NovelToon NovelToon
My Best Partner

My Best Partner

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:987.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Novi rahajeng

Novel ini adalah cerita tentang perjalanan si kembar Kean dan Lean dalam mencari partner terbaik mereka. Saudara kembar itu mempunyai prinsip jika sudah cinta dengan seorang wanita ingin langsung menikah bukan untuk pacaran.


"Kamu itu bagaikan alkohol yang bercampur dengan ganja, begitu memabukkan dan membuatku candu! Bagaikan langit yang sulit untuk kugapai." Adinda Larasati

"Kamu adalah gadis ceroboh yang bisa membuatku jatuh cinta padamu." Muhammad Keane Ar-rayyan

"Andai aku bisa mendapatkan cintamu, aku ingin segera menikah denganmu." Muhammad Leanne Ar-rayyan

"Dari awal aku tak pernah mencintaimu. Jadi jangan paksa aku untuk bisa mencintaimu!" Leandra Monroe.

" Setelah mencintaimu, hidupku menjadi berubah penuh warna." Nala Avrelia Prayoga

Ikuti kisah mereka hanya di My Best Partner .

Follow ig author : Novi_Rahajeng08


Saran baca novel pendahulunya. Anak Genius: Papa Bucin Yang posesif

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membayar hutang

Karena tubuh Dira sangat lemah, dia juga harus di infus. Setelah di periksa oleh Dokter ternyata Dira terkena Endometriosis atau biasa di sebut dengan penyakit pada sistem reproduksi wanita. Kondisi ini dapat menyebabkan jaringan dari lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim.

Endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di ovarium, usus, dan jaringan yang melapisi area panggul. Perubahan hormonal yang sering terjadi selama siklus menstruasi memberikan pengaruh yang kuat terhadap munculnya jaringan endometrium pada lokasi yang salah, sehingga mengakibatkan area tersebut mengalami peradangan dan terasa nyeri.

"Bagaimana kondisi istri saya, Dok?" ujar Ken dengan wajah yang terlihat sangat khawatir.

"Tenang saja pak, untungnya endometriosis Ibu Dira masih tahap satu. Jadi cukup di berikan obat pereda rasa sakit saja dulu. Nanti kalau kondisinya sudah membaik, baru kita lakukan terapi hormon."

Pengobatan ini di lakukan kepada wanita yang sudah lanjut usia dan tidak ingin hamil lagi. Jika dua pengobatan itu tidak berhasil, maka akan dilakukan operasi untuk mengangkat jaringan endometriosis. Operasi juga dilakukan kepada pasien yang masih ingin hamil lagi.

"Terimakasih, Dok."

"Sama-sama."

Setelah melihat Dokter dan perawat pergi, Ken kembali menghampiri Dira.

"Bagaimana sayang? Apakah masih sakit?" tanya Ken seraya menggenggam tangan istrinya.

"Sudah sedikit baikan."

"Alhamdulillah kalau begitu." Ken mengusap kepala Dira dan mencium tangannya. Tadi dia sungguh sangat khawatir, takut akan terjadi apa-apa dengan Dira.

Tak lama kemudian, Lean datang. Raut wajahnya terlihat sangat khawatir, nafasnya sedikit tersengal sengal karena sejak tadi berlari-lari.

"Gimana kondisi Mama? Maaf Lean tadi telat datang." Kini Lean sudah menggenggam tangan kiri Dira.

"Iya, gapapa. Mama sudah mendingan kok."

"Pa, Mama sakit apa?" tanya Lean kepada Ken.

"Endometriosis tahap satu," jawab Ken.

"Endometriosis? Ulang Lean.

Ken mengangguk.

Lean menghembuskan nafas sedikit berat. Dia tahu penyakit apa yang sedang di alami oleh mamanya. Namun, dia berharap bahwa penyakit itu tidak akan mengalami komplikasi yang parah.

...****...

Tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk di ponsel Kean, dan ternyata itu pesan dari Dinda.

+628 : Nak Kean, ini Ibunya Dinda. Bisakah kita bertemu hari ini?

Kean mencoba melihat pekerjaannya yang masih begitu banyak. Jadi, dia meminta maaf dan meminta di tunda besok. Tapi di karenakan tak mempunyai waktu lama, dia berusaha meminta untuk bertemu hari ini, walaupun hanya sebentar.

