menjadi anak kyai ternama memiliki predikat lulusan terbaik tak menjamin menjalani kehidupan sesuai agama yang di anut
zalwa azzahra
kesal akan sikap abah yang menikah kan secara sepihak ia lebih memilih mengadakan sebuah perjanjian yang seharusnya tidak ia lakukan
bagaimana keseruan cerita nya yukkk baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Kasuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 26
zalwa berulang kali memejamkan matanya namun ia tak dapat terlelap bayangan orang itu masih terus terlintas
"kenapa belum istirahat ?" tanya zaki yang datang dengan meletakan makanan di maja
"ngak bisa dok ke inget tarus kejadian tadi " sahut zalwa dengan meletakan tangganya di depan mata
"mau makan ?" zalwa mengeleng
"mau minum obat tidur ?" tawar zaki yang melihat zalwa masih gelisah
zalwa beranjak duduk " boleh deh " zaki mendekat memberikan obat tidur pada zalwa
"satu aja jangan lebih " ucap zaki ketika zalwa menuangkan obat ke tangannya
setelah meminum obat tak menunggu waktu lama zalwa terlelap dalam tidurnya
tok tok tok " masuk "
"gimana keadaan zalwa ?" tanya filzah dengan melihat zalwa yang tidur
zaki menoleh ke zalwa "kita keluar aja biarin dia istirahat dulu " ajak zaki keluar ruangan
"zalwa masih syok , oya gimana keadaan pasien ?" tanya zaki
" Alhamdulillah baik udah siuman dia juga mau ketemu sama zalwa mau minta maaf " jelas filzah dengan menyodorkan hasil pemeriksaan pasien tersebut
"dari datanya ngak ada luka yang serius cuma luka luar " ucap zaki dengan melihat data pasien yang di tabrak zalwa
"iya akibat kecelakaan tadi luka lama di kepalanya jadi kebuka lagi " sahut filzah
"pantes banyak darah kirain parah " ucap zaki dengan memberikan map pada filzah
"zaki " zaki menoleh mendengar namanya di sebut
"Ilham, alwi kalian disini " tanya zaki yang melihat kedua iparnya yang datang
" gimana keadaan zalwa ?" tanya ilham pada zaki
"Alhamdulillah zalwa baik baik aja sekarang lagi istirahat di ruangan saya " jelas zaki
"dok saya permisi dulu " pamit filzah pada zaki yang mengangguk
" gimana keadaan korban ngak ada yang patah kan ?" tanya alwi
zaki mengeleng "cuma luka ringan, saya juga belum liat keseluruhan karna ngurusin zalwa tadi , mau ke sana ?" tawar zaki membuat ilham dan alwi mengangguk
ketiganya langsung menuju ruang rawat untuk menemui pasien
.
.
.
" Lo pak heru " panggil zaki ketika melihat korban yang di tabrak zalwa
" nak zaki ya yang waktu itu " zaki mengangguk lalu menyalami heru
" kalian saling kenal ?" tanya ilham yang melihat ke akraban mereka
zaki mengangguk " ini ayahnya fajri salah satu teman kuliah dulu " jelas zaki
ilham tau siapa fajri lelaki yang perna mau menikahi zalwa di kairo lelaki itu juga yang melamar aisyah gurunya zalwa
"maaf pak atas keteledoran istri saya karna dia bapak jadi begini " sahut zaki tidak enak
Heru tersenyum "saya yang salah nak kalau saja tidak sambil main hp ngak mungkin jadi begini "
"ini kalau tidak salah anaknya kyai abdul aziz pemilik pesantren asshiddiqiyah ?" tanya heru pada kedua lelaki di samping zaki
" iya pak benar " sahut ilham
"masyaallah, sungguh senang hati saya bisa bertemu dengan kalian " sahut heru dengan senang
"ada apa ada yang sakit kalian ke sini ?" tanya heru lagi
"mereka sodara ipar saya pak" jelas zaki
heru kaget " jadi yang menabrak saya itu anaknya kyai abdul aziz "
" iya pak " sahut zaki lagi
"tunggu bukannya kyai abdul aziz tidak punya anak perempuan ?" tanya nya lagi
" ada pak yang terakhir selama ini di kairo " jelas ilham
pak heru mengangguk " pantes ngak tau, berarti dia istrinya nak zaki ya, apa bapak bisa bertemu dengan istri nak zaki saya ingin minta maaf karna telah teledor nyebrang sembarangan "
ketiganya saling pandang lalu mengangguk
" bisa pak tapi nanti dia lagi istirahat"
.
.
.
