NovelToon NovelToon
Salah Masuk Kamar

Salah Masuk Kamar

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:255.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lena Laiha

Brayan adalah seorang pemuda yang waktu itu sedang dalam pengaruh minuman beralkohol. Dirinya memasuki kamarnya saat dirinya hendak beristirahat setelah puas berpesta minuman keras bersama teman-temannya.

Didalam kamar itu dia melihat ada seorang gadis yang dia pikir adalah, Syahira ~ kejadiannya yang sudah mengkhianati cintanya. Dalam keadaan mabuk, dia melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan.

Brayan merenggut kesucian gadis itu tanpa disengaja. Dia pikir gadis itu adalah, Syahira dan dia berniat ingin memiliki gadis itu seutuhnya.

Dalam keadaan setengah sadar ternyata, Brayan salah memasuki kamar dan yang lebih parahnya lagi gadis itu bukanlah, Syahira.

Apakah, yang terjadi pada gadis itu setelah, Brayan melakukan semuanya pada dirinya?

Akankah, mereka berubah menjadi saling mencintai setelah apa yang terjadi malam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lena Laiha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Masuk Kamar bab 26

Brayan dan Alishka memasuki sebuah toko pakaian mewah yang berada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kotanya.

"Al, kamu pilih-pilih dulu yang mana yang kamu suka, aku mau ke toilet sebentar," ucap, Brayan.

Alishka mengangguk pelan sembari terus mengedarkan pandangannya ke semua tempat.

Brayan langsung pergi karena sudah tak tahan ingin buang air kecil!

Setelah Brayan pergi, Alishka berjalan perlahan sembari memperhatikan gaun-gaun mewah yang dipajang di toko itu. Dia mengelus sebuah gaun yang dipasang pada manekin, bahannya halus dan sepertinya nyaman dikenakan.

Alishka menatap gaun itu dengan waktu yang lumayan lama, dirinya sangat menyukai gaun itu.

"Penampilan seperti kamu pilih-pilih pakaian di sini? Yakin bisa bayar?" ucap pelayan toko itu sembari menatap, Alishka sinis.

Alishka menatap pelayan itu lalu tersenyum tipis ke arahnya. Tidak ada sedikitpun kemarahan dalam diri, Alishka meski pelayan itu merendahkan dirinya.

"Saya mau lihat-lihat dulu, Mbak," ucap Alishka.

"Kalau gak mau beli gak usah pilih-pilih. Mending kamu pergi aja dari sini daripada membuat pengunjung lain gak nyaman dengan keberadaan kamu."

"Mbak, saya ke sini mau beli baju."

"Kamu gak akan kebeli pakaian di sini. Satu harga gaun ini saja bisa menghabiskan gaji kamu selama Berbulan-bulan." Pelayan toko itu sedikit mendorong, Alishka dan mengarahkannya ke arah pintu keluar!

"Heem!" Brayan berdehem kencang agar pelayan toko itu menyadari keberadaannya.

Pelayan toko itu menghentikan pergerakan tangannya yang sedang berusaha mendorong, Alishka ke luar dari tokonya lamu berbalik badan menjadi menghadap, Brayan.

"Tuan Muda, silahkan mau pilih yang mana?" ucap pelayan itu yang memang sudah mengenal, Brayan dan keluarganya.

Brayan menatap pelayan itu dengan tatapan tajam, dia tidak suka dengan perlakuan pelayan itu pada Alishka.

"Cepat minta maaf pada istri saya," titah, Brayan.

"T_tapi, Tuan." Pelayan itu terkejut sekaligus tidak percaya kalau wanita yang barusan dihinanya adalah istri dari, Brayan.

"Saya pastikan besok kamu tidak akan bekerja lagi di sini," ucap, Brayan pada pelayan toko itu sembari menunjuk wajah pelayan itu.

"Ayo, Alishka kita cari di toko lain saja." Brayan meraih tangan sang istri dan menggenggamnya lalu membawa, Alishka keluar dari toko itu!

"Tuan Muda, maafkan saya. Saya tidak tahu bahwa dia adalah istri, Anda." Pelayan toko itu berjalan mengikuti, Brayan dan Alishka sambil terus memohon maaf!

Brayan terus berjalan dengan tangan yang terus menggenggam tangan, Alishka! Sementara itu, Alishka hanya diam sambil terus berjalan mengikuti kemana arah langkah suaminya membawanya.

"Ternyata dia sangat ditakuti orang? Siapa kamu, Brayan? Siapa orang tuamu?" ucap, Alishka didalam hatinya.

Alishka terus melangkah tanpa memperhatikan jalan, pandangannya terus tertuju pada, Brayan yang sedari tadi terus menatap ke depan.

"Tuan saya janji tidak akan melakukan hal seperti tadi pada istri, Anda. Tolong jangan buat saya dipecat dari pekerjaan saya ini."

