"Bukankah poligami itu sunnah, kamu orang yang taat agama kan pasti juga tahu, apa kamu tidak ingin menjalankan sunnah yang satu ini?" ujar Ita pada sang suami
Ammar awalnya hanya ingin menolong seorang wanita namun sebuah kejadian yang tak terduga membuat orang lain salah paham dan bahkan istrinya sendiri tak mempercayainya
Bukan, bukan karena sepenuhnya kejadian itu yang membuat Ammar menikah lagi, tapi juga karena rumitnya rumah tangga yang saat ini ia jalankan bersama istri pertamanya karena sang istri masih terbelenggu oleh masa lalunya
"Kalian hanya ingin bermain rumah-rumahan kan, ok saya akan temani kalian bermain" ujar Zofa lantang
Namun ketika Zofa telah memasuki rumah tangga Ammar dan Ita maka saat itu pula hati Ita berubah, terombang-ambing mengikuti arus permainan. Dan kini Ita baru menyadari bahwa ia telah menaruh hati pada suaminya sendiri
____
Hay semua Jan lupa mampir ke novel saya ya, jika sudah mampir tolong tinggalkan jejak kalian baik berupa like, comment maupun vote, thanks a lot guys, ala kuli sukri askuruki
follow ig 👉 habr_zayf
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AFI_18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shalawatin Aja Dulu
Ammar buru-buru pergi keluar rumah, benar saja motor Zofa tak ada di garasi, kemana semalaman anak itu pergi
"Astaghfirullah selalu seperti ini, pergi gak pernah izin, baru aja kemarin diingetin" ujar Ammar, ia segera berlari kecil menaiki anak tangga memasuki kamar dan mengambil hp nya dengan buru-buru
Tuuuttt tuuutt tuuutt
Berkali kali Ammar mencoba menghubungi Zofa namun sayangnya hpnya tak aktif
"Ada apa bang?" tanya Ita yang melihat suaminya nampak gelisah
"Zofa gak ada di rumah ta, dia pergi tapi abang gak tau kemana" ujar Ammar
"Hah kok bisa bang? apa kemarin waktu di pantai terjadi sesuatu?" tanya Ita ia juga ikut khawatir
"Sepertinya tidak ada ta" ujar Ammar, apa ia Zofa marah gara-gara ia ajak pergi ke pantai
"Kira-kira kemana ya, mmmm itu cowok yang deket banget sama dia itu siapa namanya? mungkin dia tahu keberadaan Zofa" ujar Ita
Ammar mencoba mengingat-ingat wajah sahabat Zofa, masak ia semalaman Zofa bersama dengannya, seorang pria yang bukan mahram baginya
"Apa benar dia pergi sama cowok itu?" gumam Ammar
"Bukan gitu maksudnya bang, barangkali aja dia tahu keberadaan Zofa" ujar Ita yang mendengar gumaman Ammar
"Ehhh astaghfirullah kok aku jadi soudzon gini ya" batin Ammar
Ammar mengangguk paham "Tapi abang tidak punya no nya" ujar Ammar
"Kalau tanya kedua orang tua Zofa gimana?" usul Ita
Ammar terdiam dan berfikir sejenak, ada rasa takut jika seandainya ketika Ammar bertanya kepada mertuanya tentang keberadaan Zofa mereka tidak mengetahui dan malah ikutan panik kala Zofa menghilang, sedangkan Zofa kini telah menjadi tanggung jawabnya
"Tapi...."
"Coba dulu bang, pokoknya telpon semua orang yang berhubungan dengan Zofa" ujar Ita
Akhirnya Ammar mengikuti saran Ita, ia menelpon saah satu no orang tua Zofa
"Hallo" terdengar suara paruh baya diseberang sana
"Assalamualaikum om"
"Waalaikumsalam, siapa ya"
"Ini Ammar om"
"Oalah ada apa mar?"
"Mohon maaf sebelumnya menelpon om subuh subuh gini saya mau bertanya, apa om tahu keberadaan Zofa?" tanya Ammar hati-hati
"Lah Zofa lagi di sini, apa dia belum izin sama kamu kalau mau nginep di sini?" tanya ayah Zofa bingung
"Maaf om seperti saya yang lupa jika Zofa hendak menginap di sana" ujar Ammar berbohong
"Kamu tuh masih muda udah pikunan, hati-hati tuanya amnesia" tegur mertuanya
"Hehehe iya om, om boleh saya minta tolong?"
"Minta tolong apa?"
