NovelToon NovelToon
Aurora

Aurora

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:106.9k
Nilai: 5
Nama Author: Era Nur agustina

Aurora gadis desa yang penuh dengan misteri tentang masa lalunya. Ia datang mencari apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarganya di masa lalu. Ia hidup dengan identitas orang lain di besarkan oleh mantan pembantu ibunya sekaligus orang kepercayaan ibunya. Setelah berusia 21 tahun ia datang untuk mencari tahu penyebab ibunya mendekap di penjara dan kematian ayahnya yang masih melekat di ingatannya. Aurora kecil yang hampir kehilangan nyawanya karna ulah kejam sang ayah namun ia paham jika sikap ayahnya bukan seperti yang nampak di matanya. Setelah mendapatkan surat ucapan ulan tahun dari ibunya ia mencari sendiri kebenaran tentang dirinya. Bi inah mantan pembantu ibunya yang telah membesarkannya telah bercerita tentang masa lalunya namun ia merasa ada yang janggal ia memutuskan untuk pergi menemui keluarga ayahnya yang tak lain adalah dalang dari kekacauan keluarganya di masa lalu. Mampukah ia mengungkapkan beneran tanpa membongkar identitasnya. Kisah ini akan di bumbui dengan cinta segitiga yang berakhir tragis. akankah Aurora si gadis jenius mampu menghadapi kesulitan yang akan menghadang jalannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Era Nur agustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulangnya Dipta dan Duka Bi Inah

Suasana rumah duka sudah ramai para pelayat. Mereka tahu jika Bi inah membawa salah seorang kerabatnya untuk di kebumikan si Desa mereka. Semua urusan terkait pemakaman sudah di urus oleh aparat desa. Silih berganti pelayat datang. Bi Inah duduk di dekat jenazah adiknya sedang Aurora menemani ketua Rt menyambut para pelayat datang. Sesekali Aurora memandang Bi Inah dengan rasa bersalah dalam hati nya. Hari hampir larut Dipta akhirnya datang ia turun dari taksi online yang di tumpanginya. Suasana rumah yang ramai bendera kuning dan kain putih sudah terpajang di depang gerbang rumah nya. Ia menenteng tas Punggungnya, ia berjalan ke dalam,ia sudah di beri tahu jika adik ibunya yang selama ini sakit telah meninggal. Ia melihat Aurora Nampak kusut dengan wajah sembab. suasana yang gelap tak mampu menghalangi pandangannya pada gadis itu. Lama ia berdiri hingga gadis itu menoleh ke arahnya.

" Mas Dipta...." Teriaknya dan langsung berlari memeluk tubuh pria itu

"Lia,..."

"Bu Rianti, Mas... " ujarnya dengan airmata yang mengalir

"Kita harus ikhlas yach... Ibu di dalam." ujar Dipta. Aurora hanya mengangguk Dipta melepaskan pelukannya dan meninggalkan Aurora sendiri di halaman rumah. Ia masuk dan memeluk sang ibu memberikan kekuatan dan mengikhlaskan yang sudah pergi dengan begitu menyelamatkan sang mayit dari siksaannya. Bi Inah nampak lebih tegar dari sebelumnya. Dipta menggantikan sang Ibu mengurus beberapa keperluan pemakanan dan pemakaman akan di laksanakan malam itu juga karna tradisi Desa itu Mayit tak boleh di malamkan dan segera harus di kebumikan alasannya jika terlalu lama melewati waktu maka akan tersiksa si mayit itu. Prosesnya di percepat Setelah Ba'da Isya mereka berbondong bondong ke pemakaman. Suasana sekitar gelap gulita yang di terangi beberapa lampu ganset. Si mayit kini sudah di kebumikan ritual terakhir sebelum di tutup dengan gundukan tanah Dipta mengadzan kan sang Bibi. Suara Adzan yang begitu menyayat hati jika mendengarkannya dengan sedikit bergetar menahan haru ia menyelesaikan tugasnya dan kini Sosok yang dikenalnya begitu hangat sudah tertutup tanah. Aurora menabur bunga dan menyirami makam itu sembari mengirimi doa ' Maafkan aku,Tante..' batinnya

Dari kejauhan Pria itu mengamati, setelah para pelayat pulang ia berjalan mendekati makam itu. Ada rasa nyeri di hatinya, ia memandangi gundukan tanah itu ia berjongkok dan mengusap nisan yang berada di hadapannya itu.

