NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Godaan Alisha

Saat acara makan malam tiba, keluarga Vizcaya menikmati makanannya dengan tenang, begitupun dengan Alisha. Giovan pun ikut serta hadir dalam makan malam bersama.

Di tengah keluarga itu sedang menikmati makanannya, tiba-tiba saja terdengar suara bising dari atas mansion-nya.

"Suara apa itu?" tanya Edward dengan bingung.

"Entah, tapi terdengar seperti suara pesawat," jawab Christian.

Alisha yang sedang mengaduk-aduk makanannya mendongak. "Suara pesawat? Jangan-jangan...."

Tanpa berlama-lama Alisha segera bangkit dari kursinya, hingga menimbulkan suara kursi terdorong dan membuat seluruh keluarga menatapnya.

"Kamu mau ke mana?" tanya Emeline.

"Aku.." belum juga Alisha menjawab pertanyaan Emeline, tiba-tiba saja datang seorang pelayan yang mendekati Alisha.

"Maaf, Nona. Di luar ada orang yang sedang mencari Anda," ucapnya kepada Alisha.

Alisha mengangguk sekilas. "Aku akan segera ke sana."

"Baik, saya permisi dulu."

Setelah pelayan tersebut pergi, Alisha mengalihkan perhatiannya kepada keluarga suaminya itu.

"Aku ke depan dulu," pamit Alisha yang langsung pergi.

"Ehh, Alisha.."

Edward yang khawatir terjadi sesuatu pada Alisha, akhirnya ikut bangkit dari kursinya dan mengikuti langkah Alisha.

Sedangkan yang lain saling tatap. Mereka juga sama-sama penasaran dan akhirnya memilih meninggalkan meja makan, hanya untuk melihat apa yang sedang Alisha lakukan.

---

"Waw, helikopterku akhirnya sampai!" pekik Alisha kegirangan.

Helikopter baru Alisha terparkir rapi di depan halaman rumah Vizcaya. Untung saja halaman itu sangat luas dan besar.

"Silakan dilihat-lihat dulu, Nona."

"Hm."

Alisha langsung mendekati helikopter yang baru saja dia beli, dan memeriksa isinya.

"Perfect," ujar Alisha.

Pria yang mengantarkan helikopter Alisha menyerahkan surat-surat untuk Alisha tanda tangani.

"Silakan, Nona. Tanda tangan di sini," ucapnya.

Alisha membawa terlebih dahulu surat itu, dan langsung menandatanganinya.

"Terima kasih banyak, Nona."

"Hm."

"Kami permisi dulu."

"Ya."

Edward berdecak kagum melihat helikopter Alisha. Dulu di keluarga Vizcanya hanya dialah yang memiliki helikopter dan sekarang Alisha pun juga memilikinya.

"Wah, Kakek sangat kagum dengan helikopter milikmu, Alisha."

Alisha cekikikan sendiri. "Ingin mencobanya bersama Kakek?" tawar Alisha.

Edward tampak terkejut dengan tawaran yang Alisha berikan. "Memangnya kau bisa bawa?"

"Bisalah! Ayo, Kakek naik."

Sedangkan keluarga Vizcaya yang lain, hanya bisa memutarkan kedua matanya saja. Iri? Tentu saja!

Mereka juga ingin seperti Alisha namun, apa daya kasih sayang Edward lebih besar kepada Alisha daripada anak dan menantunya yang lain.

---

"Alisha."

"Ya, Kakek."

"Aku kan sudah membelikan apa yang kamu mau. Jadi, boleh Kakek meminta sesuatu padamu?"

Kepala Alisha mengangguk kencang. "Ya, Kakek boleh. Kakek mau apa?"

"Kakek mau, cucu!"

Helikopter yang Alisha bawa hampir saja oleng ketika mendengar jawaban Edward.

"Kakek serius?!!"

"Tentu saja, masa Kakek bercanda."

"Tapi.."

"Sekarang tugas kamu untuk mendapatkan hati Giovan."

---

Alisha duduk gelisah di pinggir ranjang, sudah hampir satu jam lebih dia menunggu Giovan namun, pria itu tak kunjung datang juga.

"Ini Giovan ke mana sih! Bisa masuk angin nih aku," gumamnya.

Karena Alisha saat ini menggunakan lingerie seksi dengan kain yang lumayan cukup tipis.

"Astaga!"

Lelah menunggu, akhirnya Alisha bangkit dan mengambil jubah dari lingerie tersebut lalu mengikatnya.

Ceklek.

Alisha berjalan menuruni tangga dan menatap setiap ruangan yang sepi. Tampaknya semua orang memang sedang terlelap pulas.

"Ke mana sih pria itu?"

