" Aku tidak membenci profesi mereka, aku hanya benci pada mereka yang seenaknya saja terhadap banyak wanita dengan membanggakan seragam yang mereka kenakan,, yah, memang tidak semuanya jahat,, namun apa yang pernah aku lihat dan aku alami membuatku Benci berhadapan dengan mereka " Hani Maharani Husein berucap penuh tekanan.
Masalalu membuatnya menjadi gadis yang begitu dingin dan angkuh jika berhadapan dengan seorang polisi. Hingga ia tak pernah bermimpi sekalipun untuk mempunyai teman seorang polisi. Dan jika mungkin maka Hani memilih untuk tinggal di sebuah kota dimana polisi tidak ditemukan.
Namun, di tengah jalan saat Razia pertemuannya dengan Raja seorang polisi tampan rupawan membuatnya lebih sering menemui Polisi bahkan sampai masuk kekantor polisi.
Dan sekali lagi Hani harus berhadapan dengan makhluk yang bernama Polisi.
" Gadis yang unik,, Entah mengapa aku sangat tertarik padamu " Raja Rahman Raharsya bergumam saat ada gadis yang tak tertarik padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26 Gugup VS Kenyamanan
Hani sudah tiba didepan ruangan Andri, dari luar Hani bisa mendengar tawa Tia yang punya ciri khas seperti kuntilenong, tawa yang begitu genit dan menyeramkan. Tanpa mengetuk terlebih dahulu Hani membuka pintu ruangan Andri.
" Ya Ampun Han,, kamu bikin kaget aja,, katuk pintu dulu kek " kata Andri.
" ngapain aku ketuk pintu, kalau pintu kamu sedikit kebuka, bahkan dari luar aku bisa mendengar suara kunti yang lagi tertawa dari luar." kata hani
"heh,, siapa yang kamu maksud kunti?" kata Tia
" kamu gak sadar Ti,, kalau ketawamu itu seperti kunti" Hani duduk disofa disamping Tia.
"sialan kamu Han" umpat Tia
" jadi gimana tadi dikampus Han?" tanya Andri
" yah,, aku rasa aku memang harus menerima tawaran itu,, seperti yang kalian bilang, mending menerima kesempatan yang ada " ucap Hani
" emang harus gitu Han ,, aku senang dengan keputusan kamu itu " ucap Andri
" ciee yang udah kerja, jadi asisten dosen pula,, wahh keren kamu Han" Hani tersenyum bangga mendengar ucapan Tia.
" kok Pak Firman tidak menawarkan aku yah jadi asdos? " sambung Tia lagi
"yaelah Ti,, kamu kayak gak sadar sama diri kamu" ucap Andri
" maksud kamu apa?" Tia melotot
" eh Ti, mana mungkin Pak Firman mau menawarkan kamu jadi asdos, sementara kita semua tau, gimana kualitas otak kamu saat masih kuliah, bahkan aku bisa menghitung nilai A di lembar penilaian kamu selama 3 tahun lebih hanya ada tiga nilai A,, selebihnya B dan C tapi C paling dominan,? jelas Andri, membuat Hani makin tertawa sambil memegang perutnya,
" bahkan, setiap tugas kamu selalu aku dan Hani yang turun tangan, sebab kamu selalu menyerah " lanjut Andri, sayangnya Tia tak merasa tersinggung dengan ocehan Andri, dia nampak cuek saja, sementara Hani tak dapat menahan tawanya.
hening sesaat. Hani sudah bisa mengendalikan dirinya.
" ehh Ndri,, kamu lagi butuh sekertaris yah?" tanya Hani
"kamu tau dari mana? padahal aku gak pasang iklan "kata Andri
"aku dengar dari karyawan-karyawan kamu,, sebab tadi waktu aku baru sampai, banyak yang bisik-bisik , mereka mengira aku adalah sekertaris kamu " ucap Hani
" ya iyalah mereka kira kamu sekertaris,, liat aja penampilan kamu,, udah kayak pegawai kantoran, trus dandanan kamu, harus aku akui kamu terlihat cantik dan dewasa" puji Andri
"oh yah,, makasih loh yah pujiannya heheh"
" Dih,, ada yang besar kepala tuh,, Ndri aku mau dong jadi sekertaris kamu " kata Tia,, ia tak serius hanya menggoda Andri saja
"apa,, kamu?? oh tidak,, " kata Andri
" loh kenapa? aku cantik, menarik, dan juga sedikit pintar, kurang apa coba? " ucap Tia
" Tia Sayang,, kamu cantik menarik, tapi sayang aki cari sekertaris yang pintar, bukan sedikit pintar, dan jika kamu jadi sekertarisku, bukannya meringankan pekerjaanku, tapi malah menambah beban aku " ucap Andri dengan suara yang lembut.
