NovelToon NovelToon
The Rise Of Queens In Another World

The Rise Of Queens In Another World

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Chicklit
Popularitas:876.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Desti Sl

Hiburan untuk semua [slow update] atau update tidak menentu😊

•••

Alexa seorang wanita cantik dan pintar dari abad 21 yang berprofesi sebagai agen nomer 1 di dunia. Kemampuannya tak sebatas itu, dia sangat menyukai hal-hal yang baru dan selalu mengembangkan alat-alat baru di dunianya. Alexa juga memiliki bakat dalam bidang kedokteran dan sangat ahli dalam berbagai bidang lainnya.

Kisahnya dimulai dari penghianatan kedua orang tersayangnya. Siapa yang tahu bahwa dia dihianati oleh kekasih yang dia cintai dan sahabat yang dia sayangi seperti saudaranya sendiri. Dia dibunuh dengan kejam oleh tangan sahabatnya sendiri.

Sungguh Alexa benar-benar tak mengira kematiannya akan secepat ini dan tanpa perlawanan sedikit pun. Namun takdir berkata lain, kisahnya tidak hanya sampai di situ, Alexa memang mati... Namun jiwanya tidaklah mati, melainkan berpindah ke dunia lain.

Menempati raga seorang gadis yang telah mati karena ulah adik tirinya. Setiap hari tubuh dan mentalnya selalu disiksa dan dicaci maki sebagai seorang yang pemalu, penakut, buruk rupa, lemah, dan lebih parahnya lagi dia seorang sampah.

" Hmm...gue ngak bisa bales dendam sama si penghiatan itu (sahabat and mantan gue). Tapi gue bisa nglampiasin bales dendam gue sama orang yang udah nyakitin lo. Gue akan bales seratus kali lipat mereka yang berani nyakitin gue sama tubuh baru gue. Lo bisa tenang disana karna gue sang Killer Queen telah tiba...hahaha... "
~Alexa~

•••

Tapi mengapa raja narsis ini selalu mengikutinya.

" Arrghh!!! kenapa lo slalu muncul sihh!!! "
~Xiao Fei~

" Kau milikku sayang...selamanya milikku. "
~?~

" Aku kembali..aku akan merebutmu lagi sayang, karna dari awal kau milikku. "
~?~

Bagaimana Alexa menjalani hidupnya?
Akankah takdir mempermainkannya dan mempertemukannya lagi dengan orang yang telah menghianatinya?

.

.

.

Mau tau cerita yang sebenarnya?
Karangan langsung dari imajinasi author.
Kalau penasaran langsung baca.Ok😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desti Sl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 26

Typo bertebaran / abaikan

°°°

•°•°•°•°•°• HAPPY READING  •°•°•°•°•°•

Dekrit kaisar yang menyatakan bahwa putra mahkota membatalkan pertunangannya dengan nona pertama perdana mentri Xiao? yaitu nona Xiao Fei pun telah menyebar ke segala penjuru dan menjadi perbincangan rakyat.

Tepatnya kini Xiao Fei sedang di pasar ibu kota kekaisaran Fenghuan, dia hanya ingin mengetahui seberapa jauh berita pembatalan pertunangannya itu telah menyebar.

Sungguh kasihan ya nona pertama perdana mentri Xiao.

Iya, pertunangannya dibatalkan oleh putra mahkota sendiri.

Mereka berdua memang tidak pantas untuk disandingkan, yang satu tampan dan yang satunya buruk rupa..haha sangat tidak serasi.

Putra mahkota lebih serasi bila disandingkan dengan nona kedua perdana mentri Xiao, tidak hanya cantik tapi juga berbakat.

Iya, mengapa nona pertama itu tidak mati saja agar kekaisaran ini tidak ada sampah lagi..haha

Benar apa katamu, semoga gadis buruk rupa dan sampah itu segera mati..haha

Xiao Fei menahan rasa kesalnya akibat banyak orang yang mengutuknya tiada. Huh! mereka belum tahu saja wajah dan bakat Xiao Fei.

Xiao Fei pun hanya mengacuhkan mereka yang menghinanya, suatu saat mereka akan tahu kebenarannya dan menutup mulut rombeng mereka sendiri.

Xiao Fei memilih melihat-lihat toko-toko besar dan terkenal di pasar itu, tapi bagi Xiao Fei toko-toko itu sangatlah kuno dan tidak menarik.

