Genre : Action, Adventure, Fantasy, Romance, Harem (?), Game, Isekai, Supernatural, Akademi (Arc 4), Drama (?)
- Arc 1 - Training To Be Strong - End
- Arc 2 - Engagement, First Event, Spirit, and Memory - End
- Arc 3 - Second Event <Young Heroes Tournament> - End
- Arc 4 - I Am Your Lover - End
- Arc 5 - ???
Berawal dari seorang Pemuda biasa - biasa saja bernama Shirosaki Sieg. Dia mati saat memainkan game yang poluler di zamannya yaitu game <Become The Legends>
Dan tidak disangka - sangka dirinya justru terlahir kembali ke dalam game itu.
Untuk memperparahnya lagi, dia berpindah ke tubuh salah satu tokoh Villain salah satu Villain yang paling jahat dan yang selalu merepotkan MC di game itu.
Dia tahu masa depan apa yang menanti dirinya dan tahu bahwa dia akan mati sejak terlahir sebagai tokoh ini.
Karena tidak ingin dirinya mati, maka dia akan berusaha menjadi kuat dan memanfaatkan pengetahuannya untuk sebisa mungkin berusaha untuk tidak mati di tangan MC maupun Last Boss.
Peringatan!! Banyak kesalahan ejaan, kata - kata kasar di setiap chapter!
Terinspirasi dari Novel/Manga 'My Death Flags Show No Sign Of Ending'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reza Yusuf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 25 - Training Ends - Arc 1 - End
1 bulan berlalu dalam sekejap mata. Sekarang Sieg berdiri di bawah sebuah Pohon yang tumbuh di halaman Pelatihan Keluarga Black.
Tinggi tubuh Sieg bertambah sedikit tinggi sehingga dapat menggunakan Katana dengan sempurna karena tubuhnya yang mulai berotot walau dari luar dia kelihatan kurus. Ini semua juga hasil dari latihannya yang terus dia lakukan tanpa henti selama 1 bulan terakhir ini dan paru-parunya juga sudah menjadi kuat karena selalu berlatih mengatur pernafasannya sampai dia menciptakan beberapa [Teknik Pernafasan]nya sendiri.
Dia berdiri tenang di bawah pohon itu sambil memejamkan matanya tenang. Baju yang dia pakai berlengan panjang warna putih bercampurkan kebiruan. Tangannya disarungi dengan sarung tangan hitam, tangan itu memegang sebuah Katana dan mengenakan Syal putih buatan ibunya yang dililit di lehernya.
Penampilan Sieg saat ini benar-benar selaras dengan rambutnya yang putih salju serta matanya yang biru safir.
Sieg kemudian membuka matanya secara perlahan-lahan menampilkan mata biru safir lalu sebuah uap dingin terhembus dari mulutnya. Sangat aneh melihat ada seseorang yang mengeluarkan uap, karena itu biasanya terjadi hanya ketika musim dingin namun, Sieg berbeda dari yang lainnya dikarenakan kondisi tubuhnya yang dingin, sehingga dia bisa menyempurnakan Tekniknya sendiri.
Lalu Sieg bergumam..
"Kori No Kokyu, Ichi No Kata : Kieru Kanjou (Teknik Pernafasan Es, Jurus Pertama : Kehilangan Emosi)"
Pandangan Sieg menjadi kosong dan wajah yang menjadi tenang serta dingin tanpa emosi. Dan dia mengangkat Katananya lalu sekali lagi menggumamkan sesuatu.
"Sakura No Kenjustu, Ichi No Kata :
*Slasshhh!!!"
Tiba-tiba Pohon di hadapan Sieg terbelah secara Horizontal dengan bekas es yang melengket di pohon itu lalu Es tersebut menyebar membekukan pohon itu.
*Plok* *Plok* *Plok*
Terdengar suara banyak tepukan tangan yang membuat Sieg segera menyarungkan Katana yang dia pegang itu. Namun, Sieg masih belum menghentikan penggunaan Teknik Pernafasan Esnya.
Matanya tetap kosong seperti tak ada kehidupan sama sekali. Sieg melihat ke sekeliling dan melihat ada banyak Prajurit sekaligus Instrukturnya disini. Keluarganya juga ikut hadir disini menyaksikan dirinya melakukan Pelatihan Terakhirnya.
"Wah. Hebat sekali gabungan antara Teknik pernafasanmu dan Teknik Berpedangku." Ucap Keqing.
"Ya..."