" cckckck,, kamu terlalu meremehakan ku Ndri " Tia melipat kedua tangannya didadanya.
" aku bicara fakta Ti,, udah deh kamu jangan aneh-aneh,, kalau kau mau kerja, aku punya pekerjaan buat kamu yang pasti gak butuh pintar" senyum licik Andri terpapar jelas diwajahnya
" apa itu Ndri?"
" jadi tukang bikin kopi aku sama Papi "
" hahhhahahahahahahhaa" tawa Hani seketika pecah.
" sialan Kamu Ndri, aku lulusan lulusan Sarjana malah kamu jadiin tukang bikin kopi,, kami yang waras dikit dong " ucap Tia kesal
" yah,, itu sudah cocok buat kami Ti "
" minimal, jadiin aku resepsionis dilobi kek, biar aku bisa sambut tamu-tamu penting kamu dibawah"
"hadehh,, Tia sayang,, kamu pikir jadi resepsionis itu gampang,, mereka harus bisa menguasai bahasa ingris,, nah kamu,, Yes No aja masih nanya ke Hani artinya apa "
" Hahhhhahahahhahahhahahhahhajahhaj " kali ini tawa Hani semakin pecah, sampai air matanya keluar.
" lebay Kamu Ndri,, udah puas ketawanya Han? " Tia kesal.
" heheh, kalian berdua lucu sih,," kata Hani
" terus aja ngeledek,, "
" dih jangan ngambek dong Ti, nanti alis kamu luntur " Hani memegang kedua pipi Tia,
" Andri sekarang aku lapar, cepat bawa kita makan siang " perintah Tia
"siap ibu ratu,, tunggu 15 menit lagi yah,, sebentar lagi jam makan siang,, " Tia mengangguk.
hening....
tiba-tiba seorang pria masuk keruangan Andri, tanpa mengetuk pintu.
" Hai kalian " suara familiar itu,, mereka tau milik siapa
" Raja?" Kata Tia,
" hai Tia "
" kok kamu bisa ada disini? kamu udah pensiun jadi polisi? " tanya Tia
" hahaha,, gak lah aku ada perlu dengan Andri dan Om Hans Papi Andri.
" perlu apa?"
" diperusahaan ini ada yang bermain curang,, jadi Papi minta bantuan Raja untuk menyelidikinya" sambung Andri
" Oh "
Raja melirik Hani yang dari tadi tak menyapanya.
" hai Han,, habis dari kulkas yah,, dingin amat " kata Raja, membiat Tia dan Andri terkekeh dibuatnya. sementara Hani menatapnya dengan tajam.
"Pak polisi, emang kamu pikir Hani buah buahan dari kulkas " kata Tia, Raja hanya tersenyum
dasar makhluk astaral. umpat hati Hani
"kamu sedang mengumpat dalam hatimu yah Han?"
deg....
jantung Hani berhenti ketika Raja mengetahui bahwa Hani sedang memakinya dalam hati.
" udaj keluarin aja,, aku gak apa kok" sambungnya lagi
"Pak polisi, kamu itu menyebalkan " Hani membuka suaranya.
" yah i know that,, aku memang tampan " Raja semakin PD, Tia dan Andri hanya tertawa melihat Hani dan Raja seperti tikus dan kucing
" apa?? cih,, selain menyebalkan ternyata kamu juga punya penyakit jiwa, PDmu terlalu tinggi " Hani semakin kesal, sebab Raja hanya tersenyum saja.
