NovelToon NovelToon
CINTA KINARA

CINTA KINARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Alpha Hya

" aku pulang besok pagi dan aku harap kamu sudah pergi dari hidupku untuk selamanya !! "

Aryasena

" kalau kau tidak mencintaiku aku mohon jangan sakiti aku "

Kinara

" lihat wajahku dengar suaraku aku suamimu mencintaimu seumur hidupku !"

Surya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alpha Hya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Sementara itu dirumah sakit Arya sedang berbincang dengan dokter Heru.

" Jangan lupa kontrol tiga hari lagi , tapi kalau masih merasa pusing dan mual langsung hubungi saya kita observasi lagi, mudah-mudahan tidak ada yang perlu dikhawatirkan "

" Baik dok " jawab Arya singkat

" Mana istri anda tuan ? beliau tau kan jika anda pulang pagi ini?" tanya dokter Heru sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok Kinara

" Dia sedang istirahat dok ,nanti ibu dan adik saya yang akan menjemput " jawab Arya mencoba menutupi hal yang sebenarnya

" Oh tentu saja , apa lagi untuk wanita yang sedang mengandung memang harus istirahat yang cukup "

Ucap dokter Heru tanpa sadar terjadi perubahan pada wajah Arya.

" Maksud anda dok ?"

" Iya, anda sangat beruntung memiliki istri seperti nyonya Kinara, dia begitu telaten mengurus anda dan saya sering mendengar nya berdoa sambil menyebut nama anda !"

" Bukan itu dok, maksud saya tadi dokter bilang istri saya sedang mengandung ?" tanya Arya

" Loh memang nyonya tidak cerita ?" dokter Heru merasa bingung

" Cerita apa dok ?"

" Cerita waktu beliau pingsan didepan ruangan saya, kebetulan adik saya Pram sedang berada di sana jadi nyonya di bawa ke ruang perawatan dan di sana diketahui kalau nyonya sedang mengandung sekitar empat atau lima Minggu, apa nyonya tidak cerita ?" kembali dokter Heru merasa heran dengan Kinara yang belum menceritakan soal kehamilannya

" Mungkin dia lupa dok" jawab Arya

" Atau mungkin beliau mau membuat kejutan untuk anda tuan "

Ucap dokter Heru sambil tersenyum.

" Mungkin saja dok ! "

Jawab Arya sambil menunduk menyembunyikan wajahnya yang langsung berubah.

Tidak lama pintu dibuka dari luar dan nampak ibu ,Wulan dan Melissa memasuki ruangan.

Dokter Heru menyalami mereka bertiga , kemudian pamit karna masih ada pasien yang harus dia periksa.

Begitu dokter Heru keluar ruangan Arya langsung bertanya pada ibu dengan wajah serius.

" Bu bagai mana Kinara ?"

" Tenang saja sudah ibu bereskan " sahut ibu

" Maksud ibu ?"

Lalu dengan wajah penuh kemenangan ibu menceritakan semua kejadian yang dia lakukan terhadap Kinara

Termasuk ketika Wulan dan Melissa menyeret, melempar, dan menendang Kinara sampai babak belur.

Arya terdiam lalu mengusap wajah dengan pandangan prustasi.

" Kenapa kamu mas ?, mas tidak menyesal kan sudah menceraikan dia ?" tanya Melissa.

" Aku tidak menyesal, aku hanya ngantuk mungkin efek obat "

Jawab Arya tanpa menceritakan perihal kehamilan Kinara.

Setelah menyelesaikan segala sesuatunya mereka pun meninggalkan rumah sakit menuju rumah utama.

Sesampainya di rumah Arya langsung memasuki kamarnya dengan alasan lelah.

Di kamar Arya langsung terlentang di tempat tidurnya sambil mengingat kejadian yang dialami oleh Kinara karna keegoisan nya,

Arya tidak berfikir kalau perbuatan nya akan membuat Kinara hamil secepat itu,

Arya pun sedikit khawatir dengan kondisi Kinara yang mungkin terluka akibat perbuatan Wulan dan Melissa

Mungkin Arya akan coba menanyakan nya pada pa Maman kejadian yang sebenarnya.

Tapi sekarang pertanyaan yang jadi masalah adalah pergi kemana dia ? apa dia pulang ke rumahnya ? bagaiman dengan bayinya ? apa yang akan dia ceritakan pada kakek Soma ?

Begitu banyak pertanyaan yang Arya sendiri tidak tau jawabannya.

