NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: mommy Eng

(Spin off dari The love story'of Single Parents)
Disarankan membaca novel The love stroy of single parents dulu, agar mengetahui bila Raka dan Jodhi itu tidak bisa terpisahkan.

🌺🌺🌺


Novel ini bergenre Romantis Dewasa, dengan membaca ini, pembaca berarti telah mengerti jika jalan cerita membutuhkan kebijaksanaan yang lebih.

***
Galuh, wanita itu merasa hidupnya hancur kala mengetahui jika suaminya telah menikahi wanita lain secara siri tanpa sepengetahuan dirinya.

Hingga takdir mempertemukan dirinya dengan duda yang notabene merupakan Ayah dari murid tempat dia mengajar. Bisakah mereka bersama? Saat rival masing-masing menghantam tak kenal kasihan?

***

Cintanya yang bertepuk sebelah tangan kepada Lintang membuat Jodhi memiliki sedikit dendam kepada teman semasa SMP- nya itu. Tak di nyana, di masa depan ia bertemu dengan Lintang yang menjadi wanita malam.

Kejadian fatal malam itu membuat Lintang harus mengandung benih dari Jodhi. Sialnya, Jodhi harus kehilangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Eng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Secuil luapan isi hati

Bab 26. Secuil luapan isi hati

.

.

.

...🌺🌺🌺...

...Seribu kali kucoba menghindari...

...Seribu kali kucoba tak kembali...

...Namun langkahku menjadi kian pasti...

...Menatap bayangmu dalam cinta yang semu...

...Seribu kali 'ku menatap gambarmu...

...Seribu kali 'ku menyebut namamu...

...Hasrat padamu kian mendesak kalbu...

...Namun selalu aku merasakan...

...Tak mampu...

...Ke mana 'ku harus melangkah?...

...Jejakmu samar-samar kuikuti...

...Ke mana 'ku harus melangkah?...

...Cintamu terlalu sulit untukku...

...Terangilah kasih lentera cintamu itu...

...Agar 'ku tak jatuh dalam kegelapan...

...Agar 'ku tak jatuh dalam kegelapan...

...(Utopia ~ Lentera Cinta)...

.

.

Galuh

Ia baru saja hendak membuka pintu, saat tiba-tiba Adipati menyembul dari balik pintu utama rumahnya itu.

Membuatnya nyaris menyentuh wajah suaminya itu kurang beberapa centimeter saja.

" Dari mana kamu?" Tanya Adipati yang mengerutkan kedua alisnya, saat Galuh langsung ngeloyor itu.

" Keluar!" Jawab Galuh jengah berusaha biasa saja. Ia tahu, ada mertuanya di dalam. Tapi entah mengapa perasaan tak nyaman yang ia dapat dari luar, masih ia bawa hingga kerumah.

" Orang tuaku lagi ada disini , dan kamu main pergi-pergi aja seenaknya!"

" Paling enggak kamu itu iz..!_

" Aku uda izin kok sama mama!" Sahut Galuh dengan wajah dingin namun dengan suara tenang. Membuat Adi tersentak.

" Lagian sejak kapan sih kamu peduli aku mau kemana, hah? Mas Adi juga mau kemanapun juga enggak pernah aku recokin kan?"

Galuh seketika membalikkan badannya usai mengeluarkan sedikit unek-unek dalam hatinya. Membuat Adi hanya bisa mengeraskan rahangnya sebab semua ucapan Galuh itu benar adanya.

Tanpa mereka sadari, ibu mertua Galuh melihat perdebatan kecil itu. Wanita beruban itu menangkap sedikit ada kejanggalan dalam rumah tangga anak-anaknya. Benarkah jika semua baik-baik saja?

Wanita itu kini tertegun di balik dinding yang berada di dekat tangga. Apa yang sebenarnya terjadi?

.

.

The Paradise Pub

***

Dewi

Siang itu, ia terlihat duduk sambil menikmati minuman dengan kadar alkohol yang cukup tinggi. Di bawah pengawasan Anom yang menatapnya tak jemu.