" oh yah,, aku senang loh kamu memujiku " kata Raja
" huffttt,,, dasar tidak waras " gumam Hani
" hahhhaha,, kalian ini sangat serasi,, yang satu suka menganggu yang satu tidak mau diganggu, yang satu hangat dan yang satu dingin, sadar gak sih kalian itu saling melengkapi " ucap Tia
"berhenti berbicara omong kosong Tia " Hani semakin kesal.
" oppsss,, oke oke,, tapi kita jadi makan kan?" tanya Tia
"jadi,, ini aku udah selesai,, ayo kita makan siang." ajak Andri
" pak polisi kamu ikut kan " tanya Tia
" tentu " Jawab Raja.
mereka berempat menuju kerestoran yang tidak jauh dari kantor Andri, mereka tak bisa banyak memilih tempat, sebab Tia dari tadi merengek minta makan dengan segera.
sesampainya di restoran, mereka duduk dimeja dan langsung memesan makanan. tidak ada yang berbicara saat makan, mereka semua sangat menikmati makanan masing-masing.
sampai akhirnya saat selesai makan, mereka memilih untuk kembali ketempat masing-masing, saat sudah tiba di kantor Andri,, Tia pamit pulang mengendari motornya,, Hani yang tadi ingin ikut ke motor Tia tak bisa sebab Tia hanya punya satu helm. Andri kembali keruangannya, untuk kembali bekerja, sementata Hani akan memesan taksi online lagi. Raja sudah ada diparkiran mengambil mobilnya.
Hani masih menunggu dilobi, dari tadi ia memesan taksi online tapi selalu dibatalkan oleh drivernya. tiba-tiba mobil honda Jazz berwarna hitam berhenti tepat didepan Hani..
" Han bareng aku aja,, kita searah kan? " kata Raja, saat menurunkan kaca mobilnya.
" eng,, gak apa kok aku naik taksi aja " tolak Hani
" ayolah Han,, dari pada kamu nunggu lama," tanpa pikir panjang Raja keluar dari mobilnya dan berputar kemudian membuka pintu mobil untuk Hani
" ayo masuk " pinta Raja, Hani masih tak bergeming
" okee,, kamu gak mau duduk didepan,, kamu boleh duduk dibelakang, anggap aja aku driver online yang kamu pesan, supaya kamu gak canggung " untuk pertama kalinya Hani tersenyum tulus mendengar ucapan Raja, dan Raja sangat senang saat Hani tersenyum kepadanya.
" gak apa, aku didepan aja " kata Hani lansung masuk, dan duduk didepan. Raja memasuki mobil dan duduk dikursi kemudi, melihat Hani yang nampak canggung Raja tersenyum
sungguh menggemaskan. dalam Hati Raja
" aku minta kamu relax yah Han,, aku mohon kurangin dingin kamu,, sebab AC dimobil ini sudah cukup dingin, aku gak mau kita beku disini " ucap Raja,, dan itu membuat Hani tertawa lepas.
" baiklah " Raja melirik kearah Hani, ia menatap Hani dengan hangat,Raja memajukan badannya dan semakin mendekat dengan Hani,, rasa gugup sudah menyelimuti gadis itu
" ma,,, mau apa kamu " Hani terbata saat berucap, namun Raja tak menjawab, dia malah melingkarkan tanganya. Hani tak kuasa, ia hanya mampu memejamkan mata.
ceklek...
" jangan salah paham,, aku hanya memasng seat belt untuk mu,, kamu mau kita ditilang oleh temanku dijalan karena kamu tak memakai seat belt " Hani membuka mata, wajahmya merah,, nafasnya memburu, jarak Raja masih sangat dekat.
"aku tidak akan melakukan hal yang aneh padamu,, sekarang duduklah dengan nyaman " Raja kembali posisisemula, dan ia mulai menancapkan pedal gas dan malajukan mobilya.
Hani masih berusaha menguasai rasa gugupnya. berada dengan jarak yang sangat dekat Raja membuatnya canggung. ia tak berani melirik Raja.
Tuhan,,, hilangkan hatiku sekarang juga,, aku benar-benar gugup... tapi kenapa.aku merasa nyaman ada didekatnya?. Batin Hani