NovelToon NovelToon
Oh My Teacher

Oh My Teacher

Status: tamat
Genre:Komedi / Romansa-Teen school / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:270.2k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

Sekuel dari 'Cinta Putih' harap baca cinta putih lebih dahulu, agar lebih memahami karakter-karakter tokoh di cerita ini.

Vincia gadis cantik yang sebentar lagi berusia 17 tahun dan mulai jatuh cinta. Namun bukan dengan Axel teman seperainannya sejak kecil, melainkan pada Ivan Xander, guru olahraganya yang tampan namun sangat dingin.
Apakah perasaan Vincia akan mendapat balasan dari guru tampannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ivan grogi.

"Halo Van, gimana? Lo datang kan? gue jemput ya?"

"Nggak usah Yon, kita ketemu aja di sana. Gue mau jemput seseorang dulu." Jawab Ivan sambil mencari-cari kontak mobilnya di laci nakas dekat ranjang.

Sudah lama Ivan tak memakai mobilnya, dia lebih suka mengendarai motor karena lebih cepat dan praktis. Tapi masa iya malam-malam ajak anak gadis ke acara resepsi memakai motor, kasihan Vin-vin.

Ivan terkekeh sendiri mendapati dia begitu serius memikirkan Vin-vin.

"Halo! halo! Van?"

"Iya kenapa?"

"Lo mau jemput siapa? emang Lo sudah punya gebetan baru?"

Ivan memutar bola matanya dengan jengah, Dion memang super kepo melebihi tetangga julid di perumahan.

"Ya... bisa jadi," jawab ivan mengambang.

"Siapa nih? gue jadi penasaran. Nanti kita ketemuan di tempat parkir dulu ya. Kalau Lo udah nyampe telpon gue! jangan masuk duluan."

"Iya, iya cerewet banget sih Lo!"

"Tapi seriusan nih, gue penasaran banget..."

Tut!

Ivan langsung mematikan ponselnya. Dion kalau dilayani bakal nggak kelar-kelar ngobrolnya, bisa-bisa Ivan terlambat menjemput Vin-vin.

Ivan melirik arloji yang melingkari lengannya dan berdecak sebal, "sudah jam 7 lagi!" dengan cepat Ivan keluar dari unit apartemen nya, sedikit berlari menuju lift dan memencet tombol B1, menuju basement.

Setelah sampai di basement, Ivan berjalan menuju mobil mungil warna merah yang terparkir tepat di sebelah motor sportnya.

Saat memasukan kontak mobilnya, Ivan sedikit was-was sebenarnya. Dia takut jika mobil yang sudah lama tak di pakai ini mogok dan tak mau berjalan normal, walaupun Ivan tak pernah absen untuk memanasinya setiap pagi.

Saat mesin mobilnya menyala, Ivan bisa bernapas dengan lega, lalu dengan segera dia meluncur untuk menjemput murid cerewetnya.

.

Tok. Tok. tok.

"Permisi," ucap Ivan saat berada di ambang pintu rumah murid wanitanya itu.

Dan dalam hitungan detik, Vin-vin muncul.

Vin-vin tampil dengan gaun warna biru tua yang sangat cantik, kulitnya yang putih tampak semakin berkilau karena warna gaunnya. Tapi gaun ini terlalu se*y, bahunya bahkan terpampang sempurna tak di tutupi apapun! Ivan jadi kesal karenanya.

"Pakai sweater atau pasmina atau apapun untuk menutup bahumu! itu terlalu terbuka!"

Ivan berusaha keras untuk tetap menjaga rona wajahnya agar tak memerah karena kecantikan anak muridnya. Vin-vin benar-benar cantik.

Aahh.. Ivan bisa gila rasanya.

"Kenapa sih! sudah cantik begini kok!"

Bibir Vin-vin mengerucut membuat wajahnya semakin imut dan menggemaskan.

"Kalau nggak mau ya sudah nggak usah ikut!" Ivan benar-benar kesal. Kenapa sih anak muridnya bisa begini cantik dan menggemaskan.

