NovelToon NovelToon
Tetanggaku Adalah Bossku

Tetanggaku Adalah Bossku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: regin

Mohon Dukungannya ya Para Reader🥰😉
.
Untuk like+Rate+Vote+Favo😉💖. (Dukungan kalian berharga banget buat author 🥰)
.
Go Follow Ig : @Regin.rosee
.
.
(Area 18+)
*******
.
Zanna Kirania Zein, seorang wanita cantik, berusia 24 tahun, yang baru saja di terima bekerja di perusahaan konstruksi yang terkenal di Negara X, Wijaya Kontruksi. Karena perusahaan tersebut sangat jauh dari kota asalnya, Zanna terpaksa harus tinggal di sebuah unit apartemen milik tantenya yang sudah tidak di tempati, karena sang Tante harus mengikuti suaminya tinggal di luar Negeri.

Nasib buruk terus menimpa Zanna, ketika dia tahu jika tetangga sebelah nya itu adalah Direktur Utama di tempat ia bekerja.

Bertetangga dengan boss, membuat Zanna merasa stres, apalagi bossnya itu terkenal kejam di tempat kerja.

Tapi siapa sangka.. di antara mereka mulai tumbuh benih-benih cinta.

bagaimana kisah selanjutnya?. yuk pantengin terus cerita Tetanggaku adalah Bossku 😊🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon regin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 : Pergi Jalan-jalan..

"Zan, Zanna.." Daffin menepuk-nepuk pundak Zanna yang kini masih memeluk tubuh nya.

Beberapa menit kemudian, Zanna masih diam, dan tidak merespon panggilan dari Daffin.

"Kenapa dia diem aja.. apa jangan-jangan dia tidur?" ucap Daffin dalam hati.

"Aish.. mana pelukannya erat banget lagi."

Tak lama kemudian, akhirnya Daffin berhasil melepaskan pelukan Zanna kepadanya.

"Zanna... Zanna. Kamu itu badannya kecil, tapi tenaganya kuat banget ya.." Daffin segera merebahkan tubuh Zanna di atas sofa.

Setelah itu, Daffin merapikan rambut Zanna yang sedikit berantakan. Sesekali Daffin melirik wajah Zanna.

Beberapa menit lamanya, Daffin terus tersenyum tipis dan memandangi wajah cantik Zanna.

Tiba-tiba, benak Daffin terngiang kejadian satu tahun yang lalu.

.

.

*Flashback On *

Setelah mengetahui Penghuni 305 itu adalah Daffin, Zanna sangat terkejut dan membuat nya pingsan dalam pelukan Daffin.

"Aduh.. si mbak, malah pingsan.. gimana atuh mas." ucap Pak Eko yang kebingungan.

"Ya, udah Pak Eko, biar saya aja yang bawa dia ke unit Apartemen saya.."

"Oh tapi, mas."

"Nggak apa-apa Pak, saya kan tetangga sebelah nya.."

Daffin segera menggendong tubuh Zanna, dan membawanya ke unit Apartemen Daffin.

Setibanya di unit Apartemen nya, Daffin segera merebahkan tubuh Zanna di atas sofa.

"Ish, jadi si cewek ceroboh ini.. keponakan nya Tante Olla.. yang sekarang jadi tetangga sebelah aku?!" Pekik Daffin yang masih tidak percaya.

Tiba-tiba ponsel Daffin bergetar. Dan ketika ia lihat, di layar ponselnya, 'Tante Olla memanggil'.

Dengan segera, Daffin mengangkat panggilan telepon tersebut.

"Hallo, Tante Olla."

"Mas, Daffin.. udah ketemu sama keponakan Tante kan?"

"I..iya udah, Tante."

"Syukur deh.. semoga kalian cepet akrab ya."

"I..iya, tan.."

"Mas, Daffin.. Tante mau minta tolong, boleh?"

"Iya, silahkan, Tante. Dengan senang hati, saya akan membantu, Tante."

