NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Aruna

Cinta Untuk Aruna

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:386.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

JANGAN DIBACA !!!
Cerita ini tidak akan sesuai harapan kalian. Nanti menyesal.

S1 : END

Kehilangan orang tua membuat Aruna harus berjuang demi rupiah untuk biaya hidupnya dan untuk membiayai adiknya yang masih duduk di bangku sekolah.

Berkat sepupunya akhirnya Aruna mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan yang cukup besar meskipun hanya sebagai Cleaning Service.

Namun siapa sangka dua pria tampan,putra dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja itu justru menaruh hati padanya. Dan di sisi lain ada sang sekretaris yang selalu berusaha menyingkirkannya demi mendapatkan sang pujaan hatinya.

Disinilah sebuah kisah cinta segi tiga di mulai. Hingga akhirnya kisah cinta ini membuatnya terjebak di antara dua hati. Membuatnya harus memilih cinta diantara dua cinta.

S2 : END

Hadirnya kembali sosok yang telah pergi tanpa pamit meninggalkan Aruna dan telah membawa separuh hatinya itu. Menghadirkan kebimbangan. Dan menjadi duri dalam kehidupan rumah tangganya. Akankah Aruna akan kembali ke dalam pelukannya dan mengakhiri rumah tangganya?

Ikuti kisahnya ...

ig@fhatt87


Cerita ini hanyalah fiksi. Tidak lebih hanya khayalan semata. Mohon maaf bila terdapat kesamaan tokoh,karakter,latar hingga alir cerita. Karya ini murni hasil pikiran penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CUA Bab 25

Hanna membuang bingkai foto yang di berikan Bram itu ke tempat sampah di sudut ruangannya. Betapa geramnya dia bila mengingat adegan tadi,adegan saat Bram menyentuh pipi gadis itu dengan lembut. Di tambah lagi saat Bram justru lebih membelanya.

Ingin rasanya dia menjambak habis rambut gadis itu. Mencekiknya, menelannya hidup-hidup atau bahkan melemparkannya ke dasar lautan yang paling dalam sekalipun. Sungguh menyebalkan.

Tiba-tiba ponselnya berdering. Kemudian dia melangkah ke meja kerjanya dan meraih ponselnya itu.

"Halo pah," sapa Hanna pada seseorang di seberang sana yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.

"......"

"Oh ya? baiklah pah,dengan senang hati."

Entah apa yang di katakan ayahnya dari seberang sana tapi yang jelas hal itu membuatnya merasa senang.

"Kamu akan jadi milikku. Lihat saja nanti." Sambil memasang senyum sinisnya. Sekilas paras cantiknya itu nampak menakutkan.

.

.

.

"Hah? serius? dia bilang begitu sama kamu? dia benar-benar mengancam kamu?"

Shanti sangat terkejut mendengar apa yang di ceritakan Aruna tentang Hanna. Dia hampir tidak percaya Hanna bisa seperti itu.

Aruna hanya membalasnya dengan anggukan kecil.

"Penampilan bisa menipu, ternyata sifatnya tidak secantik wajahnya. Kok aku jadi takut ya, aku takut kalau nanti dia ngapa ngapain kamu Run." Kata Shanti cemas. Haruskah dia memberitahu Bram?

"Lagian kamu sih, kenapa tidak hati-hati kerjanya," tambahnya lagi.

"Namanya juga tidak sengaja Shan. Tapi kok aneh ya, kayaknya orang yang ada di foto itu mirip banget sama Jaka. Apa dia punya saudara kembar," kata Aruna bingung.

Shanti menelan salivanya payah. Tidak mungkin dia bisa menyembunyikan hal ini, lama kelamaan pasti akan ketahuan juga.

"Kamu salah liat kali. Mana mungkin Bu Hanna nyimpan fotonya Jaka. Emangnya Jaka siapanya Bu Hanna. Ada-ada saja kamu Run." Shanti jadi salah tingkah di buatnya.

"Tapi benar-benar mirip loh Shan," Aruna masih penasaran.

"Udah, lebih baik kita makan dulu,aku lapar. Hari ini aku bawa bekal lebih, kamu mau kan, yuk." kemudian menggandeng lengan Aruna.

