🍁ONGOING🍁
Harvey William adalah anak dari seorang Don Louis, Ketua keluarga mafia World Rider. Karena Harvey tidak tertarik dengan bisnis dunia bawah yang telah di bangun ayahnya, kedudukan sebagai Under Bos di ambil alih oleh kakak sepupunya, Hansen William. Sebagai bentuk pemberontakannya kepada sang ayah, ia menjalani kehidupannya dengan sesuka hati. Tetapi setelah kepulangannya kembali, ia tidak dapat mengelak dari urusan dunia mafia yang sangat tidak ia minati.
Rank in #6 Perkantoran 2021
Rank in #58 Fall in Love 2021
Staring; EXO ( Sehun, Chanyeol, Kai, Lay, DO, Suho), Hong Suzu.
Kata-kata yang digunakan adalah kata keseharian, tidak baku dan juga kadang terdapat kata kasar dan tidak sopan. Terdapat adegan kasar, perkelahian, dan dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikita Thalia Firant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hate - 24
Setelah mengetahui dari Hansen bahwa Theala tadi juga sempat datang dan melihat acara pertunangan dirinya dan Rachel. Tuan muda langsung bergegas meninggalkan hotel tersebut berlalu hendak pulang kembali ke mansion.
Mobil jeap Merchedes-Benz AMG G65 warna hitam melesat dengan kecepatan penuh, bahkan mobil para ajudan sampai kewalahan mengejar tuan mudanya.
Sengaja mengenakan mobil milik Hansen yang dipinjamnya agar pihak keluarga Anderson tidak menyadari bahwa ia pergi meninggalkan hotel sebelum acara pertunangan selesai dan meninggalkan pihaknya tanpa penjelasan.
Mansion kediaman keluarga William.
Mobil jeap Merchedes-Benz AMG G65 warna hitam melesat memasuki gerbang mansion nan megah lalu si pengemudi memberhentikannya tepat didepan pintu utama mansion.
"Thea...! Thea...!" Harvey mengedarkan langkahnya keseluruh ruang yang biasa Theala berada sembari berteriak memanggil-manggil namanya, mencari keberadaan sang istri.
"Kau ini sangat berisik!" Ujar Louis kesal, yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.
"Ayah apa Theala sudah pulang?"
"Kau pikir rumah kita ini sebesar rumah anjing? Sehingga aku akan langsung mengetahui orang yang keluar masuk. Carilah ke kamarmu dan tutup mulut mu itu." - Louis
"Kalau Theala di kamar, saya tidak akan bertanya lagi pada anda." Timpal Harvey yang masih sibuk dengan ponselnya menunggu kabar dari anak buahnya.
Merasa ayahnya sama sekali tidak membantu dan jelas tidak adanya keberadaan Theala di mansion semakin membuat Harvey cemas. Baru kali ini Harvey benar-benar bisa kehilangan jejak, sama sekali tidak bisa mendapatkan kabar keberadaan istrinya. Ia masih sibuk dengan handphonenya, mengkoordinasi anak-anak buahnya.
...📞sorry the number you are calling is busy or out of reach....
Operator voice yang terus-menerus menjawab telepon Harvey untuk Theala.
"Tuan muda Harvey, saya telah menemukan keberadaan nyonya muda." Ujar seorang lelaki berperawakan tinggi gagah berparas tampan yang baru saja memasuki ruang tengah mansion kediaman tersebut.
"Ah... akhirnya, memang hanya kau yang bisa diandalkan." Harvey lega sembari menepuk bahu lelaki dihadapannya." Sangat jauh berbeda dengan orang tua angkuh disampingmu itu." Ucap Harvey saat melirik ayahnya.
"Maaf Ketua mohon ampuni tuan muda Harvey." Ujar Kai sopan sedikit membungkukkan badannya hormat.
Kai Deverra adalah kepala sekretaris World Group namun dengan posisinya yang menduduki sebagai Consigliere dalam keluarga World Rider tidak dapat memungkiri bahwa melayani tuan muda Harvey dan tuan muda Hansen juga termasuk dalam tugasnya. Kai sudah tinggal dan bekerja dengan keluarga William sejak ia masih kecil karena sang ayah yang dulunya berada diposisinya, benar, Kai memang menggantikan posisi ayahnya semenjak sang ayah meninggal dunia. Kai dirawat dan dibesarkan bersama kedua tuan muda William, begitu pun pelatihan yang wajib harus diikutinya. Usia mereka bertiga tidak terpaut jauh berbeda.
Harvey dan Kai langsung menghampiri posisi Theala yang sudah berhasil dilacak, diikuti dengan ajudan-ajudannya.
