PERHATIAN!!!
Jika ingin membaca cerita ini siapkan mental. Takutnya bisa baper stadium akhir dan yang nulis gak tanggung jawab jika bibir kalian gak bisa berhenti ketawa.
Kata orang menjadi cewek cantik itu terlalu beruntung. Karena dipikir banyak yang demen. Tapi apa jadinya jika seorang cewek kaya Ghea Virnafasya yang jutek dan menjadi badgirl di sekolahnya masihlah jomblo.
Tahukah jika kadar kecantikan dan kejutekannya itu terlalu akurat stadium akhir?
Dia, Ghea Virnafasya cewek cantik jomblo abadi yang gak suka pacaran. Dia inginnya langsung menggelar nikahan.
Tapi apa kejutekan dan kenakalannya akan bisa berakhir? Apa Ghea akan sadar dan bertaubat setelah bertemu dengan seorang guru baru yang tampan nya naudzubillah bak aktor Yang yang, mengajar di kelasnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seizy kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Badai Yang Datang
"Tapi, Om, aku-"
"Kenapa, Ghea? Kamu belum siap atau-"
"Bukannya belum siap. A-aku gak akan bisa lanjutin pertunangan ini, Om, Tan!"
DEGH
Refleks punggung Pak Gerry memanas. Pun duduknya menjadi gelisah. Perasaannya mulai tidak tenang.
Apa tadi Ghea bilang? Batal? Pertunangannya bakal ia batalin? Gak bisa! Dan gak boleh!
Mata Pak Gerry menyala sempurna. Ia berdiri dari duduknya lalu menarik tangan Ghea begitu saja. Membuat orang tua yang sedang duduk di ruang tamu itu menatap bingung pada Gerry yang membawa Ghea keluar rumah.
"Loh, Ger, Gheanya mau dibawa kemana?" tanya Mama Dian.
"Sudah, Ma, biarkan saja Gerry sama Ghea! Mungkin ada yang mau Gerry bicarakan sama Ghea lebih dulu," ujar Papa Dika santai. Ia kembali menyesap tehnya. Lalu kembali melanjutkan obrolan random mereka.
**
"Kamu apa-apaan, sih, Pak?" Sampainya di luar rumah. Ghea menghentakan tangan yang ditarik Pak Gerry hingga terlepas. Keduanya berdiri di halaman rumah.
Ghea menekuk wajahnya. Menatap pergelangan tangannya yang sedikit merah. Ia merasakan sakit di pergelangan tangan itu.
"Kamu yang apa-apaan?" Pak Gerry berkata dengan intonasi yang tinggi. Dan ini menjadi hal pertama yang Ghea dengar. Jika selama ini Ghea hanya melihat Pak Gerry datar dan bicara seperlunya. Kali ini berbeda. Ghea melihat ada aura marah dari wajah tampan itu. Kecewa dan emosi menjadi satu.
Ghea diam. Ia semakin menundukan kepalanya. Wajahnya yang pucat pun semakin terlihat pucat saja. Meremat jari-jemarinya. Ghea merasa badai akan datang. Tapa badai apa itu? Apa badai kemarahan Pak Gerry atau-?
Menyadari kesalahannya. Pak Gerry mengguyar rambutnya ke belakang. Lalu menyimpan kedua tangan di pinggangnya. Pun wajahnya menengadah. Menatap langit yang tiba-tiba mulai menunjukan warna oranyenya.
"Kenapa kamu mau batalin pertunangan kita?" Kini Pak Gerry sudah mulai santai. Nada bicaranya pun sudah kembali datar. Ia menundukan kepalanya agar bisa melihat ekspresi wajah Ghea.
"Tanpa perlu aku jawab pun, kamu sudah tahu jawabannya, Pak." Ghea menjawab dengan wajah yang masih ditekuk. Dan jari-jemari yang saling bertaut. Mendadak atmosfer di sekitar Ghea menjadi mencekam. Ghea merasa merinding dengan nada bicara Pak Gerry dan decakan yang keluar dari mulut tebal Pak Gerry. Sesekali juga Ghea mengangkat pandangannya. Mencuri-curi pandang pada Pak Gerry yang masih menatapnya tajam. Lalu kembali menundukan pandangannya saat menyadari tatapan tersebut. Bulu kuduknya semakin meremang.
"Ck, kamu lupa?" tanya Pak Gerry. Ia maju satu langkah seraya menarik kedua alisnya tinggi-tinggi. Tangannya masih tersimpan di pinggang. Bersamaan dengan itu, langkah Ghea mundur.
Ah, Ghea jadi ingat waktu malam ia habis membeli pembalut di supermarket dekat rumahnya.
"Lu-lupa apa?" Ghea malah balik bertanya dengan suara serak bercampur gugup. Masalahnya Pak Gerry semakin memajukan langkahnya. Dan auto langkah Ghea pun semakin mundur.
"Surat perjanjian? Kamu sudah tanda tangan kan? Jadi kamu tidak bisa membatalkan pertunangan apalagi pernikahan kita. Tanda tangan artinya kamu setuju." Tegas Pak Gerry. Ia menyeringai.
Bodoh, kenapa Ghea bisa lupa dengan surat perjanjian sialan itu?
Ghea memejamkan matanya erat. Ia mengutuki dirinya sendiri. Kenapa Ghea waktu itu tidak berpikir sehat, sih? Ini gara-gara egonya yang terlalu mengagumi sosok Pak Gerry yang perfect. Sekarang Ghea harus menelan pil pahit itu sendiri.