' Apa gue buka bisnis aja ya secepatnya..hmm beberapa hari lagi pasukan gue akan selesai dalam masa pelatihannya..sabar aja dah ' batin Xiao Fei.

' Sekarang ngak ada lagi budak dan orang miskin di sini..bagus deh kalo gitu..eh- tapi tunggu, itu kok ada anak kecil ngemis sih, astaga kasian banget.. ' batin Xiao Fei yang tidak sengaja melihat tiga anak kecil sedang mengemis meminta makanan kepada orang sekitar, akan tetapi mereka seakan tuli hanya mengabaikan ketiga anak kecil itu.

Xiao Fei menghampiri ketiga anak kecil tersebut. Xiao Fei sangat kasihan saat melihat kondisi ketiga anak itu, tubuh yang kurus, tulang yang hanya dilapisi oleh kulit, badan yang kotor, baju yang compang-camping tak layak dipakai. Xiao Fei sangat kasihan kepada mereka saat mendengar...

" Tolong kami..bermurah hatilah kepada kami..kami belum makan tiga hari..kami mohon tolong kasihani kami.. " ucap lelaki kecil yang sekitar umur 7 tahun itu sambil memeluk kedua anak kecil di samping kanan kirinya.

Ingin rasanya Xiao Fei memeluk dan menenangkan ketiga anak kecil itu.

Xiao Fei berhenti di depan ketiga anak kecil itu dan berjongkok agar bisa melihat ketiga anak kecil tersebut.

" Hai adik kecil, kalian kenapa? " tanya Xiao Fei lembut, wajahnya tertutupi dengan cadar namun matanya memancarkan kehangatan.

" Ka-ka-kami lapar nona..to-tolong beri adik hamba makanan nona..hamba akan bersedia menjadi budak anda nona..hamba mohon tolong adik hamba.. " ucap lelaki kecil yang duduk di tengah dengan takut, dapat dilihat kedua anak kecil yang sedang dipeluk itu ikut ketakutan melihat Xiao Fei.

Xiao Fei akhirnya mengambil tiga roti isi daging dan tiga susu kotak rasa vanila di sebalik lengan hanfunya.

" Ambillah ini " ucap Xiao Fej dan memberikan tiga roti isi daging itu satu-satu kepada tiga anak kecil tersebut.

Ketiga anak kecil tersebut sempat ragu akan menerima makanan itu karna mereka belum pernah melihatnya sebelumnya.

" Ayo ambillah dan makanlah, kakak tahu pasti kalian sangat lapar " ucap Xiao Fei meyakinkan dan ikut duduk bersila di depan ketiga anak itu, dia tidak peduli kalau bajunya kotor oleh tanah dan dilihati oleh orang-orang.

Ketiga anak itu mengambil makanan yang diserahkan oleh Xiao Fei dengan ragu-ragu, saat mereka menciumnya, bau makanan itu sangat menggiurkan, tanpa pikir panjang lagi mereka langsung memakannya dengan lahap.

Xiao Fei tersenyum dibalik cadarnya saat melihat betapa senangnya ketiga anak kecil itu melahap makanannya.

" Apakah enak? " tanya Xiao Fei.

" Iywa..inwi swangwat enwak " ucap gadis kecil yang duduk disamping kanan dengan pipi yang menggembung karna terisi banyak roti di dalamnya.

Xiao Fei tertawa kecil menanggapi anak itu yang terlihat sangat lucu dengan pipi yang menggembung.

Seakan sadar, ketiga anak kecil itu menghentikan makannya saat roti yang mereka makan tinggal setengah.

" Kenapa kalian berhenti memakannya, apa kalian tidak menyukainya lagi? " tanya Xiao Fei khawatir.

" Tidak! bu-bukan itu nona, makanan yang nona berikan sangatlah enak, ta-tapi kami harus membagikannya kepada yang lain, mereka juga sangat kelaparan.. " jawab lelaki kecil yang berada di tengah.

" Jadi tidak hanya kalian? " tanya Xiao Fei lagi.

" Benar, nona..masih ada saudara kami yang lainnya " jawab lelaki kecil tadi.

" Kemana orang tua kalian? " tanya Xiao Fei lagi.

" Orang tua kami semua telah meninggal dan pergi, kami dibuang karna kami tidak diinginkan " jawab lelaki kecil itu dengan tatapan sendu dan menundukkan kepalanya di ikuti kedua anak kecil lainnya.

