NovelToon NovelToon
Jalan Pedang Xiao Chen

Jalan Pedang Xiao Chen

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Di tengah kehidupan yang penuh hinaan dan kesulitan, Xiao Chen kecil hanya memiliki satu mimpi—menjadi pendekar pedang terhebat di dunia.

Tanpa bakat luar biasa maupun latar belakang kuat, ia menapaki jalan pedang dengan tekad yang tak pernah padam. Bagi Xiao Chen, pedang bukan sekadar senjata, melainkan guru yang mengajarkannya tentang rasa sakit, pengorbanan, dan arti kehidupan.

Namun di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mampukah seorang anak dari keluarga buruk mengukir namanya hingga mengguncang langit dan bumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Ahli pedang

Langkah kaki Xiao Chen sempat terhenti untuk satu ketukan. Dunianya runtuh melihat satu lagi nyawa melayang di depan matanya.

Namun, di tengah guncangan emosi tersebut, pandangan matanya tidak sengaja menangkap pedang milik Gu Tian yang tergeletak di tanah lumpur, beberapa meter dari posisi Gu Tian berlutut. Pedang tua itu bergetar samar, seolah memanggilnya.

​"Ambil pedang itu, Nak! Sekarang!"

​Suara Roh Pedang tiba-tiba menggema keras di dalam kepala Xiao Chen, memecah keheningan jiwanya.

​"Kemana saja kau, Kakek?!" Xiao Chen berteriak dalam hati, namun ia tidak membuang waktu. Ia kembali memacu langkahnya, berlari secepat yang ia bisa menuju pedang tersebut.

​Di depan sana, Yan Shou yang baru saja mencabut belatinya dari leher korban tertawa puas. Tanpa belas kasihan, ia kembali mengangkat senjatanya, bersiap untuk menghabisi Lin Hao yang sedang menangis hancur.

​"Menjauh dari dia, Keparat!"

​Bao Hu meraung histeris. Mengabaikan lubang di perutnya, ia berlari dengan sisa hidupnya, mengepalkan tinju kanannya yang dilapisi sedikit Qi tersisa. "Rasakan ini!"

​JLEB!

​Yan Shou bahkan tidak perlu melihat penuh. Dengan gerakan memutar yang anggun, ia menghindar, lalu menusukkan belatunya dalam-dalam ke perut Bao Hu untuk kedua kalinya.

Tidak berhenti di sana, Yan Shou menendang kaki Bao Hu hingga berlutut, lalu dengan kejam menikam perut Bao Hu berulang kali.

​JLEB! JLEB! JLEB!

​"Haha! Dasar babi bodoh tidak berguna! Kau pikir daging tebalmu bisa menahan senjataku?!" Teriak Yan Shou penuh kegilaan. Tubuh Bao Hu ambruk bersimbah darah, napasnya tersendat-sendat di atas tanah yang basah oleh hujan.

​"BAO HU!!!"

​Xiao Chen menjerit, air matanya mengalir deras bersama tetesan air hujan yang semakin lebat.

Di tengah badai emosi yang puncaknya merobek dada, kesedihan atas kematian rekan senasib, rasa frustrasi atas kelemahannya sendiri, dan amarah murni yang membakar Xiao Chen menjatuhkan dirinya ke tanah dan berhasil menggenggam hulu pedang retak milik Gu Tian.

​WUUUUUSH!

​Begitu jemari Xiao Chen mencengkeram hulu pedang tersebut, senjata itu memberikan reaksi yang teramat ekstrem.

Energi hitam yang pekat dan dingin menguap hebat dari setiap retakannya, seolah menemukan wadah yang tepat. Xiao Chen bangkit berdiri, mengangkat bilah pedang hitam itu tepat di depan wajahnya.

​Pada detik itu juga, melalui aliran energi pedang, Xiao Chen seolah bisa merasakan seluruh emosi yang tersimpan di dalamnya, rasa sakit yang ditahan Gu Tian, tekad Bao Hu yang menolak tunduk, dan ketakutan Qian'er. Semua emosi itu menyatu dalam aliran darahnya.

​Xiao Chen berlari maju, menerjang ke arah Yan Shou.

​Dalam setiap jengkal langkah kakinya di bawah guyuran hujan, batasan di dalam pikirannya runtuh.

Pemahamannya tentang esensi pedang melesat melewati dinding pembatas, mengalami perubahan instan, dan menembus ranah Ahli Pedang yang sesungguhnya.

​Aura hitam pekat yang keluar dari tubuhnya tiba-tiba mengalami perubahan aneh, sebagian energinya bergolak menjadi warna putih bersih.

Dua energi bertolak belakang itu berputar, mengalir membentuk pusaran harmonis yang menyerupai pola Yin dan Yang di sekeliling bilah pedangnya.

​"TEBASAN PEDANG TANPA BENTUK: TAHAP KEDUA!"

​Yan Shou yang sedang berdiri di atas tubuh Bao Hu seketika membalikkan badan.

Sepasang mata merahnya membelalak sempurna, dipenuhi rasa tidak percaya yang teramat sangat saat merasakan intensitas tekanan energi yang dilepaskan Xiao Chen.

Rasa terancam yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya mendadak mencengkeram jantungnya.