Bugh.

"Aaakh!"

Alisha memejamkan kedua matanya ketika dia merasakan dadanya yang dingin, akibat tersiram air minum.

"Ahh, maafkan, om. Alisha," seru Bram.

Mata Alisha terbuka, ia menatap sosok laki-laki tampan di hadapannya dan dia adalah suami dari Christian.

"Maaf? Tapi, bajuku sudah terlanjur basah!"

"Ya mau bagaimana lagi, om tidak sengaja."

"Hah, ya sudah!"

Alisha segera pergi dari hadapan pria itu, sambil terus menggerutu.

Jujur saja Alisha jarang sekali melihat Bram berada di rumah, karena pria itu sering kali pergi dan dinas ke luar negeri.

---

Ceklek.

Giovan yang sedang bekerja dengan laptopnya mendongak, saat pintu ruangannya terbuka.

"Kau? Untuk apa kau ke mari," tanya Giovan dengan alis yang mengerut.

Alisha memamerkan giginya yang putih lalu berjalan masuk untuk menghampiri Giovan.

"Huft, aku pasti bisa!" batin Alisha.

Kata-kata Edward berputar di ingatan Alisha. "Sekarang tugas kamu untuk mendapatkan hati Giovan."

Sedangkan Giovan sendiri justru mengerutkan keningnya bingung dengan tingkah Alisha.

"Mas," panggil Alisha yang berjalan layaknya seorang model.

Kerutan di kening Giovan semakin banyak. "Kau ini kenapa, Alisha?"

"Aku.."

Alisha berjalan ke arah belakang tubuh Giovan lalu meraba-raba pundak Giovan yang luas dan memijat kecil.

"Tidur yuk, Mas!" bisik Alisha tepat di telinga Giovan.

Giovan bergidik mendapatkan bisikan maut dari Alisha. "Apaan sih, jauh-jauh, enggak!!"

Alisha yang mendapatkan penolakan dari Giovan, tidak menyerah begitu saja.

Ia menarik kerah piyama Giovan dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Giovan.

"Giovan."

"Hm."

"Aku merindukanmu," ucap Alisha sambil membelai wajah Giovan dengan jari-jarinya yang lentik.

Tapi, Giovan justru tak mengerti dengan kode yang Alisha berikan.

"Ciih, kau modus ya! Awas," usir Giovan seraya mendorong pelan tubuh Alisha.

Alisha berdecak kesal, sekarang sepertinya dia harus sedikit bar-bar untuk mengajak Giovan bercinta.

Srekk.

Giovan melirik dari ekor matanya saat Alisha membuka jubah lingerie yang gadis itu pakai.

"Gov."

Alisha memutarkan kembali kursi putar Giovan dan mengurungnya menggunakan kedua tangannya sendiri.

Giovan sendiri mulai terkecoh, saat dia secara langsung disuguhkan dengan pemandangan yang benar-benar menguji iman.

"Alisha," panggil Giovan.

"Ya," sahut Alisha yang tahu ke mana arah mata Giovan menatapnya.

"K-kau tidak menggunakan bra?" gugup Giovan karena dia baru saja melihat sesuatu yang bulat berwarna pink.

"Hm, aku sengaja tidak memakainya," jawab Alisha sambil mengoyangkan tubuhnya sampai membuat kedua boba-nya pun ikut bergoyang.

Glek.

Jakun Giovan naik turun, pria itu segera mengalihkan perhatiannya ke arah lain.

"Alisha, stop ganggu aku," pinta Giovan.

"Siapa yang mengganggumu, hm?" tanya Alisha sambil menarik dagu Giovan.

"Tatap aku, Giovan," pinta Alisha.

"Tidak!" tolak Giovan.

"Kenapa? Kau pasti takut terpesona olehku, kan?" tanya Alisha sembari terkekeh.

Giovan berdecak kecil dan mengangkat wajahnya untuk menatap Alisha.

Deg.

Jantung Giovan tiba-tiba saja berdetak sangat kencang, saking kencangnya Giovan sendiri saja sampai bingung sendiri.

"Ada apa ini? Kenapa jantungku berdetak kencang hanya karena melihat senyuman Alisha," batinnya.

Alisha berjongkok tepat di bawah suaminya. "Aku mencintaimu, Giovan."

Deg. Deg. Deg.

Ungkapan cinta yang Alisha ucapkan membuat jantung Giovan berdegup lebih kencang lagi.

Tangan Alisha yang nakal berjalan dari paha suaminya hingga sampai di atas celana yang Giovan pakai.

"Izinkan aku untuk memuaskanmu, Giovan."

"Tapi.."

Srekk.

"WOW?!"

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!