Pada suatu siang yang terik, di sebuah Taman di kota XX, ada seorang wanita cantik yang secara tidak sengaja menubruk seorang pria tampan bernama Elvano.
Dia adalah Cheril. Seorang Gadis cantik dengan lekukan tubuh yang hampir mencapai angka sempurna bagi setiap yang memandangnya. Selain itu, Cheril juga berasal dari keluarga yang cukup terpandang.
Sedangkan Elvano, dia hanya seorang laki-laki biasa yang sederhana. Ayahnya hanya seorang buruh harian yang tidak memiliki pekerjaan tetap sebelum ia meninggal. Sementara Ibunya hanya seorang Ibu rumah tangga biasa.
Ketika Ayah Elvano meninggal, ia pun harus berusaha mencari pekerjaan apa saja yang bisa ia kerjakan.
Bahkan ia rela menjadi tukang cuci dan penjual gorengan keliling demi menghidupi Elvano yang saat itu masih duduk dibangku SMP serta untuk mencukupi biaya kehidupan mereka.
Hari itu, kedua orang dengan latar belakang yang berbeda ini memiliki tujuan yang sama ketika mereka berada di taman ini, Yaitu untuk menenangkan diri.
Cheril memang sedang memiliki masalah saat ini, ia sedang berusaha mencari cara supaya ia bisa segera mendapatkan seorang kekasih bayaran, tujuannya adalah agar dapat membatalkan perjodohan yang sudah direncanakan oleh kedua orangtuanya.
Sementara Elvano, ia sedang memikirkan bagaimana cara nya supaya ia bisa membawa Ibunya yang sedang sakit keras ke Rumah Sakit.
Akhirnya Cheril pun berpikir ia bisa memanfaatkan keadaan Elvano untuk menyelesaikan masalah nya.
Cheril kemudian menawarkan pada Elvano untuk membantunya. Ia akan membayar semua biaya rumah sakit Ibu Elvano dengan satu syarat, Yaitu Elvano harus menikah dengan nya.
Tentu saja Elvano sangat kaget mendengar itu, tapi ia juga tidak mungkin kan menyia-nyiakan kesempatan ini?
Lalu apakah Elvano akan menerima tawaran Cheril?
Mari dilanjutkan baca nya.😊
Jangan lupa kasih jempolmu 👍 di setiap Episode, juga berikan komentar yang membangun🤩, tidak lupa juga kasih Vote nya😍 dan terakhir jangan lupa dengan lopelope ❤️ nya !🥰🥰
Selamat menikmati ! Semoga dapat memuaskan hati kalian semua😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kimz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makanan kesukaan Elvano
Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah Elvano.
Niko menghentikan mobilnya tepat dihadapan pintu depan rumah Elvano. Terlihat Ibu Elvano sedang duduk santai di teras rumah. Iapun tersenyum melihat angkot berwarna kuning itu, ia sudah hafal itu pasti angkot yang ditumpangi Elvano.
"Bu !" Niko memanggil Ibu Elvano dengan suara sedikit keras karena posisi mereka yang terlalu berjauhan sambil mengangkat satu tangannya.
"Iya Nak Niko !" Ibu elvano membalas mengangkat tangannya ke arah Niko masih dengan senyuman manis diwajahnya yang sudah mulai keriput itu.
Kemudian Elvano pun turun dari angkot.
"Makasih ya Nik !" Ucap Elvano sambil menyodorkan ongkos angkot yang sudah ia lebihkan bersama dengan ongkos Tika tadi.
"Maaf sudah sedikit merepotkan kamu tadi !" Kata Elvano merapatkan kedua tangannya membentuk 🙏
Hahahaha
Niko tertawa
"Besok-besok begini Lagi ya, lumayan ada cewek cantik yang mau duduk disamping aku !" Hahahahaha
"Huuh...Dasar !!"
"Yasudah aku jalan dulu ya, mau ngejar setoran dulu !"
"Ok bro ! Hati hati ! semoga hari ini angkot kamu laris manis."
"Amin."