Brayan terus berjalan karena permintaannya belum dituruti oleh pelayan toko itu!

"Mbak, tolong maafkan saya. Saya benar-benar minta maaf, saya janji saya tidak akan melakukan hal seperti tadi lagi."

Brayan menghentikan langkahnya setelah pelayan toko itu meminta maaf pada, Alishka.

Brayan menatap pelayan itu lagi. "Saya harap kamu tidak pernah membedakan orang dari segi sosialnya. Bukan hanya pada istri saya tapi juga pada orang lain," ucap, Brayan.

"Maafkan saya Tuan Muda. Saya janji tidak akan melakukan itu lagi." Pelayan itu berucap dengan menundukkan kepalanya.

"Ayo, Alishka," ucap, Brayan sembari kembali melangkahkan kakinya.

"Tuan, mari kembali ke toko kami. Anda boleh pilih-pilih pakaian yang cocok untuk istri, Anda."

Brayan kembali menghentikan langkahnya namun tak menatap pelayan itu.

"Jangan harap saya akan menginjakkan kaki di toko kamu itu lagi. Kamu pikir kamu siapa hah? Beraninya kamu meremehkan orang lain." Brayan kembali melangkah dan menghampiri toko pakaian yang lainnya!

Selama ini keluarga, Brayan tidak pernah memandang rendah siapapun orang yang mereka temui termasuk pengemis sekalipun. Mereka selalu memandang semua sama rata. Dimata mereka tidak ada kaya ataupun miskin yang ada hanya siapa yang bisa dipercaya dan siapa yang tidak bisa dipercaya.

Pelayan toko itu terus menatamenatap, Brayan dan Alishka dengan tatapan penuh penyesalan.

Bagaimana tidak menyesal, selama ini keluarga, Brayan selalu membeli pakaian mahal di tempatnya dan sudah menjadi pelanggan toko itu sejak beberapa tahun terakhir tapi kini dia akan kehilangan pelanggan yang membawa toko itu banyak dikenal masyarakat.

Brayan masuk ke toko lain yang juga ada di tempat yang sama.

"Kita beli baju di sini aja ya," ucap Brayan pada Alishka.

"Brayan, kita beli bajunya di pasar aja deh."

"Di sini saja. Di pasar banyak aroma bau yang bisa menimbulkan rasa mual di perutmu. Maaf ya atas perlakuan pelayan toko itu tadi."

"Gak usah minta maaf. Kamu gak salah, pelayan itu juga gak salah yang salah itu aku karena berpenampilan seperti ini saat pergi bersama dengan orang terpandang seperti kamu."

Saat itu, Alishka memang hanya mengenakan kaus lengan pendek dan celana jeans berwarna hitam, dia juga hanya mengenakan sandal jepit biasa.

Dalam pikirannya, dia hanya akan pergi ke pasar saja jadi dia tidak perlu memakai pakaian mewah. Tanpa dia ketahui ternyata, Brayan mempunyai rencana lain dan dia juga baru tahu ternyata Brayan dan keluarganya bukan orang sembarangan.

"Suuut." Brayan menempelkan jari telunjuknya di bibir, Alishka.

"Jangan bicara seperti itu. Tidak ada orang terpandang dan orang biasa, kita semua sama."

Brayan meraih tangan Alishka lalu mereka berjalan berdampingan mencari pakaian yang disukai oleh, Alishka!

"Silahkan, mau pilih yang mana?" ucap pelayan toko itu dengan ramah.

Brayan dan Alishka tersenyum pada pelayan toko itu lalu mereka kembali melihat-lihat.

"Lihat, gaun ini bagus. Kamu coba deh siapa tahu cocok," ucap Brayan sembari memegang gaun yang dipakai oleh manekin.

"Terserah kamu mau beliin aku yang mana."

"Ya, beli yang kamu suka lah. Kan kamu pakai."

"Mbak! Tolong, istri saya mau coba yang ini," ucap Brayan pada pelayan toko itu.

Pelayan toko itu langsung menghampiri mereka berdua lalu segera melepas gaun itu dari manekin.

"Mari, Mbak ruang gantinya di sana," ucap pelayan toko itu sembari mengarahkan tangannya ke suatu tempat.

Alishka dan Brayan berjalan menuju tempat yang ditunjukkan oleh pelayan itu!

Brayan duduk di kursi yang khusus disiapkan untuk pelanggan sedangkan Alishka masuk ke dalam ruangan khusus untuk mencoba pakaian.

Setelah beberapa menit, Alishka keluar dari ruangan itu dengan mengenakan gaun tadi.

"Begini? Apa ini cocok untuk aku?" tanya Alishka.

Alishka berdiri di depan Brayan dengan senyuman yang tak pernah pudar di bibirnya.

