NovelToon NovelToon
Holy Girl Kiss 12 Zodiac Otome No Kissu 12 Zodiac

Holy Girl Kiss 12 Zodiac Otome No Kissu 12 Zodiac

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Chicklit / Tamat
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ren Chan~

Seorang putri kerajaan yang memiliki segel dewa naga merah pergi berpetualang mencari 12 zodiak lainnya untuk membantunya dalam merebut kembali tahta kerajaannya.

Mampukah sang putri menemukan 12 zodiak itu? untuk meminjamkan kekuatannya dalam merebut kembali tahta yang seharusnya menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ren Chan~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanda 12 Zodiak

Rin pun berusaha menenangkan mereka dan tiba-tiba Rin langsung memasuki dunia ilusi dimana ia di tengah-tengah dan di kelilingi 12 tanda zodiak.

Rin hanya melihat 4 zodiak yang bersinar itu adalah Aries, Taurus, Gemini dana Cancer. Dan keempat zodiak itu sedang merintih kesakitan.

Rin merasakan perasaan yang di korbankan, jantungnya seakan berhenti berdetak ketika keempat wujud itu menatap Rin, sorotan yang tidak mengenali Rin. Mungkinkah ini ilusi dari keempat zodiak itu.

Rin dengan perasaan yang memberanikan diri, menatap mata keempat wujud roh itu. Wujud yang benar-benar besar serta mengerikan.

Domba Aries, Banteng Taurus, Sikembar Gemini dan Kepiting Cancer. Saat ini wujud mereka begitu mengerikan.

Mereka menatap Rin dengan tatapan tajam serta sorot mata kebencian. Rin merasakan ketika ia memasuki dunia ilusi, dunia nyata sepertinya tidak terganggu lagi. Bagus!

"Aries, lihat aku jika kau ingin menghancurkan dunia maka tatap aku dan kau boleh menghancurkanku," ujar Rin. Domba raksasa itu menatap Rin dengan dekat ia menunduk dan memberikan kepalanya. Rin tersenyum dan mengelus kepala domba besar itu. "Semuanya, baik-baik saja,"

"Taurus, jika kau kesal dan marah maka tatap aku dan limpahkan kepadaku," Banteng hitam besar itu menatap Rin. Dan seketika juga menunduk dan memberikan kepalanya pada Rin. "Taurus, kau adalah banteng yang baik. Mata tajammu indah sekali,"

"Gemini, jika angin ribut itu ingin menerbangkan seluruh yang ada di dunia maka cukup aku saja yang kau lempar," Angin besar itu pun seketika tenang dan menampakan tubuh Sakuya dan Takuya.

"Cancer, jika kau ingin memotong dan mengoyak sesuatu. Aku, aku saja!" Kepiting putih itu memberi capitnya pada Rin dan Rin ikut mengelus capit itu dengan penuh kasih sayang.

"Sekarang, baik-baik saja. Ku mohon kembalilah padaku," ujar Rin menangis sambil memeluk tubuh Sakuya dan Takuya dan bersimpuh di depan tiga binatang besar itu.

"Kembaliiii,"

Rin pun akhirnya kembali kedunia nyata betapa terkejutnya ia tidak melihat sosok tiga bintang mengerikan itu serta angin badai yang menerbangkan seluruh isinya.

Sekarang sudah berakhir, Rin melihat Ryou, Ruki, Sakuya, Takuya dan Kai pingsan karena kelelahan. Mereka semua sudah kembali normal.

Rin tersenyum senang, sambil menghapus sisa air matanya yang tidak bisa ia tahan.

"Syukurlah kalian kembali," ucapnya pelan.

***

Malam pun tiba, sejak siang Rin sudah sibuk mengumpulkan kayu bakar dan buah-buah segar serta anak rusa yang ia buru.

Ryou dan yang lainnya masih belum sadarkan diri. Rin juga sudah memperbaiki posisi tidur mereka serta merawat luka mereka meski hanya sekedar membersihkan dan mengeringkannya. Semoga tubuh mereka bisa tahan terhadap luka, Rin mengambil salep di tas Kai, dan mengoleskannya pada tubuh mereka berharap salep ini bisa cepat memperkering lukanya.

Rin tersenyum sedikit bangga pada dirinya, akhirnya ia bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk saat ini. Memikirkan ia akan membunub anak rusa, rasanya sungguh kasian tapi ini juga demi bertahan hidup. Rin juga merasa tidak jijik untuk mengupas kulit rusa itu dan membakarnya, ia sadar akan satu hal bahwa ia sudah lebih berani sekarang.

