NovelToon NovelToon
Satu Jiwa Dua Raga

Satu Jiwa Dua Raga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:544
Nilai: 5
Nama Author:

Rivera Briar Edwina seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat tertabrak mobil dan jiwanya berpindah ke tubuh Aluna Effie Alfred seorang istri yang sangat dibenci oleh suaminya aiden Cristian edgar karena adiknya kecelakaan akibat tertabrak oleh mobil yang ditumpangi aluna. Tidak hanya itu aluna bahkan anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga kandungnya dan menyalahkan aluna yang menyebabkan kecelakaan dan meninggal ibu aluna semenjak ayahnya menikah lagi dan membawa anak tirinya hubungannya dengan keluarga tidak pernah baik. Akankah vera yang menjadi aluna bisa melewatinya, atau memilih untuk menyerah atau akankah aluna akan mencari kasus kecelakaannya?

episode 25

Waktu malam tepatnya dimension aiden, aluna yang baru saja selesai mandi dia berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengambil satu setelan piyama untuk ia kenakan malam ini, cuaca malam ini sama seperti malam sebelumnya hujan deras dan sangat lebat tapi tidak ada petir sama sekali entahlah belakangan ini cuaca sedang tidak bersahabat.

Aluna duduk di depan meja rias, dia mengambil hairdryer miliknya dan mencolok hairdryer tersebut. Aluna mulai mengeringkan rambutnya sendiri.

Sedangkan aiden dia berada di ruang kerja dan masih sibuk dengan urusan pekerjaannya dikantor karena besok dia aluna dan lucas akan pergi ke kota B. Aiden melihat layar ponselnya pukul menunjukkan jam 23:00 waktu malam. Aiden tiba-tiba teringat dengan aluna apakah aluna sudah tidur.

Karena hujan diluar mana mungkin siti keluar. Aiden menutup laptopnya dan beranjak dari duduknya berjalan kearah lemari yang ada lacinya, dia membuka laci itu dan mengambil salep kemudian berjalan keluar ingin kekamar aluna, dia ingin memastikan apakah aluna benar-benar sudah tidur.

Sesampai dikamar aluna dia tiba tiba menjadi ragu untuk mengetuk pintu aluna. hingga per sekian detik, Aiden pun memberanikan diri untuk mengetuk.

Tok.. Tok..

Tidak ada jawaban dari aluna. Aiden pun mengetuk kembali pintu kamar aluna.

Tok.. Tok..

Dan tetap tidak aja jawaban mungkin aluna sudah tidur pikirnya, saat aiden ingin berbalik tiba-tiba pintu kamar aluna terbuka dan menampilkan aluna yang keluar.

Aiden lama menatap aluna, aluna makai piyama selutut yang tipis dan lengan pendek dan juga memperlihatkan bahu milik aluna dan bentuk lekuk tubuh aluna, apalagi leher mulus milik aluna. Yang menurut aiden sengat mengoda.

Glekk..

Aiden menelan ludah agak kasar, saat aiden melamun dan membayangkan hal liar, secara tiba-tiba aluna menyenggol aiden yang membuatnya tersadar.

"Aiden... " senggol aluna hingga membuat kesadaran kembali utuh.

"H-Hah? " gugup aiden. Yang masih kembali ingin ter bengong

"Lo kenapa sih, awas kesambet setan loh, gue tidak bisa bantuin karena gue bukan Ustazah" ucapan aluna membuat aiden memasang muka malas.

"Ngapin lo disini? " tanya aluna.

"Gue mau kasih ini" aiden menyodorkan salep yang dia genggam, aluna pun mengambilnya dari tangan aiden

"Apanih? " tanya aluna.

"Ini salep untuk olesin pinggang lo yang ringkih itu" jawab aiden

"Dengaren ini lo baik sama gue, tapi makasih" sahut aluna yang membuat aiden kesal, apakah susah mencari kebaikan didalam dirinya dimata aluna. Aiden pun mengambil kembali salepnya

"Eh? " heran aluna.