"Tempat apa ini?" Tanya Harvey yang merasa asing dengan tempat tersebut.
"Sepertinya ini hutan yang letaknya tidak terlalu jauh dari villa milik keluarga Anderson, tuan muda." - Kai
Sesampainya di lokasi ajudan-ajudan Harvey langsung berpencar tanpa aba-aba. Beberapa bahkan hingga menyusuri disekeliling villa, didalam villa, juga didalam hutan.
"Cari sampai ketemu! Kalau terjadi apa-apa dengan istriku, kalian pasti sudah tahu apa yang menunggu kalian!" - Harvey
Tidak hanya memberi perintah, Harvey pun hingga rela ikut terjun ke lokasi mencari Theala sampai ke semak-semak Hutan. Berpikir jangan-jangan Theala tidak sengaja terjatuh dan tergelincir saat berjalan atau berlari di dalam hutan mengingat sekarang adalah musim hujan.
...🍁🍁🍁...
Theala Anderson
Sedangkan di dalam hutan. Theala sedang duduk merangkupkan lututnya menjadikannya tumpuan kepalanya untuk menangis.
Bukan karena terlalu berharap banyak kepada tuan muda Harvey juga dari pernikahannya. Hanya saja ia merasa dunia tidak pernah berada dipihaknya. Belum sempat merasakan kebahagiaan atas kebebasannya dari neraka yang dibuat oleh ibu tirinya, kini seakan ia hanya berpindah dari neraka satu ke neraka yang lainnya.
Apa dikehidupanku sebelumnya aku adalah seorang pendosa besar?
Hingga dikehidupanku sekarang aku tidak berhak untuk bahagia barang sekali?
Theala terus meratapi nasibnya, kesedihan yang terlalu dalam membuat air matanya terus terjatuh tak terbendung.
Hari sudah mulai gelap, matahari sudah tidak lagi menampakkan sinarnya. Bulan sebentar lagi juga nampak akan segera menyapa dunia.
Tak disangka malam itu pun hujan turun tiba-tiba dengan derasnya, seakan alam mewakili kesedihan Theala dan seakan awan bak mencurahkan air mata Theala, yang sedari tadi tak kunjung berhenti menetes terus membasahi pipi mulusnya.
...🍁🍁🍁...
Kai Deverra
"Tuan muda Harvey lebih baik anda pulang kembali ke mansion, hujannya sangat deras terlalu berbahaya untuk masuk ke dalam hutan. Biar saya dan beberapa ajudan yang melanjutkan pencarian nyonya muda." Usul Kai karena situasi saat itu yang tidak mendukung.
"Tidak Kai. Aku tidak bisa membiarkan Theala didalam hutan malam-malam dengan hujan yang sangat deras sendirian." Balas Harvey.
"Tapi tuan muda, saya mohon. Saya tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan kepada tuan muda. Mohon beristirahatlah dan percayakan ini kepada saya." - Kai
"Kai. Kau segera menikahlah agar bisa paham perasaanku saat ini." - Harvey
Apa yang sebenarnya terjadi kepada tuan muda?
Kenapa sekarang tuan muda menjadi pria yang romantis dan rela repot-repot hanya untuk seorang gadis?
Pencarian terus dilakukan. Sayangnya sudah tidak memungkinkan untuk Harvey terus memaksakan diri terus mencari keberadaan Theala, akhirnya ia pun dengan berat hati menyerah dan kembali ke mansion bersama Kai. Sedangkan ajudan-ajudan ditinggalkannya untuk terus melakukan pencarian Theala.
...📞sorry the number you are calling is busy or out of reach....
Kembali Operator voice yang terus-menerus menjawab telepon Harvey untuk Theala dimalam itu.
Sesampainya di mansion Harvey terus mencoba menghubungi Theala melalui ponselnya tanpa henti hingga ia tak sadar terlelap karena kelelahan dengan segala aktifitas yang telah dilakukannya pada hari itu.
Bahkan didalam mimpinya, dia masih terus mencari Theala.
Seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga, hati Harvey sangat sakit saat tidak dapat menemukan istrinya. Aneh, Harvey tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya, segala hal yang terjadi padanya kalau itu tentang Theala sangat membuatnya kebingungan karena benar-benar ia tidak tahu apa yang seharusnya ia lakukan bak seperti anak kecil berumur lima tahun yang kehilangan ibunya di dalam pasar tradisional. Kalau egonya tidak menahannya, mungkin sekarang Harvey sudah menangis tersedu-sedu.
Dan benar saja, tanpa disadari Harvey meneteskan beberapa air mata saat ia sedang lelap tertidur. Mungkin tanpa disadari, sekarang Theala sangat berarti baginya.
...🍂🍂🍂...