NovelToon NovelToon
Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Transmigrasi
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.

Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.

Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.

"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

"Tuan... itu..." Tuan Zhao mencoba mencari alasan, "Pemiliknya memang orang yang sangat misterius, Tuan. Dia lebih suka tidak bertemu siapa pun dan..."

"Jangan banyak bicara!" potong Li Huangfu dengan suara dingin. Ia berdiri dan berjalan mendekat ke arah Tuan Zhao, aura kekuasaannya begitu berat hingga menekan udara di sekitar mereka.

"Aku ingin tahu siapa dia! Orang yang bisa memiliki benda seindah ini dan berani melelangnya dengan harga awal setinggi itu... dia jelas bukan orang sembarangan!"

Li Huangfu menatap lurus ke arah lantai atas seolah pandangannya bisa menembus dinding dan tembok.

"Bawa aku menemuinya! Atau tunjukkan di mana dia sekarang! Aku tidak peduli dia mau menyembunyi atau tidak – aku harus berterima kasih atau sekadar melihat wajah orang yang menjual harta sehebat ini!"

Situasi menjadi genting. Tuan Zhao kini terjebak antara janji pada tamu VIP dan komitmen pada pemilik barang.

Di ruangan sebelah, Shen Yu yang sedang bersantai tiba-tiba menghentikan gerakannya. Ia bisa mendengar dengan sangat jelas suara teriakan dan percakapan yang terjadi hanya beberapa dinding tipis menjauhinya.

"Dasar bangunan tua... kedap suaranya nol besar," gerutu Shen Yu pelan sambil menghela napas panjang. "Padahal sudah bayar mahal buat sewa tempat, ternyata suaranya tembus semua sampai ke sini."

Bahkan nada bicara Li Huangfu yang dingin dan menekan tadi terdengar jelas sekali di telinganya.

'lalu kenapa pula pria Li itu penasaran ingin tahu siapa pemilik aslinya ya?' batin Shen Yu mendengus kesal. 'Dasar orang yang tidak tahu sopan santun. Uang sudah dapat barang, sekarang malah mau cari pemiliknya buat apa? Mau minta tambah barang lagi?'

Shen Yu menyandarkan punggungnya, matanya di balik topeng rubah menyipit penuh pertimbangan.

"Memang benar kata orang... menjadi kaya mendadak itu seringkali membawa masalah. Kalau aku ketahuan wajahnya di sini, bisa-bisa besok seluruh kota tahu kalau 'Tuan Misterius' itu sebenarnya cuma pemuda biasa yang baru datang kemarin."

Belum lagi ada Qin Zunwei di bawah sana.Kalau sampai ketemu langsung, urusannya bisa jadi panjang dan berbahaya.

"Tidak... rencana tetap rencana," bisik Shen Yu dengan tegas. "Aku tidak mau bertemu siapa pun. Uang diterima, aku hilang begitu saja. Itu yang terbaik."

Tepat saat ia berpikir demikian, suara langkah kaki Tuan Zhao terdengar berjalan mendekati pintu ruangannya – namun kali ini ia terdengar sangat gugup dan ragu-ragu.

"Silakan masuk," ucap Shen Yu dengan nada tenang dari dalam ruangan.

Pintu terbuka perlahan, dan Tuan Zhao melangkah masuk dengan wajah pucat pasi. Di belakangnya, pelayan yang kuat membawa kotak kayu besar berisi emas ikut masuk, lalu pintu segera ditutup rapat kembali untuk menjaga kerahasiaan.

Belum sempat Shen Yu bertanya, Tuan Zhao sudah langsung mendekat dengan napas terengah-engah.

"Tuan Shen!ada Masalah!" bisik Tuan Zhao panik. "Tuan Li Huangfu... dia benar-benar orang yang tidak tahu batas! Tadi dia tiba-tiba memaksa saya untuk menunjukkan di mana Tuan berada! Dia sangat ingin bertemu dengan Tuan, katanya dia penasaran dan ingin berterima kasih langsung!"

