NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Karina

Pernikahan Paksa Karina

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:322k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_OK

Karina tidak menyangka akan menjadi korban pelecehan kakak sahabatnya sendiri yang mengakibatkan dia hamil anak dari Bisma. Bisma adalah laki-laki dengan sifat yang dingin dan arogan. Sedangkan Karina adalah wanita yang sedikit bar-bar yang mudah terbawa perasaan.

Apa yang akan terjadi jika keduanya terpaksa menikah karena keadaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_OK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps_26. Meminjam Uang Lagi

Karina duduk di depan sebuah makam. Tangannya sibuk membersihkan permukaan makam dari daun-daun dan juga rumput-rumput kecil. Bisma ikut duduk di sampingnya dan membantu istrinya itu. Setelah makam terlihat bersih, Karona menaburkan bunga yang ia beli di jalan dan menyiramkan minyak wangi khas makam dari dalam botol ke atas pusara dengan nama Hindun itu.

Cukup lama Karina hanya diam di depan makam itu. Memandangi makam dengan perasaan yang bercampur aduk.

"Nenek, maaf Karina lama tidak mengunjungi nenek. Apa kabar nenek di sana? Pasti nenek sudah bahagia bukan tidak perlu merasakan sakit lagi." Karina tersenyum meskipun matanya mengeluarkan air mata. Bisma menepuk pundak Karina, membuat wanita itu menoleh pada Bisma dan tersenyum.

"Ini Bisma nek. Suami Karina. Ganteng kan?" Karina terkekeh mendengar kalimat yang ia ucapkan. "Tapi Nenek pasti marah jika tahu bagaimana kami bisa menikah. Karina harap nenek tidak memarahi Karina nanti." Bisma mengelus punggung Karina. Ia merasa bersalah. Dialah yang menyebabkan semuanya.

"Nenek, meskipun aku tidak lernah bertemu dengan nenek, aku yakin nenek adalah wanita yang hebat dan baik. Buktinya nenek bisa membesarkan Karina menjadi wanita yang begitu hebat dan juga baik hati seperti Karina. Sekarang nenek bisa tenang di sisinya, aku berjanji akan menjaga dan menemani Karina mulai sekarang. Tapi nenek juga doakan agar Karina mau menerimaku menjadi suaminya dengan sepenuh hati ya." Bisma mengaduh menerima cubitan dari Karina di perutnya.

"Kamu berani menggodaku di depan makam nenekku?" Ucap Karina kesal.

"Kalau tidak boleh disini ayo kita pergi. Nanti aku lanjutkan lagi menggodanya." Bisma merasa Karina sudah lama duduk di tempat ini. Bisma khawatir duduk berjongkok terlalu lama akan membuat Karina kelelahan.

"Huh! Aku bingung kemana perginya tuan Bisma yang dingin itu?" Karina mendengus. Akhir-akhir ini Bisma sering sekali menggodanya. Membuat hatinya berdesir mendengar gombalan suaminya itu. Entah darimana laki-laki itu belajar.

"Hahaha. Di depan istriku sendiri aku tidak perlu menjadi dingin." Bisma terkekeh.

"Sudah cukup bicaranya. Sekarang ada yang harus aku lakukan." Karina beranjak dari duduknya. Memegang perutnya yang tiba-tiba bergerak.

"Ada apa? Apa ada yang sakit?" Tanya Bisma khawatir. Tanpa sadar tangannya menyentuh tangan Karina yang ada di atas perutnya.

"Tidak. Aku hanya merasa dia bergerak tadi." Jawab Karina dengan canggung.

"Benarkah? Dia pasti senang bertemu dengan nenek buyutnya." Balas Bisma senang.

"Mungkin benar. Sekarang tolong antarkan aku ke rumah Fania. Aku harus menemui temanku." Bisma mengangguk. Lalu menarik tangan Karina dengan pelan untuk membantu istrinya berjalan.

