Nayla Prasetio Andini adalah gadis baik lembut, Allah mentakdirkan seorang pria yang baik untuk dirinya. Akan tetapi dibalik semua itu Allah menguji kebahagiaan rumah tangganya, dengan memberinya kesulitan dalam mendapatkan keturunan.
Setelah sekian tahun membina mahligai rumah tangga, ujian untuk dirinya dan suaminya pun berakhir. Ternyata Allah berkehendak lain, Nayla pun hamil dan mendapatkan keturunan.
Disaat kebahagian sedang menghiasi rumah tangga mereka, sang suami tercinta mendapat tugas kemanusiaan, yang pada akhirnya Nayla harus berjuang sendiri untuk melahirkan bayinya.
Namun, disaat kesulitan sedang melanda Nayla sewaktu hendak melahirkan, malaikat penyelamat pun datang untuk mengulurkan bantuan. siapa sangka, hati yang terpilih itu berubah secara perlahan untuk mengkhianati pasangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Minwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26 Mengidap penyakit kanker rahim
Setelah nasi di piringnya habis, Yuda berniat hendak menambahnya lagi, akan tetapi Nayla menolaknya seraya memegang tangan suaminya.
“Ada apa sayang?” tanya Yuda terkejut.
“Nay udah kenyang Bang,” jawab Nayla pelan.
“Benar Nay, udah kenyang?”
“Iya Bang, Abang lanjutkan aja makannya, Nay menunggu di mobil aja.”
“Eh jangan, kita ke mobilnya barengan aja,” jawab Yuda seraya membayar makanannya di kasir.
Setelah beberapa langkah keluar dari restoran itu, Nayla mendadak pusing, pandangan matanya seperti berkunang-kunang. Nayla mencoba meraih tangan suaminya.
“Ada apa sayang?”
“Nay pusing, Bang!” jawab Nayla dengan suara serak.
“Ooo, kalau begitu biar Nay, Abang gendong aja,” kata Yuda seraya mengangkat tubuh istrinya.
Lalu Yuda menyenderkan tubuh Nayla di bangku depan, tampak wajah Nayla sangat pucat sekali, dalam Yuda begitu mencemaskan keadaan istri yang paling disayanginya itu.
Tak tinggal diam, Yuda terus memijat kening Nayla dengan lembut dan pelan, sesekali dia memandangi wajah Nayla yang tampak pucat sekali.
“Gimana sayang, masih pusing?” tanya Yuda ingin tau perkembangan istrinya.
“Masih Bang,” jawab Nayla.
“Kalau gitu, gimana kita cari penginapan aja, biar Nay bisa istirahat sebentar.”
“Nggak usah Bang, ntar lagi juga bakalan hilang.”
“Kok Nay tau, bakalan hilang?”
“Biasanya juga gitu kok.”
“Jadi Nay udah sering mengalami pusing seperti ini?”
“Iya, Bang.”
“Sejak kapan?”
“Semenjak Nay pergi kebutik.”
“Kenapa Nay diam aja?”
“Buat apa? ntar juga hilang sendiri.”
“Baiklah, lalu kita gimana sekarang ?” tanya Yuda pada Nayla.
“Sebaiknya kita lanjutkan aja perjalanan kita.”
“Tapi, Nay masih kuat kan?”
“Iya Bang, Nay kuat kok,” jawab Nayla begitu yakin.
Karena Nayla begitu yakin dengan kondisi tubuhnya, Yuda pun kembali melanjutkan perjalanan.
Di bangku sebelah kiri, tampak Nayla menyenderkan kepalanya, seraya memijit-mijit pelan. Lalu sesekali dia meringis menahan rasa sakit.
Setelah beberapa jam perjalanan, tibalah mereka didepan rumah sakit spesialis penyakit dalam.
Yuda langsung memasuki areal parkiran rumah sakit itu.
“Kita ngapain kesini Bang?” tanya Nayla heran.
“Abang ada sedikit perlu, dengan dokter yang bertugas didalam,” kata Yuda seraya membuka pintu mobilnya.
Setelah turun Yuda pun langsung berputar kearah pintu Nayla, dan membukanya.
“Ayo turun!” perintah Yuda pada istri.
“Kita mau ngapain Bang?” tanya Nayla sekali lagi.
“Ikut Abang aja,” jawab Yuda, yang membuat Nayla semakin bingung.
Akan tetapi, karena tak ingin berkomentar lebih banyak lagi, Nayla pun mengikuti langkah kaki suaminya dari belakang.
Dengan langkah pelan, Nayla selalu menyempatkan diri untuk membaca apa saja tanda yang sudah dia lewati.
Merasa penasaran, Nayla mencoba bertanya lagi pada Yuda, tentang tujuannya datang kerumah sakit itu.
“Sebenarnya kita ngapain datang ketempat ini sih, Bang?”
“Udah, Nay ikuti aja Abang, nanti Nay pasti tau jawabannya.”
“Baiklah,” jawab Nayla dengan sedikit kesal.
Setibanya didepan sebuah ruangan, Yuda langsung mengetuk pintunya, karena tak mendapat jawaban, Yuda pun mengetuknya berulang-ulang. Lalu dari dalam terdengar suara seseorang.
“Silahkan masuk!"
Mendengar suara yang begitu lembut itu, jantung Nayla terasa hampir terlepas dari gagangnya.
perasaannya terasa berkecamuk tak menentu, seperti ada kecurigaan didalam hati kecilnya.
