Putra mahkota Li Chen Yi ternyata sudah dijodohkan dengan Chen Xiao Ran sejak kecil.
"Saya adalah permaisuri putra mahkota!?" Bagaimana mungkin?!" Chen Xiao Ran tidak percaya dengan perkataan Kaisar Li. "Giok phoenixmu sepasang dengan giok nagaku. itu buktinya." kata Li Chen Yi.
Menjadi istri putra mahkota, dibenci oleh Ratu Chang dan teman masa kecil Li Chen Yi mengklaim status permaisuri putra mahkota adalah miliknya.??!
"Wajahmu mirip dengan ibundaku." " Sewaktu kecil saya pernah bertemu ibunda Li Chen Yi yang mirip sekali dengan wajah ibuku!!! Apakah itu penyebab Li Chen Yi bersikeras menjadikannya permaisuri putra mahkota?? Kenapa Kaisar Li membenci Li Chen Yi dan membiarkan ibu Li Chen Yi meninggal di istana buangan? Ibu Chen Xiao Ran ada hubungan dengan Kaisar Li???!!!
"Kamu sudah berjanji akan menjadi istriku. Kenapa sekarang menjadi permaisuri putra mahkota???
Apakah antara Chen Xiao Ran dan Li Chen Yi akan ada cinta sejati??? Jangan lupa ikuti ceritanya . Thank you
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LYTIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Mimpi yang aneh
"Besok adalah hari kelahiran Selir Bai Ping Ting. Selir kesayangan ayah. Ayah memerintahkan diadakan perayaan. Para pejabat dan keluarganya juga di undang," kata Li Chen Yi.
"Hari ini saya tidak hadir ke pertemuan pagi di istana. Ayah tadi memintaku ke istana. Ayah mengetahui di kediaman putra mahkota tinggal seorang gadis yang dekat denganku. Sehingga ayah ingin menemuimu dan memberi perintah untuk membawamu ke istana ," kata Li Chen Yi ke Chen Xiao Ran.
"Kenapa kamu tadi pagi tidak hadir ke pertemuan pagi di istana?" tanya Chen Xiao Ran ke Li Chen Yi.
Li Chen Yi menatap Chen Xiao Ran.
" Tidur terlalu nyenyak , " kata Li Chen Yi.
Tatapan Li Chen Yi mengisyaratkan ke Chen Xiao Ran kalau seharusnya Chen Xiao Ran lebih tahu kenapa dirinya tidak bisa ke pertemuan pagi di istana.
Melihat tatapan Li Chen Yi, Chen Xiao Ran baru ingat kejadian tadi pagi sewaktu dia bangun Li Chen Yi ada di kamarnya. "Kenapa saya mengajukan pertanyaan bodoh ," kata hati Chen Xiao Ran.
"Pasti Kaisar Li mendengar rumor kalau Li Chen Yi menginap di kamarku sehingga tidak hadir ke pertemuan pagi di istana. Apakah Kaisar Li mengundangku ke istana karena ingin menghukumku? " kata hati Chen Xiao Ran
"Bolehkah saya tidak ikut ke istana?" tanya Chen Xiao Ran ke Li Chen Yi.
Chen Xiao Ran tidak mau mendapat masalah. Masuk ke istana , dirinya bagaikan seekor domba yang masuk ke dalam sarang serigala.
"Tidak bisa. Perintah dari Kaisar tidak boleh di tolak. Dan kamu tidak boleh mengajak Fu Yao, " kata Li Chen Yi ke Chen Xiao Ran.
Li Chen Yi seolah-olah bisa membaca pikiran Chen Xiao Ran. Karena Chen Xiao Ran memang bermaksud mengajak Fu Yao apabila tetap di haruskan masuk ke istana.
"Apakah besok ada hal yang berbahaya?" tanya Chen Xiao Ran ke Li Chen Yi.
"Saya akan melindungimu ," jawab Li Chen Yi
"Janji ya. Kamu harus melindungiku dari apapun," kata Chen Xiao Ran ke Li Chen Yi.
"Iya. Saya pasti akan melindungimu ," jawab Li Chen Yi sambil menatap ke Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran merasakan wajah Li Chen Yi semakin dekat ke wajahnya. Chen Xiao Ran spontan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Terasa bibir Li Chen Yi menyentuh punggung tangannya yang sedang menutup mulutnya.
Li Chen Yi ketawa kecil melihat reaksi Chen Xiao Ran . Jari Li Chen Yi memencet gemas hidung Chen Xiao Ran.
"Kamu malu ya?" tanya Li Chen Yi ke Chen Xiao Ran.
Wajah Chen Xiao Ran sudah merona merah. "Saya sudah mau tidur ," kata Chen Xiao Ran ke Li Chen Yi.
"Baiklah. Tidur yang nyenyak,"kata Li Chen Yi dan tanpa memberi kesempatan ke Chen Xiao Ran untuk menghindar, ciuman Li Chen Yi mendarat di kening Chen Xiao Ran.