"Ta-tapi aku juga gak bisa, Pak!" tegas Ghea dengan wajah yang masih menunduk. "A-aku gak mau dituduh jadi perebut pacar orang. Aku kira kamu belum punya pacar. Makanya aku mau-mau saja tanda tangan surat perjanjian itu." Sambil terisak lalu menyeka air matanya cepat. Perlahan Ghea mendongakan wajahnya. Ia tatap netra abu-abu itu dengan sendu. Sejujurnya Ghea tidak ingin melepaskan Pak Gerry. Tapi dia harus melakukannya. "Aku mau batalin perjodohan ini!" Lalu memutar tubuhnya. Ghea melangkah satu langkah. Hingga rambut panjang nan tergerai itu menyapu wajah Pak Gerry.
Pak Gerry spontan menggerakan tangan kanannya. Ia meraih tangan kiri Ghea sampai tubuh Ghea pun kembali berbalik pada Pak Gerry.
Pak Gerry memutar tangan itu sampai tubuh Ghea juga ikut berputar. Layaknya sepasang kekasih yang sedang melakukan gerakan dansa. Pak Gerry terus memutarkan tubuh Ghea lewat tangannya itu dua kali. Sampai pada Pak Gerry menghentikan gerakannya karena kaki Ghea yang tidak seimbang dan akhirnya limbung. Tubuh Ghea hampir tersungkur kalau saja tangan kiri Pak Gerry tidak menahan punggungnya.
Saling menatap dalam dengan satu garis lurus. Tubuh Pak Gerry membungkuk untuk menahan tubuh Ghea. Tangan kiri masih di posisi menahan punggungnya dan tangan kanannya masih setia memegang pergelangan tangan Ghea.
Wajah saling mendekat dan hidung Pak Gerry hampir menyentuh hidung Ghea. Tanpa sadar pandangan keduanya saling menyelam. Jantung pun ikut berirama bagai musik saling bersahutan.
Perlahan tapi pasti, Ghea memejamkan matanya. Dadanya kembang kempis merasakan sapuan nafas dari Pak Gerry.
Sementara tak ada yang dilakukan cowok yang sedang menahan tubuh Ghea itu. Matanya hanya tertuju pada bibir pucat Ghea yang sedikit terbuka.
Entah setan mana yang sedang ada di dalam diri Pak Gerry sampai pikirannya ingin sekali menyentuh bibir ranum itu dengan bibirnya. Bahkan mungkin sangat manis jika Pak Gerry menyecap bibir bawah Ghea. Memasukan lidahnya lalu mengabsen seluruh rongga mulutnya.
Astaga, ada apa dengan Pak Gerry ini? Sampai wajahnya semakin maju dan sekarang jarak itu semakin terkikis habis. Apa iya, Pak Gerry akan melakukan adegan seperti di drama-drama Korea itu?
Lihatlah, kepala cowok tampan itu sudah miring-miring saja. Ia juga ikut memejamkan matanya. Jantung Pak Gerry pun semakin berisik saja. Sama dengan jantung Ghea yang terus berirama.
Apa sebenarnya mau Pak Gerry itu? Seakan tidak ingin kehilangan Ghea dan ingin memilikinya utuh. Tapi dilihat dari sikapnya, Pak Gerry sangat acuh, terkesan datar dan tidak peduli.
Dekat!
Wajah itu semakin dekat. Mungkin dari hitungan satu detik lagi bibir Pak Gerry akan berhasil menempel di bibir Ghea. Tapi-
"Ghea!"
Ah, sial. Ada saja yang ganggu. Pak Gerry buru-buru tersadar. Ia menegakkan kembali tubuhnya bersamaan dengan tubuh Ghea yang refleks bangun dari hampir terjatuhnya itu.
Keduanya menoleh pada sumber suara yang berasal dari pintu gerbang di depan sana.
Seorang pria menatap nanar ke arah Ghea lalu berganti pada Pak Gerry.
Sial, dadanya begitu sesak melihat Ghea yang dipeluk seperti itu oleh Pak Gerry. Dramatis banget lagi. Kedua tangannya pun mengepal sempurna di sisi tubuhnya. Matanya juga memerah seperti menahan emosi yang berkobar.
Ia ingin melangkah. Tapi kakinya terasa berat. Entah ini yang keberapa kalinya cowok yang berdiri jauh dari Ghea itu melihat Ghea dan Pak Gerry dekat seperti tadi. Bahkan kali ini yang ia lihat sangat dekat.
Cowok itu tidak siap mendengar pakta jika Ghea dan Pak Gerry memiliki hubungan sebatas murid dan guru.
Walau sikapnya pada Ghea terkesan selalu mencibir. Tapi jujur, cowok itu begitu mendamba pada sosok Ghea yang selalu apa adanya.
"Reza ...," gumam Ghea. Lalu menoleh panik pada Pak Gerry.
Badai?
Apa ini badai yang dimaksud Ghea? Beberapa saat yang lalu sempat Ghea rasakan?
TBC
Jadi guys ... gimana-gimana? Bakal jujur gak ya Ghea sama Reza? Atau malah sebaliknya, Ghea akan tetap menyembunyikan hubungannya dengan Pak Gerry dari Reza. Auto ikut bingung guysss.
Btw, nih aku ada cerita baru lagi. Judulnya PERFETC tapi aku masih belum bisa publis. Dan masih gak tahu juga bakal publis dimananya. Jadi aku saranin follow ig aku @seizyll_koerniawan atau Fb seizy kurniawan atau boleh juga gabung di Gc Seizyll untuk tahu infonya.
Mampir juga dicerita
-ZEASY (end )
-MY ENEMY IS MY LOVE / GAMA-ELATA ( end )
mengecewakam
Sukses bwt karyanya