Seorang Anak Desa yang sangat beruntung tersesat masuk ke dalam dunia kecil dan mendapatkan pemandu berupa system
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Philipus Nahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Selanjutnya
Setelah mengubur semua mayat penduduk desa, Xio Sin kembali kerumah dan menghampiri mu Huanran yang masih terlihat bersedih.
"Ran'er, aku akan menjaga dan melindungimu sampai kamu menemukan orangtuamu sesuai dengan pesan kakek Liang" ucap Xio Sin
"Terima kasih gege, tapi aku tidak tahu harus mencari dimana dan mulai darimana?" jawab Mu Huanran.
"Untuk masalah itu biar waktu yang menjawabnya, kamu jangan menangis lagi, jika kakek Liang melihatmu seperti ini dia pasti akan bersedih juga" ucap Xio Sin
"Baik gege, aku tidak akan membuat kakek Liang bersedih disana dan akan selalu tersenyum" ucap Mu Huanran lalu membersihkan sisa air matanya dengan kedua tangannya dan memaksakan untuk tersenyum.
"Nah begitukan lebih baik, lebih cantik jika kamu tersenyum" ucap Xio Sin
'Senyummu membuat jantungku meledak' batin Xio Sin
"Apa yng akan gege lakukan setelah ini?" tany Mu Huanran
"Aku akan kembali ke benua barat, dan kamu akan ikut bersamaku sekaligus kita mulai mencari keluargamu" ucap Xio Sin
"Bagaimana cara kita ke benua barat Gege, kapal tidak pernah bisa sampai kesana dan tidak pernah ada orang dari kerajaan 100 pulau pergi ke benua barat demikian sebaliknya. di tengah-tengah antara benua barat dan kerajaan 100 pulau terdapat pusaran air laut yang menghisap apa saja yang melintas" papar Mu Huanran
"Bagaimanapun caranya aku harus kembali" ucap Xio Sin penuh tekad
"Sebaiknya gege bersihkan diri dulu sana, aku akan masak untuk makan malam kita" ucap Mu Huanran
Di Pulau Phoenik yang kecil, kini hanya hidup sepasang manusia yang tinggal di bekas desa Pasir. Desa yang awalnya dihuni hampir 400 penduduk kita hanya tersisa dua orang saja setelah diserang dan dibantai oleh Bandit Hiu Darah.
Lima belas menit kemudian Xio Sin keluar dari kamar setelah membersihkan diri lalu duduk di meja dimana makanan sudah tersedia.
"Gege, mari makan" ucap Mu Huanran
"Baik, terima kasih Ran'er" jawab Xio Sin
Setelah selesai makan mereka lalu pergi keruangan tamu untuk berbincang sebelum tidur.
"Ran'er, sebelum meninggalkan pulau ini, sebaiknya tingkatkan kekuatanmu terlebih dahulu, bulan depan baru kita pergi menuju benua barat" ucap Xio Sin
"Baik gege, aku akan melakukan yag terbaik supaya bisa terus berada didekat gege" ucap Mu Huanran yang secara tidak langsung menggungkapkan perasaannya. Sedangkan Xio Sin yang baru berusia 15 tahun belum terlalu mengerti apa itu cinta jadi hanya menanggapinya dengn senyuman.
"ini ambillah, dan seraplah energinya, aku hanya punya 2 pil saja lagi, 1 pil perak dan 1 pil emas" ucap Xio Sin yang menyerahkan dua botol giok berisi pil kultivasi kepada Mu Huanran.
"Namun sebelum itu kamu harus memperkuat Tulang dan ototmu terlebih dahulu, aku sudah menyediakan beberapa herbal untuk mu besok. setelah tulang dan ototmu kuat baru tingkatkan kultivasimu " ucap Xio Sin
"Baik gege, terima kasih" ucap Mu Huanran lalu memeluk lengan kiri Xio Sin.
'Hah, wanita kalau sudah sangat bahagia pasti terlihat sisi manjanya' batin Xio Sin
Setelah ,lama berbincang mereka kembali kekamar masing-masing lalu tertidur dengan lelap.
Keesokan harinya, setelah sarapan pagi Xio Sin membawa Mu Huanran terbang menuju ke goa yang berada di bukit dekat desa dan meruakan bukit satu-satunya di pulau Phoenik.
"Gege, sangat menyenangkan rasanua bisa terbang seperti burung" ucap Mu Huanran,
"Suatu saat kamupun bisa juga terbang sendiri, asalkan kamu berlatih lebih giat lagi" jawab Xio Sin
"Benarkah gege!" jawab Mu Huanran penuh harapan
Beberapa detik kemudian mereka turun di depan mulut goa lalu berjalan memasuki goa.
Xio Sin lalu mengeluarkan tong besar yang sudah berisi air dari dalam penyimpanannya. Banyak herbal dikeluarkan lalu meracik herbak-ehrbal tersebut. Setelah itu dimasukan kedalam tong tadi.
"Ran'er berendamlah didalamnya, untuk memperkuat tulangmu, herbalnya akan aku ganti seminggu sekali, aku pergi dulu dan akan kembali seminggu lagi" ucap Xio Sin
Setelah Xio Sin keluar, Mu Huanran melepas semua pakaiannya dan masuk kedalam tong untuk berendam didalamnya.
Sementara itu Xio Sin juga melakukan kultivasi diluar Goa.