"Biar gue yang olesin" ucap aiden yang membuat mata aluna membola.

"Mana bisa gitu" jawab aluna cepat, aiden mengerutkan keningnya.

"Kenapa? "

"Yang bener aja gue buka buka an didepan lo ogah ah, kita itu lain jenis jadi tidak boleh"protes aluna.

" tapi kita sudah suami istri "ucapan aiden membuat aluna terpaku.

" i-iya tapi... "Aluna menggantung kalimatnya mana mungkin dia memberitahu akan bercerai dengan aiden.

" sudah tidak usah banyak protes"ucap aiden langsung menarik tangan aluna masuk kedalam kamar aluna. Sampai didalam kamar aluna aiden melepaskan tangan aluna

"Duduk" seru aiden.

"Hah? "Bingung aluna, tanpa izin aluna aiden mendorong aluna untuk duduk diatas kasur.

" buka"ucap aiden. Aluna langsung melotot.

"Apa? Gila lo ya"

"Buka aluna"

"tidak mau,"tolak aluna, aiden pun memijat pelipisnya

"Kalau lo tidak mau bagaimana gue mau olesin salepnya"seru aiden aluna terdiam.

" t-tapi gue bisa sendiri "

"Tidak gue izinkan yang ada nanti leher lo sakit" ucap aiden

"Sama sampai segitunya" gumam aluna.

"Sudah lo nurut sama gue, gue tidak akan makan lo juga" ucap aiden. Aluna pun cemberut.

"Sebentar, lo hadap sana dulu" ketus aluna mendorong aiden.

" kenapa sih sama suami sendiri juga "

"Gue malu aiden" kesal aluna. Karena tidak mau ribut terlalu lama akhirnya aiden membelakangi aluna, aluna membuka piyamanya dan mengganti yang lain.

Kali ini aluna memakai piyama yang ada diikat menggunakan tali.

"Sudah" ucap aluna aiden pun berbalik.

"Gue suruh buka aluna bukan suruh ganti" omel aiden.

"Iya iya gue tahu kok, kalau pakai yang tadi susah makanya gue ganti yang ini" seru aluna

"Ya sudah cepetan buka gue juga mau tidur"

"Sabar"kesal aluna. Dia membelakangi aiden lalu mengambil bantal untuk menutupi depannya dan membuka piyamanya kebawah.

Awalnya aiden sedikit terkejut melihat banyak luka di punggung aluna, dia bukan merasa jijik tapi dia membayangkan sakitnya saat itu terluka. Aiden menatap lama.selama ini aiden tidak tahu apa yang terjadi sama aluna dia menganggap aluna hanya pelampiasan yang emang harus dilampiaskan karena aluna merupakan orang yang masih selamat dari kecelakaan itu.

Tapi setelah melihat ini aiden berpikir Bagaimana bisa aluna tahan dengan banyaknya bekas luka ini, pantas saja aluna sudah merasa kesakitan saat dirinya mencengkeram pinggang aluna dengan kuat ternyata aluna sudah menjadi kaca yang rapuh yang kapan saja bisa pecah. Dia ingin sekali tahu apa yang terjadi selama dirumahnya sendiri.

" den? "

"Hah, apa? " tanya aiden.

"Katanya mau olesin kenapa diem aja sih" kesal aluna. Lalu aluna terdiam seperti sedang berpikir.

"Lo jijik ya sama punggung gue! Kalau gitu biar gue aja yang olesin gue bisa sendiri kok"lirih aluna, mendengar itu aiden menggeleng cepat.

" tidak"jawab aiden dia melihat pinggang aluna, dan emang benar pinggang aluna hanya sedikit lecet dan tidak parah juga hanya saja aiden melebih-lebihkan saja seperti seseorang yang sakit parah.

Aiden mengoleskan salepnya di pinggang aluna setelah selesai aiden menaikan piyama aluna keatas.

"Makasih" seru aluna. Dan aiden mengangguk.

"Kalau gue boleh tahu punggung lo kenapa banyak luka itu? " tanya aiden hati hati.

