NovelToon NovelToon
THE BLACK HUNTER

THE BLACK HUNTER

Status: tamat
Genre:Komedi / Detektif / Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dendam Kesumat / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:303.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Valerie adalah seorang detektif handal dan cantik, selain handal memecahkan masalah, Valerie juga seorang wanita yang tangguh dan kago beladiri.

Suatu saat, Valerie mendapatkan tugas untuk memecahkan sebuah masalah pembunuhan berantai yang terjadi di sebuah sekolah menengah atas dengan korbannya hanya para siswi perempuan saja.

Valerie menyembunyikan identitasnya dan menyamar sebagai siswi SMA yang culun dan polos untuk menemukan siapa dalang di balik pembunuhan berantai itu.

Akankah, Valerie menemukan pelakunya atau justru nyawa dirinya sendiri yang akan terancam?



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelakuan Calon Mertua

🕵‍♀

🕵‍♀

🕵‍♀

🕵‍♀

🕵‍♀

Keesokan harinya....

Dion menuruni anak tangga dengan pakaian rapinya, sesampainya di meja makan Dion tampak mengerutkan keningnya.

"Kalian mau ke mana? Kok sudah rapi?" tanya Dion.

"Papi kamu tuh Ion, keukeuh banget pengen ke kantor kamu padahal kan, Mami ingin ketemu sama Valerie," keluh Mami Ayu.

"Papi mau ngapain sih ke kantor Dion segala? Yang ada nanti bakalan heboh di sana," kesal Dion.

"Papi suka sama kehebohan," sahut Papi Lion santai.

Dion hanya bisa berdecak kesal, Dion tahu apa yang akan direncanakan Papinya itu dan sudah dipastikan seisi kantor bakalan heboh dengan berita itu.

"Pagi semuanya!" teriak Jesika.

Semuanya menoleh ke arah sumber suara, ternyata Jesika datang dengan senyuman yang mengembang.

"Jesika."

"Pagi tante, om, Dion!"

"Pagi."

"Ayo sayang sini, kita sarapan bersama," seru Mami Ayu.

"Terima kasih, tante."

Jesika pun duduk di samping Dion dan langsung mengambil nasi goreng tanpa malu-malu karena Jesika memang sudah sangat dekat dengan keluarga Dion.

Dion menggaruk keningnya yang tidak gatal, sedangkan Papi Lion hanya diam dan fokus kepada makanannya. Papi Lion memang kurang suka kepada Jesika karena Jesika terlalu manja dan Papi Lion tidak suka kepada wanita manja.

"Kalian mau pergi ya, sudah rapi seperti itu?" tanya Jesika.

"Iya sayang, kami mau pergi ke kantor Dion karena sudah lama tidak datang ke kantor Dion," sahut Mama Ayu.

"Boleh Jesika ikut?"

Mami Ayu melirik suami dan anaknya yang tampak cuek dan seakan tidak mau menjawab itu.

"Boleh," sahut Mami Ayu ragu.

Mami Ayu tampak bingung, bagaimana bisa dia menolak Jesika.

Setelah sarapan bersama, akhirnya keempatnya pun berangkat menuju kantor The Black Hunter. Mami Ayu berangkat bersama Papi Lion, sedangkan Dion berangkat bersama Jesika menggunakan mobil yang berbeda.

Selama dalam perjalanan, tidak ada pembicaraan diantara Dion dan Jesika.

"Lihat saja Dion, aku akan membuatmu jatuh ke pelukanku, tidak boleh ada satu wanita pun yang bisa miliki kamu kecuali aku," batin Jesika.

Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya keempatnya sampai di depan kantor The Black Hunter secara bersamaan. Keempatnya berjalan beriringan masuk ke dalam kantor, Jesika mengalungkan tangannya ke lengan Dion.

Semua karyawan tampak membungkukan tubuhnya sebagai penghormatan karena Bos besar datang berkunjung ke kantor, pasalnya selama ini Bos besar sangat jarang datang ke kantor.

"Val, Bos besar datang!" teriak Julian.

"Serius kamu."

"Iya, masa aku bohong."

"Aduh, bakalan ketahuan dong kalau akan anak buahnya si Bos. Bagaimana kalau orangtuanya tahu," batin Valerie cemas.

"Woi, malah melamun buruan, kamu mau dipecat ya!" teriak Julian.

"Ah iya."

Valerie dan Julian pun langsung berlari untuk menyambut kedatangan Bos besar mereka itu, sedangkan Papi Lion dari tadi tampak celingukan mencari keberadaan Valerie.

"Papi nyariin siapa sih? Celingukan gitu?" tanya Mami Ayu bingung.

"Enggak, Papi gak cari siapa-siapa."

Hingga tidak lama kemudian, ekor mata Papi Lion melihat Valerie berlari dan itu membuat Papi Lion menyunggingkan senyumannya.

Tiba-tiba ide muncul di otak licik Papi Lion. "Mami, boleh pinjam tasnya?"

"Buat apa, Pi?"

"Katanya mau bertemu calon mantu, sini tasnya."

Mami Ayu menyerahkan tas mahalnya itu kepada suaminya, walaupun Mami Ayu tampak bingung dengan apa yang akan dilakukan suaminya itu.

Tanpa aba-aba, Papi Lion melempar tas Mami Ayu ke sembarangan arah membuat Mami Ayu melotot.

"Papi, itu tas Mami kenapa di lempar!" teriak Mami Ayu.

Benar saja dugaan Papi Lion, Valerie langsung berlari dan dengan sigap menangkap tas milik Mami Ayu.

Hap...