"Aduh, terimakasih sebelumnya ya, Mas Daffin..."

"Iya sama-sama, Tante. Dulu juga Tante sama suami Tante, Om Adi. Suka menolong saya, sewaktu Om sama Tante masih tinggal di sini. Oh, iya.. jadi Tante mau minta tolong apa?"

"Eum, sekarang kan Zanna, keponakan Tante. Tetangga sebelahnya mas Daffin, terus satu tempat kerja juga sama mas Daffin. Tante.. ingin titip keponakan kesayangan Tante itu, sama mas Daffin. Tolong jaga dia sama lindungi dia. Selama Tante tinggal di luar negeri.. Tante selalu kepikiran sama Zanna, Tante khawatir sama dia.. Tante takut, dia dijahatin sama orang, atau dia terbawa arus temen-temennya."

"Jadi Tante mohon, sama Mas Daffin. Untuk selalu jaga dan lindungi Zanna. Kasian.. mas, dia udah nggak punya siapa-siapa lagi, selain Tante. Sedangkan Tante, akan terus stay di sini. Tante percaya sama Mas, Daffin. Mas Daffin orang baik, pasti akan jaga dan lindungi Zanna dengan baik."

Ucapan Tante Olla itu, membuat Daffin terdiam dan berpikir sejenak.

"Mas, gimana?"

Daffin menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya dengan lembut.

"Iya, Tante. Saya bersedia akan jaga dan lindungi keponakan, Tante. Tenang aja ya, Tan.. keponakan kesayangan Tante itu akan aman di tangan saya."

"Aduh makasih..., Mas Daffin.."

"Iya... sama-sama, Tan." Daffin menutup sambungan telepon dari Tante Olla.

Daffin menghempaskan tubuhnya di atas sofa samping Zanna berada. Sesekali Daffin memejamkan matanya, kemudian menghela nafasnya dengan kasar.

"Hmm, jagain dia sama lindungi dia..." Batin Daffin, sambil memicingkan matanya ke arah Zanna yang masih terbaring di atas sofa.

.

.

.

*Flashback Off*

Daffin terus menatap wajah Zanna, kemudian menghela nafasnya dengan lembut.

"Saat itu, saat pertama kali kita bertemu, saya sempat benci sama kamu Zan. Karena sikap kamu yang ceroboh, baru pertama masuk kerja, kamu udah bikin banyak kesalahan di kantor, terus ditambah lagi, kamu udah ngehasut para ibu-ibu buat ngusir saya dari unit Apartemen."

"Awalnya, juga... saya terpaksa menerima permintaan Tante Olla untuk jaga dan lindungi kamu. Tapi.. saat kejadian mati lampu di unit Apartemen. Entah kenapa, saya jadi sungguh sungguh ingin jaga dan lindungi kamu, dengan sepenuh hati saya. Dan mungkin saat itu juga..saya mulai jatuh cinta sama kamu, Zan."

"Dan, jujur.. waktu pertama kali tau, kamu pacaran sama si brengsek Bagas, saya kesel banget, Zan. Mulai saat itu juga.. ide gila saya muncul untuk ngerebut kamu dari Bagas, karena kamu nggak tau Zan, aslinya Bagas kaya gimana."

"Rasanya.. ingin banget ngasih tau sifat aslinya Bagas ke kamu, waktu itu. Tapi saya takut kamu nggak akan percaya sama saya."

Beberapa menit lamanya, Daffin bergumam sendiri di hadapan Zanna yang masih tertidur di atas sofa. Seolah-olah, Zanna akan mendengarkan nya berbicara.

"Ish, bodoh banget ya.. ngomong sampe berbusa sama orang yang lagi tidur.." pekik Daffin sambil menepuk jidatnya sendiri.

Tak berselang lama, Zanna bangun dari tidurnya. Dia bangkit, lalu menyandarkan pundaknya pada senderan sofa.

Daffin mengerjap ketika melihat Zanna sudah bangun dari tidurnya. Dengan segera, Daffin membuatkan Zanna secangkir teh hangat.

