Apa yang terjadi jika hubungan yang dibina sejak lama hancur dalam sekejap mata ?
Itulah yang dirasakan oleh Aira. Ia sungguh tak menyangka jika suami tercintanya akan membawa wanita lain masuk ke dalam rumah tangganya.
Lalu, akankah Aira mempertahankan rumah tangganya ? Atau mengakhiri semua yang telah dibangun ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Nova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertukar Bekal
Aira menunggu di depan pintu lift. Setelah terbuka, Aira segera masuk. Begitu pintu akan menutup, satu tangan menahannya lalu Kay pun masuk dan menyapa Aira saat melihat wanita cantik itu berada di dalam, lalu berdiri di sampingnya.
" Selamat pagi ! "
" Selamat pagi, Tuan " balas sapa Aira.
Kenapa sepagi ini dia sudah datang ?
" Maaf Tuan, apa hari ini ada rencana khusus ? " Aira memberanikan diri bertanya karena heran melihat Bosnya itu datang sepagi ini.
" Tidak ada. Bukankah kau yang lebih tahu kegiatanku ?" Kay balik bertanya.
Aira hanya diam, memikirkan sesuatu.
Sepertinya tidak ada agenda khusus hari ini. Mengapa dia sudah datang ?
" Apa yang sedang kau pikirkan ? " tanya Kay sambil memperhatikan wajah Aira dengan lekat.
Merasa diperhatikan oleh Kay, Aira menundukkan wajahnya.
" Ti... Tidak ada Tuan " jawab singkat Aira.
Kay mengulum senyum dan membiarkan Aira seperti itu hingga ia bisa leluasa memandangi wajah Aira dari dekat.
Kamu pasti bertanya mengapa aku sepagi ini sudah datang kan ? Semuanya karena kamu, Aira. Aku begitu merindukan kamu.
Seharusnya kamu tahu, aku bahkan menunggu kamu sebelum kamu datang.
Akhirnya pintu lift terbuka, dan mereka keluar dari lift. Aira berjalan di belakang Kay, lalu masuk ke ruangannya setelah Kay masuk ke ruang kerja.
Aira menyimpan tas di atas meja, lalu segera duduk. Ia melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Masih ada waktu 15 menit sebelum masuk jam kerja. Ia lalu mengeluarkan kotak bekalnya dan segera makan.
Baru satu suapan ia masukkan makanan ke dalam mulutnya, tiba-tiba Kay datang ke ruangannya.
" Kau sedang makan ? " tanya Kay heran.
" Iya, maaf Tuan saya tidak sempat sarapan tadi " jawab Aira gugup.
" Apa itu ? " tanya Kay sambil melihat kotak bekal Aira.
" Cuma nasi goreng, Tuan " jawab Aira.
" Kamu yang buat ? " tanya Kay lagi.
" I... Iya Tuan " jawab Aira kemudian.
" Boleh saya cicipi ? " tanya Kay modus. Ia ingin sekali merasakan makanan buatan Aira.
" Hah ? Bo... Boleh Tuan, saya akan mengambilkan tempat makan dulu di pantry " ucap Aira sambil beranjak dari duduknya.
Kay pun segera duduk dan mengambil kotak bekal milik Aira. Melihat isi dari kotak itu, nasi goreng dengan toping telur, baso dan sayuran. Kay menyuapkan satu sendok ke dalam mulutnya dan ia merasakan rasa yang lezat hingga tak sadar nasi goreng itu kini tinggal separuhnya.
Aira datang dari pantry dengan membawa piring dan sendok. Namun ia terkejut karena melihat Kay yang sudah memakan bekal miliknya.
" Maaf Aira, bau dan rasanya sangat enak. Aku tak tahan untuk segera memakannya " ucap Kay yang menyadari jika Aira baru saja kembali dari pantry.
" Tidak apa, Tuan. Hanya saja itu sendoknya sudah saya pakai tadi " ucap Aira.
" Hem, tidak apalah. Lagi pula kamu tidak punya penyakit menular kan ? " gurau Kay.
Aira menggelengkan kepalanya. Ia melihat Kay yang kembali memakan nasi goreng miliknya. Menelan ludahnya karena melihat bekal makannya kini hampir habis dimakan oleh Bosnya itu.
Ya ampun... Ini Bos gak sarapan apa di rumah ?
Ah... nasi goreng spesialku...
" Ini kamu yang buat ? " tanya Kay sambil menunjuk nasi goreng milik Aira.
Aira hanya menganggukkan kepala.
" Rasanya benar-benar enak " puji Kay.
" Terima kasih, Tuan " jawab Aira singkat sambil kembali melirik kotak bekalnya yang sudah kosong.
Kay melihat ke arah Aira yang masih berdiri sambil membawa piring dan sendok. Lalu melihat kotak bekal Aira yang kini telah kosong karena ulahnya.
" Maaf Aira, aku telah menghabiskan sarapanmu " ucap Kay dengan rasa bersalah.
" Tidak apa, Tuan. Tadi saya sudah memakannya sedikit " timpal Aira tersenyum miris.
Kay berdiri dari kursi yang ia duduki lalu berjalan menuju Aira.
" Lain kali kalau kamu bekal, tolong buatkan juga untukku " ucap Kay di telinga Aira.
" Ba... Baik Tuan " jawab Aira seolah tersihir dengan suara khas milik Kay yang kini terngiang di telinganya.
