Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.
Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.
Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
WUUUSSSSH!
Sensasi melintasi ruang berlalu dalam sekejap. Saat Zhao Xuan dan Ye Sha melangkah keluar dari gerbang perunggu, pemandangan yang menyambut mereka adalah sebuah dunia purba yang seolah tertinggal oleh waktu.
Langit di atas mereka tidak memiliki matahari maupun bintang, hanya hamparan kabut abu-abu kemerahan yang bergolak layaknya lautan darah yang mendidih.
Di sekeliling mereka, menjulang pohon-pohon raksasa kuno yang ukurannya menentang akal sehat. Batang-batang pohon itu sebesar gunung, dengan akar-akar sebesar naga bumi yang mencuat dari tanah, membentuk labirin kayu yang menyesakkan.
Bruk!
Ye Sha terhuyung ke depan, buru-buru menancapkan tombaknya ke tanah untuk menahan tubuhnya.
"Tekanan yang luar biasa..." geram Ye Sha, keringat dingin sebesar biji jagung menetes dari pelipisnya.
Udara di alam rahasia ini terasa sangat berat. Bukan karena gravitasi fisik, melainkan karena kepadatan Qi purba yang luar biasa tidak stabil. Setiap tarikan napas terasa seperti menelan timah cair yang langsung menekan dan membebani meridian di dalam Dantian. Kultivator dengan fondasi lemah akan langsung meledak pembuluh darahnya hanya dengan berdiri di tempat ini.
Di bawah kaki mereka, tanah tidak terlihat karena tertutup sepenuhnya oleh lapisan tebal tulang-belulang manusia dan beast (binatang buas) raksasa. Bau darah yang samar namun abadi menguar dari sela-sela tulang tersebut, menjadi saksi bisu jutaan nyawa yang telah terkubur di alam rahasia ini selama ribuan tahun.
Zhao Xuan berdiri tegak tanpa goyah sedikit pun. Jubah hitamnya bahkan tidak berkibar, ditekan oleh gravitasi Qi di sekitarnya. Roda Ketiadaannya berputar dalam diam, menyerap dan menetralkan tekanan yang mencoba menghancurkan meridiannya.
"Pemandangan yang cukup klasik untuk sebuah kuburan," gumam Zhao Xuan datar, mengedarkan Niat Kesadaran-nya. Namun, kabut Qi di tempat ini terlalu tebal, membatasi jangkauan persepsinya hanya sejauh beberapa mil.
"Zhao Xuan, kita saat ini berada di Zona Luar," jelas Ye Sha yang mulai terbiasa dengan tekanan tersebut. Ia menunjuk ke arah kedalaman hutan raksasa di depan mereka. "Kuburan Leluhur ini terbagi menjadi lima wilayah. Zona Luar ini adalah yang paling aman, namun tetap dipenuhi oleh monster tingkat rendah hingga menengah."
Ye Sha merinci peta alam rahasia yang telah dipelajarinya. "Setelah melewati Zona Luar, kita harus menembus Hutan Roh, tempat di mana ilusi dan tanaman pemakan jiwa setingkat Soul Transformation Puncak merajalela. Di baliknya terdapat Lembah Darah, medan perang kuno yang membusuk. Lalu, ada Reruntuhan Kuno tempat di mana para Leluhur pertama meninggalkan warisan mereka."
"Dan Mahkota Tulang Iblis ada di pusat reruntuhan itu?" tanya Zhao Xuan.
Ye Sha mengangguk dengan ekspresi ngeri. "Benar, di Zona Inti. Tapi... tempat itu dijaga oleh eksistensi yang tidak boleh dibangunkan. Ada seekor Beast Ular Purba tingkat Nirvana Puncak yang tidur melingkari mahkota tersebut. Kita harus mencurinya tanpa membangunkannya, atau kita semua akan mati."
Mendengar kata Nirvana Puncak, Zhao Xuan hanya menyeringai tipis. Ular purba? Itu akan menjadi bahan yang bagus untuk cambuk spiritual jika ia memiliki waktu.
Tiba-tiba, dari bawah tumpukan tulang di sebelah kanan mereka, terdengar suara gemeretak yang keras.
KRAAAAK! ROAAARR!
Tiga ekor monster berbentuk serigala bertanduk banteng melompat keluar dari balik tulang-belulang. Tubuh mereka memancarkan fluktuasi ranah Soul Transformation Awal. Mata mereka merah menyala, dipenuhi oleh kebuasan tanpa akal, langsung menerjang ke arah Zhao Xuan dan Ye Sha.
Ye Sha bersiap mengangkat tombaknya, namun Zhao Xuan hanya mengangkat satu jarinya dengan santai.
"Seni Bintang Ketujuh."
Tuk.
Sebuah riak spasial seukuran peluru melesat membelah udara berat itu.
BLAAAM! BLAAAM! BLAAAM!