Setelah berkendara sebentar, mobil yang dikendarai Bosma sudah berhenti di depan rumah Fania. Rumah yang masih terlihat sama setelah ia tidak melihatnya setelah hampir satu tahun.

Karina turun. Bisma juga turun dan mengikuti Karina mendekati rumah itu. Setelah mengetuk pintu sebentar, pintu itu terbuka dan seseorang yang memang ingin ditemui Karina mucul dari sana.

"Fania."

"Karina." Ucap keduanya bersamaan dan kemudian saling memeluk dengan haru.

"Dia suamimu?" Tanya Fania saat melihat Bisma di belakang Karina. Karina selalu menceritakan apapun pada Fania. Termask mengenai kejadian pemerkosaan dan kehamilannya hingga pernikahan dan termasuk juga adanya kontrak pernikahannya.

Karina mengangguk. Lalu berbalik dan memegang lengan Bisma. "Bisma ini Fania. Temanku yang paling baik."

Bisma mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya. Begitu juga dengan Fania.

Setelah itu Fania mempersilahkan Karina dan Bisma masuk ke dalam rumah. Di rumah Fania saat ini tidak ada siapapun selain gadis itu. Kedua orang tuanya sedang bekerja di ladang sedangkan Fira sedang keluar bermain bersama teman-temannya.

"Tadi Fira pulang dan berkata padaku bahwa kamu akan kesini." Ucap Fania sambil meletakkan dua gelas teh di atas meja untuk dua orang tamunya.

"Iya. Aku tadi bertemu dengannya saat dalam perjalanan ke makam." Karina mengangguk membenarkan.

"Awalnya aku tidak percaya. Lalu dia menunjukkan uang dua ratus ribu yang kamu berikan." Fania menatap Karina dengan penuh rasa terima kasih.

"Memang aku yang memberikannya. Hitung-hitung sedekah untuk nenekku."

"Kamu memang orang baik. Terima kasih banyak." Fania memeganh tangan Karina.

Karina mengangguk. "Aku kesini ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Ucap Karina dengan serius. Fania yang sudah mengetahui apa yang akan dibicarakan Karina padanya menjadi gugup.

"Eh Karina. Bagaimana kabarmu? Bagaimana dengan kandungamu? Sehat kan?" Fania dengan cepat merubah arah pembicaraannya.

"Jangan mengalihkan pembicaraan Fania." Karina dengan kesal menghempaskan tangan Fania yang memegang lengannya.

"Apa maksudmu? Aku..aku tidak mengerti." Fania berkata dnegan gugup. Ia menghindari pandangan matanya yang bertemu dengan Karina.

"Jangan mengira aku tidak tahu Fania. Kamu anggap apa aku selama ini hah?" Fania menundukkan kepalanya dalam. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Fira sudah menceritakan semuanya padaku. Kenapa kamu tidak memeberitahuku ada masalah yang begitu besar menimpamu?" Karina ikut menangis. Bisma segera memeluk Karina.

"Maafkan aku Kar. Aku hanya takut menambah bebanmu. Aku tahu hidupmu juga tidak mudah."

"Siapa bilang? Aku sudah bahagia."

"Maafkan aku Karina. Aku tidak.."

"Tidak ada tapi-tapian. Kita ini sahabatan bukan setahun dua tahun Fan. Kita sudah berteman sejak kecil. Hubungan kita bahkan lebih dari saudara. Apa hanya aku yang menganggap tinggi persahabatan kita?" Karina semakin kesal.

"Bukan seperti itu Kar. Kamu sudah memiliki rumah tanggamu sendiri. Kamu juga sednag hamil. Aku takut aku akan mengganggumu."

"Sudahlah. Sekarang ceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Aku ingun mendengarnya langsung dari mulutmu."