Melihat, Ibu Dinda yang terus memohon, membuat Kean jadi tidak tega menolaknya. Jadi, akhirnya Kean menerimanya dengan.

Melihat Kean yang sibuk, Nada mengajak bertemu di dekat kantor Kean saja agar tak menyita banyak waktunya.

Waktu pertemuan mereka.masih ada waktu sekitar 30 menit. Jadi, Kean menyelesaikan beberapa pekerjaannya dulu. Sedangkan Dinda di luar sangat tidak fokus bekerja.

Dia terus memikirkan cara agar Kean tak jadi memotong habis poinnya. Jika itu terjadi, otomatis Dinda harus bekerja lebih keras lagi agar bisa mengumpulkan poin.

"Ah ...," Dinda mengacak rambutnya karena kesal. "Kenapa bos dingin itu, menyebalkan dan seenaknya sendiri sih! Kadang baik, kadang sangat menyebalkan. Apakah tidak bisa baik terus gitu! Kan enak di lihatnya kalau tetap tidak berubah," gerutunya.

Tiba-tiba pintu Kean terbuka, membuat Dinda terkejut dan segera merapikan rambut dan pakaiannya. Sedangkan Kean pergi begitu saja, tanpa memperdulikan Dinda sedikitpun.

" Pak Kean mau kemana sih? Di tanya kok gak jawab, apa masih marah? Dasar bos labil!"

...***...

Nada duduk gemetaran sambil mendekat tasnya erat-erat. Dia sangat was-was karena sedang membawa uang banyak. Dia terus celingukan melihat apakah Kean sudah datang apa belum.

Sebenarnya waktu janjian mereka memang kurang sepuluh menit lagi, tapi Nada datang lebih cepat karena takut keburu Bambang pulang ke rumah. Jika dia pulang dan tahu kalau Nada punya uang banyak habis jual motor, pasti uang itu akan di rampas semua.

Tak lama kemudian, Nada melihat Kean memasuki cafe tempat mereka bertemu. Nada melambaikan tangan agar Kean melihatnya. Ketika Kean sudah melihat dimana Nada, dia segera berjalan menghampirinya.

"Ibu sudah sari tadi?" tanya Kean.

"Tidak juga, jawab Nada.

" Ibu tidak pesan makanan atau minuman? "tanya Kean saat melihat tak ada apa-apa di depan Nada.

" Tidak perlu, Nak. Ibu cuman sebentar saja kok. "

Dari raut wajah Nada, Kean tahu kalau dia sedang menahan untuk tidak memesan. Jadi, Kean berinisiatif untuk memesankan.

" Ada yang mau di pesan kak?" jawab Seorang waiters wanita dengan ramah.

"Ibu mau makan dan minum apa?" tawar Kean.

"Gak perlu Nak," tolak Dinda.

"Sudah gapapa Buk, Kean yang traktir."

Nada justru semakin merasa tak enak, dia yang mengajak keluar. Tapi, justru Kean yang mentraktir.

"Benar nak Kean, tidak usah." Nada mencoba terus menolak. Sebenarnya dia haus dan lapar, tapi makanan di sini sangat mahal. Jika di belikan beras dan lauk, bisa di buat makan selama tiga hari.

Kean mencoba terus memaksa sampai akhirnya Nada mau memesan makan dan minuman.

" Sebenarnya apa yang ingin Ibu bicarakan?" tanya Kean.

"Oh iya, Ibu sampai lupa."

Kemudian, Nada mengeluarkan uang yang di bungkus kantong plastik dari tasnya, dan memberikannya kepada Kean.

"Apa ini buk?" tanya Kean yang masih belum tak mengerti kenapa. Nada memberinya kantong plastik hitam.

"Ini ada sedikit uang untuk membayar sebagian hutang Ibu."

Kean langsung membuka kantong plastik itu, dan benar saja ada sejumlah uang di dalamnya.

" Untuk sisanya, nanti akan Ibu bayar setelah ada uang lagi," jelasnya.

"Sebelumnya maaf ya Bu, Ibu darimana dapat uang sebanyak ini?" pertanyaan Kean bukannya merendahkan, dia hanya terkejut dan ingin memastikan saja.

