NovelToon NovelToon
Garis Adat Pernikahan

Garis Adat Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Perjodohan
Popularitas:63.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs.Kang Chi

Jodoh, Kematian, Kebahagian, Kecelakaan di tangan Allah SWT. Tapi manusia dengan kuasanya, berbuat seperti kehendak Tuhan, mengatur perjodohan. Yang terlahir lebih dulu harus menikah lebih dulu.

Seorang lelaki memakai koko putih dengan celana panjang duduk dikursi dengan sopannya berhadapan dengan ayah dari seorang wanita. Lelaki itu dengan ramahnya membuka suaranya.

" Bapak, kedatangan saya kemari untuk melamar anak bapak!"

" Nak, bapak tidak menolak lamaranmu, tapi bapak berikan kamu pilihan, jika kamu ingin menikah cepat silahkan menikahi kakaknya, jika bisa menunggu kalian tunangan saja dulu." Ucap lelaki yang sudah sedikit beruban dengan pakaian berbatik.

Lelaki dihadapannya tampak menatap tidak percaya dengan ucapan ayah dari si wanita yang tertunduk tampak menahan air matanya.

Apakah yang akan dipilih lelaki ini? Menikahi kakaknya atau tetap menikahi adiknya dengan menunggu pernikahan kakak dari wanita yang disukainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.Kang Chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegaduhan di Ruang Guru

Terima kasih untuk dukungan para pembaca setia novel ini. Mrs cukup senang, dan untuk novel ini Mrs gak bisa janjikan update rutin, karena Mrs sedang ada kesibukan lain, tapi akan selalu diusahakan update, karena ini salah satu novel kesayangan mrs 😂😂. Walaupun mrs merasa monoton ceritanya 😂😂😂, novel ini dibuat Mrs dari hal-hal yang sering terjadi dilingkungan kita. Kalau ada kemiripan kisah dengan yang terjadi, ini murni sebagian fiksi sebagian lagi modifikasi permasalahan di kisah nyata. Cekkidot langsung aja baca guys, boleh ceritanya dibagikan ke temennya.

🌿🌿🌿 Selamat Membaca🌿🌿🌿

Pak Rasya langsung melangkah mendekati Raniyah yang sedang duduk dan membuka laptopnya, matanya tidak dapat berbohong, kalau dirinya sangat terluka. Beberapa kali dia mengambil tisu untuk menahan air mata yang terus bersiap meluncur.

"Bu Rani!" Panggil Pak Rasya yang sudah berdiri di depannya.

"Iya?" Kata Raniyah melirik sebentar.

"Emm.. Tadi maaf, kita hanya bercanda." Ucap Pak Rasya.

Raniyah meilirik tajam lalu kembali lagi ke layar monitor. Mendengar perkataan pak Rasya yang berkata hanya bercanda, membuatnya tersenyum kecut.

"Tidak masalah kalau saya jelek di mata kalian! Tapi tolong hal seperti ini, jangan dijadikan bahan bercanda!" Kata Raniyah dingin.

"Iya bu, saya minta maaf sekali lagi." Kata Pak Rasya tidak disahuti oleh Raniyah.

Melihat Raniyah mengabaikannya, Pak Rasya pun kembali ke tempat duduknya. Beberapa kali melirik ke arah Ranuyah yang tampak dia mulai sering menghapus air matanya.

Tidak berapa lama datang bu Lusi yang tampak geram, dia melirik Raniyah, kemudian matanya menyalang menatap Pak Rasya yang tampak terkejut. Bu Lusi berjalan cepat ke arahnya.

Brak!

Bu Lusi mengebrak meja Pak Rasya dengan keras. Dadanya turun naik menahan emosi yang memuncak semua mata menatap ke arah Bu Lusi. Guru wanita yang terkenal cerewet.

"Mulai sekarang Pak Rasya Jangan coba dekati Bu Rani lagi!" Tegas Bu Lusi sambil menunjuk ke arah wajah Pak Rasya.

"Ma..Maksudnya bu?"

"Saya nyesel menjodohkan Bapak dengan Bu Rani! Kalau tau kelakuan bapak kayak gini!" Tegaa Bu Lusi.

