NovelToon NovelToon
Soul Reaper

Soul Reaper

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Supernatural / Barat / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: ShenJun

[Disarankan untuk membaca hingga chapter 7]
[BACA BAGIAN BLURB INI SAMPAI BAWAH BIAR GA BINGUNG SAMA CERITANYA!]
[Press Like,Vote,Comment]
[Hati-hati kesel sama ceritanya]

Genre : Action, Adventure, Dark fantasy, Drama, Mystery, Magic, Psychological, Supernatural

Sub-Genre : Romance, Comedy, Mature

Season 1 : Chapter 1-213(END)
Season 2 : Chapter 214-260(END)
Season 3 : Chapter 261 - 348 (END)

Dunia dimana ada ras selain manusia, seperti Elf, malaikat dan lain-lain. Ada sebuah legenda yang ditakuti oleh seluruh ras mengenai malapetaka yang akan dibawa oleh sebuah makhluk, yaitu Soul Reaper.

Legenda yang menghilang untuk menghilangkan keresahan seluruh ras di muka bumi, telah tergerak secara perlahan.


Note :
ini cerita pertamaku, kalau ada kesalahan seperti typo, sulit dimengerti langsung aja komentar aja ya.

Untuk kalian yang bingung, didalam cerita ini tidak akan hanya terbatas di tokoh utama saja. Tetapi saya akan menyorot beberapa tokoh lainnya juga karena mereka mempunyai peran penting(tentu saja seperti beberapa chapter yg MC nya tidak ada).

[Sangat disarankan untuk tidak berharap kepada MC di awal-awal cerita. Karena MC saya dibuat lemah layaknya seekor burung baru lahir dan belum bisa terbang]

Update 23:00 WIB

[/Chapter : 1300-2000 kata]
#WF

*Source Pict : Pinterest
Yang mau follow author boleh lewat :
IG : Irisia_loui

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShenJun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 : Pemulihan

Dalam pikiran Darius, muncul banyak sekali pertanyaan setelah melihat Kriss seperti itu. Saat dia menengok kearah perempuan disebelah Ulbert, dia melihat perempuan itu menggendong Raven. Walaupun hanya bertemu sebentar, Darius sangat ingat akan wajahnya.

Tepat saat itu, Fajar telah tiba. Terang nya matahari mulai menyinari secara perlahan dengan cahaya hangatnya. Darius pun langsung menyuruh kedua orang yang menggendong Raven dan Kriss ikut dengannya.

“Kalian berdua,tolong cepat panggil Celica!” ucap Darius pada kedua ksatria penjaga gerbang

“No-nona Celica Einzberg tuan?!” tanya ksatria A

“Iya cepat!” ucap Darius

“Baik!” ucap kedua ksatria

Darius dan kedua orang itu langsung masuk kedalam. Darius menuntun mereka hingga menuju dua buah pintu yang bersebelahan. Darius membuka pintu tersebut dan Ulbert langsung memasuki ruangan pertama.

Didalam ruangan tersebut terlihat seperti kamar tidur biasa. Ulbert langsung membaringkan Kriss di ranjang yang tersedia. Sedangkan Fina dan Darius, Memasuki ruangan kedua dan membaringkan Raven di ranjang kamar sana.

Fina langsung melakukan sihir penyembuhannya untuk meringankan sakit Raven. Darius merasa kebingungan terhadap semua hal yang dilihatnya.

“Terima kasih ya, emm…?” ucap Darius

“A-ah iya! Maafkan saya tuan! Nama saya Fina Libel, saya salah satu ksatria yang bertugas berpatroli di sekitar ibukota” ucap Fina sambil langsung berdiri dan memberi hormat

“Ti-tidak perlu hingga memberi hormat. Sembuhkan dia dulu” ucap Darius

“Ma-maafkan saya!” ucap Fina

Fina langsung duduk disebelah Raven dan melakukan sihir penyembuhannya.

