NovelToon NovelToon
Salahkah Aku Mencintaimu

Salahkah Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:226.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: mamie kembar

Apakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidaApakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidak akan ada ucapan sakinah mawadah warahmah, dalam pernikahan.

Bertahan dalam pernikahan yang memberi tangis kesedihan bukan hanya bentuk kebodohan, tetapi bentuk dari perjuangan dalam mencapai pernikahan yang bahagia. Karena tidak ada pernikahan yang berjalan mulus tanpa masalah. Begitu juga pernikahan antara Zaara dan suaminya–Arjuna.

Malam pertama pernikahan yang harusnya memberikan Zara kebahagiaan, justru memberikan luka yang begitu menyakitkan untuk Zara, saat Zara mengetahui jika suaminya mencintai wanita lain.

Apakah Zara memilih menyerah? Tidak. Karena Zara mencoba bertahan dan berjuang untuk pernikahannya.

Apakah perjuangan Zara akan berbuah manis? Entahlah.
Ikuti ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Zara dan keluarganya berada di dalam satu kamar yang sama. Kediaman saudara mereka yang tidak memiliki banyak kamar seperti di kediaman mereka lah yang membuat Zara dan keluarganya harus tidur di satu kamar yang sama.  Zara dan Renata akan tidur di atas ranjang. Emir, Zayan dan Zavier akan tidur di kasur lantai nanti malam.

Emir dan Renata bersyukur karena anak-anak mereka tak pernah mengeluh. Mereka yang selalu mendidik anak-anak mereka dengan gaya hidup sederhana lah yang membuat Zara dan si kembar dapat menyesuaikan diri dengan segala keadaan.  Mereka bisa saja menginap di hotel, tetapi jarak dari hotel ke sana cukup jauh, terlebih lagi pemilik rumah melarang memaksa mereka untuk menginap di sana.

"Kalian tidak apa-apa tidur di lantai?" tanya Zara pada kedua kakaknya saat mereka sudah keluar dari kamar membiarkan kedua orang tua mereka untuk beristirahat.

"Tidak perlu dipikirkan. Za, aku perhatikan kamu belum makan seharian ini? Tidak lapar? Atau kamu ingin sesuatu?" tanya Zavier begitu perhatian pada Zara.

"Aku tidak lapar, Kak. Namun jika kalian ingin mengantarku, aku ingin bakso yang dulu pernah aku makan saat kemari," jawab Zara terkekeh.

"Di mana itu?" tanya Zayan.

"Di pasar, Kak. Pasarnya dekat kok dari sini, jalan kaki juga bisa. Kebetulan juga aku dengar sedang ada pasar malam di lapangan yang nggak jauh dari sana" jawab Zara.

"Kamu yakin ingin jalan kaki, Za?" tanya Zavier lagi.

"Aku akan pinjam mobil om Amri," sahut Zayan, tetapi di cegah oleh Zara.

"Aku ingin jalan kaki saja. Sekali-sekali. Bukankah kita sangat jarang jalan kaki?" ucap Zara yang mau tidak mau di turuti oleh Zayan dan Zavier meskipun mereka takut adik kesayangan mereka kelelahan.

"Kakak pergilah dulu solat magrib, aku sedang berhalangan. Setelah itu baru kita ke pasar," ucap Zara dianggukki setuju oleh keduanya.

***

Untuk pertama kalinya sejak mereka menikah, hari ini Juna pulang dari kantor lebih awal. Jika sebelumnya Juna selalu beralasan lembur karena menghabiskan lembur bersama Laura, hari ini dari kantor Juna langsung pulang ke rumah.

Juna merasakan sesuatu yang hilang saat Juna menginjakkan kakinya di dalam rumah. Tidak ada senyum cantik yang selalu menyambut kepulangannya, tidak ada tangan yang menyambutnya untuk mencium punggung tangannya. Tidak ada juga sosok yang selalu mengatakan sudah menyiapkan makan malam dan pakaiannya.

Juna mengabaikan para pelayan yang menyapanya. Langkah kaki Juna membawanya menuju sebuah foto yang terpajang dengan ukuran cukup besar di dinding ruang tamu mereka. Juna terdiam tepat di depan foto, menatap sendu pada foto wanita yang berdiri tersenyum bersamanya.

"Apa yang sedang kamu lakukan? Apa kamu tidak merindukanku?" ucapnya pelan pada foto, setelah itu melangkah menaiki anak tangga menuju kamar mereka.

Pelayan bernama Ina yang melihat itu semua seakan mengerti apa yang tengah dipikirkan oleh Juna. Ina sangat berharap jika apa yang dipikirkan olehnya benar-benar nyata dimana Juna merindukan Zara.