"Em.. ngomong-ngomong bisakah kau hentikan penggunaan [Teknik Pernafasan Es] dulu? Kau terlihat mengerikan ketika tatapan menjadi kosong dan wajahnya tanpa emosi."
"....." Sieg tidak membalas. Sebenarnya ada alasannya kenapa dia tidak menghentikan penggunaan [Teknik Pernafasan Es] ini. Itu karena jika dia mengggunakan Teknik ini, maka emosinya akan menghilang dan akan pulih kembali jika Sieg ingin berhenti menggunakan Teknik ini.
Namun bukan itu yang ingin dijelaskan. Yang Sieg sukai dari Teknik ini adalah selama dia dalam mode ini, tidak ada kata-kata kasar yang terlontarkan dari mulutnya dan Sieg bisa mengucapkan apa yang ingin dia katakan tanpa khawatir dengan mulut kasarnya lagi. Tapi ini hanya terjadi saat dia menggunakan Tekniknya ini.
Jika dia dalam keadaan normal, maka dia akan selalu melontarkan kata-kata kasar dan tidak dapat mengendalikan mulut maupun tubuhnya. Namun, tidak lagi jika dia menggunakan Teknik ini.
"Jadi kau Tidak ingin menonaktifkannya kah? Yah, aku tak masalah dengan itu. Tapi orang-orang takut padamu."
Sieg melihat ke sekitarnya dan memang benar bahwa mereka takut padanya karena mata Sieg yang terlihat sangat kosong.
"Begitu..."
Satu hal lagi. Semua ucapan yang Sieg keluarkan di Mode ini, akan hanya selalu mengeluarkan satu kata dan tidak banyak bacot.
"Kalau begitu waktunya aku pergi ya.."
Mata Sieg sedikit terbuka lebar mendengar ucapan itu namun, wajahnya tetap datar.
"Benar... juga... jadi kau akan pergi...?" Ucap Sieg perlahan dan datar.
"Mm? Apa? Kau tidak mau aku pergi? Imut sekali dirimu hihihi~" goda Keqing. Namun, Sieg tidak akan tergoda karena dia kehilangan semua emosinya berkat Teknik ini dan langsung saja Sieg mengeluarkan kalimat yang mengejutkan semja orang.
"Ya... aku tak mau kau pergi...." ucap Sieg dengan mata yang tenang.
"... Eh?"
"Tapi.. aku tidak boleh memaksamu untuk tinggal lebih lama lagi.. kau telah memberikanku semua Ilmu mu.. dan ini sudah lebih dari cukup.. Terima Kasih karena telah mengajarkanku selama 3 Bulan ini... Keqing..."
...•••••••••••••••...
Saat itu. Halaman Pelatihan Keluarga Sieg menjadi hening. Ini pertama kalinya mereka mendengar Sieg mengucapkan kalimat seperti itu.
Walau kata-kata Sieg sangat datar dan tenang namun, mereka tahu.. itu adalah kata-kata yang penuh dengan kesedihan.
"Si-sieg.. kau.. baik-baik saja... kan...?" Tanya Keqing sedikit khawatir. Dan ia tidak pernah menyangka Sieg bisa mengucapkan itu. Entah apa dia senang karena Sieg berkata seperti itu atau dia juga khawatir, jika dia meninggalkan Sieg.
'Sepertinya aku terlalu emosional..' mata Sieg dipenuhi dengan kesedihan dan dia menghembuskan nafas, menciptakan uap dingin.
"Huh. Berhenti menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu Keqing? Tentu saja aku baik-baik saja. Selain itu, bukankah sudah tiba saatnya kau harus lenyap dari hadapanku?" Ucap Sieg dengan kata-kata kasar karena [Teknik Pernafasan Es]nya sudah dia nonaktifkan.
Meski Sieg bicara begitu. Keqing tahu bahwa Sieg hanya menyembunyikan perasaannya, dan tak boleh mengakuinya jika dia memasuki mode ini.
"Kau sungguh.. baik-baik saja?"
"Untuk apa aku harus menjawabnya jika kau sudah tahu jawabannya Bajingan? Tentu saja aku..."
'Aku tidak baik-baik saja karena kau akan pergi' itulah yang ingin Sieg ucapkan. Namun, kata-katanya terhenti karena tubuh itu.
"... Cepatlah lenyap dari pandanganku. Kau sangat mengangggu." Ucap Sieg sambil membalikkan tubuhnya.