“Sebenarnya, apa yang terjadi?” tanya Darius

“Kami juga masih bingung. Tetapi, saat saya dan Ulbert pergi berpatroli. Kami merasakan adanya guncangan dari luar ibukota” ucap Fina

“Guncangan katamu?” sahut Darius

“Iya tuan. Kami pergi menuju sumber guncangan tersebut dan bertemu dengan tuan Kriss dan pria ini”

“Saya melihat tuan Kriss yang seperti sedang kelelahan, dan pria ini berada di kondisi tidak sadar dengan penuh cedera disekujur tubuhnya” ucap Fina

“Kriss kelelahan?” tanya Darius

“Iya tuan. Bagi tuan Kriss, dia mengalami luka tebasan tepat di punggungnya. Namun, untuk pria ini, dia mengalami beberapa patah tulang” ucap Fina

“Apa mereka bertarung?!” tanya Darius

“Kata tuan Kriss, dia bertemu dengan pria ini dengan kondisi penuh luka dan melawan sedang bandit” ucap Fina

“(Bandit?!)” ucap Darius

Dalam pikiran Darius, dia merasa sangat bingung. Jika memang lawan Kriss adalah seorang bandit, seharusnya dia tidak mengalami luka yang sangat berat.

Terlebih lagi dengan gelar serta kekuatan Kriss sebagai ksatria kebajikan, tidak mungkin bisa dilukai dengan mudah. Jika memang bisa, maka kekuatan bandit tersebut akan terbilang setara dengan komandan ksatria dan bisa mendekati para ksatria kebajikan.

Beberapa jam telah berlalu. Darius yang berada di depan kedua kamar tersebut, mulai merasa khawatir karena kedua ksatria yang disuruhnya tidak kunjung kembali menemuinya. Tak lama kemudian, dua ksatria itu berjalan kearahnya dengan seorang wanita di tengah mereka.

“Darius!” teriak wanita itu

“Celica!” ucap Darius

“Apa yang sebenarnya terjadi?!” tanya Celica

“Jangan banyak bertanya dulu! Lebih baik kamu obati laki-laki di kamar ini” ucap Darius sambil menunjuk kamar Raven

“Kriss ada dimana?!” tanya Celica

“Dia tidak mengalami luka berat, lebih baik kamu bantu orang ini dulu!” ucap Darius

Celica langsung masuk kedalam kamar yang ditunjuk Darius. Dia melihat seorang laki-laki yang terbaring di ranjang dan seorang wanita yang sedang menggunakan sihirnya dengan wajah pucat, seakan sudah sangat kelelahan.

Wanita yang dilihat Celica adalah Fina yang sedang mengobati Raven. Fina menengok kearah pintu yang terbuka dan melihat adanya Celica yang masuk.

“No-nona Celica?!” ucap Fina terkejut

“Terima kasih telah membantunya. Sebaiknya kamu menuju ke kamar sebelah. Sepertinya Kriss membutuhkan bantuan” ucap Celica

“ba-baik Nona!” ucap Fina

Fina bangun dari bangkunya dan langsung menuju ke kamar Kriss. Celica yang berada di kamar Raven langsung duduk di bangku Fina. Celica mengulurkan kedua tangannya dan terlihat adanya lingkaranmsihir yang keluar dari kedua telapak tangannya.

“Lux Revoco Excelsis”

Sihir cahaya mulai menyinari sekitar tubuh Raven. Tiba-tiba, keluar banyaknya tentakel sihir yang menjelajahi sekujur tubuh Raven. Sihir tersebut merupakan sihir penyembuhan tingkat tinggi milik Celica. Dia bisa mendeteksi sekaligus menyembuhkan penyakit yang diderita pasiennya dengan sihir tersebut.

Celica Einzberg adalah Dokter dengan sihir penyembuhan terbaik di kerajaan. Dia dianugerahi sihir yang besar sejak kecil. Dengan ketertarikannya dalam sihir penyembuhan serta keluarga bangsawan Einzberg yang dia miliki, Celica dapat menggunakan wewenangnya untuk mencari tahu segala catatan tentang penyakit serta obat-obatan yang ada dikerajaan dan digunakannya untuk membantu orang-orang.

