NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Preman

Suamiku Bukan Preman

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: elaretaa

Hidup Naura yang sudah menderita itu, semakin menderita setelah Jessica anak dari Bibinya yang tidak sengaja menjebak Naura dengan seorang pria yang dikenal sebagai seorang preman karena tubuhnya yang penuh dengan tato, berbadan kekar dan juga wajah dingin dan tegas yang begitu menakutkan bagi warga, Naura dan pria itu tertangkap basah berduaan di gubuk hingga mereka pun dinikahkan secara paksa.

Bagaimana kelanjutannya? siapakah pria tersebut? apakah pria itu memang seorang preman atau ada identitas lain dari pria itu? apakah pernikahan mereka bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini Rumah Siapa?

Aiden mencondongkan tubuhnya ke depan dan dengan lembut menyeka air mata yang mulai mengalir di pipi Naura. "Shhh. Jangan menangis. Tidak ada lagi penderitaan, Naura. Yang ada sekarang hanyalah masa depan kita," ucap Aiden.

Aiden memegang tangan Naura yang terasa hangat, "Aku sudah menyingkirkan semua duri dari jalanmu. Semua yang pernah menyakitimu, semua yang mencoba menghancurkanmu, sudah menerima balasan. Sekarang, kamu harus fokus pada pemulihanmu. Kamu pantas mendapatkan kedamaian," lanjutnya.

Naura mengangguk, sorot mata sedihnya perlahan tergantikan oleh rasa syukur dan kelegaan. "Aku tahu, Mas. Aku hanya... merasa sedikit aneh. Rasanya seperti sebuah era dalam hidupku sudah berakhir dan yang berikutnya akan dimulai," ucap Naura.

"Era yang penuh kesulitan dan pengkhianatan sudah selesai. Era berikutnya adalah era di mana kamu bahagia, di mana kamu aman. Setelah ini kamu harus bahagia, agar Ayah sama Ibu kamu juga ikut bahagia di surga," ucap Aiden.

Naura tersenyum pada Aiden, perasaan hangat menjalar di hatinya. Di sampingnya, Aiden bukan hanya seorang pelindung yang kuat, tetapi juga jangkar emosionalnya.

.

Dua hari setelah percakapan emosional itu, Dokter mengizinkan Naura pulang. Meskipun masih terlihat sedikit pucat, Naura sudah bisa berjalan dengan baik, dan yang terpenting, tatapan matanya kembali menunjukkan harapan.

Aiden sudah menyiapkan segalanya, ia tidak ingin Naura kembali ke lingkungan lama yang penuh trauma, namun ia juga tahu Naura yang sederhana tidak akan menerima jika ia tiba-tiba mengajaknya tinggal di apartemen mewah atau vila yang jelas-jelas menunjukkan kekayaan.

Dengan strategi yang matang, Aiden membawa Naura keluar dari rumah sakit dan langsung menuju sebuah kawasan perbukitan yang tenang, jauh dari desa.

Mobil mewah Aiden yang kali ini ia pastikan tidak terlalu mencolok itu berhenti di depan gerbang kayu elegan. Di baliknya terbentang sebuah vila bergaya tradisional modern yang dikelilingi taman rimbun, menawarkan pemandangan pepohonan hijau yang menenangkan.

Naura tertegun saat melangkah masuk, interior vila itu terasa hangat dan damai, dengan banyak jendela yang memungkinkan cahaya alami masuk.

"Mas, ini indah sekali! Ini rumah siapa?" tanya Naura.

"Ini vila, aku sudah bilang, kita tidak bisa kembali ke rumah lama yang dekat perkebunan kan. Untuk sementara, kita akan tinggal di sini," ucap Aiden dan Naura menoleh, matanya penuh pertanyaan.

"Tapi... Mas, vila sebesar ini...?" pertanyaan Naura menggantung, namun ia menatap Aiden dan pun Aiden sudah siap dengan kebohongannya yang terencana.