Andai dia bereinkarnasi di tubuh Karakter yang lain, Mungkin Sieg akan menangis sekuat-kuatnya dan memohon pada Keqing untuk tidak pergi. Namun, karena justru bereinkarnasi di tubuh seorang Villain terburuk, jadi dia tidak boleh melakukan hal memalukan seperti itu.
"Baiklah.." meski Keqing sangat enggan dan khawatir pada Sieg. Tetap saja dia mengucapkan itu.
...••••••••••••••...
Sieg sekarang berada di luar Kediaman bersama Keluarganya, dan Natasya untuk menghantarkan Keqing pergi dari sini.
Ada Kereta Kuda yang menjemput Keqing. Jadi Keqing bisa berangkat dan tiba di Akademinya dalam beberapa hari.
"Terima Kasih banyak ya Keqing-san." Ayah Sieg berterima kasih pada Keqing. Berkat Keqinglah putranya bisa menjadi kuat, bahkan melebihi seorang Jenius dalam hal berpedang.
"Tidak tidak. Saya juga berterima kasih pada anda."
"Jika kau masih punya waktu luang lagi atau Akademi meliburkanmu. Silahkan kunjungi kami kapan-kapan ya~" yang berbicara kali ini adalah Ibu Sieg, Mayumi. Dia juga tampak seperti enggan melihat Keqing pergi.
"Ya. Tentu saja saya akan melakukan itu karena seseorang di kediaman disini akan merindukan saya~" ucap Keqing sambil melihat ke arah Sieg. Namun, Sieg hamya bersikap acuh tak acuh karena dia dalam keadaan normalnya.
"Hahaha. Benar juga." Ucap Ayah Sieg diikuti tawa kecil Ibu Sieg.
"Kak. Apa Kak Keqing tak bisa tinggal lebih lama lagi?" Pinta Miyu.
1 bulan yang lalu Miyu secara mengejutkan menjadi akrab dengan Keqing dan mereka selalu bersama jika mereka punya waktu luang. Jujur hal itu juga membuat Sieg sangat terkejut.
"Ahahaha.. jika Kakak bisa, kakak sudah melakukannya. Tapi kakak minta maaf ya Miyu, Kakak tidak bisa melakukan itu."
"Emmm..."
Miyu hanya bisa cemberut sambil menundukkan kepalanya. Dia tak mau Keqing pergi karena sudah menganggap Keqing seperti keluarganya dan dia juga akan merasa khawatir pada Kakaknya karena Miyu tahu kalau Kakaknya tidak rela dengan kepergian Keqing dari mansion ini. Jadi, dia pun berusaha untuk menahan Keqing.
"Tapi jangan khawatir Miyu. Kakak janji kok, berikutnya Kakak akan tinggal lebih lama disini kalau orangnya juga mau~" Keqing melihat lagi ke arah Sieg.
"Em.. baiklah. Janji ya Kak Keqing."
"Tentu saja."
Mereka membuat jari kelingking mereka bertemu petanda mereka membuat janji. Lalu Keqing melihat ke orang lainnya lagi yaitu Natasya.
"Maid-san. Selama ini terima kasih juga ya. Kau telah membantuku selama ini."
"Sama-sama Keqing-sama tetapi yang saya lakukan tidak terlalu membantu anda."
Beberapa hari yang lalu. Natasya pernah membantu Keqing untuk melakukan sesuatu walau Sieg sendiripun tak tahu apa yang mereka berdua lakukan tetapi Sieg yakin bahwa itu perbuatan yang baik mungkin...?
Ah pasti ada yang bertanya. Apa Sieg tidak menghentikan mereka untuk tak akrab? Tentu saja Sieg selalu mencoba menjauhkan mereka berdua namun saat Sieg pikir-pikir, mungkin tak ada salahnya jika mereka berdua akrab di Dunia ini.
Toh, kalau mereka bertemu dengan si Mc di masa depan. Maka alurnya pasti akan kembali seperti yang ada Di Game. Maka dari itu, Sieg tak peduli lagi walaupun mereka menjadi akrab asalkan mereka akan masuk ke Party Mc.
"Hahaha.. jangan malu begitu. Kalau begitu mungkin saatnya aku berangkat tapi sebelum itu.. apakah kau tak punya apa-apa untuk dikatakan Tuan Muda Sieg?" Tanya Keqing sembari melirik ke arah Sieg.
