NovelToon NovelToon
Archiles Heels

Archiles Heels

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Iblis / Romansa / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:11.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Shamrock

Nadine adalah seorang wartawan yang gigih dan nekat meskipun dia memiliki fisik yang lemah. Kenekatan itu membawanya untuk meliput sebuah kasus besar dan berbahaya yang naasnya keberadaan gadis itu dicium oleh para penjahat yang dia liput. Dalam keadaan terdesak, Nadine memutar otaknya agar tidak ketahuan, yaitu dengan cara mencium sosok lelaki yang tiba-tiba muncul di depannya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Raja Iblis yang tengah menjalankan misi di dunia manusia.

Nadine pikir pertemuannya akan berakhir setelah Elliot, si Raja Iblis pergi, namun takdir berkata lain Raja Iblis yang anti manusia itu terus mendekati Nadine. Pertemuan mereka seperti benang merah yang terhubung di antara benang-benang kusut, berkesinambungan dengan cara yang tidak biasa.

Apa yang dimiliki Nadine hingga sang Raja Iblis terus mendekatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shamrock, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB XXVI SHAMROCK’S POWER

Nadine membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah lorong putih yang kosong. Tangannya tidak lagi menggenggam Oracle, entah pergi kemana benda itu. Keberadaannya tak lagi di kamar, melainkan tempat lain. Tempat yang dia kunjungi saat bermimpi.

Berarti apa yang gagak itu katakan adalah benar. Oracle itu bisa membawanya ke dunia di mana Aileen berada.

Berlari menelusuri lorong yang panjang tanpa ada satu ruangan pun, Nadine berharap dapat segera menemukan keberadaan sahabatnya. Entah apa yang akan terjadi pada Aileen jika terus-terusan di biarkan. Dongeng itu pasti akan terjadi dengan atau tanpa gangguan kan?

Ketemu, ruangan yang seperti lab tempat kelinci percobaan tinggal. Warna jubah hitam yang sangat kontras dengan warna putih ruangan. Aileen tampak meringkuk di sebuah ranjang, memunggungi pintu kaca tempat Nadine mengintip.

"Aileen!" Nadine menggedor pintu kaca itu berharap dapat menghancurkannya. Tapi, kaca itu berbeda, seperti terbuat dari besi, mau di pikul sekeras apapun tidak juga rusak.

Aileen masih terdiam di sana, tidak dapat merasakan keberadaan Nadine. Entah apa yang terjadi pada gadis itu di sana. Tidak mungkin kan Aileen jadi gila.

Usaha yang Nadine lakukan sia-sia, tidak ada cara untuk membuka pintu ini.

"Pantas saja aku merasakan kehadiran lain di istanaku. Kenapa kau bisa kemari, dear?" Saat Nadine hendak terpuruk, Dream datang dengan jubah hitamnya, matanya menatap lurus ke arah Nadine dengan dingin.

Dia pikir seseorang seperti Elliot yang seharusnya memiliki tatapan sedingin Es, tapi ternyata justru sang raja mimpilah yang memiliki tatapan itu. Baru kali ini lagi dia bertemu dan berbincang langsung tanpa ada Elliot di sisinya.

"Tolong, lepaskan Aileen, dia pasti kesepian," Mohon Nadine yang sudah dia tahu pasti akan sia-sia.

"Kenapa kau ingin aku melepaskannya? Sama seperti duniamu, dunia yang kami tinggali juga memiliki aturan dan Aileen sudah melanggar banyak aturan untuk itu dia harus di hukum." Dream menjelaskan, berbeda dengan Elliot yang seringkali bermain teka-teki, dari nada bicaranya, Dream adalah orang yang bijak.

"Tidak! Aileen tidak melakukan hal yang salah! Kenapa kau jadi orang tua yang picik?! Memangnya apa yang Aileen lakukan sampai kau harus menghukumnya?! Katakan!" Nadine nyalang karena emosi, rasa frustasi karena tidak mendapatkan apa yang dia mau memenuhi otaknya hingga rasa amarah terus memuncak.