Bersama mereka berjalan menuju pantry, tempat terbaik untuk mereka beristirahat sambil mengisi perut yang sejak tadi sudah meronta ronta meminta jatahnya.

Bisa repot urusannya nanti kalau Shanti terus meladeni pertanyaan sahabatnya itu tentang Jaka. Dia kan belum tahu kalau Jaka itu sebenarnya adalah Bram. Tapi yang membuat Shanti heran kenapa Hanna menyimpan fotonya Bram. Jangan-jangan Hanna memang menyukai Bram. Pantas saja dia berani mengancam Aruna.

.

.

.

Malam hari di kediaman Danu Anggara, tampak Bi Surti sedang sibuk menyiapkan makan malam. Namun makan malam kali ini tidak seperti biasanya.

"Apa hari ini kita sedang merayakan sesuatu? tumben Bi Surti masaknya banyak begini," tanya Bram pada Bi Surti yang sedang menata meja makan.

"Bibi cuma menuruti perintah tuan Danu den," jawab Bi Surti.

"Ini sih bisa buat makan sekompleks Bi."

"Bibi cuma nurut aja perintah tuan den, selebihnya Bibi tidak tahu. Bibi ke dapur dulu ya den," kata Bi Surti kemudian segera berjalan ke dapur yang tidak jauh dari ruang makan.

Di ruang tengah ada Dicko yang sedang asyik berselancar di dunia maya melalui layar ponselnya. Kebetulan ini malam minggu jadi dia bisa sedikit bersantai dengan melihat lihat sebentar beranda instagramnya.

Iseng-iseng saja dia mengetikkan sebuah nama di kolom pencarian.

Aruna

Namun yang muncul ada begitu banyak nama Aruna di sana,dia sampai pening mencari wajah Aruna di setiap akun itu. Sekali lagi dia mencobanya.

Aruna Larasati

Dan pencariannya pun berhasil. Wajah Aruna ada di akun itu. Sedikit usil dia mencoba mengintip sebentar akun itu, melihat satu per satu foto yang terpampang di sana.

Tidak ada yang istimewa dari setiap foto itu, melainkan hanya foto dari seorang gadis sederhana. Ada begitu banyak foto, seperti fotonya bersama sahabatnya, adiknya,paman dan bibinya,saudara sepupunya,dan foto-foto selfienya.

Sesaat jempolnya berhenti menggulirkan layarnya saat melihat beberapa foto yang tampak berbeda disana. Bukan foto selfienya melainkan foto gambar desain-desain pakaian yang di buat Aruna.

Dicko tampak mengamati foto itu, desain yang sederhana namun unik. Dia tidak menyangka ternyata gadis ceroboh itu bisa membuat gambar sebagus ini.

Tanpa sadar kedua sudut bibirnya tertarik, senyum tipis itu begitu menawan.

"Ada yang lagi jatuh cinta nih, dari tadi senyum-senyum sendiri," kata Bram tiba-tiba sembari mendudukkan dirinya di samping Dicko.

Kehadiran Bram bagai hantu gentayangan itu membuat Dicko terkejut.

"Apaan sih kamu,bikin kaget saja."

"Kak Dicko sedang apa? lihat dong," sambil mengintip layar ponsel Dicko yang masih menyala.

Dengan cepat Dicko mematikan layar ponselnya sebelum Bram melihatnya.

"Bukan apa-apa." Kemudian meletakkan ponselnya di meja di depannya.

Bram usil hendak mengambil ponsel Dicko sekedar untuk mencari tahu apa yang membuat kakaknya itu senyum-senyum sendiri seperti orang gila.

Namun secepat kilat Dicko meraih kembali ponsel itu dan menggenggamnya erat.

"Jangan usil kamu," kata Dicko mengingatkan adiknya itu yang memang suka usil dan terkadang kekanak-kanakan.

"Pinjam sebentar, pelit amat." Mulai deh jiwa usilnya Bram.

"Punya henfon kan, pake punya kamu sendiri."

Bram tertawa kecil melihat tingkah kakaknya itu, menggemaskan. Pasti sekarang ini dia sedang menyembunyikan sesuatu. Sangat jelas terlihat dari tingkahnya itu.