Kepala ketiga monster serigala itu meledak serentak sebelum mereka sempat mengayunkan cakar. Tubuh tanpa kepala mereka jatuh berdebum ke tumpukan tulang.
Dari dalam tengkorak mereka yang hancur, menggelinding keluar tiga buah kristal berbentuk belah ketupat yang memancarkan cahaya merah darah murni.
Mata Zhao Xuan sedikit melebar. Ia mengayunkan tangannya, menarik ketiga kristal itu ke telapak tangannya. Saat jarinya menyentuh permukaan kristal tersebut, energi kehidupan murni bercampur Qi surgawi yang sangat padat langsung mengalir masuk ke meridiannya, membuat Dantian Ascendant Awal-nya bergetar kegirangan.
"Ini..." Zhao Xuan bergumam takjub.
"Itu adalah Kristal Qi Merah," jelas Ye Sha. "Hanya monster di dalam Alam Rahasia ini yang memilikinya di dalam inti tubuh mereka. Kristal ini adalah kristalisasi dari Qi purba yang sangat murni. Jika seseorang menyerapnya dalam jumlah besar, kristal ini bisa memaksakan peningkatan kultivasi tanpa merusak fondasi!"
Mendengar penjelasan itu, senyum di wajah Zhao Xuan merekah sempurna. Matanya yang gelap memancarkan keserakahan. Jutaan Giok Abadi memang bagus untuk fondasi, tapi Kristal Qi Merah ini adalah jalan pintas yang disuapkan langsung ke mulutnya!
"Waktu di tempat ini berjalan lebih lambat. Satu bulan di sini sama dengan satu tahun di luar," gumam Zhao Xuan, mengepalkan kristal itu hingga terserap ke dalam Dantian-nya. "Sempurna. Kita tidak akan langsung menuju pusat. Kita akan menyapu bersih setiap zona."
Di dalam Cincin Spasial Zhao Xuan. Jiwa Gu Tianxue, yang menyaksikan kehebatan Zhao Xuan melenyapkan monster itu, langsung membanjiri pikiran Zhao Xuan dengan puji-pujian yang memuakkan.
"LUAR BIASA! FANTASTIS! SATU JENTIKAN JARI DARI TUANKU DAN MONSTER-MONSTER ITU LANGSUNG JADI DEBU!" teriak Gu Tianxue menjilat tanpa henti. "Tuanku Zhao Xuan benar-benar dewa perang reinkarnasi! Oh, Tuan... apakah hamba boleh mengambil salah satu tubuh serigala cacat itu? Hamba rela menjadi anjing penjaga Tuan!"
Zhao Xuan mendengus pelan di dalam pikirannya. "Aku tidak butuh anjing cacat. Diam dan tunggu. Tubuh untukmu sedang berjalan kemari."
Benar saja, Niat Kesadaran Zhao Xuan telah mendeteksi kedatangan sekelompok tamu tak diundang.
Sring! Sring!
Angin berembus kencang membawa aura sombong. Lima sosok iblis muda mendarat di atas akar raksasa beberapa puluh tombak di depan Zhao Xuan dan Ye Sha. Mereka mengenakan zirah berwarna merah tua dengan lambang api hitam di dada mereka jenius dari faksi Raja Iblis Mo Yan.
Pemimpin kelompok itu, seorang pemuda iblis bersayap api tingkat Ascendant Awal, menatap Zhao Xuan dan Ye Sha dengan seringai meremehkan.
"Hahaha! Lihat siapa yang kita temukan! Pangeran Ye Sha dan... anjing peliharaan fananya," tawa pemuda iblis itu, melipat tangannya di dada. "Sungguh kebetulan. Kami baru saja berburu di sekitar sini, tapi hasilnya kurang memuaskan."
Pemuda iblis itu menunjuk ke arah Zhao Xuan dengan dagunya. "Hei, manusia. Kudengar kau merampas beberapa Kristal Qi Merah dari serigala tadi. Serahkan kristal itu, dan serahkan juga semua harta di cincin spasialmu. Jika kau patuh, aku mungkin akan mematahkan kedua kakimu saja dan membiarkanmu merangkak hidup-hidup keluar dari sini."
Empat jenius iblis lainnya tertawa merendahkan. Di mata mereka, Zhao Xuan yang tidak memancarkan fluktuasi tinggi hanyalah mangsa empuk yang kebetulan dibawa oleh Ye Sha.
Ye Sha mengertakkan gigi, kemarahan mendidih di dadanya. "Kalian mencari mati!"
Namun, Zhao Xuan melangkah maju, menghalangi Ye Sha. Wajahnya sedingin es abadi, tanpa ekspresi marah sedikit pun. Ia menatap kelima jenius itu layaknya melihat tambang emas yang berjalan sendiri kepadanya.