Sedangkan Melissa langsung menuju apartemen nya untuk istirahat setelah menempuh perjalanan dari luar kota

Di tambah dengan drama penyiksaan terhadap Kinara dan terakhir menjemput Arya di rumah sakit sudah menguras tenaganya,

Melissa pun langsung tertidur pulas setelah melakukan ritual mandinya.

Waktu sudah menunjukan pukul 10 siang, Kinara masih tertidur dengan nyenyak nya, mungkin efek obat yang diberikan bidan Dewi melalui infusan di tangan Kinara.

Nampak Dewi sedang berbicara dengan seorang lelaki yang tidak lain adalah suaminya yang berprofesi sebagai dokter yang kebetulan baru datang dari kota untuk mengambil persediaan obat yang sudah menipis.

" Bagaimana kondisinya ?"

" Sementara baik baik saja tapi mas harus segera memeriksanya "

" Iya nanti setelah dia bangun, bagai mana luka di kepalanya ?"

" Ada luka sepanjang lima senti, sepertinya dihantam sesuatu karena di rambutnya ada serpihan seperti pot atau guci keramik !".

" Apakah kamu tau identitas nya "?

" Tidak ! sepertinya dia juga korban pencopetan, karena di tas kecil tidak ada dompet atau barang berharga hanya ada beberapa uang koin saja !".

" Aku jadi penasaran, siapa dia sebenarnya dan apa yang sudah di alaminya !"

" Bagaimana dengan dokter Surya ? apakah kita perlu memberitahu nya ?"

" Tidak usah, dia sedang sibuk dengan perusahaan nya, selama kita bisa menanganinya biarkan dia fokus sama pekerjaan nya ".

" Kadang aku kasian sama dokter Surya !"

" Resiko jadi anak laki laki satu satunya seorang pengusaha, mau tidak mau dia harus menggantikan posisi ayahnya ".

" Ngomong ngomong gimana anak anak ? mereka tidak rewel kan selama aku tinggal ?" dokter Ridwan mengalihkan topik pembicaraan nya

" Biasa lah anak perempuan mu yang selalu bikin drama "

" Hehe...siapa dulu ibunya "

Ucap Ridwan sambil memeluk istrinya.

Dewi tidak mengelak memang dia akui kalau sifat anak perempuan nya mirip sekali dengan nya.

Sementara itu diruang perawatan suster Rina sedang memeriksa infusan di tangan Kinara, lalu tiba tiba terdengar rintihan dari mulut Kinara.

" Ada yang terasa sakit Bu ?"

Kinara tidak menjawab hanya meringis sambil berusaha membuka matanya.

Perlahan mata Kinara terbuka dan Kinara langsung melihat ke sekeliling ruangan, lalu matanya melihat Suster Rina yang tersenyum ..

" Anda siapa "?

" Saya suster Rina Bu "

" Saya dimana ?"

" Ibu ada di klinik kesehatan, ibu haus ?"

Kinara mengangguk ..lalu terdengar suara perutnya yang berbunyi minta di isi

Kinara memegang perutnya yang tidak tau malu itu.

Suster Rina hanya tersenyum

" Sebentar ya Bu saya ambilkan makanan untuk ibu " Sambil berlalu dari hadapan Kinara.

Kinara mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan, ada tiga tempat tidur berjejer rapih di sebelah ranjangnya dan terdapat jendela yang cukup besar yang sengaja dibiarkan terbuka hingga semilir angin menerpa tubuhnya.

Kinara sedang asik meneliti ruangan tersebut tiba tiba pintu diketuk dan masuk lah seorang wanita paruh baya sambil membawa nampan dengan makanan yang masih mengepulkan asap,

Aroma makanan langsung tercium oleh hidung Kinara membuat perutnya Kembali berbunyi.

" Permisi neng saya bi Surti pembantu di sini "

Sambil meletakan nampan di meja disebelah ranjang Kinara .

Kinara berusaha bangun dengan susah payah, bi Surti yang melihat langsung menghampiri Kinara dan membantunya duduk bersandar ke kepala ranjang yang sudah di ganjal bantal oleh bi Surti.

" Terima kasih bi " ucap Kinara.

" Iya neng sama sama, neng bisa makan sendiri apa mau bibi bantuin ?"

" Enggak usah bi biar saya makan sendiri saja " sahut Kinara.

Lalu bi Surti meletakan nampan tadi di pangkuan Kinara.

Mata Kinara berbinar melihat menu yang di bawakan bi Surti begitu menggugah selera, ada semur hati sapi, perkedel kentang, sayur bayam dengan jagung manis, sepotong pepaya dan segelas teh hangat.

