Tak lebih indah dari intan permata
Mengurai ketulusan persemaian jiwa
Bukan dahaga pengemis duka
Bukan lara pelerai luka
Ikatan yang tak pernah berdiri
Diatas panggung perintih hati
Meski harus menari
Diatas duri-duri yang berbisik lirih
Demi ikatan yang berarti abadi
Sampai mata ini tertutup rapi
Dihadapan sang Ilahi.
***
Nadya Syafina (Nadin) harus rela dicabut uang bulanan nya oleh ayahnya. Setelah menolak dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya yang ternyata adalah mantan pacar Nadin.
Tanggung jawab terhadap Bunda nya yang sedang sakit dan adik kesayangannya memaksanya bekerja di sebuah kantin perusahaan.
Bagaimana Jika Bos perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya dan seorang yang diam-diam mengaguminya dimasa lalu?
Bagaimana juga jika mantannya masih mengejarnya dan mengharapkannya kembali?
Lalu siapa yang akan dipilih Nadin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nasya kamila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Kebenaran
Baru saja aku bisa memejamkan mataku sehabis termehek-mehek, namun agak nya tidur ku harus tergangu dengan suara yang memekakkan telinga.
Suara keras seorang wanita yang kuyakini bukan suara bunda ataupun Jeje itu telah mengusik tidur cantikku. Eh tapi kok aku berasa mengenal suara itu ya?.
Yups bener banget, itu adalah suara tante Cabelita, sejak kapan perempuan licik itu bebas dari penjara. Ah.. aku lupa jika tante Cabelita punya ayah yang sangat mencintai nya.Tentunya ayah akan mengerahkan kemampuannya untuk membebaskan istri keduanya tersebut. Dengan segera aku keluar dari kamarku sebelum perempuan licik itu mencari ulah lagi dan menyakiti orang-orang yang aku sayangi.
Masih tak habis fikir, kenapa coba masalah datang secara bertubi-tubi padaku hari ini, satu masalah saja belum terselesaikan kini masalah baru datang lagi.
ya salam.....
Untuk apa kira-kira tante Cabelita datang kemari lagi. Kurang puaskah dia selama ini sudah memporak-porandakan kehidupan kami. Cukup sudah dan semua ini harus berakhir saat ini juga.Aku lelah, aku hanya ingin hidup damai dengan bunda dan Jeje saja. Kali ini entah masalah apa yang akan mereka hadirkan diantara kami.
Namun agaknya aku salah mengira,ternyata bukan hanya tante Cabelita yang datang tapi ada ayah juga disana.
Aku sedikit tercengang, pemandangan di depanku membuatku, entah sedih, kecewa,terluka ataukah bahagia.
Kulihat ayah bersimpuh dihadapan bunda dan tante Cabelita seolah melarang ayah melakukannya.
Apa yang sebenarnya terjadi. Aku sungguh tak mengerti dengan semua ini.Mungkinkah.......
"Maaf kan aku Fina, maaf kan... maafkan karena tidak mempercayai kesetiaanmu padaku. Aku yang bodoh ini telah terperdaya dengan omongan dan tipu daya dari orang lain. Seharusnya aku lebih percaya kepadamu yang telah menemaniku dari awal. Nyatanya aku kalah dan aku terperdaya. Aku yang bodoh Fina aku..... " Rancau ayah di kaki bunda.
"Sudahlah Mas, semua sudah terjadi dan aku sudah memaafkanmu. Berdiri lah, sungguh yang kamu lakukan tidak pantas untuk di lihat anak-anak kita. Aku tidak mau mereka menganggap kalau aku adalah perempuan yang egois dan kejam" Ucap bunda lembut.
Benar dugaanku, pasti ayah telah mengetahui kebenarannya. Sehari setelah tante Cabelita di penjara akhirnya ayah mau melakukan tes DNA antara dirinya dan Jeje.
Tapi aku tak pernah menyangka dengan fikiran bunda. Bunda memang perempuan yang sangat luar biasa bagiku.
Sungguh mulia hatimu bunda. Dengan mudahnya engkau memberi maaf pada laki-laki yang telah menyakiti mu selama bertahun-tahun. Laki-laki yang menuduhmu berselingkuh dan tidak memberimu nafkah selama ini. Bahkan laki-laki itu pula yang tidak mengakui darah dagingnya sendiri.
"Apa-apaan ini Mas, aku baru bebas dan kamu sudah membuat drama seperti ini.Rupanya otakmu sudah dicuci oleh perempuan ini selama aku tidak ada disampingmu"Ucap tante Lita sambil menarik tangan ayah supaya berdiri.
Ku tatap perempuan bermulut pedas itu dengan kebencian. Belum sadar juga rupanya perempuan itu, setelah di penjara beberapa hari.
