Adzkia Laila Tamin, kerap di sapa Laila. Gadis cantik dan periang. Ia jatuh cinta pada seorang pemuda yang bernama Fajri. Fajri adalah seorang pemuda yang begitu tampan dan berkarisma.
pertemuan awalnya dengan Fajri membuat
Laila sangat terhipnotis dengan semua yang dimiliki Fajri. Sampai dia tidak bisa lagi membendung perasaannya.
Pada saat yang tiba Fajri di minta oleh ayah Laila menjadi supir pribadinya. Saat itulah Laila sering bertemu dengan Fajri. Semakin hari Laila tidak bisa lagi membendung perasaannya sehingga memberanikan diri megungkapkan perasaannya. namun ternyata, Fajri bukan Ia menolak atau menerima sehingga Laila merasa dipermainkan.
Bagaimanakah sebenarnya perasaan Fajri pada Laila?
Dan kankah cinta Fajri, Laila dapatkan?
Simak kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Masrianiani Hijab, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 Tanggapan Laila saat Fajri melamarnya.
Fajri keluar dari ruang ICU dan mendapati ayahnya diluar karena tadi memang Fajri mengabari jika sahabat ayahnya itu masuk rumah sakit.
"Ayah sudah disini? ibu dimana?"
" Ibumu menemani ibu Laila di ruang sebelah karena tadi pingsan. tapi, beliau sudah baikan dan bagaimana kabar David?"
"Beliau sudah sadar tapi, kondisinya masih lemah." dan akhirnya Fajri meminta ayahnya duduk dan menceritakan semuanya, mulai dari tentang perusahaan David sampai saat David meminta dirinya menikahi putrinya.
"Ayah merestui nya, semua keputusan ada di tanganmu dan masalah Rambo Ayah yakin kamu bisa menghadapinya dengan satu kali perlawanan yang tidak menguras tenaga dan suatu saat nanti David akan tahu siapa dirimu.
beberapa jam kemudian David Tamin sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Semua berkumpul di sana. Setelah David diperiksa dokter pun mohon diri.
"Laila ke marilah nak. Laila pun mendekat . " Laila maafkan Ayah Sebelumnya tapi, ini demi kebaikanmu menikahlah dengan Fajri ayah yakin Fajri bisa melindungi mu, jadilah istri penurut. maafkan ayahmu ini.
"Ayah tapi......
" Fajri sudah setuju, jadi ayah mohon jangan bantah ayah.
Laila berbalik melihat ibunya. ibunya pun mengangguk memberi kode agar Laila menuruti permintaan ayahnya. Saat Laila kembali berbalik tampak David terlihat sesak membuat Laila berteriak.
"Ayah..... Ayah.... aku janji ayah akan menerima permintaanmu. dokter.........
Semua orang diluar ruangan mendengar teriakan Laila, sontak pintu terbuka oleh Fajri.
" Tolong ayahku....... teriak Laila. Fajri dengan segera memencet tombol yang ada di sana.
Beberapa lama kemudian dokter pun tiba dan memberikan pertolongan pada tuan besar itu.
kini Laila dan ibunya tak berdaya melihat orang terkasih terlihat begitu lemah, melihat Laila menangis entah mengapa hati kecil Fajri teriris. Ibu Fajri pun mendekat dan menguatkan anak dan ibu itu. Selang beberapa waktu dokter keluar
"Bagaimana keadaan suami saya, dok?
" Alhamdulillah suami ibu masih bisa tertolong. Kami sudah memberinya obat. Jadi, biarkan beliau istirahat dan kami harap setelah beliau sadar agar jangan biarkan beliau berfikir keras. Penyakit jantung koroner beliau terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat. Banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko tersebut, antara lain merokok, menjalani pola makan yang tidak sehat, atau menderita penyakit tertentu, seperti tekanan darah tinggi dan kolestrol tinggi. Jadi kami sarankan agar beliau juga banyak istirahat dan jaga pola makan nya. setelah dokter itu menjelaskan panjang lebar dokter itu pun pamit.
Kini Laila terduduk lemah di taman rumah sakit memikirkan semuanya. Tak terbayangkan apa jadinya jika ayahnya tiba-tiba pergi meninggalkan dirinya sementara dia belum menguasai sistem perusahaan ayahnya.
"Anak tidak berguna.....! "
"Kamu bisa jika ada kemauan. Tidak ada yang tidak mungkin selama kamu mau berusaha." Laila berbalik dan melihat Fajri sudah berdiri di belakangnya.
"Sejak kapan kamu disini. dan kenapa kamu disini?
"Aku tidak tega melihatmu menangis.
" Apa urusanmu? ya.... Laila berkata seperti karena menganggap bahwa Fajri tidak pernah menginginkan dirinya.
"Aku hanya ingin memastikan apakah rasa yang pernah ada di hatimu masih ada tersisa untukku?" Fajri berbalik melihat Laila yang sedang menghapus air matanya.
"Untuk apa kau menanyakan hal itu? kalaupun masih ada, rasa cintaku pada tuhanku lebih besar daripada untukmu. cinta pada tuhanku tidak akan pernah bertepuk sebelah tangan.
"Fajri tersenyum. " Besok lusa kita akan menikah jadi, persiapkan dirimu. dengan Bismillah aku melamar mu.
"Apa tidak salah kau melamar ku dengan cara seperti ini? batin laila. dan hendak berdiri. "gak ada romantisnya sama sekali." lirih Laila. ya.... itu karena kau terpaksa. Lagi-lagi Laila berkata dalam hatinya.
"Aku tidak perlu menunggu jawaban karena diam mu itu pertanda, kau siap.Fajri berujar.
"Laila berbalik. "Aku siap beribadah denganmu jika itu terbaik bagi ayahku untukku, aku pasrahkan pada sang pemilik hati. Segala takdirku ku serahkan padaNya. Bagaimana pun akhir dari semua ini aku terima dengan lapang dada." Laila melangkah meninggalkan Fajri seorang diri. "Setelah waktunya kau boleh ceraikan aku." lanjut Laila
Fajri tersenyum melihat Laila pergi. saat ini Fajri tidak terlalu menghiraukan anggapan Laila. Fajri menganggap Laila butuh waktu menenangkan pikirannya. Entah mengapa Fajri merasa bahagia melihat Laila kesal seakan mendapat permainan baru.
Fajri sendiri tidak percaya jika Laila adalah sosok wanita yang akan mengisi hatinya.