Celica terkejut saat mendeteksi luka ditubuh Raven. Dia menemukan beberapa bagian tubuhnya yang patah namun sangatlah tidak normal. Bagian kaki, bahu serta lengan. Ketiga bagian tersebut merupakan bagian cedera patah tulang yang dialami Raven. Tetapi dengan sihir penyembuhan tingkat tinggi Celica, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Celica dapat menyembuhkan Raven tanpa kesulitan.

“(Kenapa dia bisa mengalami luka berat seperti ini?)” batin Celica

Setelah beberapa jam, Celica telah selesai mengobati Raven. Celica pun langsung berdiri dari kursinya dan meninggalkan ruangan. Dia menuju ke kamar sebelah untuk mengecek kondisi Kriss. Saat masuk, dia melihat Kriss yang sudah tersadar dan Fina yang sedang menggunakan sihir penyembuhannya.

“Kriss!” ucap Celica

“Ah, Celica” ucap Kriss

 

 

“Apa yang terjadi padamu?” tanya Celica

“hehe….” Tawa Kriss

Kriss menjelaskan seluruhnya pada Celica. Tentu saja, Kriss tidak bisa mengatakan kebenarannya. Dia pun memakai cerita palsu tentang para bandit yang menyerang Raven dan dia kebetulan lewat untuk menolongnya.

“Astaga… kamu ini ya..” ucap Celica

“Hehe…” tawa Kriss dengan canggung

“Fina, kamu boleh beristirahat dulu. Biar aku yang melanjutkan mengobati dia” ucap Celica

“Ba-baik nona Celica! Terima kasih Nona! Kalau begitu, saya permisi dulu” ucap Fina

Fina pun pergi meninggalkan ruangan tersebut. Di ruangan hanya ada Kriss dan Celica saat itu. Celica mulai menggunakan sihirnya untuk mengobati Kriss. Sementara itu, Kriss khawatir terhadap kondisi Raven. Dia pun bertanya pada Celica.

“Celica, tadi kamu baru saja selesai mengobati laki-laki yang ada disebelah kamar ini bukan?” tanya Kriss

“Ah iya. Laki-laki tadi lukanya cukup parah loh” ucap Celica

“Apa kamu bisa menyem-! Ackhh!” ucap Kriss

“Jangan banyak bergerak dulu!” ucap Celica

“Tapi….” Ucap Kriss

“Tenang saja. Tidak ada yang tidak bisa aku sembuhkan. Aku ini dokter cantik dan terhebat di kerajaan loh! Hehe” ucap Celica

“Hahaha… sepertinya aku terlalu khawatir ya…” ucap Kriss

Celica melanjutkan terus sihir penyembuhannya. Sihir tingkat tinggi Celica sangatlah kuat. Bahkan dalam hitungan menit saja, luka yang ada di punggung Kriss bisa menghilang secara cepat. Tak lama setelah itu, Darius masuk kedalam ruangan tersebut.

“Celica, bagaimana?” tanya Darius

“Dia tidak terluka parah kok. Setelah penyembuhan ini selesai, dia sudah sembuh total” ucap Celica

“Maafkan aku merepotkan kalian” ucap Kriss

“Tidak perlu minta maaf Kriss. Lagipula, jika aku tidak membantumu, Luna pasti akan sangat marah padaku” ucap Darius sambil terkekeh

“Ka-kau ini ya! A-aku dan Luna tidak ada hubungan apa-apa tau!” ucap Kriss dengan wajahnya yang mulai memerah

“Hahaha! Ah yang benar Kriss?” ucap Celica ikutan tertawa

“Be-benar tahu! Aduh!” ucap Kriss

“Hahaha! Sudah sudah, jangan banyak bergerak dulu. Nanti Luna khawatir loh” ucap Celica

“Kalian ini ya!!” ucap Kriss dengan wajah kesal dan memerahnya karena malu

Beberapa saat setelah itu, penyembuhan Kriss oleh Celica telah selesai. Luka tebasan yang ada di belakang Kriss sudah sembuh total.

