NovelToon NovelToon
Pelangi Untuk Aqila

Pelangi Untuk Aqila

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Keluarga & Kasih Sayang / Teen Angst / Bad Boy / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mukarromah Isn.

Mimpi Aqila hanya satu, mendapat kasih sayang keluarganya. Tak ada yang spesial dari dirinya, bahkan orang yang ia sukai terang-terangan memilih adiknya

Pertemuannya tanpa disengaja dengan badboy kampus perlahan memberi warna di hidupnya, dia Naufal Pradana Al-Ghazali laki-laki yang berjanji menjadi pelangi untuknya setelah badai pergi

Namun, siapa yang tau Aqila sigadis periang yang selalu memberikan senyum berbalut luka ternyata mengidap penyakit yang mengancam nyawanya

.

"Naufal itu seperti pelangi dalam hidup Aqila, persis seperti pelangi yang penuh warna dan hanya sebentar, karena besok mungkin Aqila udah pergi"

~~ Aqila Valisha Bramadja


.

.

Jangan lupa like, komen, gift, dan vote...🙏⚘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukarromah Isn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya

"Dia terkena kanker otak stadium tiga"

Pernyataan Darren membuat mereka yang ada disana terdiam membeku

"Kanker otak stadium tiga?" lirih Mama Intan diangguki Darren, membuatnya langsung terduduk lemas memandang Aqila yang belum sadar

"Bagaimana bisa?" Papa Arya memegang lengan Darren, ia pun tak percaya tentang ini

"Nenek juga dulu meninggal karena kanker otak kan? Jadi bisa saja ini adalah faktor genetik atau keturunan" jelas Darren

"Tidak mungkin" Papa Arya duduk disamping istrinya, memang benar kalau ibunya juga menderita kanker otak, tapi ia tak pernah menyangka akan menurun ke salah satu putrinya

Devano meremas tangannya, hatinya kelu mengetahui hal ini, apa yang telah ia lakukan? Ia menampar Aqila, bahkan sampai mendorongnya jatuh, rasa bersalah itu hinggap dihatinya begitu saja

"Cepat siapkan mobil, kita bawa ke rumah sakit" seru Mama Intan saat Aqila tak kunjung membuka mata

.

Ruangan serba putih itu dipenuhi bau obat-obatan pekat, di tengah ranjang pasien terbaring Aqila yang masih belum sadar dengan tangan kiri yang tertancap jarum infus

"Kenapa Aqila belum sadar sampai sekarang dok?" Tanya Darren pada dokter Diana, dokter spesialis onkologi yang terkenal di rumah sakit Bramadja dengan umurnya yang terbilang muda

"Bisa kita keluar, Saya ingin membicarakan sesuatu penting dengan kalian"

"Rian jaga Aqila disini" Darren mencegah Rian yang hendak berdiri untuk ikut keluar

"Baik kak" Rian mengangguk dan duduk seorang diri menemani adiknya, adik yang terkesan kurang diperhatikan olehnya

.

"Aqila menderita kanker otak stadium tiga" dokter Diana memulai pembicaraan

"Menurut hasil ST Scan kanker itu terjadi di sekitar bagian memori otak, hal ini bisa berpengaruh terhadap ingatan pasien"

"Apa ia juga sering mimisan?"

"Iya dok" Darren yang menjawab, karena mengingat Aqila yang tiba-tiba mimisan di meja makan membuatnya yakin kalau adiknya pasti sering mengalami hal itu

"Kanker otak stadium tiga sudah termasuk kanker ganas karena penyebarannya yang cepat, oleh karena itu kemungkinan besar kanker sudah menyebar ke area sinus nasal kemudian menjadi nekrosis yang menyebabkan mimisan" jelas dokter Diana yang membuat mereka kembali terkejut

"Lalu kenapa ia belum sadar sapai sekarang?" Devano mengeluarkan suara, terdengar jelas kekhawatiran bercampur rasa bersalah dari suaranya

"Kanker otak menyebabkan penderitanya mengalami sakit kepala yang luar biasa, bahkan tak jarang mereka lebih memilih euthanasia karena tidak tahan dengan rasa sakit itu" Perkataan dokter Diana membuat Darren terkejut sedangkan keluarga yang lain mengernyitkan alis, bingung dengan istilah kedokteran itu

