berlalu sejak peristiwa nahas itu. Kamar Nara hingga kini masih belum selesai di renovasi. Seperti kesepakatan sebelumnya, Rendra dan Nara akan berbagi kamar untuk sementara waktu. Meski Rendra memberikan kesempatan kepada Nara untuk mengistirahatkan diri di ranjang, namun gadis itu cukup tahu diri dengan memilih sofa sebagai tempat pembaringan. Berulang kali Rendra memaksa, namun Nara selalu mengambil posisi di sofa dan tidur lebih dulu.

Akhir-akhir ini Nara mempunyai rutinitas baru. Gadis itu banyak menghabiskan waktu untuk membaca buku sambil mendengarkan musik. Seringkali Rendra mendapati istrinya tertidur di sofa kamar sambil memeluk sebuah buku dan dengan earphone yang masih menempel di telinga.

Beberapa kali Rendra mengambil buku itu dari dekapan Nara, melepaskan earphone dari telinganya, dan menyelimuti gadis itu. Awalnya Rendra cukup terkejut melihat buku-buku yang dibaca oleh Nara. Buku-buku pengantar bisnis, yang ditulis bukan hanya dalam bahasa Indonesia tetapi juga dalam bahasa Inggris. Laki-laki itu sebenarnya meragukan apakah Nara memahami apa yang ia baca.

“Nara! Kau belum tidur?” ucap Rendra kepada istrinya sesaat setelah menutup pintu kamar mereka dan hendak membaringkan diri di ranjang.

“Belum kak. Aku masih asyik dengan buku ini,” balas Nara sambil menatap suaminya beberapa detik sebelum fokus kembali membaca bukunya.

“Kalau kau mau, kau bisa membaca buku sambil membaringkan dirimu di ranjang. Biar aku tidur di sofa. Kamu sudah terlalu sering tidur di sana,” seru Rendra kepada Nara.

“Tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku nyaman di sini kak,” jawab Nara dengan lembut.

“Buku apa yang kamu baca?” Rendra bertanya kepada Nara sambil membaringkan tubuhnya.

“Buku-buku seputar manajemen bisnis,” balas Nara sambil mengambil segelas air yang tersedia di atas nakas, di sebelah sofa.

“Untuk apa kamu membaca buku itu?” Rendra melanjutkan pertanyaannya.

“Aku harus belajar supaya aku tidak mempermalukanmu kak,” balas Nara sambil tersenyum.

“Seharusnya kamu tidak perlu memaksakan diri. Kamu tidak perlu terus-menerus menuruti mama,” kata Rendra kembali membujuk gadis itu agar membatalkan niatnya.

“Aku tidak terpaksa kak. Aku justru merasa tertantang,” jawab Nara berusaha meyakinkan suaminya.

“Ini sudah malam Nara, jangan sering tidur terlambat! Beristirahatlah!” Rendra menguap dan mulai memejamkan matanya.

“Kak, besok aku dan mama akan pergi membeli beberapa kebutuhan baju kantorku. Mungkin kami akan pulang malam. Kemungkinan besar aku tidak akan sempat memasakkan makan malam untukmu,” tutur Nara.

“Tidak masalah. Aku juga akan makan malam dengan Sari besok,” kata Rendra memberi tahu Nara.

Percakapan itu tidak berlanjut lagi. Rendra langsung terlelap, sementara Nara memilih fokus kembali membaca buku. Buku-buku itu setidaknya bisa menjadi pengalih suasana hatinya yang buruk saat mendengar ucapan Rendra yang terakhir.

Seperti janjinya pada laki-laki itu, ia tidak bisa melarang Rendra untuk menemui Sari, meski ia ingin sekali melakukannya. Nara harus mengalah, supaya Rendra memberikan kesempatan kepadanya. Gadis itu hanya bisa berharap, semoga laki-laki itu akan tersentuh suatu hari nanti.

---------

“Nara, coba lihat dress ini, pasti sangat cantik jika kamu yang mengenakannya!” Rani menunjuk salah satu dress yang menempel pada sebuah manekin, yang ada di butik langganannya.

“Ini bagus ma. Aku akan mencobanya,” ucap Nara sambil mengambil dress itu dan membawanya ke ruang ganti untuk dicoba.

“Kamu cantik nak. Gunakan ini saat acara perkenalan besok lusa!” Rani memberi saran kepada Nara, setelah melihat gadis itu keluar dari ruangan ganti sambil mengenakan dress yang dipilihnya.

“Baik ma! Aku akan memakainya saat acara perkenalan,” ucap Nara sambil menatap dirinya dalam pantulan cermin yang diletakkan di luar ruangan ganti.

“Kita sudah membeli beberapa pakaian kantor. Sekarang hanya tinggal membeli make up dan beberapa aksesoris untukmu. Mama tidak sabar melihat reaksi Rendra saat melihatmu mengenakan semua ini,” kata Rani dengan bersemangat.

“Apakah menurut mama dia akan menyukainya?” Nara tidak mengetahui selera suaminya.

“Dia bukan hanya akan menyukai penampilanmu. Dia akan terpesona,” jawab Rani dengan sangat percaya diri sambil menyentuh pundak gadis itu.