"Bajingan. Sudah kukatakan untuk berhenti memanggilku dengan panggilan norak itu. Dan memangnya apa yang perlu kukatakan pada Bajingan sepertimu?"
"Ahahaha... benar juga..." ucap Keqing sambil menggaruk-garuk pipinya. Walau dia sudah menduga kalau Sieg akan mengatakan itu, tetap saja mendengarnya secara langsung membuat perasaannya sakit.
"Tapi...."
"...???"
Sieg mendekati Keqing dan dia mengeluarkan sesuatu di balik jubah Putihnya lalu dia memberikannya pada Keqing.
"Ini?" Tanya Keqing bingung.
"Hadiah yang cocok untuk Bajingan yang payah sepertimu. Ambil ini. Aku tidak menerima penolakan sama sekali." Ucap Sieg sambil menyondorkan sebuah Kotak sedikit besar pada Keqing.
"Heh. Ini mengejutkanku. Tak kusangka kau akan memberikanku hadiah."
"Tcih, cepatlah ambil Bajingan. Kau pikir aku butuh berapa lama untuk menyiapkan ini?"
"Eh? Kau butuh banyak waktunya? Hanya untuk membuat hadiah?"
'Ah, sialan. Aku tak sengaja mengatakan itu.'
"Bajingan Kalau kau tidak mau menerimanya. Jangan paksa aku untuk membuatmu menerimanya dengan paksa." Ucap Sieg kasar. Dia berusaha untuk membuat Keqing melupakan apa yang dia katakan tadi. Memang Sieg butuh waktu yang lama menyiapkan hadiah ini, karena yang ada di dalamnya ini adalah sebuah pakaian.
"Ah baik-baik. Aku menerimanya. Terima kasih banyak ya Sieg, kau benar-benar baik~" ucap Keqing sambil menerima Kotak itu.
"Hm, begitulah yang seharusnya." Sieg tersenyum namun, itu bukanlah senyuman sombong dan angkuh seperti biasa. Melainkan itu adalah senyuman tulusnya yang jarang dia perlihatkan.
Bahkan Keqing yang baru pertama kalinya melihat senyuman Sieg itu sangat terkejut dan terdiam sampai akhirnya dia angkat bicara.
"... Rasanya tidak akan adil kalau cuma kau yang memberikanku hadiah. Aku juga akan memberikanmu." Dia mengambil Katana yang pernah digunakan Sieg untuk berlatih lalu dia berikan pada Sieg.
"Apa? Untuk apa kau memberikanku Katana rapuh ini?"
Namun yang sebenarnya ingin Sieg katakan adalah 'Kenapa kau memberikanku Katana milikmu?' Tapi ucapannya langsung berubah dratis.
"Bisakah kau menerimanya? Tolong, kau akan menbutuhkannya nanti."
Sieg sebenarnya tidak memerlukan Katana ini karena dia bisa menciptakan Pedang sebanyak apapun yang dia mau dengan [UBW] walaupun pedang itu akan langsung hilang setelah dipakai untuk bertarung.
Tetapi melihat ekspresi wajah Keqing yang benar-benar ingin memberikan Katana ini. Sieg pun harus menerimanya.. lagian tidak buruk juga menerima Hadiah dari [Main Heroine] yang dia gemari walau itu hanya berbentuk senjata.
"Huh, berbanggalah Bajingan karena aku menerima Senjata rapuh mu ini."
"Hihihi. Oke~ aku memang sangat senang kok."
Sieg sedikit bingung kenapa Keqing menafsirkan kata 'Berbanggalah' menjadi 'Senang' tapi dia tidak peduli dengan itu.
Sieg pun mengambilnya. Dia dapat melihat ada tulisan nama 'Keqing Von Okita' di gagang itu dan juga...
'Sejak kapan namaku ada di gagang ini?'
Sieg melihat bahwa di gagang itu ada namanya yang tertulis 'Sieg Von Black' dan itu nama itu tertulis di samping nama Keqing. Namun, Sieg dengan cepat mengabaikan itu.
"Aku akan bertanya sekali lagi Sieg. Sudah berapa banyak Jurus [Teknik Berpedang Sakura] yang sudah dapat kau sempurnakan?" Tanya Keqing.
"Sama sepertimu."
Keqing hanya bisa tersenyum. Dia tidak lagi terkejut akan bakat Sieg. Dia membutuhkan lebih dari 4 tahun untuk menciptakan 11 Jurus [Teknik Berpedang Sakura] dan butuh 2 Tahun agar dia bisa menyempurnakan 5 Jurus diantaranya.