"Apa maksud tante bicara seperti itu, bukannya kebalikannya ya? Setidaknya selama tante tidak ada ayah bisa berfikir dengan jernih sehingga ayah bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Selama ini tante lah yang mencuci otak ayah kami sehingga ayah membenci dan menjauh dari kami"Ucap ku tajam. Setidaknya unek-unek ku selama ini bisa aku keluarkan.Rasanya begitu lega dan beban yang selama ini ku pendam jadi runtuh.
" Kamu....lihatlah mas anakmu ini sangat tidak sopan terhadapku. Bahkan dia berani bicara kasar terhadapku"Rengeknya minta pembelaan pada ayah
"Aku hanya bicara sesuai fakta tante" Jawabku tegas.
"Tau apa kamu, ini masalah orang dewasa dan kamu tidak tau apa-apa"Ucap kasar tante Lita padaku.
" Cukup Lita, selama ini aku sudah buta dengan perbuatanmu. Aku mempercayaimu tapi kamu malah menghancurkan keluarga ku. Kamu membuatku sangat jauh dari mereka"Ucap ayah tegas.
Baru kali ini aku lihat ayah bicara setegas itu pada tante Cabelita. Biasanya ayah selalu menurut pada nya.
"Menghancurkan?? Kamu yang menghancurkan kebahagianku dan Raya mas. Kamu jangan pura-pura lupa dengan perbuatanmu. Aku masih berbaik hati memberimu kehidupan yang lain dan inikah balasannya sekarang"
"Lita sudahlah, kita semua sudah berjanji tidak akan mengungkitnya lagi bukan" Sela bunda
Fiks, aku benar-benar semakin tidak mengerti dengan apa yang sedang mereka bicarakan. Aku masih anak-anak saat ayah menikah lagi dengan tante Lita. Saat itu aku masih tidak memahami permasalahan mereka.
"Biarkan dia bicara Fina, sungguh aku sudah lelah dengan semua ini. Selama ini aku sudah menepati janjiku menjagamu dan Raya dengan baik. Kalau saja waktu bisa di putar ulang. Aku akan memilih mendekam di penjara seumur hidupku dari pada menduakan istri yang sangat aku cintai. Hukuman ini jauh lebih berat dari pada aku harus mendekam di penjara"
Duarrrrrrr
Ucapan ayah seakan mencabik hatiku. Penjara??? Apa maksud ucapan ayah itu. Sebenarnya apa yang dilakukan ayah di masa lalu.
Tiba-tiba sekelabetan masa lalu hinggap di kepalaku.
Saat itu aku lihat ayah menangis di pangkuan bunda dengan banyak darah yang menempel di bajunya dan ucapan ayah waktu itu menjawab semua pertanyaan ku selama ini.
"Aku seorang pembunuhan Fina, aku pembunuh. Tapi sungguh aku tidak sengaja menabraknya. Tiba-tiba saja rem mobilku blong dan aku tidak sengaja menabrak mobil itu. Pengemudinya tewas seketika tapi anak dan istrinya selamat. Tapi perempuan itu mengalami depresi berat. Apa yang harus aku lakukan Fina? Aku juga takut di penjara" Ucap ayah sambil menangismenangis dan bunda hanya menangis sambil menepuk pundak ayah.
Beberapa bulan setelah itu ayah membawa pulang seorang perempuan dan seorang anak kecil. Ayah bilang dia adalah bundaku juga dan anak kecil itu adalah adikku.
Kini aku faham semua. Tante Lita adalah istri dari orang yang ditabrak ayah saat itu. Ayah menikah lagi karena sebagai rasa tanggung jawabnya dan sebagai gantinya ayah tidak masuk penjara. Inikah yang selalu di ucapkan bunda kalau ayah punya alasan kenapa menikah lagi? Inikah alasan bunda selalu membela ayah?
Rasa di dalam dada ini terasa berkecamuk. Rasa bahagia karena mengetahui ayah mendua karena bukan nafsunya. Rasa kecewa karena ayah tidak bisa adil pada keduanya dan sangat menyakiti bundaku selama ini, bunda yang paling aku sayangi.
Entah lah.....
"Sekarang terserah padamu Lita, Kamu masih mau meneruskan pernikahan kita? tapi dengan syarat jangan mengganggu dan ikut campur lagi dengan kehidupan Fina dan anak-anaknya. Cukup jalani hidupmu dengan damai atau kamu mau kita berpisah. Kita akhiri saat ini juga, semua keputusan ada ditanganmu saat ini" Seketika arah pandang kami semua tertuju pada ayah.
Aku suka keputusan mu ini ayah. Kenapa coba gak dari dulu aja. Kebenaranan akhirnya terungkap juga Semoga ini adalah awal dari kebahagian bunda. Karena bunda juga berhak untuk bahagia.
Ya
Andai aku yang ada di posisi bunda aku mungkin tak akan sekuat bunda. I love you bunda.
*
*
*
mf y thor,ini cm pendpt q sndr aja🙏