​Merasakan ajal mendekat, Yan Shou mengumpulkan seluruh sisa Qi dari tato tengkorak merahnya, memusatkannya pada belati utama hingga senjatanya memancarkan cahaya darah yang pekat.

​"TEKNIK RAHASIA PEMBUNUH: TEBASAN GERHANA DARAH!"

​Yan Shou melesat bagai kilat merah, menerjang lurus ke arah Xiao Chen. Di sisi lain, Xiao Chen bergerak dengan ketenangan yang menakutkan di tengah badai amarahnya, siap melepaskan tebasan pamungkas.

​Dua bayangan itu saling berpapasan di tengah badai hujan yang menderu. Xiao Chen memiringkan tubuhnya sedikit untuk menghindari jalur serangan utama, lalu mengayunkan pedang retak Gu Tian dalam lintasan melingkar yang tak kasat mata. Yan Shou pun mengayunkan belatinya dengan kecepatan penuh.

​SHIIINGGGG!!!

​Suara gesekan logam yang teramat tipis dan tajam membelah suara gemuruh hujan. Kedua sosok itu seketika berhenti dengan posisi saling membelakangi.

​"Ukhuk!"

​Yan Shou mendadak batuk darah dalam jumlah besar. Matanya bergetar hebat, menatap kosong ke arah dadanya sendiri.

Di depannya, Xiao Chen perlahan membalikkan tubuh, menatap sang pembunuh dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh perpaduan amarah, kesedihan yang mendalam, dan rasa frustrasi yang pekat.

​"T-tidak mungkin... Bagaimana bisa... aku, seorang pembunuh bayaran faksi bayangan... kalah oleh bocah ingusan dari faksi murid luar...?" Gumam Yan Shou, suaranya parau dan bergetar hebat.

​Tebasan Xiao Chen barusan telah melampaui kecepatan reaksinya. Bilah pedang retak milik Gu Tian telah tertancap sempurna, menembus tepat di pusat jantung Yan Shou.

Namun, di saat yang sama, belati Yan Shou juga berhasil menusuk dalam ke sisi kiri perut Xiao Chen.

​Cairan hitam kental perlahan menetes dari sudut mulut Xiao Chen, tanda bahwa racun dari belati Yan Shou mulai bereaksi.

Namun, dengan sisa adrenalin dan tekad murni yang membakar tubuhnya, Xiao Chen mencengkeram hulu pedangnya dengan kedua tangan, lalu menekannya semakin dalam ke dada Yan Shou.

​"MATIIII KAU!!!"

​JLEB!

​Yan Shou membelalak untuk terakhir kalinya. Darah segar menyembur deras dari mulut dan lukanya. Kekuatan di matanya meredup dengan cepat, hingga akhirnya tubuh sang pembunuh profesional itu ambruk, jatuh tak bernyawa di atas tanah lumpur yang basah.

​Thud.

​Kedua lutut Xiao Chen langsung kehilangan tenaga. Ia tidak mampu lagi menahan bobot tubuhnya sendiri dan jatuh berlutut di hadapan jasad Yan Shou. Rasa mual yang teramat sangat bergejolak di dalam perutnya.

​"Ueeek! Uhuk... uek!"

​Xiao Chen memuntahkan cairan hitam bercampur darah ke tanah. Ini adalah pertama kalinya di dalam hidupnya ia mencabut nyawa seorang manusia dengan tangannya sendiri. Rasa bersalah, ngeri, dan syok emosional membuat tubuhnya bergetar hebat di bawah guyuran hujan yang semakin deras.

​Hujan terus turun, seolah berusaha membasuh seluruh darah dan kekejaman yang terjadi di lembah tersebut. Di sela-sela badai, awan hitam di langit perlahan mulai terkoyak, membiarkan berkas sinar matahari fajar turun menyinari dunia yang porak-poranda.

​Mereka berhasil menang. Mereka berhasil bertahan hidup. Namun, saat Xiao Chen mengedarkan pandangannya dengan kesadaran yang kian menipis, ia hanya bisa melihat teman-temannya tergeletak kritis dan terluka parah di atas tanah.

​Di dalam keheningan jiwanya, suara Roh Pedang kembali terdengar, namun kali ini nadanya dipenuhi oleh rasa takjub dan ngeri yang mendalam saat mengamati pedang yang digenggam Xiao Chen.

​"Jadi... pedang tua milik anak bernama Gu Tian itu... ternyata ditempa dari pecahan logam yang sama dengan..."

1
Maul
👍👍
Maul
latihan keras 😢
Maul
/Panic//Panic/
Maul
/Scare//Scare/
Maul
kenapa nih🤔
Maul
Benar-benar membingungkan Patriark itu🤭
Maul
/Smile/
Maul
Sepertinya Patriark baik🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
Agen One
Bab 37 sabar guys/Sleep/
Agen One
Kakek roh/Whimper/
Agen One
jadi juga murid dalam/Frown/
Agen One
🤕🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Maul
keputusan apa ituh
Maul
takut itu wajar Qianer
Maul
/Frown/
Agen One
selamat Idul Adha ya semuanya/Smile//Pray/
Agen One
Bab 35 sabar ya/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!