NovelToon NovelToon
Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Balas Dendam
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ule Lau

Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).

Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjamuan Teh Istana dan Gemuruh di Ibu Kota Heaven Dou

Awan kelabu berarak rendah di atas langit Ibu Kota Heaven Dou, menyaring terik matahari awal musim semi menjadi berkas-berkas cahaya perak yang jatuh di atas kemegahan Istana Kekaisaran. Hari ini bukan hari biasa. Gerbang utama istana yang dilapisi emas murni dibuka lebar-lebar, menyambut barisan kereta kencana mewah yang datang dari berbagai penjuru benua.

Perjamuan Teh Musim Semi Istana. Sebuah acara yang di permukaan tampak seperti pertemuan santai para bangsawan muda, namun di bawah meja, ini adalah medan perang politik bagi faksi-faksi terbesar di Benua Douluo. Kekaisaran Heaven Dou, klan-klan kuno dari Tujuh Sekte Besar, hingga utusan rahasia dari Aula Roh (Spirit Hall) berkumpul dengan satu tujuan tersembunyi: menemukan pemilik pilar cahaya emas yang setahun lalu membelah langit daratan.

Namun, di jalan utama menuju kompleks istana, perhatian seluruh pengawal kekaisaran justru tersedot oleh sebuah kereta kuda kayu polos tanpa lambang klan mana pun. Kereta itu berjalan santai, ditarik oleh seekor Kuda Roh Angin yang tampaknya sudah sangat tua.

Di kursi kemudi, seorang pria tua bertopi jerami lebar duduk dengan santai, memegang tali kekang dengan ekspresi wajah bosan. Pengawal istana yang hendak menghentikan kereta itu seketika membeku ketika pria tua itu mengangkat sedikit pinggiran topinya, memperlihatkan sepasang mata hijau zamrud yang memancarkan aura racun yang amat pekat.

"J-Jade Phosphor Douluo..." bisik sang komandan pengawal dengan wajah seputih kertas. Ia segera menarik kembali tangannya dan membungkuk panik. "Buka gerbang! Jangan hambat perjalanan Yang Mulia Dugu Bo!"

Di dalam kereta, suasana sangat kontras dengan ketegangan di luar.

Zhu Ling'er sedang duduk di pangkuan Zhu Xuan, memegangi cermin kecil sambil mengagumi hiasan rambut baru yang dibuat ayahnya dari bulu burung roh perak. Gaun pelangi yang dikenakannya hari ini memiliki sulaman benang emas yang samar, memancarkan cahaya lembut setiap kali ia bergerak.

"Ayah, apakah kue-kue di istana raja nanti rasanya lebih enak daripada puding mangga buatan Ayah?" Ling'er mendongak, mata bulatnya berkedip penuh rasa ingin tahu.

Zhu Xuan terkekeh pelan, menyisir sisa rambut halus di pelipis putrinya dengan ujung jari. "Tentu saja tidak, Sayang. Makanan di sana hanya menang di penampilannya yang rumit. Namun, jika Ling'er melihat ada kue yang lucu, Ling'er boleh mencicipinya. Hari ini, bersenang-senanglah. Anggap saja kita sedang mengunjungi taman bermain yang sedikit lebih besar."

"Siap, Ayah!" Ling'er mengangguk mantap, sepatu bot cit-cit-nya mengeluarkan suara riang di dalam kereta.

[Ding! Putri Anda memasuki lingkungan dengan konsentrasi faksi politik tingkat tinggi.]

[Misi Utama: Hadiri Perjamuan Teh Istana. Berikan perlindungan mutlak dan pastikan tidak ada satu pun master jiwa atau bangsawan yang berhasil mengintimidasi atau menekan identitas putri Anda.]

[Hadiah: Poin Daddy +5.500, Item 'Jubah Pelindung Jiwa Kosmik' (Pakaian pertahanan tingkat Dewa untuk putri Anda), Pembukaan Segel 'Pedang Langit Abadi' sebesar 1% (Kini berada di angka 98%).]