Dan yang paling membuat Ivan senang adalah, walaupun merajuk, Vin-vin selalu menuruti perintahnya. Membuat Ivan makin tak bisa mengabaikan muridnya yang satu itu.

Benarkah hanya karena itu? atau mungkin Ivan juga mulai menyukainya? siapa sih yang bisa menolak pesona dari gadis secantik Vin-vin? untunglah Ivan bisa mengontrol dirinya.

"Pakai sabuk pengaman!" Titah Ivan.

Vin-vin mengangguk sambil mengancingkan seatbeltnya, dia terus tersenyum dengan riang.

"Kenapa senyum-senyum terus?"

Vin-vin menoleh sambil memamerkan gigi putihnya yang rapih.

"Aku merasa sangat senang, Papi itu biasanya selalu ketus pada teman lelaki yang datang ke rumah, tapi tadi Papi ramah banget sama Pak Ivan. Aku jadi penasaran tapi seneng juga sih. Berarti Papi merestui kita."

Ivan terkekeh, "Memangnya kita ada hubungan apa sampai Papi mu harus ketus padaku." Ivan memutar setir mobilnya, wajahnya sedikit menoleh untuk melihat spion yang ada di samping kanannya, namun sebenarnya dia hanya ingin menyembunyikan senyum yang timbul karena ucapan Vin-vin.

Vin-vin mencibir, "kan satu bulan lagi lounchingnya." Vin-vin melipat tangannya di dada.

"Lounching apaan?" Ivan berdehem.

"Memangnya kalau Axel ke rumah, Papi kamu nggak suka?" tanya Ivan sambil terus menatap lurus ke depan tanpa menoleh ke arah Vin-vin.

"Dari TK, Papi nggak pernah menyukai Axel."

"Kenapa?"

Vin-vin mengangkat kedua bahunya, "nggak tahu."

Ivan manggut-manggut, namun masih berusaha menahan senyum yang hampir mengembang di bibirnya.

"Papi kamu ramah banget kok," ucapnya lagi.

"Beruntunglah Pak Ivan yang di perlakukan beda sama Papi."

"Hmmm..."

"Ngomong-ngomong, kita nggak janjian tapi baju kita samaan loh Pak. Ini juga sebuah pertanda kan?"

"Pertanda apa?"

"Pertanda kalau kita itu berjodoh," jawab Vin-vin sambil nyengir.

Ivan hanya terkekeh mendengar celotehan muridnya itu.

"Kok malah ketawa? Aamin-in dong!" Vin mencubit pelan lengan guru tampannya, gemas.

"Ahh! aduduh..."

"Bilang Amin dulu!"

"Iya-iya, Aamiin..."

Barulah Vin-vin melepas cubitan tangannya dan tersenyum puas.

"Dasar cewek egois!" gumam Ivan.

"Ingat ya Pak Ivan, di sana nanti kenalkan aku sebagai pacar!"

"Nggak mau ah, bohong itu dosa!" sergah ivan sambil terkekeh lagi.

Vin-vin mendengus kesal dengan jawaban gurunya itu.

"Bikin aku seneng sekali saja, apa susahnya sih!" gerutu Vin-vin. Lagi-lagi bibirnya mengerucut, menggemaskan.

Coba Vin-vin seumuran Ivan, mungkin Ivan nggak akan bisa mengendalikan dirinya untuk mencium bibir mungil itu.

Sayang sungguh sayang, Vin-vin masih di bawah umur.

Ivan terkesiap, apa yang baru saja dia pikirkan! gila!

Ivan menggelengkan kepalanya berulang kali mencoba membuang semua pikiran kotor yang singgah di kepalanya.

Dia harus ingat! dia guru dan Vin-vin muridnya.

Vin-vin bukan Clarina! bukan tunangannya yang bisa dia cium sesuka hatinya.

"Pak... Pak Ivan?" Vin-vin meanggoyang-goyang bahu gurunya yang tampak terdiam karena melamun.

"I-iya, kenapa?"

"Kita sudah sampai kan? ayo turun."

"Oh.. i-iya." Ivan mengumpat dalam hati, kenapa bisa otaknya jadi mesum begini! ini nggak boleh di teruskan! Ivan harus bisa menahan diri.

