NovelToon NovelToon
CINTA CEO TAMPAN

CINTA CEO TAMPAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:398.6k
Nilai: 5
Nama Author: israningsa 08.

"Kenalkan dia pacarku!"
Tasya menghadiri pesta pernikahan temannya, dia tidak tau jika kedatangannya kepesta tersebut hanya untuk di permalukan oleh sang mempelai wanita yang tak lain orang yang mengundangnya.

Saat pesta itu berlangsung, tiba-tiba ada seorang pria tak di kenal menarik tangannya, pria kaya yang tampan membawanya kehadapan pasangan pengantin baru.

Dan yang lebih mengejutkan lagi, dia di Perkenalkan sebagai pasangan pria tidak di kenal tadi.

Bagaimana kelanjutannya? silahkan baca yah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon israningsa 08., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Kau Mencintai Dia?

Kedua mata Tasya membulat, tanpa sadar tangannya segera menekan dada Rendi dan mendorongnya kuat.

"Ahh Sya... Kenapa kau mendorongku?" tanyanya mengelus dada

"Siapa suruh kau terlalu dekat! Ku lihat kau sudah baik-baik saja! Bisakah kita pulang sekarang! Mungkin kak Leon sudah marah-marah di rumah karena menunggu!" ucap Tasya panjang lebar.

"Dia tidak mungkin marah!" katanya.

"Bagaimana kau tau?" tanya Tasya mengerutkan alis, "Karena dia kakakku!" Balasnya enteng.

"Sok tau!" ketusnya memutar bola mata.

Rendi berdecih di balik senyumnya, ia menyalakan mesin mobil, "Kita akan pulang sekarang!"

"Ehh tadi aku hanya bercanda, kalau kamu masih merasa tidak enak badan lebih baik istirahat lagi!" Serkah Tasya mengerjap.

"Aku sudah tidak apa-apa, aku tidak ingin membuatmu menunggu, karena kau bisa melihatmu kelelahan karena mengkhawatirkanku!" Narsisnya mulai melajukan mobil.

Tasya menghela nafasnya, "Aku benar-benar takut Rend! Bagaimana jika kau keracunan, pasti kak Leon akan menyalahkanku karena membuatmu makan pangsit tadi, tapi aku tidak apa-apa kenapa kau malah muntah?" herannya memicingkan mata.

"Mungkin karena aku baru pertama kali makan itu, dan sepertinya aku kebanyakan minum air!" Ungkapnya.

"Benarkah? Kau memang bodoh!" umpatnya.

"Kau berani mengatakan aku bodoh? Kau yang bodoh!" balasnya kesal.

"Kenapa aku yang bodoh, jelas-jelas itu kau!" Tasya tak mau mengalah, "Kau!!" Rendi pun demikian.

"Itu kau Rendi! Kau sudah tau kalau kau tidak pernah makan itu, tapi kau malah memakannya! Dasar bodoh!"

"Apa sebelumnya aku tidak pernah katakan kalau aku memakan pangsit tadi karena melihatmu menikmatinya? Jadi salahkan dirimu yang membuatku jadi tertarik!" ungkap Rendi membuat Tasya melongo.

"Ka-karena aku? Tapi perasaan aku tidak memanggilmu untuk masuk! Kau sendiri yang datang menghampiriku kan?" timpalnya.

"Ahh sudahlah... Laki-laki di mata perempuan memang selalu salah! Aku heran... Apa yang tidak salah di mata kalian para perempuan?" tanyanya.

"Cari tau sendiri! Aku tidak perduli, kau memang salah dan selalu salah!"

Rendi mendesah, meneguk ludahnya dan mulai terdiam.

Mereka berdua tak lagi bersuara, Tasya memalingkan wajah menghadap jendela mobil dengan jantung yang sedari tadi berdegub kencang tanpa alasan yang jelas, sementara Rendi terus tersenyum sambil menyetir dengan sesekali melirik Tasya dari ekor matanya.

***

Tiba di rumah, Tasya dan Rendi melangkah masuk bersama, rumah tampak sepi seperti biasa.

"Aku mau istirahat! Capek... Tulang-tulangku rasanya remuk!" keluh Tasya pada Rendi.

"Masuklah... Jangan lupa mandi sebelum tidur! Nanti aku akan memanggimu makan malam!" Rendi berucap disela langkah Tasya menuji kamarnya.

"Tidak, aku sudah kenyang! Kau makan malam saja dengan kak Leon aku sudah sangat mengantuk, bye... Bye... Laki-laki lemah! Bwekk.... " sindir Tasya menoleh ke Rendi menjulurkan lidahnya dengan bola mata mengarah keatas.

"Beraninya kau meledekku! Aku tidak lemah... Aku itu kuat gagah perkasa! Kau mau buktinya?"

"Iya-iya, aku percaya! Sangat-sangat percaya!" Ucap Tasya tersenyum meremehkan.

Rendi mengerutkan kening, "Senyum macam apa itu?"

Tasya yang sudah berada di ambang pintu kamar, dan hendak menutup pintu kamarnya, kembali menoleh, "Ohh ini.... anggap saja senyum terindah dariku hihih...."