"Mengapa kau begitu kejam padaku, Sayang. selama ini aku mempercayai perkataan kakakmu jika kamu telah tiada setelah tragedi itu. Tapi kenyataan apa yang aku dapatkan sekarang setelah aku menemukanmu kenapa hanya nisanmu yang kau tunjukkan padaku. Aku terluka, aku hidup tapi mati setelah kepergian mu aku menghancurkan semua yang menyakiti kita Saudara ku sendiri aku sudah membunuhnya dengan tanganku sendiri hanya untuk membalaskan sakit hatiku padanya karna kehilangan mu dan anak kita, Sekar. Kenapa kau harus terus menyiksaku seperti ini" ujarnya sambil meremas tanah itu

flasbak on

"Mas, pergilah... kembali pada istri mu, aku sudah gagal menjadi istri untukmu aku kehilangan anakku aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuknya aku gagal"

"Kau bicara apa, Rianti.... aku tidak akan meninggalkan mu aku hanya mencintaimu."

"Aku hanya istri sirih mu, pergilah sudah cukup aku menghancurkan rumah tanggamu. aku tidak ingin kedua anak - anakmu yang lain kehilangan sosok Ayahnya. Aku mohon Mas pergilah tinggalkan aku"

"Tidak Rianti... aku tidak bisa"

"Baiklah aku yang akan pergi. Dan jangan mencariku"

Rianti dengan cepat berlari dan menaiki taksi yang sudah menunggu dirinya di halaman rumah. Hendrawan hanya menatap kepergian wanita yang ia cintai.

flasback off

ia masih terduduk lemas di pinggir makam yang masih basah itu. Hatinya hancur lebur ia hidup dengan wanita yang tak bisa ia cintai dengan tulus. perasaannya sudah habis untuk seorang Rianti

.

.

Kediaman Bi Inah

Suasana menjadi sepi setelah para pelayat pulang. Bi Inah lebih memilih ke kamarnya setelah membersihkan dirinya Aurora pun sama namun ia lebih memilih menyiapkan makan malam untuk Bi Inah dan Dipta. Yah kehidupan sederhana seperti ini yang ia inginkan sejenak ia terlepas dari beban hidup yang ia jalani di Ibukota. Dengan cekatan ia menyiapkan makan malam di atas meja. Dipta yang telah selesai membersihkan tubuhnya keluar kamar. Nampak wajahnya begitu segar dan bercahaya wajah yang mampu meneduhkan hati Aurora. Ia sangat suka dengan penampilan Dipta yang santai tapi rasa suka itu hanya sebatas kagum pada sosok Dipta yang menjadi kakak baginya. Ia merasa menjadi adik paling beruntung memiliki kakak seperti Dipta.

"Ibu mana, Lia"

"Di kamar Mas, ayo makan dulu... aku panggil Bibi dulu ya"

"Ya sudah kalau begitu."

Aurora mengangguk dan pergi menuju kamar Bi Inah

Tok.. Tok... Tok

"Masuk" titah Bi Inah

"Bi... makan dulu ya, Bibi belum makan sejak tadi"

"Kalian duluan saja, Bibi masih kenyang Non."

"Ayolah Bi, jangan seperti ini, Aulia akan menepati janji Aulia sama Bibi tapi Bibi harus bangkit Aulia butuh penyemangat."

"Non terima kasih sudah mau bersedia mencari tahu siapa orang itu, Tapi..."