Karina memang sudah mendengar ceritanya dari Fira. Namun siapa Fira? Dia hanya lah gadis kecil berusia tiga belas tahun yang tidak tahu apa-apa. Yang ia tahu hanyalah garis besarnya saja.

"Aku tidak percaya hanya karena hutang sepuluh juta mereka memaksamu menikah. Apalagi mereka melakukan cara yang curang. Pembohong!" Ucap Karina setelah Fania selesai bercerita.

Fania menghela napasnya pasrah. Ia bisa apa? Hitam di atas putih lebih berkuasa dari kesaksiannya.

Dulu saat orang tuanya berhutang, mereka dipaksa menandatangani kertas kosong saat berhutang. Siapa yang menyangka jika hutang yang sebenarnya hanya sepuluh juha ditulis seratus juta.

"Bisma aku ingin biacara denganmu sebentar." Karina tiba-tiba menarik tangan Bisma untuk mengajaknya berdiri. "Fania aku keluar sebentar ya." Ucapnya menoleh pada Fania meminta izin. Tetapi sebelum Fania memberi izin ia sudah menarik Bisma keluar dari rumah Fania.

"Ada apa?" Tanya Bisma setelah mereka sudah agak jauh dari rumah. Berada di balik mobil dan berlindung di bawah pohon. Karina mengajak Bisma bersembunyi.

"Em... apa kamu bisa membantuku lagi kali ini?" Tanya Karina ragu.

"Tergantung bantuan apa yang kamu minta."

"Bisakah aku..aku..aku meminjam uang lagi untuk melunasi hutang Fania?" Karina menatap Bisma penuh harap.

"Tapi apa jaminannya? Uang sebanyak itu harus ada jaminanya kan?" Bisma berkata dengan serius.

"Bisma! Dalam keadaan seperti ini kamu sungguh tega."

"Kalau tidak ada jaminan aku tidak bisa memberikan uangku begitu saja."

"Aku kan tidak minta. Hanya pinjam. Nanti aku kembalikan."

"Bagaimana ya? Masalahnya uangnya sangat banyak."

"Kita bicarakan nanti lagi ya. Tapi sekarang aku mau kamu berjanji mau meminjamiku uang itu." Karina akhirnya menyerah. Yang penting ia bisa membantu temannya.

"Oke. Aku janji." Bisma mengangguk puas. Masalah jaminannya nanti bisa dibicarakan lagi dengan Karina.

"Terima kasih Bisma." Karina sangat senang. Ia memberi sebuah ciuman pada Bisma sebelum memeluk suaminya.

Karina baru pertama kali berinisiatif mencium Bisma membuat Bisma tertegun. Ia baru tersadar saat Karina sudah menariknya kembali ke dalam rumah Fania.

Sejak tadi Bisma tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Laki-laki itu seperti baru saja mendapatkan jackpot. Bahkan pembicaraan Karina dan Fania juga tidak ada satupun yang ia dengar.

"Terima kasih Karina. Aku sudah sangat merepotkanmu." Ucap Fania saat Karina pamit untuk kembali.

Awalnya Fania menolak bantuan dari Karina. Tetapi dengan desakan Karina akhirnya Fania pun setuju.

"Di sini sinyalnya sangat buruk. Tidak bisa melakukan transfer. Jadi harus ke kota untuk mengambil uangnya secara langsung." Ucap Bisma saat mereka dalam perjalanan ke rumah peninggalan nenek Karina. Karena kejadian ini, sepertinya mereka harus tinggal di desa ini malam ini.

"Baiklah. Aku akan menemanimu nanti."

"Tidak usah. Perjalanan dari sini ke kota cukup jauh. Nanti kamu kelelahan. Biar aku saja yang pergi. Kamu tinggallah di rumah nenek nanti." Bisma mengelus kepala Karina.

"Hem. Baiklah kalau begitu." Karina mengangguk setuju. Ia juga merasa lelah. Apalagi jika harus bolak balik. Lebih baik membiarkan saja Bisma yang pergi ke kota.