Brak....

Dia menutup kasar pintu tersebut, "Ups... Sorry! Ada angin kencang! Heheh.... " Tasya membukanya lagi, memberi senyum kikuk pada Rendi merasa bersalah karena pintunya lalu menutup kembali dengan sangat hati-hati.

"Kau!! Tasya!!" Rendi geram memanggilnya tapi tak ada yang menyahut meskipun dia berjalan menuju pintu kamar Tasya.

Dia hendak mengetuk, "Rendi!" Tiba-tiba Leon datang dan memanggilnya, "Kakak, ada apa?" ia berlalu meninggalkan pintu kamar Tasya lalu menghampiri kakaknya yang baru keluar dari kamar.

"Aku ingin bicara denganmu!" kata Leon, "Ada masalah apa kak?"Tukasnya, "Ikut aku! Ada hal serius yang harus kakak tanyakan sama kamu!"

Rendi mengikuti arahan kakaknya keruang baca, mereka masuk ke sana dan mengunci pintunya agar tak ada yang datang mengganggu.

Leon menatap serius ke adiknya, dia terdiam sejenak membuat Rendi mengeryit tak sabaran dengan pertanyaan dari kakaknya, "Ada apa kak? Katakan saja!"

Leon menarik nafas dan menghembuskannya, ia mengangkat sedikit wajah dengan kesepuluh jarinya saling bertautan di atas pahanya.

"Tadi kamu menelfonku kalau kau akan pulang sebelum malam, tapi apa ini? Sekarang sudah hampir jam 9, dari mana saja kamu?"

"Aku menjemput Tasya di tempat kerjanya, dan dijalan tadi macet kak!" Rendi berbohong, dia tidak ingin jika kakaknya tau apa yang sebenarnya terjadi saat mobilnya berhenti di pinggiran jalan.

Apalagi sampai mengetahui jika Rendi tadi makan makanan pinggir jalan dan memuntahkan semuanya, "Ohh Tasya, hm... ini soal dia Rend! Kakak ingin tau, apa pendapatmu soal dia?"

"Menurutku dia baik, memangnya kenapa kak?" jawab cepat Rendi.

"Aku selalu memperhatikan sikapmu padanya, terkadang kau tersenyum seperti orang bodoh di hadapannya! kenapa, apa kau punya perasaan pada Tasya!"

"A-aku!" Rendi terlihat gugup, lidahnya terasa keluh untuk menjawab sebab dia bingung apa harus dia katakan pada kakaknya.

"Rendi! Kakak tau kau hanya bermain-main saja kan? Kau hanya menjadikan dia sebagai pelampiasanmu!" tuduh Leon.

"Tidak kak! Aku tidak begitu!" elaknya, "Sudahlah... Kakak tau semuanya, kau membawa dia kesini karena kau merasa sakit hati karena Nadya, mantanmu itu! Kakak paham bagaimana perasaanmu tapi hentikan sekarang, bagaimana nantinya jika Tasya benar-benar jatuh cinta sama kamu?" papar Leon semakin membingungkan Rendi.

"Apa aku memang membawa Tasya karena rasa sakitku? Tapi...."

Rendi linglung, dia berfikir keras tentang apa yang sebenarnya ia rasakan.

"Aku tidak menjadikan dia sebagai pelampiasan kak! Aku hanya merasa dia sedikit berbeda dari wanita yang pernah ku kenal sebelumnya!"

"Lalu... Apa kau mencintai dia?" tanya Leon semakin serius menyudutkannya.

1
Iiq Rahmawaty
mangkanya andri.. lbih baik berteman sajakn dripda hrus nembak mnembak dan pda akhirnya kau ditolak trua skrg mlah jd menjauh kan
Iiq Rahmawaty
🤣🤣🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
nyerocos bae lu ah rend..
di awal mh sikap lu jutek bnget sumpah ehh skrg cereewett minta ampun🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
siapa ya orgtua tasya???
kn ktanya lg pda jd TKI ga pulg2
Iiq Rahmawaty
et alah tasya🤣🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
ah ganggu aja org lg mkn juga🤣🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
high heels.. bukan ngitu tulisan nya thor ??
Alya Yuni
Tasya kau jngn bodoh
orng tua Rendi trllu egois
Aqiyu
mereka kakak beradik????
Aqiyu
terserah Rama kamu mau apakan Nadya aq sih ikhas 😁
Aqiyu
Tasya orang yang baik
Aqiyu
jangan bilang keguguran
Aqiyu
Rama Rama....
Aqiyu
Rama gila loe
Aqiyu
Nadya hamil ga mau dekat-dekat dengan Rama
Aqiyu
bener tuhhh ...
Rama belum kenal betul sifat dan kelakuan Nadya
Aqiyu
gara-gara Nadya prsahabatan jadi rusak
Aqiyu
Nadya kamu tuh bekas Rendy ga akan memungut barang bekas
Aqiyu
Rendy bener tuh hubungan dah hancur karena Nadya malah lari kerumah mantan gaimana ga tambah hancur tuh.
Leon aneh.....
Aqiyu
Rendy modus.ada yach tugas sekertaris harus mau di peluk-peluk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!