"Bu.. Saya tadi tidak bermaksud body shaming bu!"

"Apapun alasan bapak! Saya tidak suka laki-laki banding-bandingin wanita!" Tegas Bu Lusi.

Pak Rasya terdiam, Bu Lusi tampak tidak mau perkataannya dibantah ditambah saat ini sedang naik pitam. Bu Lusi matanya melihat ke sekeliling, dia sudah tidak memperdulikan pandangan orang lain, dia cukup marah dengan kejadian yang baru terjadi.

" Kalian para lelaki! Pak Rojib juga anda berani-beraninya pake ngurutin kecantikan wanita heh! Anda gak punya hati! Coba Anda pikirkan kalau anda sendiri diperlakukan seperti itu!" Mata Bu Lusi menatap tajam pak Rojib.

Pak Rojib tampak tersenyum samar, dia sama sekali tidak merasa bersalah. Semua orang tampak mengelengkan kepalanya dengan sikap Pak Rojib.

"Saya berkata fakta! Bu Rani kan emang gak cantik! Buktinya sampai sekarang belum nikah, malah ditinggalin calon tunangannya lagi!" Kata Pak Rojib sangat enteng.

" Shut up!" Pak Vikram kini ikut campur, semua orang terkejut dengan sikapnya, yang biasanya Pak Vikram diam saja dengan permasalahan yang ada di ruang guru.

Pak Rojib lebih terkejut lagi, karena guru juniornya itu berani sekali membentaknya. Suasana di ruang guru semakin panas. Sementara Jesika tampak senang dengan konflik yang sedang terjadi.

" Pak Rojib!" Seru seseorang disana mencoba mendinginkan suasana.

"... Pak, Raline Shah artis Indonesia dia belum nikah sampai sekarang, Suzy bae belum nikah. Apa bapak bisa bilang mereka jelek?" Seru Pak Agus sambil cengir.

" Ya mereka kan Beda!" Kata Pak Rojib.

" Sudah cukup pembahasan ini! Maaf ya Pak Rojib ukuran kecantikan wanita itu beda-beda sesuai selera! Bu Rani dimata saya adalah wanita yang cantik, bukan karena fisiknya, tapi dari sisi yang lain! Dan tolong jangan banding-bandingkan lagi Bu Rani dengan wanita lain! Karena tidak ada yang bisa membandinginya, dia terlalu cantik!" Ucap seseorang dengan senyuman merkah diambang pintu.

"A**hsan!" Ucap Jesika kesal dalam hatinya.

Raniyah langsung melirik ke arah pintu dimana Ahsan sedang berdiri dan menatapnya dengan senyuman terukir indah.

" Wah! Iya benar sekali perkataan Ahsan!" Seru Pak Agus membuat semua orang akhirnya kembali ke urusannya masing-masing.

Jesika langsung menghampiri Ahsan, dia hendak menyapa Ahsan, tapi justru Ahsan melewatinya dan langsung mendekat ke arah meja Raniyah. Dia mengucek kepala Raniyah, membuat Raniyah menatapnya dengan mata berkaca-kaca, rasanya dia ingin menangis saat ini.

" Hey, mau pergi denganku? Aku tau kamu tidak ingin disini!" Bisik Ahsan.

"Terkadang Ahsan tau apa yang aku butuhkan saat ini" Batin Raniyah.

"Uh soo sweet!!" Kata Bu Lusi yang sudah berubah ceria lagi dia tersenyum langsung kembali ke tempat duduknya.

" Jam kerjaku sudah selesai! ayo kita pergi!" Kata Raniyah membawa tas dan Ahsan tampak senang.

Pak Rasya melihat adegan tersebut, dia tampak tidak rela melihat Raniyah pergi bersama Ahsan. Bu Lusi memberikan tatapan tajam ke arah Pak Rasya yang sudah berdiri hendak mencegah Raniyah pergi.

" Jangan harap untuk mendekatinya lagi!" Ancam Bu Lusi.

" Saya hanya ingin minta maaf Bu!" Kata Pak Rasya yang tampak frustasi melihat Raniyah pergi bersama Ahsan.

