NovelToon NovelToon
Melody

Melody

Status: sedang berlangsung
Genre:Contest / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: MA84

Masalalu,
Semuanya berasal dari masalalu.
Masalalu yang mengubah hidupku.
Mengobrak abrik hati yang telah lama tersakiti.

Sebuah rahasia yang berawal dariku, membuat berbagai macam pertikaian dan perebutan terjadi. Mencari titik celah untuk mendapatkan rahasia yang tersimpan rapat dalam memori.

Aku...
Adalah titik pemicu peperangan terjadi.
Barang berharga yang mereka incar yang telah lama hilang kini mulai terkuak kembali.
Memaksaku untuk melindungi diri dari para musuh yang berniat ingin mencelakai.

Dia...
Suamiku.
Pria yang dengan tulus mencintaiku, meski harus melalui masa panjang untuk akhirnya bersama.
Pun tak luput melindungiku hanya untuk harta berharga.

Apa aku...
Hanya barang yang diperebutkan?
Atau hanya manusia yang perlu dimusnahkan?

follow akun ig author : @maulidamaulida84

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MA84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta maaf

Aku menatap sudut bibirku yang masih biru lebam karna pukulan Kak Daniel hari itu. Meskipun mulai pudar, tetap saja lebam ini masih terlihat cukup jelas.

Brak

" Heh ril! " aku mengalihkan pandanganku dari layar ponsel kedepan. Lebih tepatnya tiga orang biang kerok yang tidak ada habis habisnya mengusik kehidupanku.

" Gue bilang dari awal jauhin Kak Daniel! Gara gara lo, dia yang gak pernah berkelahi harus luka luka gitu karna lo! " hardiknya sambil menunjuk nunjuk wajahku dengan jari telunjuk.

Aku mengangkat alis sebelah meremehkan. Kelas saat ini masih sepi, jadi dia bisa leluasa menampakkan taringnya. Coba kalo di keramaian? Dia akan bersikap sok polos bak wajah tertindas.

" Kapan lo suruh? Kok gue gak inget? " tanyaku menatapnya dengan tenang. Mari kita ikuti alur permainanmu.

" Lo!! " menggeram kesal. " Pokoknya, lo jauhin Kak Daniel!!, atau kalau enggak. Gue bakal bikin Nana menderita! "

Brak

Aku bangun sambil menggebrak meja menatapnya tajam. Nampaknya pelajaran yang ku beri hari itu tidak membuat mereka jera. Haruskah ku bereskan mereka di sini?

" Kenapa? Marah? Makanya! Kalo gue bilang jauhin Kak Daniel, berarti jauhin! " ujarnya mendorong dorong bahuku pelan.

Plass

" Akhhh apa yang lo lakuin?! Lepasin! " teriak Naura memekik kesakitan saat tangannya ku pelintir kebelakang.

" Dasar j*l*ng! Lepasin Rara! " teriak Mira melayangkan tangannya ingin menamparku, tapi dengan secepat kilat, tangan itu ikut kupelintir kebelakang membuatnya ikut merintih kesakitan.

" Tolong!! Ada yang lagi bully orang!! Tolong!! " teriak Fira berlari kearah pintu untuk meminta bala bantuan.

" Gue gak pernah mempermasalahkan kalian ingin berbuat apa sama gue. Tapi, ingat! Ancaman kalian gak akan mempan. Karna sejengkal saja kalian berani sentuh Nanaku. Siap siap kalian habis di tanganku!! " bisikku dengan tatapan sedingin es.

" APRIL LIA!! IKUT SAYA KERUANG BK! " teriak kencang Miss Dina di ambang pintu dengan Fira yang tersenyum sinis di belakangnya.

Brukh

" Akh.. " aku mendorong tubuh keduanya hingga terhempas di lantai dan sedikit membentur kursi, lalu berjalan menghadap Miss Dina tenang.

" Ikut saya keruang BK sekarang juga! " titahnya berjalan lebih dulu keluar dari kelas. Aku melirik Fira tajam lalu keluar mengekor di belakang.

Saat keluar, banyak mahasiswa yang berbisik bisik saat melihatku berjalan mengekor di belakang Miss Dina yang terkenal killer dan sadis saat memberikan hukuman pada anak muridnya.

" Kamu tau apa kesalahan kamu?! "

" Tahu " jawabku datar.

" Sekarang kamu pilih. Mau hukuman membersihkan toilet selama sebulan, atau saya kasih nilai E ?! " tanya beliau menatapku garang. Gila ni dosen. Berat banget hukumannya. Mana ancamannya pake kasih nilai E segala lagi. Sekarang aku percaya, kalo gosip itu bukanlah sekedar gosip.