" Hufft..yasudah, kalian habiskan saja makanan itu " ucap Xiao Fei.

" Ta-tapi bagaimana yang lain nanti " ucap lelaki kecil yang duduk di samping kiri.

" Nanti kakak akan memberikan banyak roti untuk kalian bagikan kepada saudara kalian yang lain, sekarang kalian habiskan dulu makanan yang ada di tangan kalian " ucap Xiao Fei.

" Terima kasih, nona " ucap mereka bertiga.

" Baiklah, panggil aku Fei jiejie " ucap Xiao Fei.

" Ta-ta- " belum selesai lelaki kecil yang berada di tengah itu berkata langsung saja dipotong oleh Xiao Fei.

" Tak ada penolakan " tegas Xiao Fei namun lembut dan itu mampu membuat ketiga anak kecil tersebut patuh dan senang bersamaan.

" Kenapa kalian diam, ayo habiskan makanan kalian " ucap Xiao Fei.

" Baiklah, Fei'jie " ucap mereka bertiga dengan bahagia.

Xiao Fei sangat senang melihat ketiga anak kecil itu bahagia.

Beberapa menit kemudian, ketiga anak kecil itu telah menghabiskan roti yang diberikan Xiao Fei.

" Apa kalian sudah kenyang? " tanya Xiao Fei.

" Un " balas mereka bertiga sambil menganggukkan kepala.

" Baiklah, sekarang minumlah susu ini " ucap Xiao Fei sambil memberikan tiga susu kotak yang ada ditangannya.

" Eh?! bagaimana cala meminumnya Fei'jie? " tanya gadis kecil itu dengan cadel karna tidak bisa mengucapkan huruf 'r'.

" Oh iya...caranya kalian masukkan sedotan putih ini ke dalam mulut kalian, setelah itu kalian sedot susunya melalui sedotan ini " jelas Xiao Fei sambil membagikan susu kotak itu.

Ketiga anak kecil itu tadinya kebingungan, akan tetapi setelah mereka coba seperti yang Xiao Fei ajarkan, mereka sangat menikmatinya, rasanya sangatlah manis dan enak.

" Wah..susu ini sangat manis dan enak " ucap gadis kecil itu dengan ceria.

" Iya, susunya sangat segal " ucap lelaki kecil yang di samping kiri dengan cadel sama seperti gadis kecil tadi.

" Terima kasih banyak Fei'jie " ucap lelaki kecil yang duduk di tengah.

" Cukup, tidak usah berterima kasih lagi, Fei'jie senang bisa membantu kalian " ucap Xiao Fei dengan mata yang menyipit, bisa ditebak bahwa dia sedang tersenyum.

" Emm..Oh iya, Fei'jie lupa bertanya kepada kalian, nama kalian siapa? " tanya Xiao Fei.

" Eh?! emm itu...na-nama saya Ran " jawab lelaki yang duduk di tengah bernama Ran, usianya sekitar 7 tahun.

" Nama saya Mao, Fei'jie " ucap gadis kecil itu yang bernama Mao, usianya sekitar 5 tahun.

" Na-nama sa-saya Bao, Fei'jie " ucap lelaki yang duduk di samping kiri dengan gugup, lelaki kecil itu bernama Bao, umurnya sekitar 4 tahun.

" Baiklah, Ren, Mao, Bao..bisa tunjukan rumah kalian di mana " ucap Xiao Fei.

" Emm..bisa Fei'jie, mari ikuti kami " balas Ren.

Xiao Fei pun mengikuti ketiga anak kecil itu, melewati gang sempit yang sedikit kumuh seperti tidak pernah dilewati.

Setelah beberapa saat kemudian, mereka berempat sampai disebuah gubuk tua yang sangat usang, Xiao Fei yakin bila terkena sedikit hembusan angin saja gubuk itu akan roboh seketika. Lingkungan yang kotor dan tidak terawat mudah menjadi sarang penyakit. Rasanya Xiao Fei ingin menangis sekarang.

" Ini rumah kami Fei'jie, mari masuk " ajak Ren dan diikuti mereka bertiga.

Dibukalah pintu rumah itu oleh Ren, betapa terkejutnya Xiao Fei mendapati banyaknya anak kecil di dalam rumah ini.

" Gege Ren, Mao, Bao, kalian sudah pulang!! " teriak senang anak-anak kecil itu.

