NovelToon NovelToon
Pahami Aku

Pahami Aku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:211.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Zuya

proses REVISI

Ursila, aku mengenalmu dari kita kecil, cinta yang aku suguhkan tulus. Tapi satu yang harus kau tahu, banyak kekurangan yang ku miliki. Maukah Kau menerimanya?
-Muhammad Harun Wijaya-

Membangun rumah tangga tanpa membawa cinta. Akankah Ursila bertahan atau malah mengalah pada cinta masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zuya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelahiran

"La aku ambil cuti dari minggu depan.", ucap Aira

"Kenapa? kok cuti? berapa lama?", pertanyaan bertubi tubi dari Ursila.

"Eits sabar bumil... Kan nikah, secara KTP ku masih Balikpapan ya nikahnya di sana. Ya kurang lebih 2 minggu aku di sana", jawab Aira.

"Astaga beneran aku lupa. Maaf ya Ra..", ucap Ursila.

"Maaf kenapa?", tanya Aira.

"Aku gak bisa datang nanti. Kamu tahu aku sudah hamil besar gini dan mertua aku pasti gak akan setuju"

"Iya gak papa.. Lagipula Mas Harun juga sudah beri hadiah ke kami", ucap Aira

"Hadiah? kok cepet banget. Emangnya hadiah apa?", tanya Ursila.

"Paket honeymoon ke Bali", balas Aira sambil tersenyum karena membayangkan betapa indahnya Bali.

"Wah Mas Harun begitu royal kamu sama temanku, kagum aku", batin Ursila.

"Sebenarnya dua minggu lagi aku juga akan ambil cuti. Kan ini sudah bulan ke delapan. Maunya nanti aja, tapi mertua ku sudah minta aku supaya secepatnya ambil cuti", ucap Ursila.

"Tante Heni? ya maklumlah ini kan cucu pertama La", ucap Aira menenangkan.

*******

Harun terlihat melamun di pinggir kasur.

"Kenapa melamun gitu Mas?", tanya Ursila seraya mengambil duduk di sebelah suaminya.

"Baru dapat kabar ternyata usaha yang di Solo ternyata ada masalah, jadi besok Mas harus ke sana", balas Harun.

Ursila yang mendengarnya langsung memasang wajah sedih, dan mengalihkan pandangan ke perutnya.

"Mas tahu lahiran kamu semakin dekat, tapi Mas tidak punya pilihan", ucap Harun yang kini bersimpuh di hadapan Ursila.

Ursila mengangguk perlahan, "iya Mas, hati-hati ya.. nanti aku bantu siapin bawaan kamu".

"Anak abi jangan nakal ya, jangan bikin repot umi selama abi gak ada", Harun mengelus dan mencium perut Ursila.

"Akh...", Ursila refleks bersuara

"Kenapa?", tanya Harun khawatir

"Pegang lagi Mas, si kecil nendang", Ursila mengambil tangan Harun meletakkan kembali di perutnya.

Duk...

"Hah anak abi kok nendangnya kuat banget, baik baik di sana ya", diciumnya kembali.

Sedang Ursila sibuk menahan agar tidak menangis. Dia sebenarnya sedih mengetahui bahwa Harun akan pergi. Sungguh sebagai istri dia ingin di saat seperti ini suaminya ada di sampingnya. Namun dia sadar inilah yang harus dia terima menikahi suami seperti Harun yang selalu disibukkan dengan masalah pekerjaan.

Karena mengkhawatirkan Ursila selama dirinya pergi. Harun meminta Fadlan agar tetap di Jakarta, jangan kemana mana dulu. Selain itu Harun juga meminta umi untuk menginap dan menjaga Ursila selama dirinya tidak ada.

Terhitung sudah 3 minggu Harun menyelesaikan pekerjaannya di Solo. Harun baru saja selesai rapat dengan seluruh staff penting di perusahaannya dan kini merebahkan badannya di kasur di salah satu kamar hotel. Karena rindu akhirnya ia coba untuk video call dengan Ursila.

"Hai istriku kenapa matanya sembab gitu?"

"Kangen sama kamu sayang..", jawab Ursila menyeka air matanya.

"Sayang.. besok aku pulang kok, Alhamdulillah sudah kelar semuanya dalam waktu kurang sebulan. Sayang sudah ya kamu tidur gih, good night. Assalamu'alaikum sayang", ucap Harun

"Wa'alaikumussalam suamiku", balas Ursila dan menutup panggilan.

"Ya Allah Kau Yang Maha Menjaga, jagalah istriku di sana", doa Harun dalam hati.

Keesokan harinya Ursila dari pagi merasakan badannya yang kurang enak. Sampai akhirnya ketika di dapur ketika hendak menyiapkan makan siang Ursila merasakan sakit yang semakin menjadi. Dia langsung meraih kursi makan yang letaknya tidak jauh dari dapur.

"Akh... sa... kit... Umi... Mama....Ayah...", teriak Ursila, melihat Ursila yang kesakitan itu mama Heni langsung minta tolong kepada Fadlan dan ayah untuk membawa Ursila ke dalam mobil. Kang Maman sudah siap dan bersegera membawa mereka ke rumah sakit.

Di rumah sakit dengan sigap dokter dan perawat memberikan pertolongan kepada Ursila.

Sementara Harun masih dalam perjalanan pulang. Dia sangat gelisah karena baru saja dikabari bahwa dari Haura bahwa istrinya sudah dibawa ke rumah sakit untuk proses melahirkan.