"Ini milik Juragan Adit, karena Juragan Adit merasa kasihan sama musibah yang menimpa kamu, Juragan Adit meminjamkan vila ini padaku untuk sementara waktu. Katanya, ini tempat yang aman dan tenang agar kamu bisa pulih total. Lagipula, kan kamu tahu kalau aku sekarang adalah tangan kanannya Juragan Adit, jadi dia percayakan vila ini padaku," ucap Aiden.

Naura yang selama ini hanya tahu Aiden sebagai anak buah kepercayaan Juragan Adit yang gigih dan cekatan pun tudak merasa curiga dan menerima penjelasan itu.

"Oh, begitu. Juragan Adit baik banget ya, tapi... aku merasa tidak enak, Mas." ucap Naura yang merasa tidak enak karena selama ini Juragan Adit terlalu banyak membantu dirinya dan juga Aiden.

"Tidak usah merasa tidak enak, Juragan Adit justru senang kalau kamu bisa pulih cepat. Ini adalah perintah darinya untuk istirahat total, Naura," tegas Aiden dan meletakkan koper kecil Naura

Di vila itu, Aiden bisa bernapas lega. Naura kini berada di bawah pengawasannya, jauh dari bahaya dan ingatan buruk. Aiden memastikan Naura menjalani terapi fisik ringan, makan makanan bergizi yang dimasak oleh juru masak yang ia sewa dan yang terpenting, tidak pernah merasa sendirian.

Aiden mendorong Naura untuk berbicara tentang mimpinya dan masa depannya, bukan tentang masa lalu. Dia sering mengajaknya duduk di teras, menikmati matahari terbit dan memandangi kabut yang menyelimuti perbukitan.

Fandy telah memastikan bahwa tidak ada kabar atau berita lebih lanjut mengenai nasib Paman Carlo dan yang lain yang sampai ke telinga Naura. Dunia luar seolah dibungkam, membiarkan Naura menjalani proses penyembuhan tanpa gangguan.

Naura yang terbiasa hidup menderita, kini merasakan ketenangan dan perhatian yang luar biasa. Ia melihat bagaimana Aiden yang tegas dan berwibawa di hadapan orang lain, menjadi lembut dan penuh perhatian di hadapannya.

"Mas, besok aku mau coba membuat kue," kata Naura suatu sore, matanya bersinar.

Aiden tersenyum, "Bagus! Dapur di sini besar. Aku akan jadi orang pertama yang mencicipinya. Tapi ingat, jangan terlalu memaksakan diri."

Melihat Naura mulai berani memimpikan kembali masa depan dan hobinya, hati Aiden terasa hangat.

Balas dendamnya bukan hanya tentang menjatuhkan mereka yang jahat, tetapi tentang memberi Naura kesempatan kedua yang layak ia dapatkan. Aiden tahu, jika kebohongan kecil tentang dirinya sebagai anak buah Juragan Adit adalah harga yang harus dibayar demi kedamaian batin Naura.

.

Beberapa minggu berlalu dalam ketenangan vila itu, Naura pulih dengan cepat, dibantu oleh lingkungan yang damai dan perhatian tanpa henti dari Aiden. Kesehatan fisiknya hampir sempurna, tetapi pikiran analitisnya mulai bekerja.

​Di tengah kenyamanan itu, Naura mulai memperhatikan beberapa detail kecil yang tidak sesuai dengan citra anak buah Juragan Adit.

Malam ini, saat Aiden sedang menerima panggilan telepon di luar, Naura tanpa sengaja melihat beberapa barang Aiden yang tergeletak di meja samping. ​Naura melihat sekilas kartu yang tersembunyi di dalam dompet Aiden, kartu itu bukan kartu bisnis Juragan Adit, melainkan kartu yang sangat elegan dan minimalis, mencantumkan nama Aiden Javier Andrean dengan gelar CEO di bawahnya dan logo perusahaan yang tidak Naura kenali, namun dapat Naura pastikan jika perusahaan yang tertera disana bukanlah perusahaan sembarangan, Naura buru-buru menutup dompet itu, jantungnya berdebar.