"Aulia. sudah tahu siapa orang itu,Bi"

"Non sudah tahu"

"Iya, Bi"

"Siapa orang itu,Non beritahu Bibi"

"Kita makan dulu ya,Bi setelah itu Aulia akan beri tahu siapa orang itu"

"Baiklah" ujar Bibi pasrah. Mereka berlalu ke ruang makan di sana Dipta sudah menunggu mereka menikmati makan malam bersama meski dengan pikiran mereka masing - masing. Lama Mereka Menikmati moment itu namun suara ketukan pintu membuyarkan acara makan bersama itu

Tok... tok... tok

"Biar Dipta yang buka kalian tunggu di sini"

"Kira kira siapa ya.."

"Ngak tahu, Bi...."

'Apa mungkin...?' batin Aurora

Tak lama Dipta datang dan membisikkan sesuatu pada ibunya mereka saling memandang lalu beberapa saat menatap ke arah Aurora

"Ada apa sih" tanya Aurora penasaran

"Sebaiknya kamu ikut keruang tamu"ujar Bi Inah dan berjalan menuju ruang tamu mereka. Aurora dan Dipta

Di Ruang tamu sudah menunggu sosok pria paruh baya. Wajahnya sembab nampak kesedihan yang mendalam terlihat di wajahnya. Bi Inah dan Aurora duduk di sofa sisi kanan pria itu sedang Dipta di minta ibunya untuk ke dalam sebentar.

"Tu... Tuan... ada apa kemari"

"Sebelum ke mari saya sudah berziarah ke makam Rianti. Dan saya mau menanyakan tentang putri saya" ujarnya sambil memandang kearah Aurora dengan haru

"Sa.. Saya..." Ujar Bi Inah gugup namun Aurora dengan cepat menggenggam tangan Bi Inah dan memberikan Isyarat agar mengikuti arahan Aurora. Bi Inah memandang lekat lekat Aurora sebelum menjawab pertanyaan Hendrawan

"Eeemmm apa yang ingin Tuan ketahui. Apa Tuan akan menyiksa anak Tuan sama seperti yang anda lakukan terhadap adik saya, Rianti"

"Tidak, Bu anda salah paham tentang hal itu. di masa lalu kisah saya dan Rianti di tentang oleh orang tua saya karna status sosial kami. Saya tidak bermaksud menyakitinya, Saya mencari ke sana kemari tapi saya tidak mendapatkan jawaban hingga tragedi itu terjadi dan semua itu kesalahan saya. Saya kehilangan Istri dan anak saya karna keegoisan saya" tutur hendrawan

" Kau bahkan tega membunuh saudara kandungmu sendiri. Dan sekarang kau datang akan membawa pergi anak Rianti Juga."

"Tidak, Saya hanya ingin mengetahui kebenarannya."

"Kebenaran Apa" tanyanya

"Ini buka dan lihatlah"

Bi Inah lalu mengambil amplop coklat itu dan membuka isinya. Ia memperhatikan dengan seksama sesekali melihat Aurora ' Apa ini bagian dari rencana Nona Aulia? sepertinya begitu sejak tadi di menatap dalam dan mengangguk pelan padaku. Baiklah ini demi kamu Rianti,Mbak ngak rela mereka hidup bahagia.' batin Bi Inah.

Flasback on

Di sebuah Gedung kosong di pinggiran kota yang sudah terbengkalai Pria dengan stelan baju preman duduk dan terikat kedua tangan terikat serta kakinya dan dalam keadaan pengaruh obat bius. Di hadapan pria itu seorang wanita muda duduk manis dengan air mineral di tangan kanannya sesekali ia meneguk air kemasan itu sambil melihat jam tangannya ia menghentikan aksinya. Ia bangkit dan berjalan ke arah pria itu

Byuuuuurrrrrr

air itu jatuh tepat di wajah pria itu terbangun dan kaget dengan susah payah ia menghirup udara

"Sialan....lepaskan saya" teriak pria itu

"Hey... tenang lah bung aku tidak akan menyakiti mu, bukankah kau berniat menguntitku sejak sebulan lalu... hhhhmmm"

"Kau...sial bagaimana bisa...hah"