Mereka semua menghampiri Ren, Mao, Bao dan memeluknya. Air mata Xiao Fei sudah membendung di sana, seketika lolos dengan sendirinya saat melihat pemandangan mengharukan di depannya.

Bagaimana semua anak kecil ini tinggal di tempat tak layak seperti ini?

' Hiks..gue ngak tega liat anak sekecil mereka tinggal di tempat ngak layak kayak gini..mereka bisa terserang penyakit kalo mereka tinggal di tempat yang kotor kayak gini...bagaimana bisa orang tua mereka tega membuang dan meninggalkan mereka..gue ngak bisa bayangin kalo gue diposisi mereka..hiks ya Tuhan apakah ini cobaan yang engkau berikan kepada mereka, hiks tapi mereka masih sekecil ini, lihatlah mereka sangat bahagia saat melihat saudara mereka kembali, pasti sangat sulit bagi mereka menjalani semua rintangan ini sendiri.. ' batin Xiao Fei yang menatap sendu anak-anak kecil itu dengan air mata yang terus mengalir membanjiri pipi dan cadarnya.

" Fei'jie...Fei'jie...Fei'jie kenapa? " penggil Ren khawatir saat melihat Xiao Fei menangis.

" Ah..ti-tidak papa, Fei'jie tidak apa-apa kok " ucap Xiao Fei tersadar dari lamunannya dan mengusap air matanya sambil tersenyum menanggapinya.

" Dia siapa gege? " tanya salah satu anak kecil.

" Dia adalah Fei'jie " jawab Ren.

Sepertinya Ren adalah anak tertua dari mereka semua, bisa dihitung ada sekitar 15 lebih anak-anak yang ada di dalam rumah itu.

" Gege, Lili lapal " ucap gadis kecil berumur sekitar 4 tahun.

" Apa Lili sangat lapar? " tanya Xiao Fei.

" I-iya " jawab gadis kecil yang bernama Lili itu dengan nada takut.

" Jangan takut sama Fei'jie ya...ini Fei'jie berikan makanan untuk kalian " ucap Xiao Fei dan mengeluarkan banyak sekali jenis makanan, mulai dari roti isi daging, bubur ayam, nasi goreng, ayam panggang, sapi panggang, es jeruk, susu, dan bermacam-macam cake.

" Wah?! banyak sekali makanannya?! " ucap semua anak-anak dengan terkejut dan senang bersamaan.

" Ayo kalian makan semua ini " ucap Xiao Fei.

" Emm...a-apa boleh semua ini kita makan? " tanya Lili ragu-ragu.

" Tentu saja boleh, makanan ini untuk kalian semua " ucap Xiao Fei sambil tersenyum.

" Wah?! benarkah, terima kasih Fei'jie!! " ucap mereka semua.

Mereka pun makan bersama dengan gembira.

' Ya Tuhan..terima kasih engkau telah mempertemukan hamba dengan mereka..mungkin ini memang takdir hamba bisa membantu mereka semua.. ' batin Xiao Fei sambil tersenyum hangat melihat pemandangan bahagia anak-anak itu.

Xiao Fei pun melupakan sesuatu, dia ingin memberikan baju untuk anak-anak itu tapi dia tidak memilikinya.

" Oh iya, Fei'jie ingin pergi sebentar, kalian tunggulah Fei'jie kembali ya " ucap Xiao Fei.

" Baiklah, kami akan menunggu Fei'jie kembali " ucap mereka.

Xiao Fei akhirnya keluar dari rumah itu dan kembali menuju pasar, dia memilih memasuki toko baju terbesar dan terkenal di ibu kota.

Saat Xiao Fei masuk ke dalam toko tersebut, dia langsung disambut oleh pelayan toko.

" Selamat datang di toko pakaian Yuanzu, ada yang bisa saya bantu nona " ucap pelayan itu.

Ternyata Xiao Fei memasuki toko keluarga Yuan. Xiao Fei pun tidak ambil pusing dan langsung menanyakan pakaian yang dia inginkan.

" Saya ingin membeli 100 pakaian anak-anak dengan kualitas paling bagus dan paling mahal, 50 pakaian anak wanita dan 50 pakaian anak lelaki, saya ingin pakaian yang ringan dan nyaman digunakan, tidak pakai lama " jelas Xiao Fei dengan nada dinginnya.