"Aturan Leluhur mengatakan bahwa aku tidak boleh membunuh kalian," ucap Zhao Xuan datar, mengulang kata-kata yang bergema di altar tadi.
Pemuda bersayap api itu tertawa semakin keras. "Hahaha! Kau pikir kau bisa membunuh kami? Manusia bodoh, kau terjebak di duniamu sendiri—"
Belum sempat tawa arogan itu selesai bergema...
WUUUUUSSSSH!
Zhao Xuan menghilang dari pandangan. Bukan bergerak cepat, melainkan sepenuhnya terhapus dari dimensi fisik.
Dalam seperseribu detik, ia muncul tepat di tengah-tengah kelima jenius faksi Mo Yan tersebut.
"Tapi aturan itu tidak melarangku untuk melumpuhkan kalian," bisik Zhao Xuan tepat di telinga pemuda bersayap api itu.
KRAAAAAAAK!
Zhao Xuan tidak menggunakan Qi ketiadaannya. Ia hanya menggunakan Niat Asura fisik murni. Tangannya melesat layaknya cambuk baja, mencengkeram sayap api pemuda itu, lalu merobeknya langsung dari punggungnya!
"AAAAAAARRRGHHH!" jeritan histeris membelah Hutan Zona Luar. Darah iblis memuncrat deras ke udara.
Keempat jenius lainnya terbelalak horor. Sebelum mereka sempat mencabut senjata mereka, Zhao Xuan telah berputar. Kakinya menyapu udara, menciptakan pisau angin spasial yang secara brutal memotong urat lutut keempat jenius tingkat Soul Transformation Puncak tersebut!
Bruk! Bruk! Bruk!
Kelima iblis arogan yang beberapa detik lalu tertawa merendahkan, kini terkapar di tanah berlumuran darah, melolong kesakitan dengan tulang dan meridian yang hancur. Kultivasi mereka dilumpuhkan sementara tanpa mencabut nyawa mereka, memenuhi syarat mutlak dari para Leluhur dengan cara yang paling sadis.
Zhao Xuan berdiri di tengah erangan mereka tanpa setetes darah pun mengotori jubahnya. Ia membungkuk, dengan santai merampas cincin spasial dari jari pemuda bersayap api yang sedang menangis tersedu-sedu.
"Miskin," cemooh Zhao Xuan setelah memindai isi cincin spasial itu, hanya menemukan sekitar seratus Kristal Qi Merah.
Ia melemparkan cincin itu ke Ye Sha. "Ambil kristalnya. Kita akan membongkar setiap isi kantong kelompok yang kita temui di alam ini."
Di dalam laut Kesadaran, Gu Tianxue berteriak kegirangan, menjilat hingga ke titik nadir harga dirinya.
"TAMPARAN YANG LUAR BIASA! OH, KEAGUNGAN TUANKU ZHAO XUAN TIDAK ADA DUANYA! WAJAH-WAJAH AROGAN ITU HANCUR BERKEPING-KEPING! Tuan... apakah... apakah hamba boleh mengambil tubuh pemuda bersayap api yang menangis seperti bayi itu?"
Zhao Xuan melirik pemuda iblis yang sedang meringkuk di tanah tanpa sayap. Ia mendengus pelan di dalam kepalanya.
"Ambil. Rasuki tubuhnya dan perbaiki meridiannya. Mulai hari ini, kau adalah budak pembawa barangku di Alam Rahasia ini."
Zhao Xuan mengeluarkan jiwa Gu Tianxue, membuka tutupnya, dan melepaskan seberkas cahaya spiritual abu-abu. Jiwa Gu Tianxue melesat keluar layaknya anjing kelaparan yang melihat daging segar, langsung masuk ke dalam dahi pemuda iblis bersayap api tersebut!
Pemuda iblis itu kejang-kejang hebat sesaat, matanya membalik putih, sebelum akhirnya Hati Dao-nya ditelan mentah-mentah oleh jiwa monster tua Gu Tianxue.
Sesaat kemudian, pemuda iblis itu berhenti kejang. Ia bangkit berdiri dengan gerakan kaku, mengabaikan luka di punggungnya. Ia langsung berlutut di depan Zhao Xuan, menggosokkan kepalanya ke kaki sang Asura dengan ekspresi penjilat tingkat dewa.
"Gu Tianxue berterima kasih atas anugerah tubuh ini, Tuanku! Hamba siap menggonggong untuk Anda kapan pun!" seru Gu Tianxue menggunakan pita suara iblis itu.
Melihat adegan itu, Ye Sha hanya bisa menelan ludah, merinding melihat betapa hinanya musuh yang telah ditundukkan oleh Zhao Xuan.
Zhao Xuan hanya menyeringai puas. Pemanasan di Zona Luar telah selesai. Saatnya menuju Hutan Roh untuk merampok lebih banyak kristal darah dan menampar lebih banyak wajah arogan para jenius iblis!