NovelToon NovelToon
Anak Genius: Ayahku Konglomerat!

Anak Genius: Ayahku Konglomerat!

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:638.2k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Di hianati dan di jual keperawanan nya oleh sang kekasih! Membuat Shelia Jenner merasakan pahitnya kehidupan. Dia harus menjadi Ibu tunggal dan membesarkan Anak seorang diri.

Hingga pada suatu hari, datanglah seorang Pria yang terlihat sangat mirip dengan Nici sang Anak, siapakah Pria itu sebenarnya? Mungkinkah dia Pria pada malam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Kembali ke mode normal

Nyonya! Pekik Ken. Namun sebelum ia menghubungi Shelia lebih baik dia menyuruh Nici dulu yang mencoba menenangkan Richard.

"Tuan Muda, tolong tenangkan Presdir. Kalau tidak--," Ken tak sanggup melanjutkan perkataannya. Tatapannya penuh permohonan.

Nici mendongak menatap Ken, "Kenapa harus di hentikan Om? Biarin aja, lagian toko Ice cream ini udah punya Daddy, kan?!" Nici mengangkat bahu tak peduli, dia malah berjalan mengajak Cherry mencari tempat duduk yang sekiranya enak untuk menonton.

"Astaga!" Ken kebingungan sendiri, dia menghampiri Richard kembali.

"Tuan, tolong tenang! Kalau paman Tuan tau, Tuan ada di sini akan sangat bahaya bagi Tuan kecil dan Nyonya." Ken mencoba mengingatkan Richard akan kelemahannya.

Richard diam sambil mengangkat tangan, mengisyaratkan agar bawahannya menghentikan penghancuran itu untuk sementara waktu.

"Nici." Gumamnya pelan, dia hampir melupakan putranya itu karena dia fokus akan melampiaskan kekesalannya.

Ken menghela nafas lega, dia buru-buru mengalihkan perhatian Richard dengan membahas Tuan kecilnya, "Ya Tuan, tuan kecil sedari tadi menunggu Tuan di meja sudut sana." Ken menunjuk keberadaan Nici dan juga Cherry, serta Bibi Marry yang nampak berdiri tak jauh dari mereka.

Ehem...Ehem... "Ken, apa...Nici melihat semua yang terjadi?" Richard bertanya dengan wajah antara takut dan malu.

"Emh... Ya bisa di bilang hampir semua sih, Tuan." Ken berucap dengan jujur.

"Kenapa kamu bawa dia kesini?" Richard menarik kerah jas bagian depan Ken.

"Tu-tuan sa-saya takut melihat anda marah, jadi saya pikir--," Richard melepaskan renggutannya dari baju Ken lantas berdiri.

"Ken bereskan sisanya!" Ucapnya berbisik di telinga Ken, sambil menepuk pundak laki-laki itu, "ingat jangan sampai Shelia tahu tentang kejadian ini." Richard merapikan kemeja sederhana yang ia kenakan lantas menghampiri Nici dan juga Cherry.

"Hay anak-anak." Ucapnya canggung.

"Hay juga Om!" Balas Cherry dengan wajah sumbringah, "tadi Om keren banget!" Cherry mengangkat dua jempol tangannya.

Hehe... Richard tersenyum canggung, "makasih, tapi jangan bilang-bilang sama Tante Shelia ya." Richard tak ingin Shelia tahu dan dia mendapat kesan buruk di mata sang istri, yang akan membuat hubungannya dengan Shelia kembali renggang.

"Siap Om! Cherry pinter jaga rahasia ko, Om tenang aja." Sahutnya.

"Nici?!" Panggil Richard yang juga ingin mendapatkan kata-kata yang sama dari bibir mungilnya.

"Daddy tenang aja, aku gak akan bilang sama Mami ko." Nici melipat tangan di dada sembari menyandarkan punggungnya.

"Baguslah!" Richard menghela nafas lega, "kalau begitu ayo kita pulang dan masak bersama, kita makan malam di rumah. Cherry kamu udah ijin sama Mama belum?" Tanya Richard lembut.

"Udah ko Om." Jawab Cherry, Richard melirik Bibi Marry, dan Bibi Marry pun menjawab dengan anggukan.

Mereka pun pulang bersama ke rumah Nici, karena sekolah dan rumah jaraknya tidak terlalu jauh mereka cukup berjalan kaki saja.

Mereka pun asik membuat berbagai masakan bersama di bantu Bibi Marry. Hingga Shelia datang.

"Hay sayang Mami pulang!" Ujar Shelia.

"Tante!" Pekik Cherry.

"Hay cantik, lama gak ketemu. Kamu makin cantik aja." Shelia mencubit pipi Cherry gemas.

"Tente juga makin cantik, pantes Om ganteng suka." celotehnya, membuat Shelia tersenyum dengan ekspresi wajah aneh.

Richard hanya mengulum senyum di bibirnya sembari mengaduk masakan di atas wajan.

Shelia menghampiri Richard setelah mengenakan celemek biru muda yang ia simpan sebelumnya di dalam laci.

"Sini biar aku aja yang masak." Shelia mencoba mengambil alih.

"Udah gak papa aku aja, kamu kan capek baru pulang kerja." Ricahad tersenyum manis.

Deg...Deg...!!

1
ceuceu
Akibat durhaka kpd orangtua,memilih pasangan yg ga halal.
Nurdiana Saputri
ceritanya bagus
Hadijah Nadia
Luar biasa
Hadijah Nadia
👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹🌹
Mazree Gati
ko nggak di gerebek
Mazree Gati
pak Rt mana tuh,ada ya menginap. kenapa ga di gerebek, sela oon masa di suruh nginep
Ana Mirfat
Kecewa
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
terus lari selamat kan diri
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
Anna hamil anak daren
Tiadayanglain
Kasar nya ni perempuan
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
rasa nya asin ngak
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
sabar richard
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
Sheila kamu di jebak
Wirda Lubis
Nico pintar
Wirda Lubis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!