Zhu Xuan melirik panel sistem dengan senyum dingin yang tersembunyi. 98% pembukaan segel. Pada titik ini, seluruh hukum ruang dan waktu di sekitar Ibu Kota Heaven Dou seolah-olah berada di bawah genggaman jemarinya. Jika ada yang berani mencari masalah, ia bisa menghapus seluruh kompleks istana ini dari realitas dalam satu petikan jari.

Aula perjamuan istana luar dipenuhi oleh aroma harum teh melati tingkat tinggi dan denting piano yang lembut. Kursi-kursi berlapis beludru diatur mengelilingi sebuah kolam teratai buatan yang jernih.

Di kursi utama, duduk Pangeran Mahkota Xue Qinghe (yang sebenarnya adalah Qian Renxue yang sedang menyamar). Wajahnya tampak ramah dan penuh wibawa khas seorang calon kaisar, namun sepasang matanya terus bergerak tajam, memindai setiap anak kecil yang memasuki ruangan. Di sudut bayangan aula, dua sosok master jiwa berpakaian hitam pekat berdiri diam seperti patung—mereka adalah Porcupinefish Douluo dan Snake Lance Douluo, dua Titled Douluo dari Aula Roh yang bertindak sebagai pelindung rahasianya.

Di sisi lain aula, Ning Fengzhi, pemimpin Sekte Tujuh Harta Karun, duduk bersama Pedang Douluo, Chen Xin. Kehadiran begitu banyak tokoh tingkat tinggi membuktikan betapa krusialnya perjamuan teh kali ini.

"Pangeran Mahkota Xue Qinghe, perwakilan dari Paviliun Bulan dan Lembah Mirakel telah tiba!" seru kasir istana dengan suara lantang.

Seluruh aula seketika sunyi. Semua mata tertuju pada pintu masuk.

Zhu Xuan melangkah masuk dengan tangan kanannya berada di dalam saku jubah linen putih polosnya, sementara tangan kirinya menggandeng erat jemari mungil Ling'er. Di belakang mereka, Dugu Bo berjalan dengan dada membusung, memancarkan aura seorang pelindung yang tak tergoyahkan.

Begitu Zhu Xuan memasuki ruangan, atmosfer ramah di aula seolah-olah tertekan oleh gravitasi yang amat berat. Tidak ada energi jiwa yang dilepaskan, namun postur tubuh Zhu Xuan yang tegap, wajahnya yang tampan tanpa cela, dan pandangan matanya yang sedingin bintang abadi membuat beberapa bangsawan tingkat rendah secara insting menundukkan kepala mereka karena takut.

Pria ini... Mata Qian Renxue (Xue Qinghe) menyipit tajam. Sebagai pemilik Wuhun Seraphim tingkat dewa, ia merasakan getaran ketakutan yang hebat dari dalam jiwanya sendiri. Wuhun-nya, yang biasanya melambangkan cahaya suci tertinggi, seolah-olah ingin berlutut di hadapan pemuda berjubah putih itu.

Dia adalah pria yang menghancurkan Slaughter Douluo dan menakuti Pulau Dewa Laut! Qian Renxue menahan napas, mencoba mempertahankan ekspresi ramahnya.

"Selamat datang, Tuan Zhu Xuan, dan... nona kecil yang cantik," Xue Qinghe berdiri dan menyambut mereka dengan anggun, memberikan penghormatan tingkat tinggi yang membuat para bangsawan lainnya terengah-engah. Seorang pangeran mahkota memberikan penghormatan terlebih dahulu kepada seorang pemuda tanpa gelar bangsawan? Ini adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Zhu Xuan hanya mengangguk tipis, sebuah sapaan yang sangat acuh tak acuh. "Pangeran Xue, putriku menyukai ketenangan. Kuharap perjamuan teh ini tidak terlalu membosankan baginya."