"Bu... Niko jalan dulu ya ! Bye !" Ucap Niko masih setengah berteriak ke arah Ibu Elvano yang masih duduk sambil melambaikan tangannya.
"Iya Nak Niko,hati hati !" Jawab Ibu Elvano juga membalas lambaian Niko
Setelah Niko melajukan mobilnya, Elvano pun melangkah kaki ke arah Ibu dan menyapa nya.
"Bu ! Ibu kenapa duduk di luar?" Elvano bertanya.
"Gapapa Nak, Ibu hanya merasa jenuh didalam rumah terus." Jawab Ibu sambil tersenyum
"Ibu masih ada rasa sakit didada Ibu?" Elvano kembali bertanya dengan raut wajah sedikit khawatir.
"Tidak Nak, Ibu sudah tidak merasakan sakit lagi. Ibu sudah sehat." Jawab Ibu Elvano sambil mengangkat tangan nya membentuk 💪 dengan penuh semangat.
Melihat tingkah Ibunya Elvano tertawa kecil sekali Gus sangat senang karna merasa ibunya memang sudah benar-benar sehat.
"Sudah,sudah, Ayo kita makan siang Nak, Ibu sudah menyiapkan makan siang kesukaan kamu !"
"Ibu masak apa? Vano kan sudah bilang Ibu jangan terlalu lelah dulu ! Tadi pagi kan Vano sudah masak agak banyakan bisa sekaligus untuk makan siang.." Elvano sedikit mengkhatirkan Ibunya terlalu lelah.
"Tidak apa-apa kok Nak, Ibu tidak merasa lelah sama sekali. Malah Ibu senang bisa menyiapkan nya untuk kamu !" Jawab Ibu Elvano sambil tersenyum.
"Tapi Bu...." Elvano masih belum puas dengan penjelasan Ibunya.
"Tidak apa-apa Vano, Ibu malah lelah duduk seharian. Sudah yuk kita masuk !"
Jawaban Ibu Anita kali ini berhasil membungkam mulut Elvano. Ia tidak lagi bersuara sekarang dan mereka berdua pun melangkah masuk ke dalam rumah.
Lagian Ibu Anita memang merasa jika hanya berdiam saja tanpa melakukan apapun justru akan membuat dirinya tambah lelah dan sangat membosankan.
"Bu, aku mandi dulu ya ! Sekalian bersiap-siap. Jam 4 nanti Vano akan mulai kerja di PT Indos Perkasa. Ucap Elvano sedikit lebih bersemangat mengingat ia sudah mulai kerja lagi hari ini.
"Oh, iya. Kamu sudah mulai kerja lagi ya ! Baik Nak Vano, setelah mandi kita makan siang bersama ya !"
"Baik Bu.."
Saat itu jam yang tergantung didinding rumah mereka menunjukkan pukul 14.35
Elvano pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Ibu memilih menunggu nya di meja makan sekalian megambilkan nasi ke atas piring untuk Elvano dan diri nya.
Setelah Elvano selesai dengan kegiatan membersihkan diri ia pun segera menuju dapur.
Terlihat di atas meja telah tersedia 3 macam menu sehat, 2 macam yang baru saja dimasak oleh Ibunya, dan satu menu lainnya sisa dari masakan yang ia masak sendiri pagi ini.
1 menu favorit nya langsung menarik perhatian.
"Wah... Sampai lupa masih ada stok jengkol di kulkas.." Hehehe
Yup,,laki-laki ganteng ini paling suka dengan semur jengkol. Itu adalah makanan favorit yang ibu masak khusus untuk Elvano tadi.
Ibu Anita tersenyum senang melihat paras anaknya yang begitu girang setelah melihat menu sederhana ini.
'Bagaimana bisa seorang tuan muda menyukai jengkol? Bagaimana jika kamu kembali ke rumah mewah itu? Akankah kamu minta para koki memasak semur jengkol?'
'Bukankah mereka akan sangat heran mendengar keinginan mu itu?'
Ibu Anita sedikit tertawa kecil membayangkan jika hal itu terjadi suatu hari nanti.
"Ibu kenapa? Kok malah tertawa?