Wajah Tuan Zhao penuh rasa bersalah."Maafkan saya Tuan, saya sudah menolak tapi auranya terlalu menakutkan. Saya takut dia akan mencari sendiri sampai ketemu!"

Shen Yu tidak menjawab omelan Tuan Zhao itu. Ia berdiri perlahan dari kursinya, matanya tertuju pada kotak kayu yang diletakkan pelayan di atas meja.

Dengan santai, Shen Yu melangkah maju dan membuka penutup kotak itu.

KLIRING!

Sinar keemasan memantul memenuhi ruangan kecil itu. Tumpukan emas batangan yang berkilau indah terlihat jelas di hadapan mereka – jumlahnya pas, 17.000 tael emas murni hasil penjualan setelah dipotong komisi!

Shen Yu menyentuh permukaan dingin emas-emas itu dengan ujung jarinya. Wajahnya di balik topeng rubah tampak sangat tenang, tidak sedikit pun terlihat kaget atau takut.

"Jadi... dia ingin bertemu denganku?" ucap Shen Yu pelan, suaranya terdengar datar namun ada senyum mengejek di sana.

"Dasar orang yang suka merepotkan. Uang sudah dapat barang, sekarang malah mau cari pemiliknya. Apa dia pikir aku ini toko kelontong yang buka 24 jam?"

Ia menutup kembali kotak itu dengan suara berat.

"Biarkan saja dia menunggu. Tidak perlu kau jawab apa pun. Urusan kita selesai di sini. Aku terima hartaku, dan sekarang aku akan pergi dari tempat ini"

Shen Yu mengangkat bahunya santai."Lagipula... mau dia cari sampai kiamat pun, dia tidak akan pernah tahu siapa aku sebenarnya."

Tuan Zhao tertegun mendengar ucapan Shen Yu, lalu ia menunjuk kotak besar di meja dengan wajah bingung.

"Tapi Tuan... dengan kotak sebesar dan seberat ini, bagaimana Tuan bisa keluar lewat pintu depan? Semua orang di sana masih berkumpul, mereka pasti akan langsung memperhatikan dan mengepung Tuan!" ucapnya cemas.

Shen Yu hanya tersenyum misterius di balik topengnya.

"Siapa bilang aku harus membawa kotak ini dan membuat keributan?" jawabnya santai.

Sebelum Tuan Zhao sempat bertanya lagi, Shen Yu mengangkat tangan kanannya dan melambaikannya pelan di atas kotak emas itu.

WUSH...!!!

Dalam sekejap mata,3 kotak kayu besar yang berat itu lenyap begitu saja! Seolah-olah ditelan oleh udara kosong – tidak ada asap, tidak ada suara, benda itu hilang total tanpa jejak!

Mata Tuan Zhao membelalak lebar tak percaya, mulutnya ternganga dan tubuhnya gemetar hebat.

"Hi... hilang?! Ke mana perginya?!" batinnya meledak ketakutan sekaligus takjub. "Ini... ini bukan sekadar trik sulap! Ini benar-benar sihir tingkat tinggi! Ternyata dia bukan cuma orang kaya... dia adalah seorang ahli supranatural atau orang dari dunia roh?!"

Pandangan Tuan Zhao terhadap Shen Yu kini berubah menjadi ketakutan bercampur hormat yang luar biasa.

Shen Yu tidak peduli dengan reaksi tuannya. Ia hanya melambaikan tangan perpisahan.

"Terima kasih atas kerjasamanya, Tuan Zhao. Kita mungkin akan bertemu lagi jika nasib baik berpihak padaku," ucap Shen Yu santai.

Tanpa menunggu jawaban, Shen Yu berbalik badan dan berjalan menuju balkon terbuka.

"TUAN!!" teriak Tuan Zhao panik.

Namun sudah terlambat. Shen Yu melompat!

Tuan Zhao buru-buru berlari ke tepi balkon dan melihat ke bawah dengan wajah pucat.

Yang ia saksikan selanjutnya membuatnya hampir pingsan.

Shen Yu tidak jatuh membentur lantai. Dengan gerakan luwes dan anggun, tangannya mencengkeram tali hiasan kain merah yang menjuntai dari langit-langit, lalu ia meluncur turun seolah sedang menari di udara.