Pintupun dibuka dengan pelan oleh Yuda, dan seorang perempuan cantik telah menunggunya didalam.
“Astagfirullah, Apa maksud semua ini Bang?” kata Nayla membatin.
“Assalamu’alaikum, Sis,” Sapa Yuda dengan suara lembut.
“W’alaikum salam,” jawab perempuan itu, seraya mengulurkan tangannya pada Yuda.
“Ini Dokter Siska,” kata Yuda memperkenalkan perempuan itu pada Nayla. ”Kenalkan dok, ini istri saya Nayla namanya.
“Ooo,” jawab dr. Siska, seraya mengulurkan tangannya pada Nayla.
Walau terasa begitu berat sekali untuk menyambut uluran tangan Dokter itu, namun Nayla tetap harus menerimanya.
Seraya sama-sama tersenyum, keduanya pun saling berjabatan tangan.
Akan tetapi dibalik senyum yang dipamerkan Dokter itu, Nayla melihat kecurigaan yang tak beralasan darinya.
“Ternyata istrimu sangat cantik sekali Yud,” kata dr. Siska memuji kecantikan Nayla.
Mendengar pujian itu, Nayla tersenyum manis, walaupun dia tak percaya dengan pujian yang dilontarkan dr. Siska padanya.
“Silahkan duduk,” kata dr. Siska, sembari menggeser bangku yang ada disudut ruangan itu ke depan Nayla.
Sembari tersenyum Nayla langsung duduk di bangku yang telah disediakan untuknya.
“Ada kabar apa Yud?” tanya dr. Siska pada Yuda.
“Begini Sis, sesuai dengan gejala yang dialami istri saya, sepertinya saya harus segera memeriksanya secepat mungkin,” kata Yuda seraya menceritakan gejala yang di alami istrinya.
“Apa kamu nggak tau, Yud? biasanya setiap gejala yang dialami seperti itu, yang datangnya secara tiba-tiba, itu pasti berbahaya.”
“Itulah sebabnya, aku ingin cepat-cepat memeriksakannya."
“Ooo, baiklah! kalau begitu, boleh Siska bertanya sama Nayla, tentang rasa sakit yang dialami selama ini?”
“Iya, boleh,” jawab Nayla pelan.
“Dimana sih rasa sakit yang sering Nay rasakan selama ini?” tanya Siska dengan suara yang lembut.
“Nay, merasakan sakitnya diperut bagian bawah.”
“Pernah mengalami kejang atau tak sadarkan diri, sewaktu sakit?”
“Iya, Nay sering sekali pingsan, karena menahan rasa sakit.”
“Kalau begitu, gimana kalau Nay kita periksa dulu.”
“Baik,” jawab Nayla tersenyum ramah.
Disaat dr. Siska menggandeng tangan Nayla dengan pelan, disana Nayla baru menyadari, kalau dr. Siska itu, adalah dr spesialis penyakit dalam.
bukan selingkuhan Yuda, seperti yang ada dipikirannya saat itu.
“Nay nggak usah khawatir ! semuanya pasti berjalan baik-baik aja kok,” kata Siska menenangkan hati Nayla.
“Sebenarnya Nay sakit apa sih dok?” tanya Nayla tak mengerti.
“Tenang aja, Nay nggak usah cemas! itu sebabnya, Nay kita periksa dulu.”
“Baiklah,” jawab Nayla singkat.
Seraya mematuhi perintah Siska, Nayla dibawa keruang pemeriksaan, dengan teliti dan begitu hati-hati, Nayla diperiksa.
Dua jam, sudah Yuda menanti istrinya diruang tunggu, berharap Nayla keluar tampa membawa beban yang begitu berat.
Namun sayang takdir hidup telah menetapkan hal yang demikian.
Disaat Siska keluar, Yuda langsung menyongsongnya, dengan gerakan cepat.
“Gimana Sis, penyakit apa yang sedang diidap oleh istriku?”
“Menurut hasil labor, istrimu Nayla mengidap penyakit kangker Rahim Stadium dua.”
“Apa? istri saya mengidap penyakit kangker Rahim?” tanya Yuda tak percaya.
“Iya, itu benar Yud.”
“Astagfirullah! Begitu berat cobaan ini ku rasakan,” kata Yuda seraya terhenyak duduk diruang rumah sakit.
“Sabar, Yud! yang sabar! semua cobaan pasti ada jalan keluarnya,” kata Siska seraya menepuk pundak Yuda.
Disaat bersamaan, Nayla pun keluar dari ruang pemeriksaan, ketika dilihatnya Siska menyentuh suaminya, hati Nayla begitu sakit sekali. Tapi perasaan itu cepat- cepat ditepisnya.
“Ada apa Bang, kenapa kelihatan sedih?” tanya Nayla heran.
Tapi Yuda tak menjawabnya sama sekali, mulutnya terasa berat untuk berkomentar apapun.
“Jawab dong, Bang? kenapa diam aja?”
“Yang tenang Nay,” kata dr. Siska, seraya meraih pundak Nayla.”
“Nay jadi bingung deh! sebenarnya, sakit Nay itu apa sih!”
Bersambung...
\*Selamat membaca\*
wahahahahha aku ngakak bacanya 🤣🤣
ampir lagi ke penjahit cantik ya..😊😊😊
sikat yog mumpung yuda ga ada nyokkk jangan dianggurin sayang
dikasih hati minta jantung