NovelToon NovelToon
A Happiness From DESTROYED WORLD

A Happiness From DESTROYED WORLD

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Petualangan / Zombie / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:43.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora Veganadia

Di dunia yang hancur oleh kekacauan dan kegelapan, bertahan hidup adalah satu-satunya pilihan. Mikayla mengira hidupnya biasa saja—hingga satu peristiwa tragis mengubah segalanya. Kini, bersama sekelompok sekutu pemberani, ia harus menghadapi monster, pengkhianatan, dan bayangan manusia itu sendiri.

Akankah mereka bertahan, atau dunia yang hancur akan menelan semuanya?

Ikuti terus kisahnya, terima kasih! Semoga suka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora Veganadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aneh.

Masih berada distasiun kereta bawah tanah, pikiran mereka berkecamuk ke hal yang lain, apalagi saat mendengar perkataan dari Vasretto yang memang kejadian tadi sedikit aneh dan membingungkan. Monster itu seakan adalah manusia buatan.

"Apa ini sangat aneh?"

"Apa mau di periksa? agar kita bisa cepat menyelesaikan musuh dunia ini agar berakhir damai." saut Max yang masih menatap bercak darah bekas rekannya yang sudah mati dan mayatnya dibawa pergi oleh sosok itu. "Kita harus mengikuti dimana mereka berada, apa kalian siap?" tanya Reza.

"Siap."

"Kami selalu siap." ujar Mika dan Dahlia dengan mempersiapkan senjata untuk jaga jaga.

Mereka pun langsung berjalan mengarah ke mana perginya monster itu menghilang, dan berhenti disebuah pintu yang sedikit renggang tidak rapat Reza dan Vas berfirasat mereka bersembunyi di balik pintu ini. Dan mereka baru menyadari bahwa stasiun bawah tanah ini memiliki ruangan lain dan jalanannya berlorong sepi dan menyeramkan seperti ini dilengkapi dengan lampu yang masih menerangi lorong itu dengan jarak yang cukup.

Tapi mereka yakin diujung sana ada pintu lagi. "Tempat apa ini?"

"Jalan ditempat gelap jika ada gerakkan kita harus waspada dalam hal apapun."

"Jangan ada yang tertinggal. Kita tidak ingin ada yang menghilang lagi nyawanya. Lindungi kalian sendiri sebelum melindungi yang lain." saut ayah Lexus yang berada didepan putrinya dan dibelakang putranya.

"Apa kita masih jauh?" bisik Damar kepada Rizki yang langsung digelengi, "gak tau mungkin sebentar lagi."

Tak!

Tak!

Tak!

"Ssttt." bisik Reza kearah belakang yang langsung dilakukan oleh ayah Lexus keputrinya, Mika ke arah Damar yang pas sedang menoleh kedepan dan Damar pun langsung mengatakan diam kepada yang berada paling belakang.

Reza dan Vas mengintip sebuah pintu yang menampakkan seorang pria yang ia ketahui yang tak lain dengan pria yang kabur saat temannya dibunuh oleh monster. Yang ternyata monster itu jadi-jadian yang mengikuti asli diluar sana.

"Menyebranglah." ujar Reza namun ia tidak berdiri tegak melainkan merunduk. Diikuti oleh yang lain sampai mereka benar benar menyebrangi pintu yang dalamnya berisi pria itu. Sampai suara berbicara pria itu terdengar, "ternyata enak juga ya menjadi monster dan membunuh manusia." ujarnya yang langsung disauti oleh yang lain, "kau memang gila, hanya kau saja yang berani seperti itu tapi bagaimana jika si bodoh itu membunuhmu sebelum tangan tajammu itu numbuh."

"Ya kalian bantu akulah."

"Ck. Kau memang licik ya. Tapi diriku bingung bagaimana bisa tanganmu menumbuh senjata tajam seperti itu?"

"Kalian harus diam ya. Aku dapat tangan tajam ini dari seorang prof yang gila uang, beliau bekerja sama dengan beberapa orang yang berambisi dengan rusaknya dunia ini maka dari itu aku mendapatkannya dan mengeluarkan uang yang kupunya serta wanita. Hahaha." ujarnya diakhir tawa jahat dari mulut sampahnya.