“Terima kasih, Celica! Darius!” ucap Kriss

“Tidak usah sungkan” ucap Celica

Kriss pun berdiri dan ranjangnya. Dia langsung berjalan dan menuju kearah kamar Raven. Karena bingung, Celica dan Darius pun mengikutinya.

Di kamar tersebut, Kriss melihat Raven yang terbaring di ranjang dengan kondisi tidak sadar.

“Dia perlu istirahat sekitar dua hari mungkin. Kamu tidak perlu khawatir kok” ucap Celica menepuk pundak Kriss

“Raven….” Ucap Kriss

“Kamu sepertinya kenal dengannya ya..” ucap Darius

“Eh?! Se-sedikit kok, haha” ucap Kriss

“Seingatku namanya Raven” ucap Darius

“Eh? Darius, kamu kenal dengannya?” tanya Celica

“Sedikit. beberapa hari lalu, aku pernah bertemu dengan dia(Raven) dengan perempuan yang dia bawa saat aku memanggil mereka untuk bertanya sesuatu” ucap Darius

“Perempuan?” ucap Kriss

Darius menjelaskan tentang diskusinya dengan Raven yang membahas tentang penyerangan kota Georgia. Tentu saja, Kriss sudah tahu kasus ini dari Luna. Namun, dia tidak tahu bahwa Raven datang bertemu Darius dan bahkan bersama seorang perempuan.

Kriss mulai bingung. Seingatnya, Raven menutupi identitasnya dan mencoba untuk menjauhi banyak orang karena dia adalah si dewa kematian itu. Tiba-tiba ada satu ingatan yang terlintas di pikiran Kriss. Dia mengingat perkataan Raven tentang melihat batu sihir. Batu sihir yang Raven lihat berada di seseorang yang telah menyelamatkan hidupnya.

“(Mungkin perempuan itu adalah orang yang memiliki batu sihir dan menolong Raven)” batin Kriss

Darius mulai aneh saat selesai menjelaskan semua hal itu pada Kriss. Dalam sekejap Kriss langsung berfikir banyak hal. Dengan posisi wajahnya yang mengarah kebawah dan tangan dilipat didepan dada, membuat Darius bingung.

“Hei Kriss. Kamu tidak apa-apa?” tanya Darius

“Eh?! Ah iya! Aku tidak apa!” ucap Kriss terkejut

“Kamu lebih baik istirahat dulu. Aku akan kembali ke ruangan ku dan memanggil seseorang untuk menjaga dia” ucap Darius

“Ah tidak apa Darius. Aku sedang luang kok, aku bisa menjaganya sementara” ucap Celica

“Celica, apa kamu yakin?” tanya Darius

“Tidak apa. Lagipula….” Ucap Celica sambil melirik ke Raven

“Ada apa Celica?” tanya Kriss

“Dia terlihat sangat ganteng! Aku jadi penasaran dengannya!” ucap Celica dengan bersemangat

“Hah?” ucap Darius

Kriss dan Darius langsung menepuk dahinya dengan rasa penuh kekecewaan. Mereka mengira bahwa Celica menjaga Raven karena memang pekerjaan seorang dokter untuk mengobati pasiennya jika terjadi apa-apa.

Tetapi, ternyata Celica ingin menjaganya karena Raven memiliki wajah yang tampan. Raven memang memiliki wajah yang sangat tampan. Jika dia tidak berubah menjadi seorang pembunuh dan menjalani hidupnya dengan normal, tentu saja para perempuan manapun akan jatuh tergila-gila dengannya hanya dengan sekali kedipan.

“(Kalau Celica tahu Raven itu dewa kematian, seperti apa reaksinya ya?)” batin Kriss

“Ah terserah kamu saja deh…. Aku tidak ikutan” ucap Darius sambil meninggalkan mereka

“Hei Darius! Kamu ingin kemana?” tanya Kriss

“Aku akan kembali ke ruanganku. Aku lanjut meneliti sesuatu” ucap Darius

Darius pun pergi meninggalkan mereka berdua. Kriss tinggal bersama Celica di ruangan Raven. Celica mengambil kursi dan duduk di sebelah kiri ranjang Raven. Kriss tetap berdiri dengan melihat kondisi Raven yang belum sadar.