"Apa itu euthanasia?" tanya Papa Arya

"Suntik mati"

Deg

Jantung mereka bekerja lebih cepat mendengar itu, suntik mati?, Devano memegang dadanya saat rasa bersalah yang luar biasa menggerogoti hatinya

"Penyakit kanker otak juga mempengaruhi emosi pasien seperti tiba-tiba marah atau sebaliknya, sering lupa, mengalami halusinasi dan mempengaruhi cara bicara"

"Lakukan yang terbaik untuk putri saya dokter" Mama Intan menggenggam tangan dokter Diana

"Tentu kami akan berusaha semaksimal mungkin"

"Tapi satu hal yang harus kalian ketahui, sampai saat ini belum ada obat khusus yang bisa membunuh kanker, pasien harus menjalani beberapa tahapan seperti kemoterapi, radioterapi dan operasi, untuk mengecilkan dan mengangkat sel kanker agar tidak semakin meluas ke organ lain"

.

Aqila mengerjapkan matanya perlahan, cahaya diruang serba putih itu membuatnya silau, kepalanya terasa pusing dan penglihatannya nampak masih buram

"Aqila" seseorang memanggil namanya dari samping membuatnya sedikit menoleh

"Kamu siapa?" Aqila memegang kepalanya dan meringis pelan

"A aku Rian" Rian sedikit tergagap menjawab, hatinya terasa berbeda seperti dilingkupi rasa bersalah yang besar, bayangan-bayangan dimana ia membentak Aqila atau menyakiti adiknya terlintas dikepala

"Kak Rian?"

"Ya Kak Rian"

"Ini dimana?"

"Rumah sakit" Aqila mengangguk sejenak dan menutup mata, namun ia kembali membuka mata saat menyadari sesuatu

"Aqila mau pulang" Aqila membuka selimut yang menutupi tubuhnya, dan melepas jarum infus dengan paksa sampai mengeluarkan darah

"Aqila" Rian menarik tubuh adiknya agar kembali ke tempat tidur

"Aqila nggak mau di rumah sakit, Aqila nggak sakit" Rian sampai menahan air matanya mendengar itu

"Aqila harus dirawat biar cepat sembuh"

"Aqila mau ketemu nenek, mereka pasti udah nunggu Aqila dirumah" halusinasi itu datang lagi

"Mereka nggak ada dirumah, mereka udah pergi"

"Pergi kemana? Tadi Aqila denger mereka manggil Aqila" Rian menghadap keatas sekuat mungkin menahan air matanya agar tak terjatuh

"Mereka pergi ke tempat yang jauh dan tak akan kembali"

"Aqila mau ikut mereka, Aqila nggak mau sendirian di rumah lagi" Aqila berusaha melepaskan diri dari Rian, jilbabnya sampai terlepas karena bergerak kesana kemari

"Aqila nggak boleh ikut mereka" Rian mengelus rambut adiknya, air matanya sudah tak tertahan saat melihat banyaknya rambut yang rontok ke tangannya padahal ia hanya mengelus pelan

"Aqila nggak mau kesepian lagi dirumah" Ingatan masa-masa kecil itu berputar dikepala Aqila

"Aqila nggak kesepian lagi, kita ada semua ada untuk Aqila" Aqila memeluk Rian erat, pelukan kakak yang menjadi mimpinya sejak kecil

"Sshhhhh"

Aqila meringis merasakan sakit pada kepalanya, ia mulai memfokuskan pandangannya dan melihat Rian yang tersenyum menatap dirinya dengan mata memerah

Aqila langsung melepas pelukannya pada Rian dan memperbaiki posisinya

"Maaf kak" Aqila meminta maaf, mengutuk dirinya dalam hati, emosinya benar-benar tidak bisa dikontrol, otak dan hatinya seolah bukan miliknya lagi

Rian merasakan sesuatu yang aneh saat tiba-tiba Aqila melepas pelukan mereka dan meminta maaf seolah orang asing hingga menciptakan suasana canggung di ruangan itu

"Tanganmu berdarah, kakak panggil dokter sebentar" Rian bangkit dari duduknya melihat tangan kiri Aqila yang masih mengeluarkan darah akibat jarum infus yang dicabut paksa