Namun Sieg bisa menguasai 11 Jurus [Teknik Berpedang Sakura] dan menyempurnakan 5 diantaranya dalam waktu 1 Bulan? Sungguh anak ini memang cocok dengan gelar 'Jenius'. Apalagi di 1 bulan terakhir ini, Sieg menciptakan Tekniknya sendiri dan itu yang membuat Sieg mendekati kata 'Monster' dibandingkan dengan kata 'Jenius'.
"Baguslah jika begitu. Selama aku tiada di kediaman ini. Sempurnakan 6 Jurus lainnya ya~ aku akan melihatmu jika aku datang lagi."
'Tidak.. jika kita bertemu lagi di saat itu kita akan menjadi musuh..' itulah yang dipikirkan Sieg. 5 tahun lagi, 5 tahun lagi dia akan bertemu dengan Keqing dimana di cerita asli menceritakan disitu pertama kalinya Sieg Vin Black bertemu dengan Keqing sama Mc lalu mereka menjadi musuh.
Namun sekarang keadaannya berbeda. Dia bertemu pertama kalinya dengan Keqing adalah tahun ini. Tapi belum ada jaminan bahwa Keqing tidak akn membencinya di masa depan. Mungkin saja dia akan bermusuhan dengan Keqing di masa depan meski mereka berdua sudah saling berkenalan.
Waktu dapat mengubah perasaan mereka. Seiring berjalannya waktu, pasti Keqing akan membenci Sieg di masa depan dikarenakan Mc.
Mungkin di masa depan Keqing akan melupakan Sieg? Berhenti berteman dengan Sieg? Lalu dia membenci dan ingin membunuh Sieg? Entahlah, tidak ada satupun yang tahu dengan itu.
"Oi Keqing..."
"Ya? Ada apa Sie- !???"
Mata Keqing terbuka lebar. Begitu pula dengan Keluarga Sieg, Miyu dan Natasya. Sieg memegang tangan Keqing dengan kedua tangannya. Untung saja tangan Sieg itu sudah disarungi dengan sarung tangannya, jadi Keqing tidak merasa kedinginan hanya saja dia merasa sangat kaget.
"Si-si-sieg.. a-apa yang kau lakukan..?"
"Lima tahun mulai dari sekarang.. jika kau bertemu dengan seorang Pria Tampan berambut emas dan mata hijau.. mintalah bantuan padanya jika kau dalam masalah.. karena dia akan dapat mengatasi semua masalahmu dan.. orang itu akan memberikanmu perasaan hangat.." ucap Sieg tenang tanpa ada satupun kata kasar.
"A-apa maksudmu?" Ucap Keqing gugup karena masih kaget tangannya disentuh Sieg seperti ini.
"Aku tidak akan mengulangi perkataanku lagi Keqing. Lebih baik kau pergi, sebelum kau terlambat." Ucap Sieg sambil melepaskan pegangannya dari Keqing lalu dia mengambil katana yang diberikan Keqing tadi. Dia berbalik dan ingin segera kembali kamarnya dan melepaskan segala emosi yang terbenam di hatinya di kamar
Tak ada satupun yang mengeluarkan suara maupun menghentikan Sieg pergi dari situ karena.. mereka baru saja melihat hal yang membuat perasaan mereka sedikit sesak...
Mata yang ditunjukkan Sieg tadi... adalah mata yang penuh kesedihan, kesiksasaan, kegelisahan, dan kepedihan yang mendalam.. itulah yang dilihat oleh mereka semua tadi..
[Ding! Selamat Host! Episode Kedua dari Rute 'Sieg Von Black' telah selesai]
...Arc 1 - Become The Villain - Training To Be Strong - End...
...••••••••••••••...
Sekian sampai disini saja dulu ya. dan Arc pelatihan Sieg menjadi kuat telah selesai. Dan Thor akan pikirkan dulu Bagaimana Rute Sieg Von Black beranjut, setelah itu Thor akan lanjut Arc 2nya biar lebih menarik.
Selain itu. Masih banyak Teknik Berpedang atau Pernafasan yang ingin Thor masukkan. Serta Saran kalian juga.
Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang
padahal novelnya bagus karena bisa dibuat dengan hati
emosional nya dapet
action nya dapat
alur nya bagus
bahkan cewe² nya cakep uy😋
siapa yang memanggil alucard disini???dingin tetapi tidak kejam