Tidak memedulikan siapa yang ada di hadapannya, Nadine terus meracau karena marah.

Dream mendengarkan dengan tenang, lantas berkata, "Kau harus pulang, aku akan mengirimmu pulang."

Dream hendak mengeluarkan kemampuannya hanya dengan mengangkat satu tangan. Sebuah bola sabun besar membungkus tubuh Nadine.

"Aku tidak akan pulang!" teriak Nadine tiba-tiba memancarkan amarah dan sebuah sinar laser dari kedua tangannya. Menghancurkan bola sabun yang mengelilingi tubuh Nadine.

Dream tampak kaget, karena sejatinya sabun itu tidak bisa di hancurkan seperti semestinya. Namun, dengan kekuatan yang Nadine sembunyikan itu, rasanya tidak asing, dia pasti memberikan kekuatan itu pada Nadine. Benak Dream dipenuhi dengan prasangka.

Tidak hanya itu, mata Nadine mulai berubah menjadi berwarna merah. Badan Nadine terangkat ke udara menghancurkan atap dari istana.

Aileen akhirnya tersadar akan keributan di luar, meskipun pintunya tidak terbuka, tapi dia bisa melihat perubahan Nadine yang drastis. Dengan aura kekuatan berwarna kemerahan, membumbung cahaya tinggi menembus langit membuat sebuah lubang atap istana. Nadine tidak seperti yang Aileen kenal.

Dream mengejar tubuh Nadine yang berlevitasi ke atas, tampak tidak sadar dalam keadaannya saat itu. Ada sesuatu yang janggal dengan keadaan Nadine saat itu. Nadine tidak sadarkan diri.

Cahaya keemasan membumbung tinggi, membuat bagian sisi dunia mimpi bergetar hebat. Entah kekuatan apa yang ada dalam tubuh Nadine, Dream yakin jika itu tidak baik untuk tubuhnya, karena dia hanyalah seorang manusia.

Dream memejamkan matanya, menjulurkan lengannya untuk memfokuskan kekuatan pada telapak tangan. Energi kehitaman menjulur dari bawah, bukan, itu bukan Dream, itu adalah kekuatan milik Aileen.

Energi hitam yang menjulur itu bersinergi dengan kekuatan yang muncul dari tubuh Nadine. Membentuk sebuah tangan besar hitam menangkap tubuh Nadine. Membawanya turun dari atas langit.

Nadine sempat melawan, entah bagaimana hal itu merasuki dirinya dan melawan Aileen. Namun, Aileen memiliki energi yang lebih besar untuk menenangkan Nadine. Pikirannya dia rasuki.

“Nadine, sadarlah, ini aku, Aileen.”

Keheningan dalam kepala Nadine memudar, digantikan dengan suara Aileen yang lemah. Matanya yang kemerahan kini perlahan mulai berubah kembali.

Aileen membawa Nadine turun ke tanah, dirinya sempat membuka mata dan menatap Aileen dengan nanar. Aileen meneteskan air matanya melihat kondisi Nadine, tapi tak berlangsung lama. Pandangannya perlahan-lahan berubah menjadi kabur.

“Ayah! Apa yang terjadi?” Ellian muncul dari reruntuhan dari dalam istana, diikuti dengan gagak hitam yang mengikuti dari belakang.

Menyaksikan punggung ayahnya yang menatap Aileen dan Nadine bergantian. Nadine yang pingsan di tempat, tak berselang lama Aileen pun mulai limbung. Ellian berlari ke arah Aileen dan menangkap tubuh saudara kembarnya.

“Bawa dia ke dalam dan bersiaplah untuk melakukan singkronisasi. Aku akan menyambut tamu,” titah ayahnya yang tidak Ellian mengerti pada kalimat terakhirnya.

Ellian membopong Aileen masuk kembali ke dalam istana, sedangkan Dream berjalan mendekati Nadine.

...****************...

Elliot menyaksikan Nadine yang memancarkan cahaya jingga diikuti oleh tangan yang membawa Nadine ke bawah. Jelas itu adalah kekuatan Shamrock di diri Nadine sebagai mana yang pernah dikatakan oleh Cassandra dulu.