Tas Mami Ayu mendarat dengan selamat di tangan Valerie, membuat semua orang melihat ke arah Valerie.

"Mantap," batin Papi Lion.

"Valerie," seru Mami Ayu.

"Gercep banget kan, calon mantu kita?" bisik Papi Lion.

Valerie hanya bisa tersenyum kikuk, Mami Ayu langsung menghampiri Valerie dan memeluknya membuat semua orang membelalakan matanya termasuk Julian dan Jesika.

Mami Ayu melepaskan pelukannya dan meraih kedua tangan Valerie kemudian berjingkrak-jingkrak sembari berputar seperti anak kecil yang bahagia diberi mainan dan itu membuat Papi Lion menepuk jidatnya sendiri.

"Kok kamu ada di sini, Val?" tanya Mami Ayu.

"Aku-aku----"

"Dia itu bawahannya Dion, tante," seru Jesika dengan sinisnya.

"Jadi, kamu bekerja di kantor itu maksudnya bekerja di sini?" tanya Mami Ayu kaget.

Valerie menganggukan kepalanya sembari menunduk, sedangkan Jesika tampak tersenyum puas, sudah dipastikan orangtua Dion tidak akan merestui hubungan mereka.

"Kalau Mami tahu kamu bekerja di sini, Mami akan datang ke sini setiap hari, ya ampun Mami senang banget bisa bertemu dengan kamu, sayang," seru Mami Ayu dengan antusias.

Jesika tampak membelalakan matanya, dia tidak menyangka Mami Ayu justru senang dan tidak marah sama sekali. Sementara itu, Dion tampak menahan senyumannya.

"Ayo sayang, hari ini kita jalan-jalan Mami ingin jalan-jalan sama kamu," seru Mami Ayu menarik tangan Valerie.

"Mami tunggu!"

"Apaan sih, Ion?"

"Valerie ada kerjaan hari ini, jadi Mami jangan coba-coba bawa kabur Valerie," kesal Dion.

"Kerjaan apaan sih? Sudahlah, kerjaannya kasih sama yang lain saja, ayo sayang kita pergi."

"Tapi tante----"

Valerie melirik ke arah Dion yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan tajamnya, Mami Ayu pun melihat ke arah pandang Valerie.

"Dion, jangan menatap Valerie seperti itu, atau Mami colok mata kamu!" sentak Mami Ayu.

"Mami, jalan-jalannya hari minggu saja oke, saat ini Dion ada kerjaan bersama Valerie."

Dion pun menarik tangan Valerie dan membawanya pergi.

"Dion, dasar anak durhaka, Mami ingin jalan-jalan sama calon mantu Mami!" teriak Mami Ayu.

Dion tidak mendengarkan teriakan Maminya itu, dia terus saja membawa Valerie masuk ke dalam lift, disusul oleh Julian yang masuk ke dalam lift juga.

"Mami mau pulang atau mau dian di sini menunggu Valerie pulang? Soalnya Papi mau ikut meeting bersama Dion," seru Papi Lion.

"Mami mau menunggu Valerie saja, pokoknya habis meeting Mami mau culik Valerie."

"Terserah Mami saja."

Papi Lion pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift yang satunya lagi dan disusul oleh Mami Ayu, sedangkan Jesika hanya diam mematung tidak ada yang memperdulikannya.

"Sial, kenapa semua orang justru perhatian kepada wanita itu," gerutu Jesika.

Jesika yang merasa kesal, akhirnya memilih untuk pergi dari kantor Dion.

"Jangan coba-coba kamu mengikuti keinginan Mami, atau gaji kamu akan aku potong," ancam Dion.

"Jangan dong Bos, tega banget sama aku. Dosa loh Bos, mendzolimi anak yatim piatu," keluh Valerie.

Dion hanya menatap tajam Valerie, sedangkan Valerie menyenggol lengan Julian berharap Julian mau membantunya, tapi sayang Julian hanya cemberut tidak mau menanggapi Valerie.

1
aas
seruu banget ka ceritanyaaa 😍😍😍 mau liat tulisa kk yg laiin
aas: siiapp.. nanti ku baca yg lain 🤗
total 2 replies
aas
laaah dia pengen lagi 😂😂
aas
dahlah anak bapak sama aja 😡
aas
hidiiiih kakak adik sama aja. org kelakuannya begitu 😡
aas
tebakanku benar 👍
aas
ah si Papi ganggu aja 🤭🤭
aas
syedihnya Vale 😭😭 semoga jadi sama Dion yaa jd bisa punya Mami Papi yg baik ortunyaa Dion 😍😍
aas
wkwkw sorry Dion Papi Mami kamu lebih berkuasa 😂😂😂
aas
hayooo lhooo 😆😆😆
aas
langsung keselek aaah baru sayang doang 😂😂
aas
waduuuh ini bapaknyaa 😩 sekeluarga rada2 gitu??
aas
kayanya pria yg smlm itu yaa
Ajeng Sripungga
Luar biasa
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
nggak kelanjutan nya ya Thor? cerita sebagus ini aq baru baca di THN 24
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸: terimakasih author 🌹
total 2 replies
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
ini yang di hotel dan penjual cilok sprtinya the black Hunter bosnya Julian dan valeri
Ratu Fadira
valerie kúrang hebat malah terkesan ceroboh
Ratu Fadira
pasti ketua black hunter cowo yg ada di hotel yg berkelahi sm valery
lily
kasian jesikaaa,,, kena semburan 🤣
lily
mang Udin kah? atau kepsek
lily
kalo disekolah itu sudah nggak aman, para ortu siswa siwi bukannya ketar ketir ya ada demo atau ada apa gtu kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!