mengisahkan tentang seorang anak yang terusir dari rumah karna menurut sang papa dia adalah anak pembawa sial. Akhirnya suatu saat nanti Teri mengetahui kalau dia bukanlah putri kandung dari papa yang selama ini dia kenal adalah papa kandungnya.
Siapa yang tahu kalau di balik musibah yang dialami Teri akan membawa dia pada kebahagiaan yang sesungguhnya nantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niluh sekar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 26
seminggu kemudian Teri telah kembali dari Paris, dia tidak langsung pulang ke rumah tapi ke kantor suaminya, karena ketiga anaknya sedang berada di kantor suaminya. memasuki lobby gold entertainment, teri berjalan dengan sangat anggun, pakaian yang di kenakan Teri pun tidak tanggung-tanggung harganya,kalau di tafsirkan sich bisa membeli sebuah mobil mewah, dan kaca mata yang bertengger cantik di hidung mancung nya.
Teri menghampiri resepsionis dan menanyakan di lantai berapa ruangan suaminya.
" ada yang bisa saya bantu nona?"
" ruangan komisaris ada di lantai berapa?"
" apa nona sudah membuat janji sebelumnya?"
" apa saya perlu harus membuat janji terlebih dahulu?"
" tentu saja nona, tidak sembarang orang bisa masuk ke ruangan komisaris kita tanpa membuat janji terlebih dahulu,"
" telpon saja sekretaris nya dak katakan nyonya muda kang Teri datang berkunjung,"
resepsionis yang mendengar nama depan kang menebak-nebak, ada hubungan apa gerangan perempuan yang di depannya ini dengan bos besar mereka.
" baiklah tunggu sebentar nyonya , saya akan menghubungi sekretaris komisaris terlebih dahulu,"
tanpa sengaja Dhiana yang akan keluar dari gedung kantor tersebut melihat keberadaan dari kang Teri, tapi dia tidak tau kalau orang itu adalah istri dari bos besarnya.
(cantik sekali perempuan ini, outfitnya pun tak kalah dengan harga mobilku)
sebelum Dhiana benar-benar keluar dari kantor tersebut dia mendengar teriakan dari sepasang anak kecil
" mommy"
" mommy"
Dhiana membalikan badannya dan melihat sepasang anak kembar berlari ke arah perempuan yang sempat dia kagumi tadi.
" mommy, apa dia istri dari tuan muda kang? apa dia pemilik dari Terry's fashion?" human Dhiana. sang asisten yang mendengar gumaman kecil dari aktris nya tersebut pun menjawab.
" seperti nya memang dia istri dari bos besar kita, perempuan yang benar-benar cantik,"
tidak lama keluarlah tuan muda kang menggendong balita kecil menghampiri sang istri. karena sudah sangat rindu dengan sang istri, langsung saja kang Ryu memeluk istrinya dan memberikan ciuman di kening istrinya. semua karyawan yang melihat adegan tersebut merasa tersihir, ternyata bos besar mereka bisa juga bertingkah romantis.
Dhiana yang melihat adegan tersebut tanpa sadar mengeluarkan air matanya,. dan langsung mengajak sang asisten untuk segera pergi dari sana.
(aku memang tidak ada apa-apanya di banding kan perempuan tadi. dia sangat cantik dan berkelas. kayaknya aku harus cepat-cepat mengubur perasaanku pada tuan muda)
sedangkan masih di lobby kantor tuan muda kang menuntun istrinya menuju ke lift untuk naik ke ruangannya. Laras pun sebenarnya ada di sana, tapi dia tidak bisa mengenali bahwa itu adalah saudara tirinya yang telah mereka usir dari rumah.
( soal, apa tadi istri tuan muda kang? kalah jauh aku kalau di bandingkan dengan dia. tapi aku yakin dia akan tergila-gila padamu.saat sudah merasakan permainan ranjang ku)
Laras sebenarnya sudah bingung bagaimana caranya dia bisa mendekati tuan muda kang, tuan muda itu sangat susah untuk dia sentuh. tapi dia yakin suatu saat nanti pasti dia akan mendapatkan celah. mendengar pujian dari setiap karyawan yang dia lewati membuat telinganya serasa sangat panas.