" jadi dia ayahnya fajri" ucap alwi ketika mereka di ruangan zaki
zaki mengangguk " apa kalian perna bertemu fajri ?" tanya zaki
Ilham dan alwi mengeleng " kita cuma tau namanya aja " kata nizam
" udah magrib kita balik ya " ucap ilham dengan melihat jam di tangganya
alwi melihat zalwa dengan kesal" pules banget tidurnya dek bangun abang mau pulang ini "
" orang mau istirahat biarin aja" ajak ilham dengan menarik tangan alwi
zaki menoleh " iya di kasih obat tidur dari kejadian tadi dia gelisa mondar mandir ngak jelas di suru istirahat juga sama mangkanya dikasih obat tidur biar tenang sebentar " jelas zaki
"Abah sama ummah tau kejadian ini ?" tanya zaki lagi
"belum abah sama ummah lagi di cianjur" mendengar itu zaki menggangguk
" zaki jangan kasih tau nizam bisa bisa zalwa nggak di izinin lagi bawa mobil" zaki mengangguk mendengar ucapan alwi
.
setelah kepergian ilham dan nizam zaki mendekati zalwa karna melihat tidur zalwa yang pulas zaki memutuskan untuk sholat magrib di ruangan itu
" sudah bangun ?" ucap zaki ketika melihat zalwa yang keluar dari kamar mandi
"iya, oya gimana bapak itu" zaki beranjak membereskan peralatan sholat nya
" mau kesana " ajak zaki
Zalwa mengangguk dengan mengambil tas nya
"ngak sholat ?"
" lagi ngak bisa" sahut zalwa dengan berbalik badan
setelah berberes zalwa dan zaki menuju ke ruang rawat bersamaan dengan tama yang ke sana juga
"mau kunjungan?" tanya zaki
Tama mengangguk " kayaknya ngak ada keluarga karna dari tadi siang belom ada yang datang "
" ada anak sama istrinya lagi di jerman kebetulan dia tadi tinggal sendirian" jelas zaki membuat tama mengangguk
" selamat malam pak, bagaimana keadaan nya pak ? boleh kita periksa dulu " sahut tama ketika tiba di depan heru
"Alhamdulillah baik, baik lebih sehat nak " sahut heru dengan tertawa
sedangkan zalwa hanya berdiam di samping zaki
" keadaan bapak baik kalau meningkatkan begini besok sudah boleh pulang " sahut tama dengan melepas tensimeter digital
" Alhamdulillah kalau begitu " sahut heru lalu melihat zaki
"pak " sahut zaki dengan tersenyum
heru melihat zalwa
"pak maaf atas keteledoran saya bapak jadi begini " ucap zalwa pelan
heru melihat zalwa dengan diam
" saya akan bertanggung jawab atas semua kerugian bapak "
heru menghela nafas " melihat kamu bapak jadi beruntung akhirnya bapak ketemu kamu"
mendengar itu mereka kaget
" bapak nyariin saya ?" tanya zalwa kaget
heru mengangguk " sudah dua minggu bapak nyariin kamu, kamu kenal fajri kan dia anak saya "
mendengar nama fajri ia jadi teringat cerita aisyah
dengan spontan zalwa memegang tanggan zaki
"bapak rasa kamu tau permasalahan nya jika kamu sudah menikah bapak tau harus berbuat apa nak " ucap heru lagi
" maaf pak sekali pun saya belum menikah saya tidak bisa bersama pak fajri saya rasa bapak lebih tau anak bapak bagamana" jelas zalwa lagi
heru mengangguk " salah saya yang selalu memanjakan fajri "
.
.
zaki menghembuskan nafas ragunya ketika tiba di apartemen karna ia rasa ini yang paling tepat untuk memberitahu zalwa tentang kepergian nya ke magelang
"dokter kenapa ?" zaki menoleh ketika zalwa datang dengan air di tanggannya
zaki mengeluarkan surat dari sakunya lalu meletakan di meja " sebenarnya dari tadi mau di kasih tapi kamu lagi kena musibah jadi yaudah sekarang aja"
zalwa menatap kertas di meja dengan perasaan campur aduk " ini apa "
"baca aja wa " sahut zaki dengan minum tampa tau wajah tegang zalwa
" apa ini surat cerai ?"
byuuuurrrr.
air minum zaki langsung muncret keluar mendengar ucapan zalwa
azzura gadis cantik yang memiliki paras ayu nan manis, kematian sang ibu serta kepergian ayahnya yang misterius membuat nya nekat harus ke kota di mana tempat ayahnya berkejaran
apakah azzura dapat kembali bertemu dengan ayahnya.
seorang istri minta tolong mencari suaminya, konflik ringan tapi dibuat ribet sendiri
faktor2 yang mendukung konflik ini jadi masalah besar pun tidak mendukung, jadi kesimpulan yang cerita ini konflik biasa malah sangat biasa tapi dipaksakan jadi masalah besar
ehhhh pusing pala berbi
sukses
semangat
mksh