NovelToon NovelToon
Cahaya Malaikat Dan Polisi Tampan

Cahaya Malaikat Dan Polisi Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan
Popularitas:620.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: tanuwawa

Sebuah Pertemuan begitu singkat dengan seorang Putri kecil dan Seorang Pria
Membuat kehidupannya berubah drastis...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanuwawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membesuk Ke Rumah Sakit

Selesai Pulang bekerja Alia langsung pergi ke supermarket bersama Dina untuk membeli bahan membuat pastry.

" Al mau beli apa lagi ?" Ucap Dina yang melihat keranjang kecil yang sudah penuh dengan bahan membuat pastry dan belanjaannya.

" Kayak nya sudah deh Teh, teh Dina mau apa lagi ? " ucap Alia bertanya

" Sudah segini saja deh, ayo kita bayar ! " ucap Dina dan mereka pun menuju kasir.

Setelah berbelanja Alia langsung membuat pastry untuk menjadi buah tangan. Setelah itu Alia bersiap-siap untuk pergi bersama Rendi.

Sebelum itu di Pos Polisi Rendi mengirim pesan kepada Alia saat Alia sedang bekerja.

Chat

Alia Az-Zahra ❤️

pulang jam berapa ? tanya Rendi

Alia melihat Hpnya menyala ada notifikasi masuk.

Bang Rendi langsung dibalas

Jam 4 sore, Ada apa ? saya ingat janji saya !

langsung menyimpan lagi hp nya.

Alia Az-Zahra ❤️

Ada apa ? saya ingat janji saya !

Rendi tersenyum, Alia begitu jutek dan tuduh points seperti dirinya.

Saya, hanya ingin tahu kamu pulang jam berapa saja ! Baiklah nanti aku akan membantumu membuat pastry. Balas Rendi tersenyum

Alia mengambil Hpnya lagi membuka pesan masuk.

Bang Rendi

Saya, hanya ingin tahu kamu pulang jam berapa saja ! Baiklah nanti aku akan membantumu membuat pastry.

Alia Az-Zahra ❤️

Tidak perlu, tidak enak dilihat tetangga jika laki-laki masuk ke rumah yang berisi perempuan semua ! Akan saya selesaikan lalu bisa langsung pergi.

Bang Rendi

Baiklah saya mengerti ! Rendi mengakhiri karena ada yang masuk keruangan.

Malam pun tiba Rendi seperti nya sudah menunggu Alia didepan.

" Teh Dina, Rita aku berangkat sekarang yah, Bang Rendi sudah menunggu di depan ! kata Alia

" Iya hati-hati " ucap Dina pada Alia

" Iya mbak hati-hati " ucap Rita

" Oke, dah Assalamualaikum Alia berangkat " ucap Alia berlalu pergi.

Alia keluar dari rumah dengan menggunakan pakaian jumpsuit dengan dalaman putih dipadupadankan warna abu tidak lupa sepatu flat warna putih dan tas jing Jing.

Rendi yang sedang bersender di mobilnya melihat Alia yang menuju kearahnya membuat Rendi terpesona dengan kecantikan Alia yang terlihat imut, cantik dan manis.

" Hay, bang Ayo berangkat." ucap Alia menyadarkan Rendi

" Ah Ayo ! "ucap Rendi setelah sadar dari pandangannya. lalu membukakan pintu mobil lalu Alia masuk dan tangan Rendi menahan kepala Alia agar tidak terbentur.

" Kau membuat pastry nya, sendiri ? " ucap Rendi memulai pembicaraan.

" Yah, Abang tidak lihat aku membawanya ! " ucap Alia sambil menunjukan box kue dengan nada jutek

" hey kenapa kau begitu jutek, kau kesal padaku" ucap Rendi yang mendengar suara Alia yang kesal.

" Tidak, aku tidak kesal mengapa aku kesal pada Abang? "ucap Alia memang seperti itu nada bicara jika Alia sedang memikirkan sesuatu.

" Ah tidak, apa kau tidak mau ikut bersama ku." ucap Rendi.

" Tidak " ucap Alia tergantung

" Tidak ? " ucap Rendi sedikit berteriak dengan mata berkaca-kaca seperti bayi yang sedang merengek

" Tidak bang maksud ku aku tidak sedang kesal atau tidak mau ikut dengan Abang. Kenapa Abang seperti itu! " ucap Alia sambil tersenyum yang baru melihat ekspresi wajah Rendi yang mengemaskan.

" Baiklah kita berangkat " ucap Rendi.

" Ya " Ucap Alia tersenyum.

Sampailah mereka di Rumah sakit. Alia berjalan lebih dulu dan meninggalkan Rendi, Rendi hanya terdiam ditempat menunggu Alia berbalik lagi karena dia tidak tahu ruangannya. Benar saja setelah itu Alia langsung berbalik ke arah Rendi.

"Dimana ruangannya ?" ucap Alia bertanya dengan polosnya.