Pelayan itu menganga saat Xiao Fei memesan baju sebanyak itu apalagi pelayan itu bergidik ngeri saat mendengar nada dingin Xiao Fei. Sepertinya nona ini tidak boleh disinggung.

" Ba-baiklah nona..mohon tunggu sebentar, saya akan segera menyiapkan pesanan anda " ucap pelayan itu sambil membungkukkan badan dan langsung pergi menyiapkan pesanan Xiao Fei.

Xiao Fei menunggu di ruang tunggu khusus sambil meminum teh yang disediakan, yah walaupun tidak seenak teh di kediamannya, dia tetap mencicipinya.

Setengah jam telah berlalu, pelayan tadi pun datang dan mengetuk pintu ruangan yang sekarang ditempati oleh Xiao Fei.

Tok Tok Tok

" Nona..pakaian yang anda pesan telah siap " ucap pelayan itu.

Xiao Fei pun keluar dari ruangan itu.

" Mari nona, pesanan anda berada di tempat pembayaran " ucap pelayan itu dan menuntun Xiao Fei menuju kasir.

" Total semuanya 10 koin emas, nona " ucap pelayan kasir.

Memang sangat mahal untuk pakaian dengan kualitas terbagus dan paling nyaman, tapi tidak untuk Xiao Fei, itu bagaikan hanya sebutir dari jutaan pasir.

Macam-Macam Koin :

- Koin Tembaga

- Koin Perak

- Koin Emas

Perhitungan Koin :

- 1 koin perak \= 100 koin tembaga

- 1 koin emas \= 1000 koin tembaga

- 1 koin emas \= 100 koin perak

Xiao Fei memberikan sekantong emas yang berisi 15 koin emas kepada pelayan kasir itu dan memasukkan pakaian yang dia beli ke ruang dimensinya, orang sekitar terkejut saat semua pakaiannya menghilang, tapi mereka berpikir mungkin Xiao Fei memiliki cincin ruang penyimpanan.

Lalu Xiao Fei pergi dari toko tersebut dan tidak memedulikan pelayan tadi yang menegurnya karna ingin memberikan kembalian.

Xiao Fei segera melesat menuju rumah anak-anak kecil tadi.

Xiao Fei pun sampai di rumah itu dan masuk menyapa anak-anak yang telah selesai makan.

" Hai semua!! Fei'jie datang!! " ucap Xiao Fei dengan ceria.

" Fei'jie!! " teriak semua anak-anak dengan senang dan langsung berlari menghampiri Xiao Fei.

" Haha..baiklah, Fei'jie punya hadiah untuk kalain " ucap Xiao Fei.

" Hadiah apa itu? " tanya mereka semua penasaran.

" Ayo kita keluar " ajak Xiao Fei.

Mereka semua menurut dan mengikiti Xiao Fei keluar dari rumah. Saat mereka keluar, mereka dikejutkan oleh banyaknya benda aneh namun indah dan mengagumkan.

" Wah?! benda-benda apa itu, sangat indah!! " ucap mereka semua kagum dengan yang mereka lihat.

" Itu semua adalah mainan untuk kalian " ucap Xiao Fei.

Xiao Fei mengajak mereka duduk di atas tikar yang telah dia sediakan dengan bermacam-macam mainan, seperti boneka, robot, mobil-mobilan, dan lainnya. Xiao Fei menjelaskan kepada mereka cara memainkannya, mereka terlihat sangat bahagia bisa memainkannya.

Xiao Fei masuk ke dalam rumah itu dan meninggalkan anak-anak bermain di luar.

Xiao Fei melihat sekelilingnya, tidak ada meja, tidak ada kursi, tidak ada ranjang, tidak ada bantal, dan tidak ada barang lainnya, hanya ada tikar dan beberapa kain usang sebagai selimut untuk menghangatkan tubuh kecil mereka.

Sekali lagi Xiao Fei menangis akan kondisi mereka yang sangat memprihatinkan, betapa kuatnya mereka mengalami semu ini.

Baiklah, Xiao Fei akan menjadikan rumah ini lebih layak dan nyaman untuk ditinggali.

Akhirnya Xiao Fei membersihkan rumah itu, kemudian mengeluarkan meja makan, lemari pakaian, beberapa ranjang dan kasur yang nyaman, selimut, bantal, guling, dan bermacam-macam makanan yang di simpan di dalam lemari makanan.