Dewi memang sering menghabiskan waktunya di tempat ini, saat ia merasa dirinya penuh persoalan. Bahkan sebelum ia menemukan Anom, lalu memperkerjakan pria malang itu.

" Anda sudah minum cukup banyak. Sebaiknya kita pulang!" Anom berusaha melindungi wanita itu sebisanya. Sebuah janji pada diri sendiri, sejak Dewi menolongnya beberapa waktu silam.

"Kita ada meeting jam tiga nanti!" Pria berwajah blasteran Indo Jepang itu terlihat mencemaskan Dewi. Meski ia tahu, wanita dengan rambut pirang itu kerap mengabaikan warning darinya.

Dewi masih tekun meneguk sloki demi sloki minuman itu. Sama sekali tak menggubris larangan Anom yang terlihat cemas meski pria itu berwajah datar.

" Minumlah Anom. Sesekali kita perlu pusing agar hidup kita seimbang!" Dewi tersenyum sumbang. Pandangannya kini menerawang jauh. Terlihat seperti tengah mengingat- ingat sesuatu.

" Kau tidak perlu se formal itu denganku. Nasibmu ini sama denganku bukan? Dewi menarik sudut bibirnya yang semakin membuat Anom merasa iba.

" Sama-sama menjadi manusia yang tidak di akui"

Dewi tersenyum ironi menatap Anom. Membuat hati pria itu bak tersusuk paku, Anom benar-benar kasihan dengan wanita itu, meski wajah yang tersuguh selalu kaku.

.

.

Perusahaan Delta Group

***

Raka

" Bos, Tuan Jodhi tadi berpesan jika akan kemari sebentar lagi!" Ucap Niko yang masih tekun memindai beberapa berkas, untuk di masukkan ke dalam file penting.

Benar-benar luar biasa, jika pria seusia Niko rata-rata masih menghabiskan waktunya di bangku sekolah menengah atas kelas akhir, tapi dia sudah menjadi anak buah seorang pengusaha sembari menjalani pendidikan di universitas.

Definisi dari anak genius.

" Jodhi?" Raka Mengehentikan sebentar kegiatannya." Kenapa tidak telpon langsung?" Raka berucap dan lebih terkesan bertanya kepada dirinya sendiri, ketimbang kepada laki-laki yang sudah seperti adiknya sendiri itu.

Niko menatap pria dengan kumis tipis itu dengan lekat, " Coba cek ponsel anda!"

Raka seketika mengambil benda pipih berwarna silver itu dan menggulirnya. " CK, aku lupa Ko. Mati nih. Tolong kamu charge!" Pinta Raka mengangsurkan ponselnya ke ujung meja. Membuat anak Devan itu seketika maju dan meraih ponsel Raka.

Raka benar-benar lelah semalam. Pria itu sibuk dengan Citra yang terus saja merajuk. Ia bahkan ketiduran di kamar anaknya hingga fajar menjelang.

.

.

" Apa? elu jangan aneh-aneh deh Jo!" Raka terkejut demi mendengar Jodhi yang berbicara ngawur soal Dewi.

" CK, beneran Ka. Pria itu seumuran ama kita. Tapi...masih ganteng elu sih!"

Jodhi mengatakan jika ia tadi sempat melihat Dewi bersama pria lain dan terlihat begitu akrab. Jodhi menebak jika wanita mabuk dan tengah di papah pacarnya.

" Udah jangan ngawur, salah lihat kali kamu. Dia itu punya kerjaan jelas. Mana mungkin jam segini dia kelayapan enggak jelas!"

Jodhi menggelengkan kepalanya demi melihat reaksi Raka. Ya...mungkin saja Raka benar, bisa saja dia salah lihat. Wanita jaman sekarang kan dandanannya hampir mirip-mirip.

" Tapi... emang ayah bunda setuju kalau kamu sama wanita itu...!"