" Makanya orang saya, yang tahu ruangan nya, kamu main nyelonong saja ! Ucap Rendi gemas melihat tingkah Alia

" Iya sudah dimana ?" Alia sedikit malu dengan tingkahnya sendiri yang aneh.

" Ayo " ucap Rendi sambil menarik tangan Alia sampai lah didepan Ruang Melati 212.

" Ayo masuk." Ucap Rendi sambil membuka pintu.

" Assalamualaikum " ucap keduanya masuk, terlihat ada bang Panji dan sang istri yang sedang mengobrol.

" Maaf mengganggu bang" ucap Rendi yang melihat mereka sedang mengobrol

" Walaikumsalam, nggak Ren. Ayo masuk sini !" ucap Bang Panji.

" Sama siap Ren ? " ucap bang Panji bertanya.

" Sama Alia bang, kenalin Al ini bang Panji sama istri nya Muri bang, muri, kenalin ini Alia ucap Rendi memperkenalkan.

" Halo saya Alya salam kenal. " menangkupkan kedua tangannya

" oh Alia, saya Panji temannya Rendi ini istri saya " Ucap bang Panji mengenalkan istrinya

langsung Alia berkenalan dengan mbak muri dan melihat bayinya. Rendi izin pada Alia untuk keluar dengan bang Panji setelah Rendi melihat bayi nya langsung meninggalkan mereka karena ada hal yang perlu dibahas.

" Wah lucu ya mbak bayinya, nggak rewel lagi digendong sama Alia " ucap Alia sambil menimang bayi Alia dengan gemas.

" Iya anaknya nggak rewel, biasanya rewel kalau di gendong sama orang lain, tapi sama kamu nggak. " Ucap Mbak Muri sambil tersenyum melihat Alia yang sudah cocok menjadi ibu

" ini apa Al ? " ucap Mbak Muri melihat pastry yang diberikan Alia tadi.

"Oh itu mbak, itu Pastry mbak dari bang Rendi tapi saya yang buat, bang Rendi pesan dari saya mbak." Ucap Alia

" Oh gitu boleh saya cobain yah ? " ucap mbak muri diangguki Alia lalu mbak Muri mengambil potongan pastry yang terlihat lezat saat dilihat saja.

" Wah ini enak banget Lo Al, kamu hebat banget enak,mbak suka loh ini " Ucap Mbak Muri sambil mengunyah.

" Alhamdulillah kalau mbak suka. " Ucap Alia tersenyum

" Mbak baby nya udah tidur, di boboin saja ya mbak di box biar nyenyak tidurnya." Ucap Alia sambil berlalu menidurkan bayi nya

Mbak Muri mengangguk karena sedang menikmati pastry Alia.

" Mbak suka nih nanti, kalau mbak mau ada pertemuan mbak pesan ya sama kamu ?" ucap Mbak Muri dengan senyuman.

" Boleh mbak. " Ucap Alia dengan senyuman.

Alia dan Mbak Muri saling bercerita tentang segala sesuatu.

" Ya Alhamdulillah Mbak banyak yang suka Pastry buatan Alia, Alia sih cuman titip saja dulu ke toko. " ucap Alia

" Wah Alhamdulillah kalau gitu, kamu juga sibuk kan bekerja juga ? " ucap Mbak muri bertanya

" Iya mbak, Alhamdulillah. " ucap Alia Tidak lama Rendi datang dengan bang Panji

" Jadi gitu ya bang, nanti kita urus lagi deh permasalahan nya " Ucap Rendi yang baru masuk dengan bang Panji yang membuka pintu.

Hanya dijawab anggukan oleh bang Panji

" Aduh udah akrab aja nih cewek-cewek, baru ditinggal setengah jam udah akrab saja. " ucap bang Panji yang melihat keduanya sudah akrab mengobrol.

" Iya Yah, Alia tuh pintar yah buat aneka kue, ini juga yah Alia yang buat tapi ini dari Rendi katanya." ucap Mbak Muri antusias menunjukan kue buatan Alia karena Mbak muri pecinta makanan manis.

" Oh yah ! wah muka bunda yang tadi di tekuk udah ceria lagi nih sama Alia ! " ucap bang Panji dengan nada meledek.

" Ih apaan sih Ayah. " ucap mbak Rumi mengerucutkan bibirnya.

" hahahaha " Alia dan Bang Panji tertawa kecuali Rendi dengan muka cool nya dia biasa saja.

" Istri saya nih suka banget dengan makanan manis, jadi dia antusias kalau dengan makanan ini " ucap bang Panji

" Iya nanti Alia buatkan lagi saja mbak gratis buat mbak nanti. " ucap Alia tadi saat mengobrol Alia di undang untuk

akikah bayinya.

" Baiklah bang kita pamit pulang, udah malam." ucap Rendi.

" Ya sudah hati-hati. Alia hati-hati sama Rendi ! Ucap bang Rendi dengan wajah seperti memberi peringatan.

Alia hanya tersenyum, " Mbak pamit yah ! " ucap Alia.