"Siapa di antara kalian yang merupakan suami dari nyonya Ursila?", tanya dokter.

"Saya Dok...", Harun sambil berlari terengah engah.

"Mari Pak masuk ikut saya", ucap Dokter. Harun pun mengiyakan dan mengikuti langkah dokter.

Ursila melihat Harun yang ada di sampinya langsung meraih tangan dan menggenggamnya. Tidak sadar air mata Harun jatuh melihat perjuangan istrinya.

"Sakit Mas....", ucap Ursila, genggamannya pun makin kuat

"Kamu bisa.. ayo.. ayo sayang..Bismillah...", ucap Harun menyemangati.

"Mas.. ini benar benar sakit. Allahu Akbar...", berusaha mendorong.

uwek.. uwek... Ursila akhirnya mampu bernafas lega

"Alhamdulillah anaknya perempuan Pak", ucap dokter mengangkat bayi dan menyerahkannya ke tangan Harun.

Harun menyeka air mata dan kini dia tengah menggendong anaknya, dengan segera Harun adzan di telinga si bayi. Kini berganti Ursila yang menangis bahagia

Di ruang rawat inap.

Semua berebut ingin melihat, bahkan mereka juga berebut ingin menggendong si kecil. Sementara Harun duduk di tepi ranjang tempat Ursila rebahan, "Terimakasih ya sayang", berbisik di telinga Ursila. Sementara Ursila hanya membalas dengan senyum bahagia ke arah Harun.

"Cantiknya anak kalian", puji Fadlan.

"Kan orang tuanya punya wajah yang gak jelek", balas Ursila diikuti tawa kecil.

"Kalian beri nama apa?", tanya Haura yang sibuk menggendong si kecil

"Kami sepakat untuk memberinya nama Rahadatul Aisy Wijaya, panggilannya Aisy", jawab Harun.

Wijaya adalah nama keluarga dari Harun. Nama itu diambil dari nama kakek atau ayah Harun, yaitu Ahmad Hadi Wijaya.

"Hai Aisy...", sapa Haura kepada bayi yang berada digendongannya.

"Hai aunty....", balas Ursila.

"Jadi Dek kapan nih nyusul?", tanya Harun menggoda Haura.

Perlahan Haura mengembalikan Aisy kepada Ursila. Haura menoleh kepada Fadlan dan Fadlan mendekati Haura dan mengusap perut Haura.

"Sebenarnya Haura sekarang ini sedang hamil, sudah masuk minggu ketiga", ucap Fadlan

Sontak semuanya bertambah senang mendengarnya.

like+komennya ya..... 🙏

Alhamdulillah sudah sampai tahap ini, semoga kalian suka dan tidak bosan

1
Sulati Cus
status suami peluk mantan sp cb yg slah paham
Hafista
aku suka bgt ceritanya thour, ceritanya simpel, dr pd panjang" kelamaan bacanya akhirnya membosankan,sukses trs ya thour kutunggu cerita selanjutnya👍👍👍👍👍
Cici Nyai surtini
baguss, mau lanjut dlu
riza mulianidkp
dipercakpan ada bilang bertahun2 nikahnya pdahl baru dua bulan.. perhatikanlagi ya ... biar singkron...
Zuyaa: sebelumnya, makasih ya kakak kakak sudah mampir 😁 mampir juga ke SCDA
total 3 replies
riza mulianidkp
mampu mbuat dadaku sesak menahan tangis... krn sekarang aku gak mungkin nangis ntar apa kata teman2 yg ada disekeliling ku...
Zuyaa: yah ada yg baper.

btw, makasih sudah mampir 😁 mampir juga ya di SCDA (Surat Cinta Dari Amsterdam)
total 1 replies
Nadhira Adelia
skip ny dikit AZ thoor jgn byk2😄
Zuyaa: author kagak berbakat buat adegan aneh aneh. hahaha.... mampir juga ya ke ceritaku yang lain, "Surat Cinta Dari Amsterdam". Masih on going. Awas mengandung racikan baper tingkat tinggi. 😁
total 1 replies
Lia Nie
keren thor ceritanya ada.. semangat thor dgn karya2 xa
Lia Nie: Siap nanti aku mampir
total 3 replies
Amin Tohari
ku tunggu cerita novelmu
Dwpu: Keren thor, bagus ceritanya, mampir ya di "Love DiTi" aku..
total 2 replies
Amin Tohari
seru
Amin Tohari
seru
Amin Tohari
so sweet 😘
Amin Tohari
ye Harun istri setahun ya bisa berubah
Amin Tohari
kapan hamil nya author 🤣
Amin Tohari
Tuhan terima kasih engkau memberikan suami yg baik 😍
Amin Tohari
sabar Mak pasti nanti menantumu memberikan cucu untuk mu mak
Amin Tohari
tetap Harun salah,nah klo suamiq kayak gitu aq juga gk bakalan toleransi enak men😘
Amin Tohari
semoga sayang sayang sayang terus biar adem yg baca gk sewod
Amin Tohari
wah banyak pelakor ini kayaknya
Amin Tohari
di jelaskan dikit kan gk apa apa author hohohihe ya 🤣
Zuyaa: biar readers ngebayangin sendiri aja... berhallu ria hahaha
total 1 replies
Neng Ofah
bagus thor,, lanjut terus. dan jngan lupa mampir juga ya ke cerita ku "sang pendekar wanita "
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!