" Entahlah Jo. Somehow aku juga musti mikirin Citra. Dewi orang baik, wanita karir yang cerdas. She's is Prefect woman. Tapi... Citra kayaknya sulit banget buat nerima dia!"

Raka bahkan memijat keningnya saat ini. Pria itu benar-benar mumet kalau sudah menyangkut urusan Citra.

" Lagipula, aku sama dia masih temenan kok Jo. Enggak ada status apapun!" Ucapnya lagi sembari membuka laptop di depannya.

" Kenapa? Are u like her?" Tanya Raka pada Jodhi.

Mendapat pertanyaan seperti itu dari Raka, seketika membuat kilasan ingatannya kembali kepada Lintang yang hilang bak di telan bumi.

" Dulu kamu mengatakan hal itu juga Ka ke aku, tapi Lintang lebih milih kamu ketimbang aku. Dan sekarang.."

" Mungkin aku yang terlalu tersugesti sama ucapan mama buat keburu nikah lagi. Jadinya aku terkesan buru-buru memaksa keadaan!"

Kilasan ingatan Jodhi seketika menguap demi mendengar suara Raka yang kembali yang kembali menyambung obrolan.

" Tapi... setelah lihat Citra kayak gitu, mungkin aku yang ganti harus sabar. Aku juga kasihan sama Dewi yang terus dapat penolakan dari anakku Jo!"

.

.

.

To be continued

1
Khairul Azam
astaga naga mulutnya,
Khairul Azam
itu nanti tau rumah yg ditinggali lintang jhodi semakin bertambah rasa bersalahnya
Khairul Azam
melok nangis aku, bener" sensitif banget aku klo menyangkut anak dan keadaan seperti lintang ini, dulu aku jg seperti itu, pisah sama mantan suami pas anakku umur kurang dua bulan, aku keluar dari rumahku sendiri cuman bawa anak gak punya uang, pas anak umur 9bln aku krj Alhamdulillah skrng aku bisa nyukupi anak punya tabungan punya kebun, dan mantan suamiku skrg hidupnya ya begutu" saja. iihh jd curhat
Khairul Azam
heran ya sama orang" itu, makan jg gak minta mereka
Khairul Azam
udah baca aku, bagus jg ceritanya
Khairul Azam
aku pas baca mas kawinya langsung tak hitung 😅😅😅
Khairul Azam
bukan nya waktu galuh nyamperin si adi sama maya, waktu itu si maya udah hamil ya? lha kq numpk skrng blm lahir jg
Khairul Azam
kasihan dwwi dia masih kecil gak tau apa" kenapa ditaruh panti asuhan, meski bukan anak kamdungnya kenapa gak dirawat aja orang anak kecil
TongTji Tea
astagaa...sambil makan pecel aku pas baca ini untuk kesekian Kali nya 😩😓.kawusss tenan.
Mommy Eng: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
TongTji Tea
Disini aku jadi meragukan Jodi. badboy beneran Nggak sih? padahal kalo badboy itu biasanya lebih peka ,lebih antisipasi .Bukan sekedar ena2 aja .Jadi kalo mudah banget masuk perangkap Dewi y jodhi ini Masih amatiran 😂
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Lia Kiftia Usman
he eh...😊 nikmat mana lagi yg kamu dustakan
Siti Zubaedah
Luar biasa
Egi Zen
aku ingin kisah Denok dan Jojon dan rumah baru lintang dan mantan2 jodhi
Irawati Soetojo
Sampai kemekel.....astaga
Phiphiet Safitri
Luar biasa
Cha Zharaa
kok jd kpikiran itu calist ya
Muhammad Jain
Kecewa
Mommy Eng: kak jika tidak suka tolong jangan kasih rate dua. Tinggalkan saja dan tidak usah baca
total 1 replies
Widia Annisa Santoso
akhirnya berakhir dg bahagia...🥰
Ennyyl
AQ kok keingat Tini ya. kalau ada mbk denok
Khairul Azam: hahhahh sama, novelnya juskelapa
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!