" pantas saja anak-anaknya sangat cantik dan tampan, wujud dari ibunya saja seperti itu,"
" kantor kita hari ini kedatangan seorang bidadari,"
" sisakan satu untuk ku yang seperti itu,"
" walaupun ada juga belum tentu dia mau sama kamu,"
" kamu sirik saja, sekali-kali bermimpi tidak apa-apa kan,"
" kalau mimpi jangan ketinggian, nanti kalau jatuh sakit,'
" udah punya anak tiga tapi badannya ok banget, malahan yang masih single kalah,"
( sialan perempuan itu, baru datang saja semua karyawan cowok sudah pada ribut)
Laras memutuskan untuk menunggu di kantor sampai mereka pulang, karena Laras yakin nggak mungkin mereka akan lama berada di kantor. dan benar saja dua jam kemudian keluarga kecil itu keluar dari lift khusus petinggi perusahaan. Laras berpura-pura lari dan tanpa sengaja menabrak tubuh Teri. untung saja tuan muda kang sigap menangkap tubuh istrinya, kalau tidak bisa di pastikan gunung sang istri mendarat cantik di lantai lobby kantor tersebut.
" maaf, maaf kan saya tuan,nyonya. saya sedang terburu-buru,"
" ah ya tidak masalah,"
" kalau jalan pakai mata, untung saja saya bisa menangkap tubuh istriku, sedikit saja lecet pada tubuh istriku maka tamatlah riwayatmu," teriak tuan muda kang.
Laras memperhatikan dengan seksama wajah wanita yang ada di depannya tersebut, dia merasa sangat familiar dengan wajah tersebut. tapi yang sekarang nampak lebih cantik dan dewasa, maklum saja waktu ketemu di mall saat itu, Teri tidak memakai make-up sama sekali hanya lip tint saja agar tidak nampak pucat, sedangkan sekarang Teri memakai fool makeup pada wajahnya.
" Teri, apa itu kau teri?"
" occhhh kau Laras, apa kamu bekerja di kantor ini?"
" apa maksudnya ini? apa kamu adalah istri dari tuan muda Kang?"
" iya , perkenalkan dia suamiku Kang Ryu, dan sayang perkenalkan dia mantan kakak tiriku Laras,"
Laras yang mendengar pernyataan dari teri merasa benar-benar kaget dan langsung pergi dari hadapan Teri. Laras segera pergi ke parkiran mobilnya dan ingin segera kembali ke rumahnya untuk menemui sang mama.
setengah jam kemudian sampailah Laras di rumahnya, Laras menghampiri mama dan papanya sedang berada di ruang keluarga.
" mama, papa,"
" kenapa sayang," mereka melihat sang anak dengan nafas yang ngos-ngosan.
" ma, pa, tadi Laras ketemu dengan Teri. ternyata teri adalah istri dari tuan muda kang, dan mereka sudah punya tiga orang anak,"
" apa," teriak mama dan papa Laras bersamaan.
" dari mana kamu tau kalau semua itu benar? bisa saja dia hanya mengasuh anak dari tuan muda Kang,"
" tidak ma, Teri yang mengatakan langsung padaku tadi di depan tuan muda Kang dan anak-anaknya."
" bagaimana bisa anak itu menjadi istri dari tuan muda dari keluarga kang?"
" apa mama lupa, anak itu adalah keturunan dari keluarga Chan, tentu saja dia akan tumbuh menjadi anak yang sangat cantik,"
" apa maksud papa, apa Teri bukan anak kandung papa?"
" anak kecil tidak perlu tahu urusan orang dewasa,yang kamu fikirkan sekarang bagaimana kamu bisa merebut tuan muda itu dari tangan Teri,"
" bagaimana caranya pa, sangat susah untuk mendekati tuan muda itu, jangankan dekat untuk berpapasan saja jarang,"
" kamu sudah tau kan di mana rumahnya, nanti malam kita akan pergi ke sana. dan kita akan bersandiwara di depan mereka. saat hubungan kita sudah baik seperti keluarga di sanalah kamu baru bisa mendekati tuan muda kang,"
" itu ide yang bagus ma, kalau.begitu aku akan bersiap-siap terlebih dahulu,"
dsar bodoh