“Brother, kau ingat saat Nadine di rawat di sini?” tanya Cassandra membuat Elliot mengernyitkan dahi.

Tiba-tiba saja Cassandra menanyakan hal yang menurutnya aneh. “Ada apa?”

Elliot pun tahu, Cassandra pasti memiliki sebuah informasi untuknya, tidak mungkin dia bersikap begitu jika tidak memiliki informasi. Elliot sangat mengenal saudaranya.

“Aku menelitinya—”

Elliot menghentikan kegiatannya memberikan makan pada ikan-ikan kecil di kolam yang dulunya ditempati oleh Serpent. Menatap Cassandra ganas. “Sudah ku bilang tidak melakukan hal itu kenapa kau—”

Cassandra memotong ucapan Elliot sebelum terjadi peperangan. “Dengar aku melakukan ini karena khawatir padamu.”

“Kau melakukannya karena penasaran,” Elliot meralat ucapan Cassandra.

“Iya, itu juga sih.” Cassandra membenarkan. “Tapi, ada yang lebih penting. Nadine bukan manusia biasa.”

“Jadi? Dia manusia setengah apa? Serigala? Ikan? Atau kuda?” tanggap Elliot dengan bercanda, tidak menganggap serius ucapan Cassandra karena terdengar aneh.

“Kau parah juga. Terserah, aku hanya ingin menyampaikan jika Nadine kemungkinan—entah bagaimana—menyerap kekuatan Shamrock.”

Wajah jenaka Elliot berubah kembali menjadi serius. Cassandra melanjutkan. “Entah menyadari atau tidak, dia memiliki sebagian kekuatan Shamrock, aku tidak yakin dengan presentasinya, tapi itu ada. Makanya, saat pertama kali bertemu dengannya kau merasa dia memiliki energi yang tidak asing dengan dirimu.”

“Bagaimana bisa?"

"Untuk yang satu itu aku tak tahu."

Mengusir bayangan percakapannya dengan Cassandra untuk fokus membawa Nadine kembali sekalipun Elliot masih bertanya pertanyaan yang sama seperti dulu. "Bagaimana bisa?" Hal yang lagi-lagi tak Elliot temukan jawabannya.

......................

1
Shamrock
terimakasih sudah mampirr
seruu uyy
owowowowowo
Aish
lanjut Thor,,,semangat upnya🤩🤩
Shamrock: thaknyouu 😁😁😁😁
total 1 replies
Aish
aku suka karyamu thor
Aish
lanjut Thor,,tambah seru
Aish
semangat Thor💪💪,,,sy suka karyamu Thor🌹🌹
Sindi Koldiyah
agak kesel si ya sama nadine, ke apa* tuh engga dipikirin dulu secara matang.
Shamrock: Wkwkw iya, dia emang agak impulsif jadi orang
total 1 replies
Erlina
menarik cerita nya
Shamrock: terimakasih
total 1 replies
Yunita Widiastuti
smangat kakak
Shamrock: wahhh terimakasihh
total 1 replies
Nijino Yume
ayo lanjutkan Athor ✨✨🐈
Shamrock: siaappp terimakasih
total 1 replies
Angeldust
Next semangat, kakk! ceritanya menarik 🔥
Shamrock: terimakasih banyakkk, mampur terus yaaa 🪸
total 1 replies
DegiFiras
Wihh, ditunggu lanjutan critanya 🙏🙏 jangan lama2 bikin penasarannya 🙏🙏
DegiFiras
Mulai memanas 👍👍
DegiFiras
Wihh mantap mantap buat kelanjutan ceritanya ..
DegiFiras
Semangat terus dalam melanjutkan ceritanya 💪💪
DegiFiras
Wih wih wih
DegiFiras
Nice, untuk lanjutan caranya
DegiFiras
"Karna aku lebih suka memelukmu dari pada miminjamkanmu jasku" ucapan yang romantis banget
DegiFiras
Nice, untuk kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!