"Tolong bangunin Zofa buat shalat subuh om"
"Oalah kirain apaan, iya ini lagi di bangunin, memang susah di bangunin dia dari dulu buat shalat subuh"
"Terimakasih om kalau gitu saya tutup dulu ya, sekali lagi maaf sudah menggangu waktu om wassalamualaikum"
"Iya sama-sama, waalaikumsalam"
"Zofa ayo bangun shalat subuh, tadi suami kamu nelpon"
"Zofa" ayahnya menarik guling dalam dekapan Zofa hingga membuat Zofa kesal
"Aaaemmgh balikin gulingnya yah"
"Bangun shalat subuh"
"Iya iya ini bangun" Zofa mendudukkan dirinya dengan malas, dan berjalan gontai ke kamar mandi
***
"Ngapain kamu ke sini?" tanya Zofa sinis
"Jemput kamu" ujar Ammar yang sedari tadi sudah menunggu Zofa sembari duduk manis di sofa ruang tamu
"Aku gak minta"
"Kamu gak boleh gitu fa, itu suami kamu" tegur bundanya
"Ayo nak Ammar kita sarapan bersama dulu baru pulang"
Ammar menurut, kini mereka semua duduk di depan meja makan
"Eh ada kakak ipar" sapa Incess sembari menarik kursi yang akan ia duduki
"Lumayan tampan juga" batin Incess sembari memperhatikan wajah Ammar tanpa kedip
"Woyyy sadar itu kakak ipar mu" tegur Zen
"Ahhh kakak menghilangkan imajinasi ku aja" gerutu Incess sebal
"Gak usah berpikir mesum kamu dek, kuliah yang bener sana, gak bosen apa ngulang matkul mulu" tegur Zen
"Idih siapa yang mesum" gerutu Incess sebel mana aibnya di bongkar lagi depan cogan
Bundanya hanya menggelengkan kepalanya melihat perdebatan anak-anak nya
"Zofa itu suami kamu gak diambilin makanannya" tegur bunda
"Siapa suami aku bun, dia mah suaminya mbak Ita, suami aku itu Lin Yi" goda Zofa, siapa di rumah ini yang tak tahu idola sang bunda, seorang aktor China yang tampan dan manis namun sayangnya ia tak akan pernah bisa di gapai oleh seorang rempahan rengginang di kaleng Kong Guan
"Heh jangan ngaku-ngaku kamu itu suami bunda ya, ...... eehhh maksudnya...." bunda gelagapan kala mendapat tatapan tajam dari suaminya sendiri
"Udh tua juga bun bun, masih aja ngehalu" timpal Zen
"Eh meski bunda udah tua tapi jiwa bunda masih berkobar-kobar"
"Udah udah udah udah udah, diem ya semuanya, jangan kayak anak kecil deh ribut-ribut gini, malu di dengerin sama orang asing di rumah ini, sekarang ambil piringnya satu-satu kita makan sama-sama" ujar Zofa sok bijak menengahi perdebatan mereka
Semua orang menatap ke arah Ammar, seseorang yang dibilang orang asing oleh Zofa, dasar istri lakn**
"Astaghfirullah Zofa kamu itu berdosa sekali, dia suami kamu" ujar Zen sembari mengelus dadanya
"Benar-benar nih orang sok alim banget deh" batin Zofa
***
Setelah sarapan Zofa pulang dibonceng Ammar, tadi Ammar sengaja menaiki Go-Jek agar bisa pulang dengan motor Zofa
"Aku mau mampir ke rumah Azril sebenar kamu mau sekalian ikut apa aku antar dulu pulang ke rumah?" tanya Ammar
"Ikut aja, biar kamu gak bolak balik" ujar Zofa
Ammar mengangguk ia mengarahkan motornya ke jalan menuju rumah adik kandung tersayangnya
Motor memasuki area perumahan yang nampak mewah, kemudian berhenti di sebuah pagar yang terdapat satpam berjaga di sana
"Oh mas Ammar silahkan mas" satpam tersebut sudah hafal wajah keluarga Azril maupun Rara istri Azril
"Wahhhh" Zofa menatap kagum rumah mewah yang ada di depan matanya
"Kaya juga ternyata ya adiknya, tapi kok kakaknya ...." batin Zofa
"Ayo Zofa" Ammar mengajak Zofa kedepan pintu utama
"Assalamualaikum" Ammar memencet bel sembari mengucapkan salam
"Waalaikumsalam" pintu terbuka lebar menampilkan sosok cantik nan manis dengan balutan hijabnya serta bayi dalam gendongannya yang nampak terlelap
"Eh kak Ammar mbak Zofa silahkan masuk" ujar Rara mempersilahkan keduanya masuk
"Gila bagus banget rumah kamu ra" pekik Zofa kagum, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang nampak pada pelupuk matanya
"Hehehe makasih mbak pujiannya" ujar Rara
Azril menuruni anak tangga satu persatu "Assalamualaikum bang" ujarnya kala pandangannya menuju ke arah Ammar
"Waalaikumsalam"
"Ayo bang ke atas aja, ke ruang kerja aku" ajak Azril karena memang ada sesuatu yang hendak mereka bicarakan
"Mmm Zofa aku ke atas dulu ya, kamu sama Rara dulu di sini"
Zofa hanya mengangguk, ia belum selesai menshalawati rumah milik Rara dalam batinnya, kata orang jika ingin sesuatu harus di shalawatin lebih dulu agar In Syaa Allah jika Allah menghendaki ia bisa memiliki benda atau hal yang ia shalawati itu
"Mbak" panggil Rara berkali-kali, ia bergidik ngeri melihat mulut Zofa komat Kamit seakan-akan membaca sebuah mantra
"Bentar ah ra ganggu aja, aku masih shalawatin rumah kamu, biar suatu saat aku punya rumah kayak gini juga" ujar Zofa
"Aamiin" Rara mengaminkan ucapan Zofa
"Tapi ya mbak shalawat itu jangan cuma saat menginginkan sesuatu aja atau ketika shalat aja, tetapi dianjurkan memperbanyak shalawat agar dapat syafaat dari Rasulullah" ujar Rara, biasa ia memperoleh ilmu itu dari suaminya
Jlebbb
"Ya Allah aku harus tobat ini" batin Zofa, sudah waktunya ia harus mengejar hidayah Allah bukan malah menunggunya
***
Pembicara Rahasia mengenai...... 🤫
Jan lupa tinggalin jejak ya, thank all 💖