"Pernikahan Amanda dan Richard," ucap Vin-vin saat melewati salah satu karangan bunga yang sangat indah.

"Teman Pak Ivan yang namanya Amanda atau Richard?" tanya Vin-vin sambil meraih lengan Ivan. Dia berjalan persis di samping Ivan sambil mengaitkan tangannya di lengan guru tampannya, mereka tampak seperti pasangan, bukan lagi guru dan murid.

"Eh, apa? kenapa?" Ivan merutuk dalam hati, karena jantungnya langsung berdebar begitu cepat saat Vin-vin menggadeng lengannya.

Semua ini gara-gara gaun sialan yang membuat Vin-vin tampak sangat cantik.

"Ihh... di ajak ngobrol kok melamun terus! aku tanya teman SMA Pak Ivan itu yang mana? Amanda atau Richard?"

"Da-da," jawab Ivan asal. Dia merasa takut suaranya bergetar saat keluar dari rongga mulutnya.

"Da-da? siapa Da-da?"

"Amanda, maksudku Amanda."

"Ohh.. nanti jangan lupa kenalkan aku dengannya ya." Vin-vin mengeratkan genggaman tangannya.

"I.. iya, tapi tunggu sebentar, aku mau ke toilet dulu." Ivan langsung melepaskan tangan Vin-vin yang terus melingkar erat di lengannya, lalu bergegas dengan tergesa-gesa menuju toilet.

"Aku tunggu di sini ya Pak, jangan lama-lama," ucap Vin-vin mengingatkan.

"Ya," jawab Ivan sambil terus berlalu.

1
Sri Ariyanti
knp ceritanya gantung thor?
Sri Ariyanti
ok
Sri Ariyanti
gpp Vin, menghayalah yg setinggi2 nya lah wong gak bayar
tanpa nama
Oh.. Jd ini yg kata devan kak vin vin sm ivan pernah terpisah 3 tahun, trnyta d tinggl k singapura
Tamie: betul sekali👍👍
total 1 replies
tanpa nama
Ciyeee 🤣🤣🤣
tanpa nama
Astaga 🤣 itu kn krna axel takut vin vin peluk2 om yg tdk d kenal
Mana tau klo kamu papinya

Axel cm tau papa kevin
tanpa nama
Bahaya klo punya anak modelan vin2.. Trllu agresif...
Untung pak ifan g aneh2, cm klo cassanova kyk papinya vin2,bisa brabe urusannya
Tamie: emang jodoh itu saling melengkapi 🤭
total 1 replies
tanpa nama
Habis baca devan devi, trs baca mama papa devan.. Eh skrg baca vin vin
leya: lanjut buat sekuel anaknya devan devi kak🤣
total 2 replies
Kyaxell❤️
aasih Thor gantung bgt ishh siap nikah kek baru tamat😭😑
Kyaxell❤️
eh btw Thor si Vin Vin ga jadi ngasih tau si Ivan KLO si kudanil udah bebas? atau aku yg kecepatan baca sampe terlewat?
Kyaxell❤️
Kalo aku JD Vin Vin udah lari pulang aku Vin karna kecewa tapi bagus juga sikap kamu karna nanya langsung buat tau kepastiannya kalo aku ga akan sanggup🥺
Halimatus.s
Luar biasa
puji supriyati
terima kasih.. /Rose//Rose/
Rizqi Ansyah
akhirnya.......
hiro_yoshi74
bagus
hiro_yoshi74
setelah sekian lama . di tunggu
.... baru muncul terus tiba tiba tamat . oh ya ampun .....
trima kasih kk . semangat berkarya di tunggu karya baru nya 💪💪💪🤗❤
hiro_yoshi74: oke siaaap meluncur
total 2 replies
Risa Amanta
semangat terus Thor 💪💪💪
Tamie: terima kasih ka 😘🥰
total 1 replies
puji supriyati
di tunggu up nya
AL3
ditunggu up nya , semangat Thor
Isma Nandha Ega Sholikhun: lanjut kak
total 1 replies
puji supriyati
kapan up lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!