" Iya nanti main-main yah ke rumah nengok baby sama Rendi jangan lupa bawa pastry nya lagi " ucap mbak Muri tersenyum

" Siap Mbak " Ucap Alia

" Ayo Al " ucap Alia mengajak Alia pulang.

" Ya, Assalamualaikum " ucap Alia pamit diikuti Rendi dan keduanya pun pulang.

Di dalam Mobil

" Kamu sama Rumi saja langsung akrab ! sama saya di jutekin, ucap Rendi merajuk.

" Saya biasa saja deh, itu perasaan Abang saja ! Abang kayak Amira deh " ucap Alia yang melihat Rendi merajuk

" Oh yah, masa kayak Amira berarti gemesin dong ? " ucap Rendi menggoda Alia

" Bukan itu nya, Abang apaan sih ! " ucap Alia memalingkan muka.

Rendi tersenyum senang melihat Alia yang lucu.

Alia pulang ke Sumedang.

Alia pulang ke Sumedang hanya sebentar saja langsung pulang lagi karena banyak yang harus Alia kerjakan di Bandung. Papah Alia berpesan Alia tidak perlu lagi bersusah payah bekerja untuk membantu ekonomi keluarga lagi Karena Alhamdulillah sekarang semuanya ekonomi keluarga sudah stabil dengan kembalinya semua sertifikat tanah dan usahanya, Alia juga disuruh kembali tidak usah bekerja, membantu saja mengelola Toko Disana tapi Alia menolak. Alia akan bekerja Di Bandung dan ingin membuka usaha di Bandung saja. Mamah dan Papah pun setuju dengan keinginan Alia. setelah Alia kembali Alia dan Rendi semakin akrab bahkan sekarang Alia Rita dan Dina sudah memulai memanggil sebutan Oma menjadi Bunda atas permintaan bunda. Rendi juga mulai mengenal Rita dan Dina sebagai sahabat Alia sudah 3 bulan mereka terlihat semakin dekat seperti keluarga.

3 Bulan kemudian

" Halo Amira sayang kau sudah bangun ? " tanya Alia gemas langsung mencium pipi Amira

" Iya aunty aku tidul siang tadi. " ucap Amira mengucek matanya.

" Oh lucu nya " ucap Alia tapi Rendi yang baru datang menyangka Alia mengatakan lucu padanya.

" Siapa aku ? " Ucap Rendi tersenyum penuh arti

" Hahaha Apaan sih orang Alia bilang sama Amira juga, ada ada aja deh sama om mu ini Amira. " ucap Alia sambil menempelkan hidungnya ke Amira lalu digesek-gesekan.

" Wah Amira bikin Iri om aja nih " ucap Rendi karena gemas melihat Alia

" Mau main di taman gak ? " ucap Alia Pada Amira, menghiraukan omongan Rendi.

" Yah mulai dah, Cuek nya lagi ! " ucap Rendi "

" Hm ayo aunty kita main " ucap Amira meminta digendong

Alia dan Amira bermain di taman di ikuti Rendi. Sekarang Rendi dan Alia seperti Tom and Jerry jika berurusan dengan Amira mereka seperti adik dan kakak yang sedang berantem tapi terlihat sweet seperti seorang pasangan.

1
Aris Hartutik
semangat Thor nulisnya ..... ditunggu up nya
Yus Ys
asik...suka dng tokoh alia, tapi kenapa tdk sampai selesai ceritanya, biar bacanya semakin asik....semangat kk👍👍👍🥰🥰🥰🤩🤩🤩
Lia Rompas
lanjut dong thorrrr
Lia Rompas
lanjut
Athy Chayank
Lanjut thor...
Jumadin Adin
amira itu anak siapa ya
Kanza Nia
lanjut
Suriza Za
cepat update ,tak sabar nk tahu seterusnya........
Lisahin Karlina
lanjuy
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
lanjoott thorr
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
cocuit sekali.... mau Alia... jgn tolak lamaran babang Rendi
Siti Kholisoh
lanjut
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Tini Agustini
kapan lanjutnya thor udah lama nich pengen baca klanjutan kisah nya yg bikin seru.
cepet ya lanjutnya
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Sri Astuti Caem
lanjutt thooor...
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Nenni Yanti
msns lanjutan ceritany
Nenni Yanti
next thor
Mdy
ayo, dilanjut dong thor
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Elizabeth Zulfa
sbnrnya lmyan bgus critanya tp bingung bacanya...la tanda baca untuk mngawali & mngakhiri percakapan g sesuai/ kadang nyampur sama kata narasi.. jdi pmbacanya msti pinter mngira2 ini msih ikut dlm klimat prckapan/ dah g msuk..

🙏🙏ya...saran aja tlg dirapiin lagi tulisannya... aq jg tau klo nulis novel, cerpen dll itu susah tp kn sayang bnget karyamu klo dah bagus2 tp kurang peminatnya cuma krna tulisannya kurang rapi...semangaaaatt terus buat brkarya..
Sri Hartaty
lanjut
Nartyana Gunawan
ceritanya panjang dan bertele tele
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!