Reza dan Vas yang mendengar itu langsung segera mengunci pintu itu dengan sangat pelan lalu menggantungnya dihandle pintu dan berlalu meninggalkan para pria yang tak tau diri itu.

Saat ini mereka melangkah keluar dari lorong melalui pintu lain, mereka juga berhenti disalah satu toko makanan yang kemungkinan masih bisa digunakan untuk mereka makan. Tak mereka sadari ada banyak mata yang menatap mereka dari kegelapan.

Beberapa pengawal ayah Lexus merinding saat melihat kearah belakang mereka dengan segera menepuk Max dan mengatakan. "Kita harus pergi, Max."

"Ada apa?"

"Mereka disini." lirihnya sambil melirik kearah belakang.

Max ikutan menatap kearah belakang ia langsung membelakkan kedua matanya dan menyuruh yang lain segera keluar dari toko makanan itu, Mika yang melihat itu langsung memasuki apapun yang ada didepan matanya dan keluar dengan ransel yang sudah penuh dengan makanan berat serta ringan.

"Ayo kita lari."

"Mereka disini." ujar Max membuat yang lain stand by mengeluarkan senjata dan melindungi orang yang mereka sayangi itu. Karena mereka semua sudah menganggap yang lain sebagai keluarga.

Lari kencang dengan sekuat tenaga sampai Reza melihat sebuah pintu keluar dan membukanya dengan sekuat tenaga ternyata terkunci. Ia dibantu oleh Vas dan Luffy,

Brak!

Brak!

Brak!

Ketiga kali pintu terbuka lebar dan mereka mulai masuk satu persatu, sampai monster itu meraih kaki pengawal setia ayah dengan mencengkramnya kuat sampai kakinya luka parah. Ia berteriak kesakitan dengan sekuat tenaga Ethan dan Rizki menariknya sampai masuk kedalam dan pintu sudah ditutup rapat oleh Max dan Vas serta Mika sudah melempar sebuah bom bius keluar sana.

"Sudah,.. kita berhasil."

Max menghampiri temannya dan melihat lukanya yang sangat parah membuat ia mengambil alkohol anti bakteri yang ia ambil tadi. "Tahan ya buddy, Ini mungkin akan sangat sakit." ujar Max yang diangguki temannya dan pria itu menuangkannya ah bukan menumpahkan semua alkohol anti bakteri itu kepada luka kaki yang diderita temannya.

Teriakannya tertahan karena mulutnya sudah ditaruh sebuah kain yang tergulung dan itu sangat bersih. "Erghhhhhhh!"

"huhhh.. Huhh.."

"Maaf, apa sangat sakit?" Max khawatir kepadanya yang langsung lemas dengan menyender ke dinding belakang punggungnya. "Aku sudah lebih baik, makasih max."

"Apapun untukmu, Jay. Dan ini belum selesai." Mika mengulurkan obat merah dan membukanya untuk Max namun dengan mencelupkan kapas ke obat tersebut. Max menuruti perintah Mika. "Diseka pelan pelan jangan diguyur kayak tadi, sayang alkoholnya untuk luka yang lain."

"Maafkan saya." Tunduk Max lalu mengobati luka kaki Jay dengan pelan setelah itu ia baluti dengan kain kasa untuknya tak lupa diplester.

--

Bersambung..

Like.

Komen.

Vote.

Mohon dukungannya..

Love me.

🖤

1
Skngwr20
Ayo dong ramaikan🤭
Mona Lina
Suka covernya 🤩
Skngwr20: Terima kasih❤️
total 1 replies
Wafi_Shizukesa
Hasil eksperimen yang berhasil kabur?
Wafi_Shizukesa
'Lili' 'Lala', seperti nama anak kembar aja nih 😂
Wafi_Shizukesa
Wih, keren nih. Apakah cerita ini akan berlanjut "survive" di dalam gedung? Semangat thor...
Skngwr20: Makasih udah datang ka.. Dukung aku yaa
total 1 replies
Wafi_Shizukesa
Positif thinking aja, ya kan?
Ragadi
Ayo update terus! Ceritanya bagus Semangat Rora! Cerita kamu Bagus dan Keren!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!