"Nih, Zan.. minum dulu tehnya." ucap Daffin sambil memberikan secangkir teh hangat untuk Zanna.

Zanna menoleh dan menatap Daffin. "Hmm, makasih, Pak." Zanna segera mengambil secangkir teh hangat tersebut, lalu ia meminumnya.

"Iya, sama sama Zan..." Balas Daffin.

"Oh iya. Sekarang, gimana.. kamu udah mendingan?" Tanya Daffin.

Zanna terdiam sejenak ketika mendengar pertanyaan dari Daffin. "Hmm, iya udah lumayan mendingan. Pak." Jawab Zanna sambil tersenyum tipis.

"Oh, syukur kalau kaya gitu.." Lanjut Daffin yang merasa lega.

"Iya, Pak.." Balas Zanna sambil tersenyum.

Tiba-tiba, benak Daffin terngiang ingin mengajak Zanna jalan-jalan. "Oh iya, Zan. Kalau sekarang kita jalan-jalan, gimana? jalan-jalan ke mall gitu?" Tanya Daffin dengan antusias.

"Hmm, kayanya.. enggak deh, Pak. Saya ingin di sini aja." Balas Zanna yang menolak permintaan dari Daffin.

"Yakin... nggak mau?" Tanya ulang Daffin lagi.

"Sayang banget ya, tadinya saya ingin traktir kamu makan malam, sama shopping." Lanjut Daffin lagi, yang membuat Zanna terdiam.

"Ya, udah kalau kamu nggak mau, saya mau ke unit Apartemen saya dulu ya.." ucap Daffin. Sambil berjalan keluar dari unit Apartemen Zanna.

Hal itu membuat Zanna tercengang. "Hmm, iya.. saya mau jalan-jalan ke mall sama pak Daffin." Pekik Zanna yang membuat Daffin bahagia.

"Ya udah, kalau kaya gitu.. nanti jam 7 malam kita berangkat ke Mall nya ya.."

"I...iya, Pak." Balas Zanna.

Tak berselang lama, Daffin pergi meninggalkan Zanna di unit Apartemen nya.

***

Tepat 7 Malam, Zanna sudah bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan bersama Daffin. Sebenernya, Zanna merasa malas jika harus pergi bersama Daffin, apalagi jalan-jalan bersama Daffin, bos sekaligus tetangga yang menyebalkan. Namun, dari pada terus menerus larut dalam kesedihan, menangisi Bagas di dalam unit Apartemen. Lebih baik pergi jalan-jalan. Setidaknya, dengan pergi jalan-jalan, Zanna bisa melupakan Bagas, sedikit demi sedikit.

Sebelum pergi menghampiri Daffin, di unit Apartemen nya. Zanna mengambil foto, lalu ia posting ke dalam akun Instagram miliknya.

Zanna.Zein96 : Selamat tinggal masa lalu... aku akan berusaha melupakan mu...😌😊

.

#fighting #mantankelautaja #Buangmantanpadatempatnya #Tongsampah.

.

.

.

Setelah memposting fotonya ke dalam akun Instagram miliknya. Zanna segera keluar dari unit Apartemen.

"Hmm, Pak Daffin mana ya.." Gumam Zanna, setelah keluar dari unit Apartemen nya.

"Drrrt... Drrrt... Drrrrt..."

Tak berselang lama, ponsel Zanna bergetar. Ketika ia lihat di layar ponselnya 'si menyebalkan memanggil'.

Zanna segera mengangkat panggilan telepon dari Daffin. "Hallo.." Sapa Zanna.

"Zan, saya tunggu di tempat parkiran, yang di belakang ya.."

"Oh, iya... pak, saya segera kesana.."

"Oke.."

Setelah menutup sambungan telepon dari Daffin. Zanna segera menuju tempat parkir, tempat dimana Daffin berada sekarang.

Tak lama kemudian, Zanna tiba di tempat parkir. Namun, bukannya menghampiri Daffin. Zanna malah berdiri mematung, ketika melihat Daffin.