“Aku kira kamu ada urusan lain” ucap Celica

“Tidak. aku hanya ingin bertemu dengan perempuan yang dibilang Darius” ucap Kriss

“Kalau begitu kamu cari dia saja bersama Darius. Si Raven ini biar aku yang jaga, Hehe~” ucap Celica

“Kamu ini pasti ingin mengambil kesempatan kan?” ucap Kriss

“Hehe, ketahuan ya?” ucap Celica

“Haahh…..” ucap Kriss

“Lagipula, siapa yang tega menyakiti laki-laki setampan ini? Bandit-bandit sialan memang!”

“beruntung wajahnya hanya terkena luka memar!” ucap Celica

“Hahaha… iya, untung saja ya….” ucap Kriss

“(Astaga, untung dia tidak tahu kalau aku yang memukul wajahnya)” batin Kriss dengan lega

Kriss teringat akan suatu hal. Dia langsung berbalik badan dan berjalan keluar kamar. Celica yang melihat Kriss pergi pun bingung dan bertanya padanya.

“Kriss, kamu ingin kemana?” tanya Celica

“Aku ingin ke mencari angin segar sebentar.” ucap Kriss

“Baiklah. Terima kasih atas pengertiannya!” ucap Celica sambil tersenyum

“Pengertian? Pfft... iya iya, terserah kau saja.Tetapi jangan berlebihan dengannya ya” ucap Kriss sambil meninggalkannya

“Namanya Raven ya….” ucap Celica sambil melihati wajah Raven

 

 

Kriss pun pergi keluar dari ruangan tersebut. Dia berjalan-jalan disekitar kastil dan melewati lorong-lorong yang ada. Saat dia sedang berjalan, tiba-tiba didepannya ada seorang perempuan yang berlari. Saat Kriss melihat wajahnya, Orang itu adalah Luna.

“Kriss!!” teriak Luna

“Luna?!” ucap Kriss

 

 

 

 

1
Yafri Ardin
typo dikit gak ngaruh
eA+
gak ada yang komen jir
hide my smile
succubus😋😋😋😋😋😋
eA+: gg jugak gw dulu bisa tamatin novel 300an ep/chapter ini, sekarang dah ga kuat🤣
total 1 replies
hide my smile
kriss itu laki laki atau perempuan?/Smug//Doge/
Penebas Hantu
semakin keren nih cerita
Penebas Hantu
min klo bleh ilustrasi si Raven dan s Elena tampilkan disini aja karena aku gk punya IG wkwkwk
Penebas Hantu
mantap thor baru baca lagi🤣
Penebas Hantu
mantap thor
maimo
Luar biasa
Penebas Hantu
mantap
NULIS_SANTAI
GG thor
Persipura Pura
pelemboker duwama
Mitra Sepakat
tokoh utamanya LEMAH...
tra naruto
menarik thor
Queen
🤣🤣🤣 kiu....kiu.... author yg mantap dri awak ampe skrang bikin mc ny klaah trs
Queen
siapa yg bunuh dale
Queen
dri awal smpe sekarang trlalu ego sic mau bls dendam tp tidak meningkat kan kekuatan, setiap bertarung kalah mulu
Queen
🤣 br melawan adik ny ke teteran, gmna melawan bos musuh, mc gk ad peningkatan kekuatan. pakai strategi la, kuat kan dlu kekuatan bru bls dendam.
Queen
mau bls dendm tp kekuatn gk di tingkat kan pdhal bru melawan antek2 sudah bbak belur, gmna melawan bos nya
Queen
apa mc gk ningkatin kekuatan nya, krna setiap bertarung asik bbak belur trs mc nya
hide my smile: mending dari lemah ke kuat,pasti jalan ceritanya menarik
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!