"Oh, Ibu habis jual motor Dinda," jawab Nada dengan tersenyum.

Dia tidak sakit hati saat Kean bertanya seperti itu, karena dari raut wajahnya Kean dia hanya ingin tahu darimana Nada mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat.

" Jual motor? "ulang kean yang sedikit terkejut saat mendengar Nada sampai harus jual motor Dinda demi membayar hutang kepadanya.

" Sebenarnya Ibu gak harus sampai jual motor juga karena Kean__." Kean jadi merasa tidak enak. Awalnya dia berniat membantu meringankan, bukan membebani sampai harus jual motor agar bisa cepat bayar hutang.

"Tidak apa-apa nak Kean, Ibu memang sengaja jual motor itu sebelum ayahnya Dinda yang menjualnya. Lagian, Dinda juga tidak ada di rumah," jelas Nada.

Kean mengerutkan keningnya ketik mendengar Nada mengatakan kalau Dinda tak ada di rumah. Setelah itu, Nada menceritakan kalau Dinda keluar dari rumah karena bertengkar hebat dengan ayahnya.

Makanya, sebelum di jual Bambang karena tak punya uang. Lebih baik, dia segera menjualnya untuk membayar hutang kepada Kean. Setidaknya dia bisa membayar setengah hutangnya.

Seusai makan, Kean juga membungkuskan makanan untuk di bawa pulang ke rumah.

"Loh, Nak Kean ini untuk apa lagi?" tanya Nada saat melihat Kean memberikan Nada sekantong makanan lagi.

"Ibu bawa pulang untuk adik Dinda."

Kean tahu kalau karena Nada tadi sempat cerita kalau dia harus cepat pulang ke rumah sebelum adik Dinda pulang dari sekolah.

"Tapi___"

"Sudah tidak apa-apa Bu, anggap saja itu sebagai rezeki, dan rezeki tidak boleh di tolak."

Nada merasa terharu sekali. Dia sangat kagum dengan kean. Meskipun terlihat dingin, tapi hatinya baik dan sopan ketik berbicara dengan orang yang lebih tua. Dia selalu hati-hati dalam berbicara, tidak merendahkan orang miskin. Orang tuanya sangat berhasil dalam mendidiknya.

Ketika Nada bangun dari tempat duduknya, tiba-tiba kepalanya pusing, pandangannya kabur dan gelap.

Bruk..

Nada jatuh dan tak sadarkan diri

Melihat Nada pingsan, membuat Kean terkejut dan panik.

"Buk, Ibu kenapa?" Kean mencoba untuk membangunkan Nada.

...****************...

Jangan lupa. Like, komen vote, dan hadiahnya yang banyak ya...

1
Siti Rohimah
Luar biasa
Ghaisan Rabani
ayo semangat nala
Ghaisan Rabani
keren
Lena Sari
Thor,klau mau buat visual jngan opa2 yaaaaa...jd gak mud mbaca d buat nya hehehe...
Yuli Meirisah
pdhl lebih suka kean
Yuli Meirisah
leon sama nala kebanyakan crrita nya.. ceritanya kean jarang bgt
Edha Swetty
siap donk . biar cepat halal😀😀😀😍😘😘
Edha Swetty
kean mau minta izin nikah dengan dagis ceroboh hee....hee😄😍😍😍😍
Edha Swetty
knp jg ibunga dindabtdk cerai aj sayang klo gara2 bpkx main judi anaknya yg d jual
Ghufira Alfiani Salsabila
lanjut thor penasaran sama lanjutnnya
Febriani Soemantri
Dinda 😂
SiapaSaya
Thor Kok Adik Nya Dinda gak d ceritain atau d Cari?
SiapaSaya
kalau Ada Visual nya Bang Kean Skalian dengan Kembaran nya Min
MeiSudarmini Soegi
itu sih dirimu thor...🥰😋
MeiSudarmini Soegi
laah itu turanannya sampean pak Ken..
😊
MeiSudarmini Soegi
sopanlah, bagaimanapun juga dia atasanmu..
Karmilah Jaya
hadir kak sukses slalu
Nayra Syafira Ahzahra
lanjut sini lagi 😊😊
Nur Balqis Saad
Rena atau lea
Nur Balqis Saad
kok mata gue masuk debu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!