Satu persatu makanan itu berpindah ke perut Kinara tanpa sisa, Kinara sedikit malu karena terlihat seperti sudah dua hari tidak makan, tapi perutnya memang benar benar kelaparan.

Bi Surti yang melihat Kinara makan dengan lahap tersenyum senang..

" Masih mau nambah lagi neng ? biar bibi ambilkan lagi !"

" Tidak usah bi makasih saya sudah kenyang "

Jawab Kinara sambil mengusap perutnya.

" Kalau begitu bibi pamit ke belakang dulu ya neng "

" Iya bi, makasih ya makanan

nya "

" Iya sama sama neng "

lalu bi Surti pun keluar sambil membawa nampan kosong bekas makan Kinara.

Tidak lama bidan Dewi dan dokter Ridwan masuk ke ruang perawatan Kinara.

" Selamat siang Bu, saya bidan Dewi dan ini dokter Ridwan, ibu sudah merasa baikan ?" tanya bidan Dewi ramah

" Iya saya sudah merasa lebih baik...terima kasih, tapi saya masih bingung, kenapa saya ada di sini ?" jawab Kinara sambil memijit pelipisnya yang terasa sedikit pusing

" Ibu tidak ingat kenapa ibu bisa sampai di sini ?" bidan Dewi berharap Kinara mengingat kejadian yang menimpanya

" Terakhir yang saya ingat saya dari kota B hendak pulang ke kampung saya di desa Tanjung naik bis, tapi di tengah jalan entah kenapa saya di suruh turun dan disuruh naik mobil minibus, saya merasa kepala saya pusing lalu saya mencoba untuk tidur, dan ketika saya bangun saya sudah ada di sini". terang Kinara.

" Maksud nya desa Tanjung yang di mana " dokter Ridwan bertanya

" Yang di kota X, memang ini desa apa ?" tanya Kinara.

Dokter Ridwan dan bidan Dewi saling bertukar pandang mendengar tujuan Kinara.

" Sepertinya kamu tersesat ! ini desa Kahuripan dan terletak di kota Y, jadi artinya kamu berada sangat jauh dari desa tujuanmu "

Ucap dokter Ridwan

Kinara memandang dokter Ridwan dengan tatapan tidak percaya, pantas saja perjalanan nya sangat lama ternyata dia menuju tempat yang salah.

Kinara meratapi nasibnya, sudah di ceraikan, diusir , dan sekarang tersesat.

Apa yang harus aku lakukan ?

gumam Kinara sambil meremas jarinya.

1
tin riyanti
good
Mhyta
mampir yah ka
Martini Zulianto
bingung.... bnyk flashback
Nur Aini
ah... lebai nih kinara.
Nur Aini
haha.... mampus... lo
Yulce Kontrake
Biasa
fatmah nolly
itu yg ngawasin Kinara suruhan si kakek kemane
fatmah nolly
ahhh mewekk Mulu, mang wanita selemah itu
Ema
luar biasa
Ririn Sulastri
Eg, gk nyangka, aq bacax smp sekesai.
biasax klo baca novel, gk smp selesai, soalx kdang udah bisa mengira endingx gmn.
ini mah bikin penasaran, kadang bikin bingung.
hahaha,,
it's oke gpp.
sehat selalu thor. 🤗
Putra tunggal Mazna
aneh koq d kantor pusat gk ada penjagaan atau satpam..jgn sampai kinara balik sama arya
Putra tunggal Mazna
jgn sampai arya dpt menculik kinara dan anak2 nya..biar saja nanti arya kaget dan syok klo harta nya milik kinara
Putra tunggal Mazna
jgn buat pisah la sama surya
Alpha Hya: enggak akan soalnya Kinara cinta mati sama Surya ☺️
total 1 replies
Putra tunggal Mazna
ada ya manusia gak punya adab dan ahlak kyk arya
Putra tunggal Mazna
mayang ibu kinara dan melissa..yg selamat dlm kecelakan
Putra tunggal Mazna
ardi sm mang ujang ny koq hilang ya
Alpha Hya: Mang Ujang sama Ardi lagi merenungi nasib 🤭
total 1 replies
Osie
aku bahagia arya kecelakaan...syukurin dpt azab dr Allah
Dahyun_Twice ❤️
pasti keluarg melisa musuk kakek atmadja
Dahyun_Twice ❤️
mungkin kah perusahaan yg dpegang arya ada lah perusahaan ayah kinara ???
Alpha Hya: Kasih tau gak ya ? ☺️
total 1 replies
Dahyun_Twice ❤️
Cantik doang , mulut nya kayak cabe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!