"Jangan cari alasan!" Kecam Bu Lusi.

"... Awas kalau anda mendekati Bu Rani!" Kata Bu Lusi langsung memberikan tanda dengan tangannya .

Pak Rasya menghela nafasnya, kembali lagi ke tempat duduknya tampak menyesal dengan yang baru saja terjadi. Pak Farhan mendekatinya menepuk pundaknya.

" Sabar Bro, cewek kalau lagi marah emang suka ngancem-ngancem!" Kata Pak Farhan yang tidak lain suaminya bu Lusi.

" Apa kamu bilang Mas!" Kata Bu Lusi yang sangat jeli telinganya melotot ke arah Pak Farhan.

Pak Farhan langsung bungkam, semua orang cekikikan melihat ekspresi pak Farhan yang tidak dapat berkutik. Sementara Pak Rasya masih menatap kursi kosong tempat duduk Raniyah. Seribu sesal kini bersarang di benaknya.

Seandainya saja dia tidak ikut permainan Pak Rojib yang bercandanya suka kelewatan, mungkin kejadiannya tidak bakal separah ini. Hatinya sangat tidak enak melihat Raniyah sama sekali tidak mau bercakap-cakap dengannya. Bahkan saat ini, Raniyah tampak belum memaafkannya.

Di sisi lain, Raniyah menanggis terseguk-seguk sambil ditutupi jas kerja Ahsan. Sementara Ahsan menungguinya sampai Raniyah tenang. Ahsan mengelus kepala Raniyah yang tertutup oleh Jas. Dalam hatinya dia juga merasa kesal dengan kejadian di sekolah itu.

"bisa-bisa mereka mengolok-olok Raniyah!" Batin Ahsan dengan rahangnya mengeras dan tangan mengepal.

#Bersambung...

🌿 Terima kasih sudah membaca episode ini🌿

1
minarni 0714
Luar biasa
Win26
iki sing goblok sopo, selalu raniyah jadi korban
marun
haya ini kok ngeselin ya. pantesan daiyan g mau
marun
pusing amat yak jadi rania. itu kakak2nya jg pada semaumau gitu ma rania
marun
boleh juga nih g usah olahraga pake susuk aja ya jes
Wu Shi Des
lah, Thor GK rela aq jaya bahagia
Alfatihah
dilanjut thorrr ...msih setia menunggu lanjutannya thorrr
Alfatihah
apakah tamat thorrr
Sri Kusniati
kemana thor dah lama gak up
Mrs.Kang Chi: iya suka lupa nulis, lagi ada kesibukan didunia nyata guys
total 1 replies
Sri Kusniati
lanjut thoe
atin p
👍👍 mantabbb pak Dokter....
suha suharni
akhirnya daiyan dan raniyah bersatu,semoga kedepannya bahagia selalu.dan punya anak sendiri.sipelakor jaya di tendang aja jauh2 Thor,semangat selalu Thor 👍😘💖
suha suharni
dikit banget dah hbs, semangat dong Thor,bkin yg banyak cerita,x.
Mrs.Kang Chi: iya iya deh
total 1 replies
atin p
wkwkwk..pak Dokter ..ngrecep y...mau belah duren
Mrs.Kang Chi: hahaha
total 1 replies
Sri Kusniati
thor lama bgt br up
Mrs.Kang Chi: suka lupa aku tuh hahaha sorry
total 1 replies
Win Da
😂😂😂😂😂😂😂😂 seneng bgt uda lqnjut lagi. ditunggu yang nanti malam nya mrs.🥰🥰
Mrs.Kang Chi: makasih ya udah setia. eaaa nunggu yg hot2 ya
total 1 replies
Sri Kusniati
thor kok lama bgt br up
Ra
tamatin aja thorr udah pda lupa ini
Mrs.Kang Chi: ekwkwkkwk
total 1 replies
Win Da
makasih up nya. jangan lama2... kami sudah rindu 🥰🥰
Alfatihah
g ada terusannya kah ????
Mrs.Kang Chi: sorry lupaa lanjut aneee hahaaha
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!