" Saya pilih yang pertama "

" Pilihan yang bagus. Sekarang kamu keluar dan kerjakan hukuman kamu! " usirnya. Akupun segera berpamitan keluar dan mengerjakan tugas yang di berikan Miss Dina hingga sampai sore hari.

Lelah? Itu pasti. Belum lagi ada yang iseng ngunciin aku di dalam toilet waktu lagi bersihin. Untung aku punya akal buat manjat tuh pintu untuk keluar. Gak ada kerjaan banget orang orang itu, ada aja cobaan yang harus aku lalui di kota besar ini.

" Nih. Kamu pasti capekkan? " aku menoleh kesamping dan melihat Kak Daniel tersenyum manis seraya meletakkan sebotol air mineral di atas meja batu berbentuk bundar yang terletak di taman kampus.

" Makasih kak. " ucapku tulus lalu meminum air itu. Jujur saja, aku memang sangat kelelahan. Kampus ini besar, belum lagi toiletnya juga letaknya di mana mana. Dan ini akan aku lakukan sampai sebulan kedepan.

Hening sesaat. Aku masih sibuk menikmati semilir angin yang menerpa kulitku yang terbungkus kain hijab sambil merasakan rasa sejuk yang membuat rasa lelahku terbayarkan.

" Maaf, " aku melirik Kak Daniel yang tiba tiba berubah sendu seperti itu. " Maaf karna kemarin aku sudah memukulmu. Sumpah aku gak sengaja. Waktu itu aku pengen mukul mukanya si Arkan, tapi... malah kena wajah kamu. " sesalnya.

" Aku marah. Aku gak suka waktu lihat kamu dekat dekat dengan lelaki lain, apalagi kalau itu Arkan. Jika pria lain aku mungkin bisa bersaing secara sehat, tapi ini Arkan. Pria yang terkenal suka memainkan perasaan wanita. Aku gak mau kamu dekat dekat sama dia. Dia gak baik buat kamu ril. " Diapun akhirnya mengeluarkan semua unek unek rasa kesal yang mungkin sudah dia pendam dari kemarin, dan baru hari ini bisa tersampaikan.

" Lalu pria seperti apa yang baik untukku? " tanyaku menatapnya datar dengan alis yang terangkat sebelah.

" Itu... " diam terdiam bingung. Aku menghela nafas pelan lalu menatapnya datar. " Aku memang tidak bisa menghentikan perasaan seseorang. Tapi, ini hidupku. Aku tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Jadi, aku harap. Jangan pernah mengatur atur kehidupanku. Jalani saja hidupmu, dan jangan pernah mengatur kehidupanku. Karna aku... bukan mainanmu! "

" Bukan gitu maksudku ril. Aku--- "

" Terima kasih untuk minumannya. Saya duluan, assalamu'alaikum. " aku bangkit dan segera pergi meninggalkannya dengan tangan mengepal.

Satu lagi kejadian yang paling aku benci. Saat saat di mana, ada orang yang dengan seenak hati menyuruhku untuk menjauhi orang yang tidak dia suka. Aku bukan boneka. Aku tidak ingin terjerat rantai cinta gila seperti dulu lagi. Kalian tahu? Itu benar benar menyiksa. Bahkan masih terasa sampai sekarang.

Di mana saat perasaan marah, kesal, benci, berpadu rasa putus asa dalam menjalani kehidupan menjadikanku bagai seorang tahanan dalam manisnya cinta yang orang orang bilang.

Intinya. Aku membenci kata CINTA.

1
Mada
semoga jangan lupa ingatan
Mada
makasih kaka uda bikin novel ini
Mada
banyak banget yg suka sama aril
Kang Haluuuuu
😍😍😍
Gcheol/Gyoo
Aduh nyosor aja ril😌
Gcheol/Gyoo
bener-bener yah kamu Er,
bikin aku gemes.
jadi pengen masukin ke kantong,
buat dibawa pulang.
Gcheol/Gyoo
Arkan, pemikiran kita sama deh😂
'yes lampu ijo'
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻
Maulida84
sebenarnya udah mau pengen chat pihak mt/nt buat promosi,,, cuman mereka masih off jd gak sempat minta dijadikan remondasi di beranda
Gcheol/Gyoo
aduh Er kok kamu bikin teriak-teriak sendiri sih😫,
Thor novelnya gak dipromosikan?
padahal bagus loh
Gcheol/Gyoo
April: Dingin Dingin kok bikin malu sih?
Me : Dingin Dingin bikin meleleh ya, ril?😆
Gcheol/Gyoo
berapa cowok tuh ril?😆
Gcheol/Gyoo
Thanks author😊
tetap semangat nulisnya.
Aku suka dengan gaya bahasanya
Gcheol/Gyoo
up lagi dong kak😦,
ku udah ngirim kopi untuk kakak
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut,,
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut kak,,
Kirana
lanjut lg kak,, udh penasaran nih...
semangat.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!