Xiao Fei juga menyiapkan kamar mandi yang lebih bersih dengan peralatannya sekaligus.

Setelah selesai, Xiao Fei keluar dari rumah itu dan membuat sebuah pondasi dari sihirnya agar rumah itu tidak roboh.

" Ren!! kemarilah!! " panggil Xiao Fei.

Ren pun segera menghampiri Xiao Fei.

" Ada apa Fei'jie? " tanya Ren.

" Masuklah, akan Fei'jie jelaskan nanti " jawab Xiao Fei.

Ren pun menurutinya dan masuk ke dalam rumah. Saat masuk? Ren terkejut dengan banyaknya barang-barang mewah di dalamnya.

Xiao Fei akhirnya menjelaskan benda-benda itu dan cara menggunakannya.

" Di dalam lemari pakaian ada beberapa pakaian untuk kalian, nanti kalian bisa memilihnya sendiri, oh iya..itu adalah ranjang untuk tidur kalian nanti, dan satu lagi di sebelah sana adalah kamar mandi " jelas Xiao Fei dan mengajak Ren untuk melihat kamar mandi.

Xiao Fei pun menjelaskan cara menggunakan benda-benda yang ada di dalam kamar mandi tersebut, seperti sabun, shampo, sikat gigi, pasta gigi, dan lainnya.

Setelah itu Xiao Fei mengajak Ren menuju lemari makanan.

" Di sini ada persediaan makanan untuk kebutuhan kalian, Ren beri tahu adik-adikmu agar memakannya sesuai kebutuhan ya, nanti Fei'jie akan kembali lagi dan membawakan makanan untuk kalian " jelas Xiao Fei.

" Ren akan menjelaskannya kepada saudara yang lainnya nanti " ucap Ren.

" Baiklah, sekarang ajak saudara-saudaramu masuk ke dalam, jangan lupa bawa mainannya masuk juga " ucap Xiao Fei.

" Baik Fei'jie " balas Ren.

Ren keluar dan mengajak saudaranya yang lain untuk masuk ke dalam rumah.

Xiao Fei berjongkok menyamakan tinggi badan anak-anak itu.

" Oh iya, Fei'jie ingin pamit pulang dulu ya " ucap Xiao Fei dan dapat dilihat raut wajah anak-anak itu tampak kecewa.

" Tak usah bersedih, Fei'jie akan sering mengunjungi kalian " ucap Xiao Fei dan raut wajah mereka pun kembali senang.

" Terima kasih Fei'jie atas semua bantuannya " ucap mereka semua sambil memeluk Xiao Fei.

" Iya, Fei'jie senang kok membantu kalian " ucap Xiao Fei dan membalas pelukan mereka.

Setelah acara peluk-pelukan, Xiao Fei pun akhirnya pergi dari rumah itu dan kembali ke kediamannya karna hari semakin menjelang malam.

Sebenarnya Xiao Fei tidak sadar bahwa sedari awal ada yang setia mengikutinya sampai ke kediaman.

" Akhirnya, Zhen menemukan identitasmu malaikat kecilku " gumamnya tersenyum miring.

Siapa lagi selain si Raja narsis, pasti kalian tahu kan si Raja Iblis, Zheng Jun.

Anehnya dia selalu memantau keadaan pasar agar bisa menemukan keberadaan Xiao Fei si malaikat kecilnya. Han yang merupakan bawahannya saja dibuat tercengang akan perilaku tuannya, segitu sukanya tuannya dengan nona itu sampai tuannya sendiri yang ingin mencari identitas nona itu, bahkan rela memantau berhari-hari di pasar ibu kota dengan menyamar sebagai rakyat biasa.

Ternyata pengaruh nona itu sangat besar bagi tuannya...pikir Han.

.

.

.

Cahaya rembulan yang indah menerobos masuk melewati jendela kamar dan menyinari sosok gadis cantik yang kini tengah duduk menatap rembulan yang semakin terang ditemani segelas wine ditangannya.

Sosok cantik itu tidak lain adalah Xiao Fei yang sedang menjernihkan pikirannya dengan memandang rembulan yang bersinar terang.

" Hufft.. " helaan nafas itu sudah beberapa kali keluar dari mulut Xiao Fei.

Xiao Fei meletakkan gelasnya di atas meja sampingnya dan bangkit dari duduknya, menutup tirai jendela kemudian berjalan menuju kasur kesayangannya.