Di dalam kamarnya, Juna semakin merasa ada yang hilang. Juna terduduk lemas di atas ranjang menatap sebelah sisi ranjang yang biasanya diisi oleh Zara setiap kali Juna pulang tengah malam. Tangan Juna terulur meraba bantal kepala Zara.

Juna kembali mencoba peruntungannya dengan menghubungi kontak Zara, tetapi tetap sama tak mendapat tanggapan sama sekali hingga di dering terakhir, panggilan tersebut akhirnya di jawab.

"Halo, sayang. Kenapa tidak menjawab teleponku?" tanya Juna langsung dengan nada menggebu.

"Halo, Tuan. Ini saya pelayan di sini. Sepertinya Nona Zara tanpa sengaja meninggalkan ponselnya. Saya menemukan ini di kamar non Zara. Mereka semua sudah pergi sekitar jam sebelas tadi siang," ucap pelayan membuat Juna kembali terdiam lemas mendengarnya.

"Baiklah," ucap Juna memutuskan panggilan telepon.

Juna kembali terdiam. Membayangkan satu minggu tanpa melihat Zara ataupun mendengar suaranya membuat Juna berpikir keras. Juna yang merasa membutuhkan teman untuk bercerita memutuskan untuk menghubungi Haikal, meskipun Juna tahu Haikal tengah kesal padanya karena terlalu mengabaikan Zara.

"Ada apa?" tanya Haikal terdengar ketus.

"Zara tidak membawa ponselnya," ucap Juna.

"Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Haikal lagi.

"Bagaimana caranya aku menghubungi dia? Bagaimana aku bisa tahu kabarnya?" tanya Juna.

"Zara bersama keluarganya. Mereka sangat menyayangi Zara dan tidak akan membiarkan apa pun terjadi pada Zara. Untuk apa kamu mengkhawatirkan Zara? Bukankah bagus jika Zara lupa membawa ponselnya? Itu artinya dia tidak akan mengganggu waktumu bersama Laura. Pergilah habiskan waktumu bersama Laura selagi Zara tidak ada," sindir Haikal selalu dapat membuat Juna terdiam mendengar setiap kalimat yang begitu menusuk darinya.

1
Kasmawati S. Smaroni
sekali2 thor bikin ceruta pemeran wanitanya menerima segalanya sampai akhir.tidak selamanya pemeran wanitanya endingnya bahagia😁
@ni
sepertinya author ini nggak niat untuk bikin novel, karena cerita yang dibuatnya selalu gantung 😔
Sri Tati
Luar biasa
Sri Tati
Lumayan
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
terlalu naif dgn cinta Zara.. perjuangkan klau suami mu memang dari mula mencintai mu.. ini tidak dari awal sdh tau kn..
Jolanda Lengkey
wanita tak tahu diri tuh si laura/Toasted/
Diana
Jangan bermain api di belakang sitrimu Juna.
Diana
Jangan pernah sekalipun mempermainkan perasaan seorang wanita apalagi wanita itu adalah istri sendiri. Awas hukum karma menantimu Juna, kau sia-siakan Zara yg baik, setia, sopan dan ramah juga tanpa memandang status seseorang.
Perfect deh.....
Herta Siahaan
mami Camilla the best... Juna tuh otaknya lg eror mam... mau Laura n Zara ... waduh nggak adil thor... serakah ma perempuan...
Siti Anizah
Cewe bego
Sriani Dewi
ceritanya. bagusss bikin penasaran m tiap episode nya
Bahari Sandra Puspita
super sekali ceritanya thor..
ada season kedua kah???
Dian Agustiningsih
lanjut kak blm kelar ceritax
Teh Yen
kak.knp blom.up lagi ,,aku nungguin loh
💞🖤Icha
Mam belum up lagi...sehat dan semangat berkarya 😘😘
Lilis Lilis Lisna
kok tamat sih gqk jelas ceritanya
Erni Purwaningsih
ko belum update Thor, aku nungguin loh
Umisah Asther
Zara km bodoh atau apasih...padahal km dapet dukungan keluarga mu tap malah milih Kabur ...dan hidup menderita km GK mikirin perasaan keluarga mu...itu akibatnya rasain..di kasih pilihan Juna buka. saumi yg baik tp tetep maksa
Rokhyati Mamih
Nara Juna Zara
Yuli maelany
anaknya Zara dan Juna harus saling d kenalkan supaya terhindar pernikahan sedarah apalagi kalo anaknya Laura lelaki...


ternyata selama itu kamu pergi , gimana keadaan papa Emir juga Juna sekarang....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!