Tanya Elvano heran melihat Ibunya tertawa tanpa sebab
"Eh,, tidak apa-apa Nak.." Ibu Anita berusaha menghentikan tawa nya.
"Makan yang banyak, supaya kamu tidak kelaparan nanti ! kalau kamu masih mau nanti malam Ibu masakin lagi. Masih ada kok stok jengkol dikulkas." Jawab Ibu Elvano mengalihkan pembicaraan yang justru membuat Elvano merasa khawatir.
"Eh, jangan Bu ! Tidak usah ! Ibu tidak perlu masakin buat vano lagi ya. Nanti malam biar Vano makan di luar saja.
"Tapi Nak. Makan di luar itu kurang sehat !" Jawab Ibu Anita mencari-cari alasan supaya bisa memasak untuk Vano, karna ia memang senang bisa memasak untuk anak angkat nya itu.
"Bu, sekali-kali tidak apa-apa kan, lagian Vano nanti bakal nyari menu yg lebih sehat,,seperti.... (berpikir sesaat) gado-gado.. Iya gado-gado kan isinya sayuran Bu ! Nanti Vano makan itu saja !"
Ucap Elvano penuh semangat karna merasa mendapatkan jawaban yang sangat pas untuk menjawab Ibunya.
Mendengar pembelaan Elvano, Ibu Anita memang tidak bisa lagi berkata apapun.
Ia hanya memasang wajahnya yangsedikit masam karna tidak bisa memasak untuk Elvano nanti malam.
"Bu, Ibu kok bengong? Makan lah juga Bu !"
"I-iya... Ibu makan !" Menjawab sambil tersenyum dan segera meraih sendok yang sudah tersedia dipiring, ia memang belum makan sesendok pun sejak tadi.
Hup
1 sendok nasi beserta sayur-mayur mendarat dengan cantik didalam mulut Ibu Anita
'Enak.'
berkata dalam hati.
Suasana hening akhirnya tercipta, sampai piring mereka berdua sudah benar-benar kosong.
Setelah selesai Elvano berebutan dengan Ibunya untuk mencuci piring, ia tidak membiarkan ibu nya membersihkan semua peralatan makan.
"Biar Vano saja Bu... Ibu duduk saja !" Kata Elvano tegas.
"Ta-tapi...."
Mana bisa aku membiarkan mu mengerjakan ini semua Tuan Muda.
"Sudah ! Tidak ada tapi-tapi... Ibu duduk saja. Elvano mengulangi perkataannya menyuruh Ibunya untuk duduk sambil mendudukkan kembali Ibunya yang sudah berdiri.
Akhirnya Ibu Anita harus benar-benar membiarkan Tuan Muda itu mengerjakan semuanya.
Setelah semua selesai waktu menunjukkan pukul 15.15.
Elvano pun bergegas Mengganti pakaian santai nya menjadi pakaian yang lebih formal.
Elvano sudah akan berangkat ke kantor, ia sengaja berangkat lebih awal supaya tidak terlambat, karena ia tidak ingin memberikan kesan yang kurang baik dihari pertama ia bekerja.
Jarak dari rumah Elvano ke PT Indos Perkasa hanya memakan waktu sekitar 20menit.
"Bu, Vano berangkat dulu ya !" Ucap Elvano pamit pada Ibunya
"Iya Vano, kamu hati-hati ya ! Dan bekerjalah dengan benar !" Ibu Anita menjawab anaknya sambil memberi nasehat.
" Baik Bu !" Elvano membalas singkat
Ketika Elvano sudah membalikan badannya tiba-tiba Ibunya kembali memanggil.
"Vano...."
terpesona itu terpana bukan terpanah,
"take off" itu terbang meninggalkan landasan, dan kalau menuju landasan itu "landing"
diawal cerita ini sangat bagus.
tapi semakin dalam saya membaca, saya jadi merasa kwalitas cerita ini rusak krn sang penulis, tdk bisa menjaga kwalitas pemeran utama elvano, yg akhirnya menjadi manusia tdk beradab, tdk tau aturan dan tdk beretika serta hiper posesif.
🙏🙏🙏