Brayan menatap Alishka tanpa bersedih, bukan karena gaun indah yang dipakainya tapi karena senyuman, Alishka yang disuguhkan untuknya.

Itu adalah senyuman pertama dari Alishka untuknya. Selama ini wanita itu tidak pernah tersenyum padanya bahkan menatapnya dengan ramah pun tidak pernah.

Sepertinya hari ini adalah hari yang penuh kebahagiaan bagi Brayan.

"Cantik," gumam Brayan.

"Jadi aku cocok dengan gaun ini?"

"Ya. Cocok banget."

Alishka masuk lagi ke dalam ruangan itu untuk mengganti lagi pakaiannya!

*******

Di tempat lain.

"Kangen juga sama, Alishka. Gimana kabarnya sekarang anak itu?" ucap Syifa yang sedang duduk di kursi kerjanya.

"Siapa dia?" tanya teman kerja Syifa.

"Temanku."

"Kalau kangen, temui dia dong."

"Iya, rencananya nanti sore."

*******

"Duh mereka kok lama banget sih, udah jam segini kok belum pulang." Sandra mulai khawatir pada Alishka yang sampai saat ini belum pulang juga.

Ini adalah yang pertama kalinya Alishka pergi bersama suaminya. Sandra khawatir pada putrinya itu karena selama ini putrinya tidak pernah memperlakukan Brayan dengan baik, dia takut Brayan akan memperlakukan Alishka tidak baik di rumahnya.

Sandra menegang ponselnya dan mengangkatnya sampai batas dadanya, sesekali dia mencari nomor ponselnya, Alishka pada ponselnya.

"Telpon gak ya," gumam Sandra.

Sandra ingin menelpon Alishka tapi dia merasa ragu takutnya, Brayan tersinggung karena dirinya seolah tak percaya pada Brayan.

*******

Alishka dan Brayan sudah selesai berbelanja pakaian kini mereka hendak pulang karena hari sudah semakin siang.

Saat mereka berjalan menuju pintu keluar tiba-tiba Brayan melihat, Syahira bersama dengan laki-laki pilihannya.

"Syahira," ucap Brayan didalam hatinya.

Brayan terus menatap mereka berdua sambil terus berjalan berdampingan dengan Alishka.

"Al, aku ingin buang air kecil. Aku ke toilet dulu ya, kamu tunggu di sini aja." Brayan langsung pergi meninggalkan Alishka.

Sebenarnya dia tidak ingin pergi ke toilet, sebenarnya dia ingin menemui Syahira dan meminta penjelasan darinya.

"Perasaan tadi udah ke toilet. Sekarang ke toilet lagi," gumam Alishka.

Bersambung

1
Karin Iza
bener
Sella Darwin
Luar biasa
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Lena Laiha: yuk pindah ke sebelah. ada karya baru di sana
total 1 replies
Marga Reta
tinggal kn aj lebay
Marga Reta
lebay
Marga Reta
keras kepala
Ryan Jacob
Luar biasa
Reza Indra
Ketulusan yg Benar² di Uji krna kenyataan Hidup yg tdk di inginkan.. 😥😥😥🧡🧡❤🧡🧡😘😘😘😘👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Putry Anasthasya Kinasih
keren
La
good
Lena Laiha: terimakasih
total 1 replies
TIARA
Mampir Thor
Lena Laiha: terimakasih, semoga suka
total 1 replies
La Maslala04
good
Lena Laiha: terimakasih
total 1 replies
Marya Rya
walau pun brayan salah tapi kn dia uda tanggung jawab klw brayan benaran pria jahat dia ga tanggung jawab..kelakuan arsila sangat tidak terpuji ga memcerminkn orang yang taat agama percuma sholat sampai air mata jatuh..
Lena Laiha: namanya juga kecewa
total 1 replies
Marya Rya
aliakha terlalu manja sama orang tua nya masih syukur brayan mau tanggung jawab klw laki laki lain yang lecehin kamu blm tentu mau tanggung jawab..mungkin tinggal di rumah ortu nya aliskha ga bakalan dewasa lebih baik di bawah pulang ke rumah mu brayan mungkin dia bisa berubah
Lena Laiha: biar brayan tenang ya jadi suami
total 2 replies
Dafila Nurul
bagus ceritanya
Lena Laiha: terimakasih
total 1 replies
Eka Rauf Ginting
muak liat aliskha
Lena Laiha: kesel ya 😄
total 1 replies
Panta Jhoni Panta Wsl
next..
Panta Jhoni Panta Wsl
lanjut...
Panta Jhoni Panta Wsl
next
nana purnamasari
hi thorr. saya mampir baca ya. Salam kenal dan salam hangat dari saya
Lena Laiha: terimakasih sudah mampir.

Salam kenal balik kak, semoga suka dengan karyaku ini ya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!