NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Reinkarnasi Jadi Putri Terbuang, Sistem Es Dewa Milikku..

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: S RIANA

Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.

Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".

Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].

Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!

Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENUA ATAS

Sebuah tombak petir raksasa berwarna emas murni meluncur dari langit dengan kecepatan yang mengabaikan konsep jarak, mengincar langsung ke arah kepala Elena. Serangan ini membawa hukum spasial Lingkaran 9 yang mampu menghapus keberadaan sebuah kota kecil dalam sekejap.

[Sistem: Merapal Instan Batas Pelindung Absolut Fase Akhir.]

[Mengonsumsi 500.000 Poin Sistem. Sisa Poin: 1.500.000 Poin.]

BOOOOOOOOOOOMMMMMMMM!

Petir suci itu menghantam kubah energi es dewa transparan yang menyelimuti istana Elena. Benturan dahsyat itu menciptakan gelombang kejut yang mencerabut seluruh pegunungan di sekitar ibu kota baru tersebut. Namun, kubah es buatan sistem itu tetap berdiri kokoh tanpa retakan sedikit pun. Petir emas Malachai membeku di udara saat menyentuh permukaan kubah, berubah menjadi untaian es kristal tak berbahaya yang pecah menjadi serpihan cahaya.

"Apa?! Menahan hukum spasialku dengan sihir es?!" Malachai membelalakkan matanya tidak percaya. Di Benua Atas sekalipun, elemen es selalu dianggap sebagai elemen sekunder yang berada di bawah elemen cahaya dan api.

Elena melayang naik ke langit, sejajar dengan posisi Malachai. Di belakangnya, Frost mengepakkan sayap raksasanya, melepaskan aura naga kuno yang membuat sayap energi cahaya Malachai sedikit meredup akibat tekanan mental.

"Sistem, beli sihir tingkat dewa kuno yang baru dibuka," perintah Elena dalam hati.

[Sistem: Mengakses Toko Sistem Fase Akhir Ranah Dewa.]

 [Sovereign Finger of the Ice God (Sihir Hukum Mutlak Lingkaran 9 - Mengabaikan seluruh pertahanan elemen cahaya): 1.500.000 Poin Sistem.]

 [Peringatan: Penggunaan sihir ini akan menguras seluruh sisa poin sistem Anda saat ini.]

"Beli dan aktifkan," ucap Elena dingin.

[Sistem: Memproses Pembelian... Sukses. Sisa Poin: 0 Poin.]

[Memulai Sinkronisasi Hukum Es Absolut...]

Elena mengulurkan satu jari telunjuknya ke arah Malachai. Di atas langit yang tertutup awan perak, sebuah bayangan jari raksasa setinggi satu kilometer yang terbuat dari es kuno purba perlahan-lahan terbentuk. Jari tersebut memancarkan tekanan yang begitu mutlak hingga membuat ruang di sekeliling Malachai membeku total, mengunci pergerakan sang Setengah Dewa di udara.

"Ini... Hukum Es Absolut?! Tidak mungkin! Bagaimana seorang fana dari dunia bawah bisa menyentuh ranah Sovereign?!" Malachai berteriak histeris, mencoba membakar mananya untuk melepaskan diri dari kuncian ruang, namun sia-sia. Di hadapan kekuatan Es Dewa 80%, seluruh mananya membeku di dalam pembuluh darahnya sendiri.

"Mati dengan tenang, kurir dari Benua Atas," bisik Elena.

Jari raksasa itu menekan ke bawah.

CRUUUUSH!

Zirah putih, sayap cahaya, dan tubuh Setengah Dewa milik Malachai hancur berkeping-keping tanpa bisa memberikan perlawanan sedikit pun. Tidak ada darah yang menetes; seluruh keberadaannya langsung dikonversi menjadi kristal es biru yang pecah menjadi debu halus dan tersedot masuk ke dalam layar sistem Elena.

[Sistem: Eksistensi Ranah Lingkaran 9 (Setengah Dewa) Berhasil Dimusnahkan.]

[Menghitung Poin Sistem yang Diperoleh: 3.000.000 Poin.]

[Poin Sistem Saat Ini: 3.000.000 Poin.]

[Misi Dunia Dibuka: Invasi Benua Atas Runtuhkan Tahta Elysium Realm.]

Elena menatap gerbang dimensi berbentuk roda matahari yang kini mulai tidak stabil akibat kematian Malachai. Alih-alih menutup gerbang tersebut, Elena mengalirkan mana Lingkaran 8 miliknya untuk memperkuat struktur lubang cacing spasial itu, menjaganya agar tetap terbuka lebar.

Dia menoleh ke arah Frost dan pasukannya yang berdiri tegap di bawah. "Benua bawah ini telah selesai kita bersihkan. Frost, Kaelen, bawa seluruh legiun masuk ke dalam gerbang. Kita akan membawa badai es dewa ini ke tempat para dewa munafik itu berada."

"Dengan senang hati, yang mulia" Frost menyeringai, memamerkan taring esnya yang tajam.

Elena von Silversnow melayang memasuki gerbang dimensi yang berkilau, memimpin pawai kematian makhluk esnya menuju Elysium Realm. Pembalasan dendamnya kini telah berkembang menjadi perang penaklukan dimensi, dan tidak akan ada satu dewa pun di Benua Atas yang siap menghadapi kiamat es yang dibawa oleh sang pemilik Sistem Es Dewa.

1
Sunflower_6520
Suka nih sama yang balas dendam begini...
SRIANA: terima kasih udah singgah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!