"Kak, kak Dicko coba cerita sedikit saja tentang gadis ceroboh itu. Aku akan jaga rahasia kakak. Percaya deh," sambil mengalungkan lengannya di pundak Dicko.

"Tidak ada siapa-siapa, gadis apaan," sambil memalingkan wajahnya menghindari tatapan Bram bak seorang detektif yang sedang menyelidiki sebuah kasus.

Kalau tidak sedang di kantor, dalam suasana santai begini, ternyata Dicko bisa terlihat imut menggemaskan. Apalagi saat Bram menggodanya seperti ini. Hilang sudah kharismanya sebagai pria dingin. Pria bermuka tembok, datar, persis seperti alien yang tidak jelas ekspresi wajahnya.

"Aku berpengalaman soal wanita. Aku bisa kasih sedikit saran untuk kakak bagaimana cara memenangkan hati wanita."

"Ngaco kamu."

Kemudian Dicko melepaskan tangan Bram yang melingkar di bahunya.

Tak ingin berlama-lama jadi bahan keusilan adiknya itu, Dicko pun kemudian bangkit dari duduknya dan hendak ke kamarnya. Tapi tiba-tiba Papa Danu datang dari ruang tamu bersama tiga orang tamunya malam ini. Tepaksa Dicko mengurungkan kembali niatnya.

Mereka tampak begitu bahagia sambil tertawa-tawa kecil di sela obrolan mereka. Perlahan mereka datang menghampiri Dicko dan Bram.

Melihat tamunya malam ini, Bram merasa tidak nyaman. Dia pun beranjak dari tempat duduknya dan hendak ke kamarnya. Namun Papa Danu mencegahnya.

"Bram, kamu masih ingat kan ini siapa?" tanya Papa Danu.

"Iya, masih ingat." Jawab Bram datar.

Tentu saja dia masih ingat. Karena tamu mereka malam ini adalah Pak Handoko bersama isteri dan anaknya, Hanna Handoko.

Setelah sekian lama, apa maksud kedatangan mereka malam ini. Pantas saja ayahnya meminta Bi Surti menyiapkan makanan begitu banyak. Ternyata mereka akan kedatangan tamu.

.

.

.

Di meja makan, Bram terlihat seperti kurang menikmati makanannya. Padahal Bi Surti sudah memasak beberapa menu kesukaannya.

Sedangkan Hanna, sejak tadi senyumnya tidak pernah lepas dari wajahnya. Sesekali dia melirik ke arah Bram yang tampak murung.

Dan Dicko, dia nampak cemas karena sebenarnya dia sudah tahu apa maksud kedatangan mereka malam ini.

"Oh ya, seperti yang sudah kita bicarakan di telfon tadi, gimana kalau kita langsung saja menetapkan tanggal pertunangan mereka," kata Papa Danu memulai obrolan.

"Kalau saya sih, terserah Hanna dan Bram saja," kata Pak Handoko

"Apa?" Bram terperanjat kaget mendengarnya. Benar-benar kaget.

*

*

*

-Bersambung.....

...----------------...

1
Ida
aku kurang suka dengan karakter aruna
Jong Nyuk Tjen
dugaan ku ternyata benar ya thor . Jaka itu ternyata s bram
Jong Nyuk Tjen
s jaka kyny s bram deh , anak kandung dr bos besar. Dicko hati2 nih bakal bucin kamu ke aruna /Grin/
Siti Yuliani
cinta yang rumit🤔
Siti Yuliani
jangan sampe jadi tunangan lh gk seru klo gk berjodoh
IG: Saya_Muchu
otw
Nayra Nabila
lihat notif aruna langsung cuzz..
Daryati Idar
aku tunggu kk
Erna Sikumbang
aku mampir
Yukity
Dukung di dini Thor...
like😍
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
smngt yah
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
smngt up y
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
boomlike
Yukity
mampir disini ..👍🏼😍
Darah Biru (Bangsawan)
favorit ♥️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 saling mendukung 💕
Darah Biru (Bangsawan)
❤️
Darah Biru (Bangsawan)
mantap
Darah Biru (Bangsawan)
jejak
Niswa mandailing
next
.
Sayang endingnya mlh bukan sm bram
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!