"Tentu saja, Tuan Zhu. Silakan duduk di kursi kehormatan yang telah kami siapkan," jawab Xue Qinghe dengan senyum yang sedikit kaku.

Perjamuan dimulai, namun ketegangan di bawah permukaan semakin memuncak. Beberapa anak dari klan master jiwa terkemuka mulai memamerkan kemampuan mereka di tengah aula untuk menarik perhatian pangeran mahkota. Ada yang memanggil Wuhun harimau api, ada pula yang memamerkan cincin jiwa kuning pertama mereka di usia delapan tahun.

Zhu Ling'er sama sekali tidak tertarik dengan pertunjukan itu. Ia sibuk mengunyah sepotong kue beras manis yang disuapkan oleh Zhu Xuan, sesekali menyeka remah-remah di sudut bibirnya dengan sapu tangan putih.

"Hei, anak kecil! Mengapa kau hanya makan dari tadi?"

Sebuah suara kekanak-kanakan namun penuh keangkuhan tiba-tiba terdengar. Seorang anak laki-laki berusia sekitar sembilan tahun, mengenakan pakaian zirah ringan berlambang Klan Gajah Suci, berjalan mendekati meja Ling'er. Dia adalah putra dari salah satu tetua klan luar Aula Roh yang sengaja dibawa untuk menguji anak-anak di ibu kota.

"Apakah kau tidak punya Wuhun untuk dipamerkan? Ataukah kau hanya anak haram dari klan kecil yang menumpang makan di sini?" anak laki-laki itu mendengus remeh, melepaskan kekuatan jiwanya yang berada di level 8 secara sengaja untuk menekan Ling'er.

BOOM!

Sebelum energi anak itu sempat mendekati meja, sebuah niat membunuh yang amat dingin meledak dari sosok Dugu Bo yang berdiri di belakang Zhu Xuan. Lantai marmer di bawah kaki anak laki-laki itu seketika retak dan dipenuhi oleh lapisan es beracun berwarna hijau.

"Bocah sialan! Kau bosan hidup?!" Dugu Bo menggeram rendah, matanya berkilat mengerikan.

"Dugu Bo, menindas seorang anak kecil bukanlah perilaku seorang Titled Douluo," sebuah suara berat memotong dari arah sudut aula. Snake Lance Douluo melangkah keluar dari bayangan, sembilan cincin jiwanya berputar samar di balik jubah hitamnya untuk menahan tekanan Dugu Bo.

Suasana aula instan berubah menjadi medan perang. Para bangsawan berlarian panik ke sudut ruangan, sementara Xue Qinghe hanya diam menonton, ingin menggunakan momen ini untuk memaksa Zhu Xuan menunjukkan kekuatannya.

Anak laki-laki dari Klan Gajah Suci itu, melihat ada pelindung kuat dari Aula Roh di belakangnya, kembali membusungkan dadanya dengan sombong. "Hmph! Ayahku bilang, siapa pun yang memicu cahaya emas setahun lalu harus tunduk pada Aula Roh! Jika anak perempuan ini adalah orangnya, dia harus ikut kami!"

Zhu Xuan perlahan meletakkan cangkir tehnya ke atas meja. Gerakannya begitu santai, namun ketukan cangkir itu di atas kayu meja menghasilkan suara TOK yang aneh—suara yang seketika membungkam seluruh aula dan membekukan aliran energi jiwa milik Snake Lance Douluo.

Zhu Xuan tidak melihat ke arah anak itu, tidak pula melihat ke arah Snake Lance Douluo. Ia hanya menatap putrinya dengan kelembutan yang tak terbatas. "Ling'er, ada lalat yang mengganggu waktu makan kuemu. Apakah kau ingin Ayah menghapusnya, atau kau ingin mencoba mainan barumu?"