Zanna sangat terpukau dengan pesona ketampanan Daffin.

Tak berselang lama, Daffin sadar atas keberadaan Zanna, yang sudah berdiri mematung, di pojokan dekat pintu lift.

"Zanna!" pekik Daffin, yang membuat Zanna tersadar dari lamunannya.

"Hei, ngapain di situ.." sahut Daffin.

Zanna pun segera menghampiri Daffin. Setelah menghampiri Daffin. Zanna tersipu malu, dia hanya menundukkan kepalanya.

Daffin merasa heran, atas sikap Zanna. "Ish, kenapa dia.." ucap Daffin dalam hati.

Daffin dan Zanna berjalan bersama menuju mobil milik Daffin yang terparkir. Di tempat parkir, belakang gedung Panorama Apartemen.

Tak berselang lama, mereka pun segera pergi meninggalkan Panorama Apartemen.

Di sepanjang perjalanan, Zanna dan Daffin saling diam, tidak ada yang berbicara sepatah katapun.

Tiba-tiba Zanna teringat akan satu hal. Zanna pun membuka mulutnya. "Hmm, Pak.. kita mau pergi ke mall mana ya?" Tanya Zanna, sambil melirik Daffin yang tengah fokus menyetir.

Daffin berfikir sejenak. "Eum, kalau Sunny Mall gimana?"

"Ah, Sunny Mall.. itu kan, Mall yang waktu itu aku pernah pergi sama Kak Bagas.." ucap Zanna dalam hati.

"Hei, kok diem.. gimana mau nggak kesana?" tanya Daffin lagi.

"Jangan, deh pak. Mall yang lain aja deh.." Balas Zanna dengan penuh penekanan.

Daffin merasa heran dengan respon Zanna yang seperti itu. "Hmm, oke deh kalau gitu. Kita ke Merpati Mall aja ya.."

Ucapan Daffin itu langsung di setujui oleh Zanna. "I..iya pak, kesitu aja." ucap Zanna semangat.

Daffin tersenyum tipis melihat tingkah Zanna. Daffin pun melanjutkan mengemudi mobil menuju Merpati Mall.

.

.

🌸🌸🌸🌸 Bersambung 🌸🌸🌸🌸🌸

1
nana supriyatna
Luar biasa
andi nita
gmn crtany bd lantai thor bab sblmnya tetanggaan 304,305 hhmm
andi nita
hhhm thorny kurng teliti zanna gk hrs liat papan nama bs tau it dirut pa bln kn psti sblm msk da tulisan dirut d'pintu msk masa gk da thor klupn gk da msk zanna gk tau it ruangan dirut
Fitriyani
ky sekolah y,ada bel istirahat nya 🤭
Anonim
😅
Anonim
🤣
Yunita aristya
di tunggu lanjutan nya
Yunita aristya
mampir
Rien Pun Okti
lah??bukan daffin yg memperhatikan kamu dari arah seberang waktu rapat??
Qurratul A'yun
lnjut donk authoooor bagus nih ceritany
Regin_Rose🌸
hai guys, lanjutan dari kisah zanna dan daffin lagi on going yaa 🤭
Masra Muliadi
makasi thor ceritax bgs banget👍👍👍
Tantini Tan
ditunggu ya cerita selanjutnya, suka bacanya, ceritanya gk meluas ksana ksini, 👍👍👍👍
Nani Mardiani
Hahahaha ....Davin.... Davin.. bucin... bucin lo ntar, makanya jangan ngehina.
Anonim
seneng bgt kalo episode nya g panjang kaya gini 🥰🥰 semangat thor 💪🏻💪🏻
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
maredni Jiba
semoga terjadi biar bucin akut
maredni Jiba
😂😂😀
maredni Jiba
😂😂biasa org jatuh cinta ya bgtu,knpa sekertaris RI tdk mencoba sama seila
maredni Jiba
si nyamuk😂😂🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!