"Gue sendiri juga tidak tahu, gue tidak ingat apa apa, mungkin jika gue ingat itu akan membuka luka lama gue" seru aluna lalu terdiam.

"Mungkin, tapi lo tetap tidak akan bisa menghilangkan bekas luka didalam hati lo walaupun lo berusaha untuk tidak mengingatnya" seru aiden.

"Entahlah" aluna tersenyum getir.

"Jadi ini juga alasan lo tidak bisa tidur ditempatkan baru karena lo selalu merasa waspada? " tanya aiden dan aluna menggeleng.

"Gue cuman merasa tempat yang baru gue temui itu merupakan tempat asing bahkan jika itu tempat yang sering gue kunjungi juga termasuk tempat asing, karena merasa sendiri" gumam aluna meremat jarinya.

semenjak ditinggal pergi oleh orang tuanya aluna yang masih menjadi vera merasa sangat kesepian. Mendengar itu aiden merasa ter nyenyak ternyata selama ini aluna merasa sendiri walaupun dirumah banyak orang tapi karena tidak ada yang mengajaknya untuk berbicara aluna merasa kesepian apalagi dulu dirinya juga tidak pernah berbicara baik dengan aluna, aiden hanya menyampaikan pesannya melalui pelayan, karena aiden menganggap jika berbicara dengan aluna hanya akan membuang-buang waktu saja. Dia berpikir jika aluna di berikan tempat yang aman dan nyaman saja sudah cukup, tapi ternyata dia salah besar justru itu aluna merasa aluna hidup dalam ruang kekosongan.

"Maaf" ucap aiden yang membuat aluna menoleh dengan cepat. Dia masih tidak percaya aiden akan meminta maaf duluan. Apakah benar kata lucas matahari terbit disebelah barat. Aluna melihat kearah jendela.

"Kenapa? " tanya aiden.

"Tidak, gue merasa sebentar lagi hari kiamat" ucap aluna yang membuat aiden mengerutkan keningnya.

"Maksudnya? "Aluna menoleh kearah aiden. Hingga tatapan mereka bertemu.

Deg..

Segara mendadak jantung aiden berpacu cepat, seperti ada yang aneh yang aneh didalam dirinya. Apalagi saat aluna menatap dirinya jantungnya akan semakin cepat.

" karena tiba tiba lo bisa mengucapkan kata kata maaf di mulut lo itu berarti sebentar lagi kiamat karena lo udah mau tobat"ucap aluna yang membuat aiden yang tadi deg deg kan menjadi luntur karena perkataan aluna. Aiden pun menjadi kesal dia langsung membuang muka.

"Apa kalian selalu menganggap gue seperti itu," setelah berbicara seperti itu lebih parahnya aluna malah mengangguk dengan cepat.yang membuat aiden makin kesal.

"Eh, lo mau kemana? " tanya aluna saat aiden beranjak.

"Gue mau keluar, mau tidur" ucap aiden. Yang sudah tidak mood lagi. Aiden langsung keluar dari kamar aluna.

Brakk..

Pintu kamar aluna di tutup dengan keras yang membuat aluna terperanjat kaget.

"Kenapa tuh orang" seru aluna, aluna yang tanpa berpikir panjang pun mengambil obat di laci lalu meminumnya, setelah itu aluna langsung merebahkan dirinya, berharap hari ini bisa tidur

1
falea sezi
lanjut q ksih hadiah bkin Aiden bucin thor
falea sezi
thor Aiden ma jalannya uda pernah tidur bareng belom🤭 klo uda bikin cerai ya kali dpet bekas Aluna perawan. loh dpet perjaka bekas kayak Aiden g rela q. tuh🤣
falea sezi
Aluna lemah g jijik apa dia bekas lula😒
falea sezi
insomnia g bs tidur bukan ngajak orang tidur bareng bego
falea sezi
oon MC nya tlfon tiago minta dia urus cerai oon😒
falea sezi
moga cerai ya kali dpet suami bekas jalang🤣🤣 menjijikan sekali😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!