Sebelum meninggalkan desa, Bisma menyuruh beberapa orang untuk membersihkan rumah nenek Karina agar bisa diringgali dengan nyaman. Jika ia tidak melakukan itu, takutnya Karina sendirilah yang akan melakukannya. Baru setelah itu ia bisa meninggalkan Karina dengan tenang.

*

*

*

Terima kasih sudah mampir 😊

1
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
BOLEH MENYEMBUNYIKAN KEPADA SEMUA ORANG,TAPI TIDAK DGN ISTERI SENDIRI,DI SINILAH KEBEBALAN OTAK BISMA,CEO TAPI BODOH..😡
Qaisaa Nazarudin
Di mana bapaknya Jihan dan keluarga nya yg lain??
Qaisaa Nazarudin
TAPI MENURUT KU APALUN ALASAN BISMA ITU TETAP LAH TDK DI BENARKAN:1-BISMA GAK TEGAS SAMA RIVALNYA DAN TERANG2 AN BILANG DIA GAK MENCINTAI KARINA,MENIKAH HANYA KARENA TANGGUNGJAWAB.2- DIA MENOLONG VERA TANPA PENYELIDIKAN TERLEBIH DAHILU DAN PERCAYA BEGITU SAJA DENHAN APA YG DIA DENGAR TTG VERA,DAN GAK JUJUR SAMA ISTERI NYA SENDIRI..2 POINT ITU SAJA BISMA UDAH MALAKUKAN KESALAHAN YG FATAL..KALO AKU JADI KARINA AKU AKAN PERGI DIAM2 TANPA SEPENGETAHUAN BI ENI,
Qaisaa Nazarudin
Waah ini kalo Karina dengar gimana ya...🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Karina ini terlalu Polos apa terlalu Oon..Karina ini jenis orang yg gak pekaan,Dia pikir semua orang itu baik dengan nya itu semuanya Baik,Gak pernah curigaan atau apalah...
Qaisaa Nazarudin
Kayak suami mu itu orang misquin aja..🤣
Qaisaa Nazarudin
Kenapa gak di telpon aja bagian dlm suruh nanya pak Bisma benar apa gak,Lagian Karina manggil Bisma di kawasan kantor juga gak sopan,Cuman nyebut namanya doang,🤦
Qaisaa Nazarudin
Tidak sesuai dengan Ekspektasi kamu kan Bisma 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lakik bini sama2 polos 😂
Qaisaa Nazarudin
Polos banget Karina..🤣
Qaisaa Nazarudin
Klepon di tempat ku di panggil ondel-ondel,Kalo berbuka di bulan puasa harus ada klepon..😋😋😋
Qaisaa Nazarudin
Grab food
Qaisaa Nazarudin
"KARINA yg baru saja duduk setelah menidurkan Sakka" Mungkin NARA maksudnya ya Thor hukan Karina..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Apa pelakunya pesaing bisnis Bisma,Atau yg menjebak Bisma dengan ubat perangsang waktu itu ya..
Qaisaa Nazarudin
Gam mungkin Mantannya Bisma,Kan Nara bilang Bisma gak pernah pacaran..
Qaisaa Nazarudin
Sahabat yang benar2 tulus,gak mandang kedudukan.. Good Nara..
Qaisaa Nazarudin
Sulit atau gak itu tergantung kita yg menjalani,akan kita anggap sebagai apa pernikahan kita.Kalo.kita menerima dan menjalani nya dgn ikhlas,maka kita akan bahagia dan pernikahan kita akan bertahan..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah kalo emang Bisma kayak gitu,Aku g suka aja yg jenis Teh Celup..
Qaisaa Nazarudin
THE OR TEH??
Qaisaa Nazarudin
Bagus Nathan,Lagian Karina kalo udah cerai,Siapa juga yg mau sama janda anak satu lagi..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!