"Sampai ketemu besok pagi, "kata Li Chen Yi sambil tersenyum dan meninggalkan kamar Chen Xiao Ran
Chen Xiao Ran masih terpaku dengan senyuman hangat Li Chen Yi. Pikirannya melayang layang, mengingat tentang pelukan hangat Li Chen Yi dan ciuman nya.
"Argghh...." teriak Chen Xiao Ran sambil menepuk kedua pipi nya dengan kedua tangannya.
"Sadarlah Chen Xiao Ran. Jangan tergoda oleh ketampanan Li Chen Yi ," kata hati Chen Xiao Ran.
"Saya harus cepat tidur sekarang. Dengan tidur saya tidak akan memikirkan hal yang macam-macam ," kata Chen Xiao Ran kepadanya sendiri.
Akhirnya Chen Xiao Ran pun tidur dan malam ini Chen Xiao Ran bermimpi lagi.
Di dalam mimpinya Chen Xiao Ran sedang berjalan di taman dan melihat seorang pemuda sedang duduk di taman .
" Xiao Ran, akhirnya saya menemukanmu." Terdengar suara pemuda itu.
Chen Xiao Ran segera berlari mendekati pemuda itu. " Fu Hao. Fu Hao ," kata Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran memegang tangan pemuda itu dan menatap pemuda itu. Terlihat wajah pemuda itu.
"Li Chen Yi ," jerit Chen Xiao Ran . Wajah pemuda itu berubah menjadi Li Chen Yi dan menatapnya dengan senyuman yang hangat.
"Chen Xiao Ran, saya akhirnya menemukanmu ,"kata Li Chen Yi yang berada di dalam mimpi ke Chen Xiao Ran sambil memeluk Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran terbangun dari mimpinya. "Kenapa saya bisa memimpikan Li Chen Yi?" kata hati Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran merasa ada seseorang yang duduk di samping tempat tidurnya. Chen Xiao Ran melihat orang itu.
" Li Chen Yi. Kenapa kamu ada di kamarku?" tanya Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran mencoba mencubit pipi nya sendiri. Chen Xiao Ran mengira dirinya masih di dalam mimpi
"Aduh... sakit." kata Chen Xiao Ran sambil mengelus bagian pipi yang di cubitnya.
Li Chen Yi ketawa kecil melihat Chen Xiao Ran terbangun dan mencubit pipinya sendiri.
" Saya datang untuk membangunkanmu supaya tidak terlambat ke istana, "kata Li Chen Yi ke Chen Xiao Ran.
"Oh iya. Ke istana ,"kata Chen Xiao Ran dan segera turun dari tempat tidur untuk mempersiapkan diri.
Li Chen Yi pun meninggalkan kamar dan memanggil Wan Mei masuk ke dalam kamar untuk membantu Chen Xiao Ran berpakaian dan berdandan.
Selesai berdandan, Chen Xiao Ran melihat wajahnya di dalam cermin.
Terlihat hari ini Chen Xiao Ran sangat cantik dan anggun. Chen Xiao Ran mengingat sewaktu kecil ibu nya juga sering mendandanin nya. Ayahnya sangat menyayangi ibunya dan dirinya.
Li Chen Yi masuk ke dalam kamar dan berjalan ke arah Chen Xiao Ran yang sedang duduk di depan cermin.
Wajah Li Chen Yi muncul di dalam cermin juga . " Kamu lagi memikirkan apa?" tanya Li Chen Yi ke Chen Xiao Ran.
"Saya memikirkan ayah dan ibu. Ayah sangat menyayangi ibu. Ayah sering membantu ibu menyisir rambut ibu dan membantu menggambar alis ibu ," kata Chen Xiao Ran sambil tersenyum mengingat ayahnya yang seorang panglima yang kelihatan tegas di depan pasukannya tetapi terlihat lembut di depan ibunya.
Li Chen Yi memutar badan Chen Xiao Ran sehingga Chen Xiao Ran menghadap ke arahnya. " Kalau kamu mau, kita juga bisa seperti ayah dan ibumu ," kata Li Chen Yi dengan tulus sambil menatap mata Chen Xiao Ran.
"Jangan berbicara sembarangan ," kata Chen Xiao Ran. Chen Xiao Ran tahu dengan status Li Chen Yi sebagai putra mahkota, tidaklah mungkin dirinya bisa bersama Li Chen Yi.
"Kenapa? Saya begitu tampan. Kamu tidak tertarik untuk menjadi istriku?" tanya Li Chen Yi ke Chen Xiao Ran.
"Siapa yang mau menjadi istrimu ," jawab Chen Xiao Ran dengan pipi bersemu merah dan berjalan meninggalkan kamar.
Li Chen Yi pun mengikuti Chen Xiao Ran keluar dari kamar.
Author : LYTIE
Instagram : lytie777