" Terima kasih " ucap Kay lagi sambil berlalu dari ruangan Aira.
Aira menghela nafas berjalan menuju mejanya, lalu merapikan kotak bekalnya yang kini benar-benar kosong.
Hah... Sepertinya ia harus menunda sarapannya hingga nanti siang. Aira kemudian kembali ke pantry untuk mengembalikan piring dan sendok yang tidak jadi digunakan.
Sementara itu, di ruang kerjanya Kay nampak sumringah. Setelah dua hari tidak bisa melihat pujaan hatinya, kini ia bisa kembali melihatnya. Bahkan bisa memakan makanan yang dibuat oleh wanita yang dicintainya itu. Yah, meskipun ia harus menahan malu karena dengan beraninya memakan bekal wanita itu.
Aira... Aira... Sudah cantik, pintar, masakannya juga enak. Kali ini memakan bekalmu. Tapi nanti aku akan melahapmu... Tunggu saja sampai nanti kamu menjadi istriku.
Kay tersenyum senang, ia semakin mencintai Aira. Mencintai seorang wanita yang masih berstatus istri orang. Jika saja, kelak Aira menjadi istrinya tentu ia akan jadi lelaki yang paling berbahagia.
Kay menyandarkan tubuhnya pada kursi lalu melihat ke atas meja. Melihat kotak bekal miliknya disana. Kay ingat, kotak itu berisi bekal sarapan miliknya yang tadi disiapkan sang mommy untuknya karena ia pergi lebih pagi. Kay mengambil kotak itu, lalu segera membawanya menuju ruangan Aira.
Aira baru saja menyalakan komputer saat Kay kembali masuk ke ruangannya.
" Ada yang bisa saya bantu, Tuan ? " tanya Aira saat melihat Kay mendekat.
" Ini... " Kay memberikan kotak bekalnya pada Aira.
Aira mengernyitkan keningnya, merasa heran karena Kay memberikan kotak bekal padanya.
" Ini sebagai ganti sarapan kamu yang saya habiskan tadi " jelas Kay.
Aira berdiri dari duduknya lalu mengambil kotak itu dari tangan Kay.
" Terima kasih, Tuan " ucap Aira sambil tersenyum manis.
Oh Aira... Please don't smile like that. I can hold any longer...
Lama-lama dekat kamu, bisa kena diabetes cinta !
Kay berdehem menetralkan rasa yang bergemuruh dalam hatinya.
" Jangan lupa dimakan ! Saya kembali ke ruangan saya lagi " ucap Kay lalu segera berlalu.
Aira menatap punggung Kay hingga menghilang di balik pintu. Ia tersenyum. Selain cerdas, Kay memiliki wajah rupawan serta kekayaan berlimpah. Tak heran sangat diidolakan oleh pegawai-pegawai wanita yang ada di perusahaan ini. Yah, walaupun agak dingin, terkadang arogan juga suka memaksa tapi Aira tahu jika Bosnya ini orang yang baik. Ia selalu menghormati dan menghargai hasil kerja bawahannya.
Aira membuka kotak bekal milik Kay, lalu melihat ada sandwich disana. Sandwich dengan isian daging asap, keju, sayuran dan mayonais. Aira segera melahapnya mengingat perutnya yang lapar.
Diam-diam dari balik pintu, Kay melihat Aira yang tengah asyik melahap bekalnya. Kay tersenyum. Bukankah ini seperti saling bertukar bekal ??
...****...
Hai semua yang udah setia ikutin cerita dari Aira dan Kay. Ikuti dan kawal terus perjalanan cinta mereka ya. Jangan lupa like & vote nya. Biar gak ketinggalan ceritanya, yuk simpan di favorit😉
Terima kasih buat yang selalu setia ninggalin jejak buat author. Nanti author kirim deh pulsa biar kalian semangat terus mantengin cerita ini😊
Nih, kalian dapat salam dari si ganteng Kay. Katanya, ayo ikutin kisahnya dapetin cinta si neng Aira
Cast Kay menurut Author 😍
Aira
Menurut aku Aira hanya wanita bisa (tidak spesial tidak juga jahat), suaminya menikah lagi dia merasa dikhianati dan dia tidak bisa menerima itu dan dia memilih berpisah, dan mencari kebahagiaannya yang lain
Tasya
Korban opsesi pria, dan terjebak pernikahan dengan wanita beristri dan dia dicap pelakor yang mengakibatkan rumah tangga hancur, dia menerima status istri kedua untuk lelaki yang tida ia cinta tapi dia berusaha menerima lelaki itu, kebesaran hati seorang istri yang melihat suaminya masih berharap dan mngejar2 manta istrinya, dia berkali2 menahan sakit melihat suaminya mengharapkan wanita lain dan berjuang untuk wanita lain itu langsung dihadapannya, ingat tasya wanita kaya, dia tidak perlu suami kayak yuda, tapi karena tasya sangat menghormati pernikahan dan statusnya sebagai istri dia iklas menerima Yuda apa adanya dan selalu berjuang menahan sakit hati lihat suami mengejar wanita lain)
Coba poling pada lelaki pilih mana sosok Aira atau tasya pasti saya yakin 100℅ pilih tasya udah kaya, iklas, tidak banyak nuntut, berjuang,
selamat ya Thor... makin sukses dengan karya-karya lainnya😘🤗🤗