Kisah sebuah kerajaan yang menjadi perebutan setiap ego hati insan yang serakah.Kembalinya sang pewaris menjadi ancaman.
Pertarungan antara Kubu Sang Pewaris Kitab Suci dan Kubu Kejahatan, dimana menjadi peperangan yang sudah diramalkan.
Cinta dan Pengkhianatan yang tidak terduga menyelimuti setiap generasi, upaya dari sang Pewaris Kitab Suci untuk sebuah perdamaian yang menguras emosi dan pengorbanan orang-orang yang tidak seharusnya menjadi tekad untuk menghilangkan ramalan yang sudah tertulis berabad-abad meski darah dan air mata akan terus menerus menjadi awal dan akhir Takdir Dunia.
Mampukan Sang Takdir memenuhi Tanggung jawab dan menyelesaikan Takdir nya ?? Dan apakah kejahatan akan mengalah atau semakin menyelimuti dunia dengan kegelapan?
Pedang Suci yang memiliki Takdir tak terduga, Takdir yang tidak tertulis kan di dalam Kitab, Takdir yang menjadi teka teki dan Awal dari ramalan itu tercipta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Story of Risa "Part 4"
Berhenti sejenak agar dapat menyesuaikan retina matanya dengan kegelapan didalam gua, dirinya mengingat sesuatu saat matanya sudah mulai melihat bagaimana gua itu benar-benar tak tersentuh cahaya.
"Menemukanku Adalah Akhir Dari Tujuan Awal, Memiliki Sayap Adalah Tujuan Awal itu. Jika Sayap itu Hidup maka Sebagian Jiwa ku Bangkit. " dengan tenang Lady Cristal memunculkan Kitab Suci dan membaca teka-teki kedua dari perjalanan nya , kata Sayap dalam kitab suci seketika bercahaya membuat Lady Cristal tersenyum.
"Siapa pemilik Sayap ini dan jiwa nya menyatu dengan Tujuanku. " gumam Lady Cristal dan mengedarkan pandangan ke setiap arah dengan teliti, tentu saja Kitab itu masih bersinar dan meski hanya satu kata itu cukup menerangi sekitar dan membantu dirinya melihat gua itu .
Gua itu terlihat hanya kosong dan tidak ada tanda kehidupan apapun, saat melihat dinding gua samar-samar terlihat sebuah pahatan tulisan dan gambar abstrak. Diperhatikan dengan serius tanpa disadari langkah kaki nya mundur untuk melihat jangkauan yang lebih luas didepannya itu.
Byur... Dirinya jatuh kedalam air yang sedari tadi tak diperhatikan itu, meski pun dalam tetap saja bisa bertahan karena dirinya sudah dipersiapkan untuk segala kondisi. Namun saat hendak berenang menuju keatas tiba-tiba tubuhnya seperti ringan dan terangkat begitu saja, ntah apa yang terjadi tapi rasanya tubuhnya melayang karena sesuatu yang menariknya dan kini dirinya sudah berada diatas Air tanpa tenggelam.
"Kunci Kitab Suci Cristal of Life." ucap seseorang yang terlihat sangat lembut namun penuh tekanan.
"Siapa itu? Tunjukkan Dirimu! " jawab Lady Cristal.
"Lewati Ujianmu maka Tujuanmu terlihat. " balas orang tanpa wujud itu.
"Baiklah.Berikan Ujianku. " ucap Lady Cristal tanpa ragu.
"Raga ini Bukan Milikku Tapi Jiwa ini Bukan Milikku.
Cahaya Menjadi Milikku Tapi Inti Cahaya Ku Bukan Milikku. Ikatan menjadi Awal dan Akhir. Apa arti diriku didalam Takdir Kehidupanku ? " ucap orang tanpa wujud itu.
"Dirimu hanya menjadi pendamping seorang Pemimpin sesungguhnya. Jika jiwa mu dan inti kekuatan mu bukan Milikmu maka kedua itu berasal dari Seseorang yang menjadi Pemimpin mu dan dengan begitu, jiwa mu akan menjadi utuh setelah bersatu dengan nya. " jawab Lady Cristal dengan tenang setelah memikirkan nya sesaat.
"Jawaban Tepat. Yang Mulia. " ucap orang itu dan kini mulai menunjukkan wujudnya, seseorang yang mungil namun cantik terbang dengan sayap ditangan nya memiliki sinar yang membuat Kitab Suci melayang tanpa basah sedikit pun meski tadi Lady Cristal jatuh ke air bersama Kitab Suci itu, rupanya aura Kitab itu membangkitkan seorang peri dari tidur panjangnya.
"Seorang Peri, Kamu cantik. " ucap Lady Cristal memuji peri itu yang memang cantik.
"Terimakasih tapi aku sudah bangun setelah penantian panjang ku. Mari lanjutkan Tujuan Sesungguhnya. " jawab peri itu dengan tenang.
"Mari." ucap Lady Cristal dengan semangat.
Peri itu menyirani gua dengan cahaya nya dan kini sebuah kabut tebal berangsur menghilang menampilkan seekor Naga yang tertidur pulas dengan menjaga sebuah Pedang Di belakang nya yang masih menunjukkan cahaya biru indah samar-samar. Siapapun yang melihat itu pasti ingin mendekati dan mendapatkan pedang indah itu.
"Jangan gegabah, Meski kamu sang Kunci, tetap saja dia bukan Naga sembarangan. Jiwanya kini kembali setelah aku bangkit dan jiwa mu yang akan melengkapi Naga Suci. Nyawa adalah taruhannya. Kepercayaan satu sama lain itu kuncinya. " ucap peri itu menasehati Lady Cristal.
"Akan kulakukan yang terbaik. Ini Takdir ku demi Melindungi Masa depan. Nyawaku bukan hal besar untuk tanggung jawab Takdir ku. " jawab Lady Cristal tanpa keraguan.