Ling'er menelan kue berasnya, lalu berdiri dari kursi dengan wajah cemberut. "Ayah, dia berisik sekali dan penumpangan makannya tidak sopan! Biarkan Ling'er saja yang menyuruhnya diam!"

Ling'er melangkah maju, berdiri di depan anak laki-laki sombong itu. Dengan tinggi badannya yang baru mencapai dada anak laki-laki itu, Ling'er mendongak dan menghentakkan kaki kecilnya ke lantai.

WUSH—!!!

Di sekeliling tubuh mungil Ling'er, seberkas cahaya putih perak yang sangat tajam meledak keluar. Wuhun pedang kecilnya memadat di tangan kanannya, memancarkan niat pedang yang seolah-olah bisa memotong langit dan bumi. Namun, yang membuat seluruh jiwa para master di ruangan itu hampir copot dari tempatnya adalah apa yang muncul di bawah kaki Ling'er.

Sebuah cincin jiwa perlahan naik, berputar dengan anggun di sekeliling gaun pelanginya.

Warna cincin itu... adalah Emas Platinum dengan Corak Pelangi Surgawi.

BUM—!!!

Tekanan kosmik dari cincin jiwa tingkat Dewa Sejati itu seketika menyapu seluruh aula istana. Anak laki-laki dari Klan Gajah Suci itu bahkan tidak sempat berteriak sebelum akhirnya lututnya patah dan ia jatuh berlutut, kepalanya terbentur keras ke lantai marmer karena tidak kuat menahan beratnya tekanan energi Ling'er.

"C-Cincin... Cincin Jiwa warna emas?!" Ning Fengzhi berdiri dari kursinya hingga cangkir tehnya jatuh dan pecah berkeping-keping. Wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi oleh keterkejutan dan kengerian yang mutlak. "Chen Xin! Katakan padaku aku sedang bermimpi! Cincin jiwa pertama... berwarna emas?!"

Pedang Douluo, Chen Xin, tidak menjawab. Tangan tuannya yang memegang pedang pusaka kini bergetar begitu hebat. Sebagai seorang master pedang level 96, ia bisa merasakan bahwa niat pedang dari anak perempuan berusia enam tahun di depan mereka... telah melampaui seluruh pemahamannya tentang jalan pedang selama seratus tahun hidupnya.

Di sudut ruangan, Snake Lance Douluo dan Porcupinefish Douluo langsung jatuh berlutut, seluruh tubuh mereka basah oleh keringat dingin. Wuhun mereka meringkuk ketakutan di dalam meridian, menolak untuk merespon seolah-olah mereka sedang menghadapi pencipta alam semesta yang sejati.

"Ini... Kekuatan Dewa..." Xue Qinghe (Qian Renxue) mencengkeram pinggiran takhtanya hingga hancur menjadi bubuk. Matanya menatap cincin emas platinum Ling'er dengan rasa ngeri yang tak terbendung. Sebagai pewaris Dewa Malaikat, ia tahu betul bahwa warna emas platinum itu berada di atas level cincin jiwa seratus ribu tahun... itu adalah ranah Dewa Tertinggi.

Zhu Ling'er memandangi anak laki-laki yang kini pingsan karena ketakutan di depannya, lalu menarik kembali Wuhun pedang dan cincin jiwanya dengan lambaian tangan kecil yang santai. Suasana aula seketika kembali normal, meninggalkan keheningan yang begitu mencekam hingga suara helaan napas terkecil pun bisa terdengar jelas.

"Ayah, dia sudah diam," ucap Ling'er polos, lalu berlari kembali ke pelukan Zhu Xuan dengan tawa riangnya yang seolah tidak terjadi apa-apa.

Zhu Xuan mengangkat putrinya, menggendongnya dengan kokoh di atas pundaknya.

Ia kemudian berdiri, merapikan jubah linen putihnya, dan menatap ke arah Xue Qinghe serta dua Titled Douluo dari Aula Roh yang masih berlutut di lantai dengan pandangan sedingin es.