Aqila melihat tangan kirinya dan benar saja, pantas ia merasakan rasa sakit

Aqila merenung sejenak, keluarganya sudah tau, mereka sudah tau tentang penyakitnya, ia tak bisa menyembunyikan apapun lagi dari mereka, sikap merekapun mulai berubah, Aqila sampai bingung menghadapi Rian yang seperti tadi, karena seolah bukan Rian yang biasa ia kenal

Sibuk merenung dan berkutat dengan pikirannya, Aqila sampai tak sadar kalau jilbab yang ia kenakan sudah terlepas dari kepala hingga memperlihatkan rambutnya yang kian menipis

Ceklek

Pintu kamar itu terbuka, dokter Diana juga keluarganya masuk kedalam ruangan

"Kenapa infusnya dilepas?" tanya dokter Diana dengan tersenyum ramah, Aqila hanya menjawab dengan gelengan, ia masih bingung dengan pemikirannya sendiri

"Jangan terlalu dipikirkan, kita semua ada untuk Aqila, jangan pernah berfikir sendirian, Aqila harus punya semangat buat sembuh" Aqila hanya menanggapi dengan senyuman, bagaimana ia tak berfikir sendiri? jika sedari dulu ia seolah orang asing

"Aqila harus sembuh sayang" Mama Intan memeluk Aqila dan mengup-usap rambut putrinya hingga rambut Aqila banyak menempel ditangannya

Ia mengangkat wajahnya keatas agar tak mengeluarkan air mata, bukan hanya Mama Intan tapi mereka semua yang ada dalam ruangan itu mengalihkan pandangannya kearah lain, agar tak terlihat bersedih didepan Aqila

.

Banyak Typo...🙏

1
Anonim
😭😭😭 taruh bawang nya kebanyakan ceritanya bagus bngt
Rofik Aulian
niat mau grebek malah digrebek😭🤣
Rofik Aulian
akhirnya ada yg buat tertawa😭😄
Rofik Aulian
sudah ku duga kalo mimpi
Rofik Aulian
tanggung jawab tho besok mataku sembab😭😭😭😭
Rofik Aulian
sangat sangat bagus
Rofik Aulian
dari bab pertama author sudah membuatku sakit😭😭😭😭
Ananda Setiawan
si fadila nyanding nyrimpet mulu si,, dlu di kisah naufal,, sekarang di kisah gempano,,
greget bgt rasanya,,
andayani meme
Masya Allah, cerita yg alurnya sangat romantis, deg2an, mengharukan, kadang jg menyayat kalbu. Perjalanan cinta, perjalanan hidup dg berbagai liku-liku suka-dukanya. Kereeen banget.
tanpa nama
Ginilo.. Laki2 itu teges, bs ambil keputusan. Gk klowa klowo iya2 aja
tanpa nama
Gmn ini cara masukin air mataku lagi... Sia2 tadi nangis smpk sesenggukan
tanpa nama
😭😭😭😭😭😭 Novel apaan inii bikin org banjir air mataa
tanpa nama
😭😭😭😭
tanpa nama
Ini baca novel apa lagi ngiris bawang merah sih 😭 bikin nangis mulu
falea sezi
kapok
Nuri_cha: Halo sahabat pembaca,

Aku baru saja menulis novel terbaru. SIAPA AKU DI SISIMU

Bercerita tentang seorang wanita yang baru terbangun dari koma, dan tiba-tiba sudah memiliki suami. Penuh dengan teka-teki tentang kehidupan yang hilang.

Mampir yuk, semoga sesuai dengan genre kamu.

Terima kasih 🙏🏻
total 1 replies
falea sezi
laki yg berlindung di ketek ibunya uda ma fadila aja yg sok suci sok lembut idaman emak lu tuh dih najis
falea sezi
bodoh mending pergi kos kerja part time putusin hubungan keluarga bkin kk sendiri
bimar2627
bener bener yaa membuat mata bengkak nangis kayak apa gara gara nih novel 😭😭😭😭
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya. trmksh🙏
total 1 replies
bimar2627
kumenangis tak henti henti thor,,, 😭😭😭😭😭
Ismaini Azwar
betul betul menguras air mata thor../Cry//Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!