Xiao Fei berbaring dan mencari posisi yang nyaman lalu mulai masuk ke dalam mimpinya ditemani redupnya cahaya lampu tidur.

Sekilas terlihat bayangan yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam kamar Xiao Fei.

Bayangan itu berubah menjadi sosok, apa?! sosok?! iya...bayangan itu berubah menjadi sosok lelaki tampan dengan pandangan dingin.

Sosok lelaki tampan itu menghampiri Xiao Fei dan tatapannya berubah menjadi lembut.

Lelaki itu membelai surai Xiao Fei yang sedang tertidur pulas.

" Kau sangat menggemaskan Feifei, Zhen jadi ingin memakanku " ucap lelaki itu dengan senyum yang tidak bisa diartikan.

Mungkin kalian sudah menebak-nebak siapa lelaki itu. Dannnnn pastiiiii kalian sudah mengetahui siapa lelaki itu.

Ya iya lah...siapa lagi coba kalau bukan si Raja narsis, nyebelin, ples mesum tingkat akut.

Zheng Jun mendekatkan wajahnya ke wajah Xiao Fei yang sedang tertidur.

Cup~

Tiba-tiba Zheng Jun mengecup sekilas bibir Xiao Fei.

" Eung " lenguhan kecil Xiao Fei yang merasa terganggu.

" Manis " gumam Zheng Jun yang entah mengapa ada pelangi dan kupu-kupu di kepalanya. Dia menyentuh bibirnya yang tadi sempat mengecup bibir sexy Xiao Fei, sangat manis dan menggoda, sensasi ini belum pernah dia rasakan, rasanya dia ingin lebih dan lebih.

Zheng Jun menatap bibir Xiao Fei...

Gluk...

Zheng Jun menelan ludahnya susah payah, dia itu lelaki normal ok...melihat tampilan Xiao Fei yang sedang tertidur ini membuat adik kecilnya menegang.

Tak tahan dengan nafsunya, Zheng Jun langsung mengecup bibir Xiao Fei sangat lama, dan lama kelamaan kecupan Zheng Jun menjadi ******* yang sangat lembut.

Serasa tidak puas dan ingin lebih, ******* itu menjadi kasar dan penuh gairah.

Seakan tidurnya terganggu, Xiao Fei melenguh dan mencoba membuka matanya, betapa terkejutnya dia mendapati seorang lelaki yang diam-diam mencuri ciumannya.

OH NOOOO!!!!! MY FIRST KISSSS!!!!!!.....jerit Xiao Fei di dalam batinnnya sambil mencoba melepaskan ciuman lelaki ini.

Seakan hanya sia-sia usahanya melepaskan jeratan lelaki itu. Xiao Fei mencari cara agar dia lepas dari ciuman lelaki ini yang semakin lama semakin kasar.

Xiao Fei pun menonjok wajah lelaki yang berani-beraninya mencuri ciuman pertamanya.

" LANCANG!!! BANGST!!! ANJNG LO NGAPAIN DI KAMAR GUE!!! BRANI-BRANINYA NGAMBIL CIUMAN PERTAMA GUE!!! MAU MATI HAH!!!!!! " teriak Xiao Fei yang sudah sangat marah, wajahnya pun ikut memerah karna saking marahnya dan butuh pelampiasan.

Brani-braninya lelaki ini menerobos masuk ke kamarnya, mengganggu tidurnya, dan apa tadi? mencuri ciuman pertamanya? ARRGGHHH!!! DASAR BAJING*N!!!...pikir Xiao Fei yang kemarahannya sudah mencapai ubun-ubun dan akan lepas kendali.

Apa Xiao Fei salah lihat? lelaki itu malah tersenyum? ingin sekali lagi dia menonjok wajah menyebalkan itu.

" Ternyata kau sangat liar ya Feifei " ucap Zheng Jun tersenyum mesum sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya akibat bogeman gratis Xiao Fei.

" Dasar mesum!!! das-..tunggu deh, kok gue kayak kenal tu muka ya " gumam Xiao Fei sambil berfikir.

1

2

3

...

" Oh iya gue inget sekarang!!! LO SI RAJA NARSIS ITU KAN?!!! JADI LO YANG CURI CIUMAN PERTAMA GUE?!!! KURANG AJAR!!! " teriak Xiao Fei dan langsung saja melayangkan bogeman-bogeman mautnya, serangan-serangan dadakan itu ditepis oleh Zheng Jung.