Memanah buah-buahan dari pepohonan tinggi, kemampuan panahnya juga semakin membaik dan tidak terlalu banyak meleset lagi, mengumpulkan kayu bakar dan membakarnya.

Rin berharap suatu hari ia bisa menjadi punggung semua zodiak, ia tidak boleh terus-terusan menjadi wanita manja. Sekarang ia berada di alam liar maka ia harus menjadi wanita tangguh.

Rin tersenyum melihat mereka yang masih tertidur pulas, meskipun tubuhnya juga dapat beberapa goresan dan setengah rambut merahnya juga terlepas. Sekarang inilah ia Rin Hikari untuk menunjukan sinarnya.

Ia bahkan juga sudah banyak mendapat luka dan tidak peduli lagi bentuk tubuhnya, anehnya ia tidak merasa sakit atas luka-luka ini asal yang lain bisa selamat ia tidak peduli luka yang seperti apa yang ia dapat.

Rin memakan beberapa buahnya dan daging rusa yang telah matang, ia juga mulai merasa kelelahan semoga saja mereka cepat bangun dan mengisi kembali tenaga mereka dengan makanan yang telah ia bawakan.

Tak lama Rin pun akhirnya terlelap sambil bersandar di pepohonan, padahal ia sudah berjanji untuk tidak tidur dan menjaga mereka. Mungkin saja ketika ia tidur ada orang jahat yang akan datang.

Tapi rasa kantuk ini tidak bisa ia tahan tubuhnya terasa berat dan lelah, akhirnya setelah berjuang untuk melawan rasa kantuk ia pun akhirnya tertidur.

Setelah beberapa jam Rin tertidur. Ryou, Ruki, Sakuya, Takuya dan Kai pun terbangun mereka melihat suasana di sekeliling mereka yang gelap dan hanya cahaya api yang menerangi mereka.

Tak jauh sang putri tidur dengan posisi bersandar pada sebuah pohon. Ryou berjalan mendekati putri tidur itu, wajah manisnya begitu damai ketika tidur.

"Tuan putri terima kasih," ujar Ryou mengecup kening Rin.

"Ah curang, aku juga mau mencium Nona kecil, Nona kecil menyelamatkan kita tak ku sangka dia punya keberanian sebesar itu," ujar Ruki.

"Dia peduli dengan luka kita, dan tidak memperdulikan dirinya juga yang terluka," ujar Sakuya.

"Sayang sekali kita tidak bisa melindungi rambut indahnya," timpal Takuya.

"Putri, aku ingin menangis melihatmu seperti ini," ujar Kai memasang ekspresi sedih.

"Sudah-sudah, kalian kembali lah istirahat aku akan berjaga malam ini. Seertinya sebentar lagi akan pagi," ujar Ryou mengangkat tubuh sang putri dan meletakannya ketempat tidurnya.

"Hei Ryou, kau masih belum pulih. Aku saja yang berjaga kau temani Nona kecil sana tidur,"

"Kenapa dadaku terasa sakit ya ketika Ruki menyebutkan Ryou tidur dengan Putri?" ujar Kai memegang dadanya dengan ekspresi polosnya.

"Kita semua mari berjaga-jaga malam," timpal Sakuya.

"Ayooo!" seru Takuya.

"Terserah kalian," Ryou mengambil posisi duduk betsandar sambil menatal langit yang penuh dengan bintang-bintang.

Mereka berlima duduk bersama dan menatap langit yang sama.

"Tidak di sangka kita berubah wujud di depannya," ujar Ruki membuka pembicaraan.

"Bahkan kita hampir saja menghancurkan dunia," ujar Ryou.

"Apa jadinya jika benar-benar kita segera berkumpul dengan saudara lainnya," ujar Sakuya.

"12 bintang dengan kekuatan mereka yang mengerikan," timpal Takuya.

"Entahlah, aku bersyukur bertemu Putri dan bertemu kalian semua. Kita sekarang berkumpul untuk melindunginya, kita semua adalah keluarga baginya. Melihatnya berjuang seperti tadi itu membuat dadaku sesak, aku ingin segera melenyapkan orang yang telah mengambil kebahagiaan Putri," ujar Kai sambil menatap Rin yang tidur di antara mereka.

"Laki-laki itu!" terdengar nada kesal dari Ryou.

"Tapi apakah kalian merasakan ada aura yang berbeda dari laki-laki yang bernama Yan itu," ujar Ruki menyangkal.

"Aku merasa bahwa dia memiliki ikatan yang sama denga kita," ujar Sakuya.

"Tapi ikatan bentuk apa?" tanya Takuya.

"Memang aneh aku merasakannya," timpal Kai.

Next

1
Jeniver Manik
nextt
Jeniver Manik
Nextt. thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!