“Aku harap juga begitu ma,” tutur Nara sambil tersenyum meyakinkan dirinya.

“Kamu harus percaya diri nak. Kita sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Mama yakin lambat laun anak laki-lakiku yang bodoh itu akan menyadari siapa istrinya.” Rani menatap Nara dengan sungguh-sungguh. Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya. Demi rasa cinta yang ia punya, hanya itu yang ia inginkan untuk saat ini

-----------

*Dua hari kemudian*

Saat ini Rendra sudah berada di dalam ruang Komisaris. Sebentar lagi adalah acara perkenalan Nara sebagai wakil direktur yang baru di perusahaan Rendra. Nara akan diperkenalkan di hadapan beberapa kolega bisnis, para manajer, dan seluruh staf utama yang ada di perusahaan itu.

Sejak pagi, Rendra belum bertemu dengan Nara. Atas permintaan Rani, semalam Nara menginap di rumah ibunya karena Rani ingin berangkat bersama dengan gadis itu.

Banyak hal sebenarnya yang ingin Rendra bicarakan dengan istrinya menyangkut acara perkenalan hari ini, karena itu ia menunggu lebih awal di ruangan itu. Ia berharap Nara juga akan datang lebih awal. Namun, hingga jam menunjukkan kurang lima belas menit dari waktu yang telah ditentukan, sosok gadis itu belum juga terlihat.

Sekarang, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Beberapa orang telah memasuki ruangan di mana Rendra berada dan segera mengambil tempat. Tidak lama kemudian sosok Rani pun terlihat memasuki ruangan Komisaris itu.

Rendra mendapati Rani tidak datang sendiri. Di belakang wanita yang ia panggil dengan sebutan ‘mama’ itu, Rendra melihat seorang perempuan berjalan dengan anggun, dalam balutan sebuah dress yang sangat elegan.

Rendra mengenal siapa gadis itu. Namun, ia tidak menyangka bahwa gadis itu akan tampil dengan begitu memesona hari ini. Aura kecantikan Nara bertambah berkali-kali lipat, hingga membuatnya tertegun cukup lama, memandang istrinya yang dengan hati-hati mendudukkan tubuhnya pada kursi yang telah disediakan.

“Rendra! Kita bisa memulai acaranya?” Rani bertanya sambil menatap Rendra yang tampak tertegun memperhatikan seseorang.

Rendra tidak menjawab. Ia masih terdiam. Rendra benar-benar tidak mendengar ucapan Rani, karena fokus laki-laki itu saat ini hanya tertuju pada Nara yang sedang tersenyum kepadanya.

“Rendra!” Rani menyentuh tangan putranya dan laki-laki itu segera sadar.

“Bisa kita mulai acaranya nak?” Rani mengulang kembali pertanyaannya.

Rendra menganggukkan kepala. Ia segera membuka percakapan di dalam ruangan itu.

“Bapak, ibu, saudara, dan saudari sekalian, terima kasih atas kehadiran anda semua di pertemuan kita hari ini. Seperti yang telah tertulis di dalam undangan meeting yang anda terima, hari ini saya akan memperkenalkan wakil direktur perusahaan kita yang baru.” Rendra menjeda ucapannya.

“Saya perkenalkan kepada anda semua, Nyonya Nareswari Meera Paradina Yudhistira, wakil direktur kita yang baru. Istri saya,” ucap Rendra dengan lantang diikuti tepuk tangan seluruh orang yang hadir.

------------

Selamat membaca teman-teman. Jangan lupa berikan dukungan anda untuk cerita ini!

1
Forta Wahyuni
padahal Rani dah tau busuknya si sari n tapi bknnya ditunjukkan malah kesan nya membiarkan trus anaknya bermesraan trus dgn sari. mungkin klu islam mak nya mendukung perzinahan walau hnya cuma cium dan peluk saja, bkn malah diksh tau kebobrokan sari tapi malah mengikuti permainan. 🤭🤭
novita setya
tdk semudah itu ferguso..ho ho ho😄😄
novita setya
nara..tersakiti tiada batas akhir
Asih Prawawati
Hmmm Nara ...
Silvia Hapsari
Love this storyyyy😍😍😍 nangis bombay sampe diketawain suami😂 sukses terus thor!!!
LAJ
fix...dr ratusan novel yg uda eike bc di entuun cm ini yg bs bikin eike sesegukan idung meler mata bengkak...bagus bangettt pemilihan kata2 nya, berasa ky kita tuh ada disana...good job otor 🥰😍🥰😍
Nining Juhaeni
Kecewa
Silvia Hapsari
Mewekkk😭😭😭
Arie
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Rinisa
Happy Ending...😍👍🏻🤗
Rinisa
Kasihan sekali Liana...
Rinisa
Miris...
Rinisa
Dilema
Rinisa
Next 🤗
Rinisa
Next
Rinisa
Kasihan banget Liana...
Rinisa
next😊
Rinisa
Emak nya Ardi datang, gini nich nikah tanpa ijin orang tua...
Rinisa
kasihan Liana...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!