​Tiba-tiba saja Naura teringat dengan pakaian santai yang pernah dikenakan Aiden, kain kaus polo yang tampak sederhana itu berbeda dengan kain kaus polo yang pernah Naura lihat di pasar. Bahkan jam tangan yang dipakai Aiden, meskipun tidak mencolok, memancarkan kilau kualitas yang luar biasa.

Lalu Mobil yang sering Aiden kendarai mungkin memang tidak semewah mobil diluaran sana, namun Naura ingat jika di rumah Juragan Adit, tidak ada mobil itu dan istri Juragan Adit mengatakan jika Juragan Adit hanya memiliki dua mobil, sedangkan Aiden sudah berganti dua mobil selama menikah dengan Naura.

"Apa yang kamu pikirkan Naura, Mas Aiden itu hanya bekerja untuk Juragan Adit, gak mungkin juga Mas Aiden punya uang sebanyak itu sampai bisa beli barang-barang mewah. Ini semua hanya kebetulan saja, atau mungkin sebelum Mas Aiden kerja sama Juragan Adit, Mas Aiden pernah kerja di perusahaan yang ada di kota, kamu harus percaya sama Mas Aiden, kamu gak boleh berpikir buruk tentang suami kamu," gumam Naura.

.

.

.

Bersambung.....

1
Diana Dwiari
hamil.lagi kali....biasanya balita gitu,jika yg mengajaknya hamil dia ga mau diJak
ᄂ⃟ᙚruyzGBo𝓳
👍
Hilmiya Kasinji
kok kesan e Naura jual mahal ya . katanya berharap menikah sekali seumur hidup tapi kok pernikahannya disahkan malah merasa terdzolimi 😅
Widia Aja
Keterbatasan kemampuan berpikir, mengambil kesimpulan dan keputusan serta komunikasinya sesuai dng tingkat pendidikannya Naura, Reader gak bisa protes, terserah Author ya...😂😂
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
elaretaa: Silakan Kak, semoga suka ya🥰
total 1 replies
Diana Dwiari
ya maklumlah,Naura hanya SMP,dan hidupnya hanya cari uang saja....JD pemikiran nya blm terbuka....ayo Naura,kamu mesti bljr banyak untuk bisa bersanding dg tuan andrean
Diana Dwiari
la wong Aiden tuh yg bos nya kog....
Deni Siahaan
indah pada waktunya ❤️❤️❤️
Amiera Syaqilla
hello author🤗
Amy Wirkus
harusnya aiden jg memantaskan istrinya...ms ke butik pk sendal jepit,dia ga liat...
👀 calon mayit 👀
lanjooot.
Marina Tarigan
itu naluri anak sangat kuat karena selama hamil kamu Naoura siamimu sangat protef sama kamu segala sesustu Eidan terus lengket sm kamu itu hasilnya kedekatan mereka sangat dekat
Leni Martina
aku yg udah bertahun2 nikah m suami aku,ngk pernah nanya gaji,yg penting dia kasih cukup,KLO krng aku mntk LG,baru kali ini baca novel kok MC nya yahhh udah lah🤦🤦🤦
Marina Tarigan
anyak ranjau disekelilingmu Naura dengarkan suamimu jgn percaya sm siapapun lingkunganmu sekarang jauh berbeda dgn dulu dikampung
Marina Tarigan
Baura mana ngerto taktik orang2 kaya dia gadis lugu menganggap semua orang baik seperti xirinya
Marina Tarigan
kamu harus kuat Naura suamimu pembelamu
Marina Tarigan
hahaa seru deh orang lugu semoga tambah pintarnya
Marina Tarigan
Naura mana ngerti posisi Eiden dia tdk punya pengalaman permainan licik disekitarnya mknya dia harus dgn pelan diberi pengertian bahaya yg akan mengancam dirinya
Marina Tarigan
semoga Naura tdk bisa didekati Sinta
Marina Tarigan
lindungi Naura dari segala hal dia polos tdk mengerti dgn kehidupan orang2 kelas tinggi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!