Ting... cling...

Suara manik-maniknya terdengar indah saat tubuhnya melayang. Saat sampai di ketinggian tertentu, ia melepaskan tali dan melompat lincah melompati punggung kursi-kursi tamu di lantai satu, mendarat dengan ringan tanpa mengganggu siapa pun.

Orang-orang yang melihatnya ternganga tak percaya.

Di ruangan sebelah, Li Huangfu yang mendengar teriakan Tuan Zhao segera melangkah cepat ke arah balkon dan menyingkap tirai.

"Apa yang terjadi?!" serunya keras.

Matanya tertuju pada sosok yang baru saja melompat turun dari balkon di hadapannya – seorang pria berjubah merah darah dengan topeng rubah, bergerak secepat angin dan seindah dewa, menghilang di tengah kerumunan dengan gagah berani.

"ITU DIA!" teriak Li Huangfu dengan mata berbinar penuh kegilaan. "Cepat! Jangan biarkan dia hilang!"

Meskipun para pengawal Li Huangfu sudah berlari kencang ke segala arah dan memeriksa setiap sudut gedung, sosok misterius itu sudah lenyap tak berbekas – seperti asap yang menghilang tertiup angin, atau seperti bayangan yang kembali ke dalam kegelapan.

"Bodoh! Cari lagi! Dia tidak mungkin pergi jauh!" teriak Li Huangfu dari lantai atas, wajahnya memerah karena menahan rasa frustrasi yang luar biasa.

Namun, kenyataannya memang begitu. Shen Yu sudah pergi.

Di aula utama, para tamu yang masih bersisa dan para tuan muda seperti Chu Long, Chen Zhi, serta Qin Zunwei kini berdiri mematung. Mereka baru saja menyaksikan sosok yang melompat anggun itu pergi, dan mendengar teriakan Li Huangfu tadi, mereka akhirnya menyatukan potongan-potongan teka-teki itu.

"Jadi... orang berjubah merah dengan topeng rubah itu adalah pemilik aslinya?!" bisik Chen Zhi dengan mata terbelalak.

"Benar... tidak heran dia punya aura yang begitu berbeda. Orang yang bisa memiliki Permata Matahari dan membiarkannya dilelang dengan harga setinggi itu, pasti orang hebat," sahut Chu Long pelan, namun suaranya penuh kekaguman. "Dan dia pergi tanpa menoleh sedikit pun... sungguh misterius sekali."

Di sudut lain, Qin Zunwei berdiri dengan rahang mengeras. Wajahnya tampak gelap dan penuh rasa tidak suka.

'Siapa sebenarnya orang itu? Berpakaian mencolok, gerakannya lincah, dan kaya raya luar biasa...' batinnya bertanya-tanya. 'Aku tidak suka ada orang baru yang tiba-tiba jadi terkenal daripada aku!'

Namun, terlepas dari rasa penasaran dan iri hati itu, satu hal yang pasti tertanam di benak semua orang yang hadir hari itu – mereka tidak akan pernah melupakan sosok "Tuan Topeng Rubah" atau "Pangeran Merah" yang datang dengan gagah, membuat kota gempar, dan pergi dengan cara yang begitu memukau.

Dan di luar gedung, di tengah keramaian jalanan, Shen Yu kini sudah melepaskan topengnya dan memasukkannya ke dalam lengan bajunya. Ia berjalan santai menyusuri gang kecil bersiul pelan dengan hati yang sangat ringan.

'Hahaha! Dasar Li Huangfu, silakan cari aku sampai kiamat pun tidak bakal ketemu,' batinnya tertawa puas.

"17.000 tael emas sudah aman di dalam 'ruang penyimpanan'-ku. Sekarang... apa yang harus aku beli dulu ya? Rumah mewah? Atau langsung beli seluruh kedai makanan enak di kota ini?"

Hidup Shen Yu di Ibu Kota baru saja dimulai, dan kali ini... ia akan hidup dengan gaya yang benar-benar layak seorang tuan besar!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!