"Pangeran Xue, perjamuan teh ini terlalu membosankan, dan kualitas tamumu sangat rendah," ucap Zhu Xuan, suaranya pelan namun bergema langsung di dalam pusat kesadaran semua orang di tempat itu.

"Katakan pada Aula Roh, dan katakan pada Paus kalian, Bibi Dong..."

Zhu Xuan memajukan langkahnya satu kali, dan pada detik itu, sebuah proyeksi Pedang Langit Abadi berukuran ratusan meter muncul secara samar di atas langit Istana Kekaisaran Heaven Dou, membelah seluruh formasi pertahanan sihir istana menjadi debu.

"...jika aku melihat ada kaki tangan dari Aula Roh yang mencoba mendekati putriku lagi dengan motif apa pun, tebasan berikutnya tidak akan memotong zirah anak kecil ini, melainkan akan meratakan Istana Paus kalian beserta seluruh Gunung Jiwa Suci menjadi sebidang tanah kosong."

Zhu Xuan berbalik, berjalan keluar dari aula perjamuan dengan langkah santai, diikuti oleh Dugu Bo yang memberikan senyuman mengejek yang sangat puas kepada para penguasa benua yang kini terduduk lemas di lantai.

[Ding! Misi Utama selesai dengan evaluasi: Sempurna yang Absolut!]

[Hadiah Utama dikirimkan: Poin Daddy +5.500.]

[Jubah Pelindung Jiwa Kosmik telah dipasangkan secara otomatis pada gaun putri Anda.]

[Segel 'Pedang Langit Abadi' Anda kini berada di angka 98%! Kemampuan baru dibuka: 'Langkah Dimensi Kosmik' (Memungkinkan Anda berpindah ke sudut mana pun di Benua Douluo dalam sekejap mata).]

Di dalam kereta kayu yang berjalan meninggalkan istana, Ling'er menyandarkan kepalanya yang mengantuk di dada Zhu Xuan.

"Ayah... hari ini Ling'er hebat kan? Ling'er tidak membuat gaunnya kotor."

Zhu Xuan mencium kening putrinya dengan kehangatan yang tak terbatas, mendekap tubuh kecil itu agar terlindung dari angin malam musim semi yang dingin.

"Iya, putri kecilku adalah yang paling hebat dan paling cantik di seluruh dunia. Tidurlah, besok Ayah akan membuatkan sup iga kesukaanmu di rumah."

Hari itu, Perjamuan Teh Istana berakhir dengan kepanikan masal faksi-faksi besar.

Berita mengenai seorang balita berusia enam tahun berambut hitam dengan cincin jiwa pertama berwarna emas platinum menyebar seperti badai yang meruntuhkan seluruh tatanan dunia jiwa.

Namun di dalam kereta sederhana itu, yang ada hanyalah seorang ayah yang tersenyum bahagia, menatap putrinya yang tertidur lelap dengan kedamaian yang murni—menjaga senyum itu tetap utuh di tengah dunia fana yang mulai gemetar ketakutan di bawah bayang-bayang perlindungannya.

1
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Hadi Hadi
lanjut👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Kang Comen
okokokokokokokokokokokok
Kang Comen
⏭️⏭️⏭️⏭️
Kang Comen
heh eh eh eh ....
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???
Ule Lau: Kalau levelnya berhasil di buka sesuai petunjuk di atas bru lah
total 1 replies
Kang Comen
anak² lain nya mna thor ???
Ule Lau: Ada masih main
total 1 replies
Miea™
next
Kang Comen
next⏭️⏭️⏭️
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
up up up 👍👍👍
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Ule Lau: Up nya perhari 1 bab ya kk... Banyakin sabaaaarnya ya kak
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Ule Lau: Menunggu ya
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 💪💪
yl
😍😍😍
yl
Lanjutkan 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
up up up 👍
Hadi Hadi
mantap 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!