fatimah azzahra yang kerap di panggil fafa atau patimah oleh teman dekat maupun orang lain. fatimah sudah 3 tahun nikah bersama Hengki Affandi.dari pernikahan itu belum juga mendapatkan seorang pun anak sampai ia di usir oleh suaminya.
beberapa tahun hengki dan fatimah berpisah dan gak pernah ketemu,di suatu hari hengki bertemu dengan fatimah dan kedua anak kembar fatimah dari pernikahan mereka.
apa kelanjutannya baca ajah yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekolah Baru
Hari ini hari pertama Raikal dan Rayyan akan masuk ke sekolah menengah akhir alias SMA. Setelah beberapa hari lalu mereka mendaftar ke sekolah impian mereka dari dulu. Mereka bahagia akhirnya impian mereka berdua tercapai.
Dihari pertama ini mereka di antara Fatimah, karena itu paksaan dari Fatimah sendiri. Meski Fatimah sudah membelikan ke-dua putranya itu motor. Fatimah hanya ingin dihari pertama mereka sekolah diantar oleh dirinya seperti saat mereka dulu di SMP.
"Umm bisa kita berhenti sebentar di depan mall itu?" tunjuk Rayyan pada sebuah mall yang berada di pinggir jalan.
"Mau ngapain Yan?" tanya Fatimah.
"Mau beli es krim Umm, heheh," ujarnya cengengesan.
"Ini masih pagi Iyyan, nanti kamu sakit Nak,"
"Satu saja kok Umm. Ya Umm?"
"Huhhh, yaudah. Tapi nggak boleh lebih ya?"
"Siap Ratunya rayyan,"
Mobil yang dikendarai Fatimah sudah berhenti di depan sebuah mall. Rayyan bergegas keluar dari dalam mobil. "Abang mau nitip?"
"Tidak!"
"Huhh, selalu saja seperti ini. Orang nanya panjang lebar jawabannya hanya singkat doang!" rutuknya yang masih bisa didengar Fatimah maupun Raikal.
"Abang denger ya, Iyyan!"
"Hehehe maaf deh Bang,"
Fatimah menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua putranya. Ia bahagia memiliki ke-dua putranya yang sangat hangat. Meski diluar putra sulungnya terkesan cuek dan dingin. Sangat jauh berbeda dengan putra keduanya yang sangat cerewet serta heboh.
"Sayang, nanti umi jemput pulang sekolah atau naik taxi?" tanya Fatimah pada Raikal yang tengah asik membaca buku. Buku seakan teman setia baginya. Di rumah pun sudah hampir 1 lemari penuh buku Raikal. Anak itu memang hoby membaca buku.
"Hmm, naik taxi aja deh Mi. Nanti kalau Umi jemput kami, Umi bisa kelelahan. Belum lagi Umi ngurus boutique. Rai nggak mau Umi sakit." Raikal menatap sang ibu dengan lembut. Ia memang sangat menyayangi Fatimah juga adik kembarnya. Tapi jangan lupakan juga Uti serta Aunty yang juga sangat ia sayangi.
"Hmm, baiklah Sayang. Nanti hati-hati pulang sama Adek, ya?"
"Iya Umi,"
Ceklek!
Rayyan masuk ke dalam mobil dengan membawa satu buah es krim di tangannya. Laki-laki itu sangat menyukai ea krim sama seperti kembarannya. Meski mereka sudah besar tak membuat mereka malu memakan es krim dimana saja. Meski sebagian laki-laki diusia mereka merasa malu memakan es krim apalagi itu rasa stroberi.
"Umm, Abang, mau?" tawar Rayyan menyodorkan es krimnya pada Fatimah dan bergantian pada Raikal.
"Nggak Sayang, lanjut!" jawab Fatimah.
"Nggak Dek,"
Fatimah kembali melajukan mobilnya menuju sekolah ke-dua putranya. Tak butuh waktu lama akhirnya mobil itu berhenti di depan gerbang sekolah.
"Ummi, Abang masuk dulu, assalamualaikum," salam Raikal dan setelahnya ia mencium tangan serta kedua pipi sang ibu dan keluar dari dalam mobil.
"Umm, iyyan masuk dulu, assalamualaikum," salam Rayyan dan juga melakukan hal yang sama seperti Raikal.
"Waalaikumsalam Sayang,"
Raikal dan Rayyan berjalan menuju mading sekolah untuk melihat mereka berada di kelas mana. Nama Raikal dan Rayyan terdapat di kelas X MIPA 1. Raikal dan Rayyan memang memilih masuk MIPA ketimbang IPS, karena kedua lelaki itu bercita-cita menjadi seorang dokter.
"Abang akhirnya kita satu kelas. Sudah 3 tahun kita tidak pernah satu kelas," ucap Rayyan sambil memeluk kembarannya dengan erat. Ia tidak pernah satu kelas dengan sang kembaran sejak mereka duduk di bangku SMP.
"Iya Dek, ayo kita masuk!" ajak Raikal.
Raikal dan Rayyan memasuki kelas yang mana sudah banyak penghuninya. Raikal dan Rayyan memilih duduk sebangku, karena bangku di kelas itu berpasang-pasangan.
Cukup lama mereka duduk di kursi yang menurut mereka nyaman. Seorang laki-laki masuk ke dalam kelas dengan wajah sombongnya. Ia melihat sekeliling kelas dan menarik bibirnya ke atas saat menemukan objek yang ia cari.
Sepasang adik kakak yang sangat tidak ia sukai. Ntah apa yang membuatnya tidak menyukai Raikal maupun Rayyan.
"Heyy Lo berdua!" tunjuknya pada Raikal dan Rayyan.
Kedua anak itu tidak menoleh sedikit pun. Mereka asik dengan membaca buku yang berada di tangannya. Mengharukan sedari tadi suara keras yang memekakkan telinga mereka.
"Heh kalian dengar tidak!"
Raikal maupun Rayyan tetap pada buku mereka. Lagian buat apa menoleh jika orang yang berbicara entah sama siapa. Kan aneh memanggil nama orang hanya Hay atau Kalian? Emang ada nama orang seperti itu di kelas.
"Heh, kalian tidak dengar gue bicara?" bentaknya meninju meja tempat Rayyan dan Raikal duduk.
Diam? Itulah yang masih dilakukan ke-dua anak kembar itu. Mereka tak mau melawan laki-laki yang ada di depan mereka. Mereka juga tidak mau bermasalah dihari pertama mereka sekolah.
Bersambung
walaupun singkat tapi mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
makasih banyak kak thor 😘❤️