Dia pun meraih kedua tangan Xiao Fei dan menguncinya ke belakang, kini posisi mereka yaitu Zheng Jun yang berada dibelakang Xiao Fei dengan memegang kedua tangan Xiao Fei, jarak mereka sangat dekat bahkah tidak ada jarak lagi diantara mereka berdua.

Deru nafas yang saling menyahut tak beraturan dan keheningan pun muncul. Zheng Jun tersenyum miring karan telah menaklukkan singa betina yang sedang mengamuk. Bau wangi keringat Xiao Fei tercium oleh indra penciuman Zheng Jun yang menurutnya sangat menggoda apalagi dengan tampilan Xiao Fei yang sudah sangat acak-acakan dan itu terlihat sexy dimata Zheng Jun.

" Kau terlihat sangat sexy sayang " ucap Zheng Jun dengan senyum mesumnya dan suara menggodanya yang membuat bulu kuduk Xiao Fei merinding.

" LE-LEPASIN TANGAN GUE BANGS*T!!! ARRGHH LEPASIN GAK!!! " teriak Xiao Fei penuh emosi.

Zheng Jun tersenyum kemenangan melihat gadis yang dianggap wanitanya ini bisa takluk di tangannya.

Tanpa babibu Zhen Jung mendekatkan bibirnya ke leher Xiao Fei dan menggigitnya dengan gemas.

" Ahh~ " desahan Xiao Fei lolos dengan sendirinya.

Xiao Fei membelalakkan matanya, dia tidak menyangka bahwa raja mesum ini akan membuatnya hilang kendali.

Zheng Jun tersenyum bahagia..ya iya lah kalo senyum tuh bahagia..ehmm mungkin.

" Kau sekarang milikku...selamanya milikku😈 " ucap Zhang Jun dengan senyum miringnya.

" Kita akan bertemu lagi sayang " ucapnya Zheng Jun dan melepaskan kedua tangan Xiao Fei, kemudian menghilang di balik bayang-bayang.

" OGAHHH!!!! " teriak Xiao Fei kezel.

" Huaaaa!! kenapa?! kenapa?! " teriak Xiao Fei frustasi sambil mengusap kasar tanda kepemilikan yang diberikan raja mesum itu padanya.

' Hiks...semoga gue ngak ketemu lagi ama tu raja sial*n..huaaaa!!!!😭 '

Huaaaa ~ salam dari author aekk 😎

Hehe... gimana untuk chapter kali ini dan sebelumnya😞

Gak tau lah, serah kalean😌

Komen ya komen kasih saran atau kritikan boleh-boleh aja☺

Eits..tapi jangan lupa pada Like and VOTE sebanyak-banyaknya ya guys biar author tambah semangaaatttttt😉

See you again 🤗

1
olaff
nunggu dri 2021 smpe skrg kpn up lgi thor
Leni Ani
ini udah agak kacau cerita nya thor.emang bisa ya pakai hp kl ngak ada sinyal
cYulia citra
semoga ceritanya bagus
Yoni Hartati
kaisar jiang cheng bahasa Korea bukannya yg kaisar park?
Yoni Hartati
2 bocah ini anak permaisuri atau selir?
Yoni Hartati
kultivasi fei er mana ya
Yoni Hartati
900 orang lain nya kemana?
Diah Susanti
yang 900 orang kemana? udah menyerahkah?
Diah Susanti
kirain dia pakai 👗👗👗
Diah Susanti
mantull/Good//Good//Good/
Diah Susanti
kemudaan bapaknya, putra pertamanya aja udah umur 19 thn
Diah Susanti
enak tuh kue lapis, bikin🤤🤤🤤🤤
R@3f@d lov3😘
lnjuut kak
milik nagi
kapan lanjut in ya tor
Ros Lina
Oia , bukahkah gurunya xiao fan menitipkan hadih u Fei,er, knp tidak ad penjelasan setelah fan,er ada di kediaman dan bermain bersama Fei,er
Yoni Hartati
lanjut semangat


kpn.lanjut up cerita ini
Siti Rofiqoh
luarbiasa alurnya seru abis
Rahmawati Darwan Wati
Kecewa
Ibuk'e Denia
kapan xiao fe balas dendam nya
Ibuk'e Denia
gimana ceritanya kok kekasih laknat ikut ke zaman kuno
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!