"Hahhahaha... itu hal mudah bagiku, Bung.... aku akan beri satu kesempatan. Sekarang beri tahu aku kau mau apa dariku sampai menguntit diriku"

"Apa kau serius Nona"

"Ya aku serius aku tahu kau di kirim oleh siapa. Dan sebaiknya kita bekerja sama dalan hal ini. Aku bisa mencapai tujuanku dan kamu bisa hidup bebas dan bukan hanya itu aku akan jamin kehidupan keluarga mu jika kamu bekerja sama denganku dan jika kau berkhianat bukan hanya dirimu yang aku habisi tapi juga seluruh keluarga mu, bagaimana apa kau terima tawaranku ini" terang Aurora

"Baa.... baiklah aku setuju... dan apa yang harus aku lakukan" tanya pria itu

Aurora melangkah menuju kursinya tadi mengeluarkan amplop coklat dari dalam tas nya dan menyerahkan amplop itu pada pria itu. Ia juga membebaskan tangan dan kaki yang terikat olehnya.

"Berikan amplop itu pada Tuan yang menyuruhmu mengikutiku. Setelah itu pergi jauh dari kota ini kalau perlu keluar negrilah aku akan mengurusnya untuk mu"

"Baik terima kasih Nona"

"Pergilah"

"Baik, "

Flasback Off

"Apa benar Aurora adalah Sekar putri kandung saya"

Suasana hening Bi Inah dan Aurora saling memandang. Bi Inah bingung dengan keadaan itu sedang Aurora tak bergeming ia hanya memandang pria tua itu dengan mata yang berkaca - kaca. Bi Inah, ia harus mengambil keputusan langkahnya sudah sejauh ini tak mungkin untuk mundur lagi.

"Ya benar," ujar Bi Inah.

Hendrawan langsung memeluk tubuh Aurora dengan penuh kerinduan. Mereka larut dalam kerinduan masing masing

"Akhirnya Ayah menemukanmu Nak... maafkan Ayah."

Aurora tak menjawab ia hanya menangis sesenggukan. ' Kau sudah masuk perangkap pak tua' gumamnya dalam hati.

Dipta yang sejak tadi mendengar obrolan mereka geram akan tindakan ibu dan adiknya. tak seharusnya mereka menjadi pendendam dan merugikan orang lain. Dipta tahu siapa pria itu ia sangat takut jika Aurora akan di habisi jika ketahuan. Ia harus menyadarkan adiknya itu.

Bersambung

hey para readers please dong tinggalin jejak,like dan vote nya biar author semangat nge halunya....

1
Nuriyani Nonong
sudah mulai tegang ceritanya
Azzikra
👍👍👍👍👍
Azzikra
🥺🥺🥺🥺
Azzikra
🤔🤔🤔🤔🤔
Azzikra
🤔🤔🤔🤔
Azzikra
👍👍👍
Azzikra
🥺🥺
mayra
kok end
Fa Rel
bagussss cerita nya
Fa Rel
oh prass yg dlu niat ngelecehin dia ya 🙄😂😂😂wah gk nyangka jodoh
Fa Rel
kok meninggal ih
nonanoera
hallo readers novel ini sedikit lagi akan tamat yach... insha Allah endingnya happy kok. salam dari aku... terima kasih selalu setia membaca karyaku
nonanoera
terima kasih
Rahmi Yetri Kasri
pras ini yang mana ya? kelamaan updatenya, jadi lupq
Fa Rel: yg dlupernah hampir melecehkan dia pas smA Trs di hajar smpet viral
total 1 replies
nonanoera
Ada yang penasaran ngak sieh di bab 55 si dokter Pras itu siapa...😬 tebak hayo...
sefra
selaluh setia menunggu up nya thor😊
Suparni
Ayo kak lanjut makin seru critanya
sefra
bikin penasaran aja de thor
Difa IG@difadipho: Hy kak jangan lupa mampir juga di novel aku
~Pertama dan Terakhir
😘😘😘
total 1 replies
Suparni
Lanjutkan lagi aku tunggu ya
Junika Harini
bagus cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!